Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2026

Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit Tanpa Membuat Suasana Makin Tegang


Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit Tanpa Membuat Suasana Makin Tegang


Bekerja bersama orang lain memang tidak selalu mudah. Setiap orang memiliki karakter, cara berkomunikasi, kebiasaan, dan cara menyelesaikan pekerjaan yang berbeda.

Ada rekan kerja yang mudah diajak berdiskusi. Namun, ada juga yang suka menyalahkan orang lain, sulit menerima kritik, berbicara dengan nada tinggi, tidak mau bekerja sama, atau bahkan sering membuat suasana tempat kita bekerja menjadi tidak nyaman. Sok hayang nakol we da mun aya nu kitu teh...

Kalau menghadapi kondisi seperti itu, kita mungkin merasa kesal, lelah, bahkan kehilangan semangat bekerja. Lalu, bagaimana cara menghadapi rekan kerja yang sulit tanpa memperbesar masalah?

Konflik di tempat kerja ternyata cukup umum

Konflik dengan rekan kerja bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu atau dua orang.

Sebagai gambaran, penelitian CIPD Good Work Index 2024 (Chartered Institute of Personnel and Development), organisasi ini sering diterjemahkan sebagai Lembaga Pengembangan dan Personalia Berlisensi di Inggris menemukan bahwa sekitar 25% pekerja mengalami konflik di tempat kerja dalam satu tahun terakhir.

Bentuk konflik yang dilaporkan antara lain merasa direndahkan atau dipermalukan, pertengkaran atau bentakan, penghinaan secara verbal, serta perilaku diskriminatif.

Konflik juga dapat memengaruhi kondisi pekerja. Dalam penelitian tersebut, pekerja yang mengalami konflik lebih banyak melaporkan kelelahan dan tekanan dibandingkan mereka yang tidak mengalami konflik.

Yang menarik, banyak orang justru memilih diam. Data CIPD menunjukkan 47% pekerja yang mengalami konflik memilih membiarkannya, sementara 29% membicarakannya dengan manajer atau HR. Hanya sekitar 36% yang mengatakan konflik yang mereka alami benar-benar terselesaikan.

Artinya, mengabaikan masalah memang terkadang terasa sebagai jalan paling mudah, tetapi belum tentu menyelesaikan persoalan.


Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit Tanpa Membuat Suasana Makin Tegang


Apa yang dimaksud rekan kerja yang sulit?

Rekan kerja yang sulit bukan berarti seseorang yang berbeda pendapat dengan kita.

Perbedaan pendapat sebenarnya merupakan hal biasa dalam pekerjaan. Yang menjadi masalah adalah ketika perilaku tersebut terus mengganggu pekerjaan, komunikasi, atau hubungan profesional.

Contohnya:

  • sering menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan;
  • tidak mau menerima masukan;
  • berbicara dengan nada kasar;
  • suka memotong pembicaraan;
  • tidak mau bekerja sama;
  • sering mengambil kredit atas pekerjaan orang lain;
  • menyebarkan gosip;
  • sengaja menunda pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya;
  • sulit diajak berdiskusi;
  • atau sering merendahkan rekan kerja.

Karena itu, sebelum memberi label "orang sulit", sebaiknya lihat perilakunya, bukan hanya kepribadiannya.


7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit

Jangankan rekan kerja yang ketemu saat kerja saja. Rekan hidup saja (suami atau istri) yang seranjang dengan kita bisa jadi orang yang menyebalkan dan sulit diajak komunikasi, bukan?

Nah, mungkin beberapa langkah berikut bisa memberikan gambaran sebaiknya kita bagaimana mengambil sikap ketika ada rekan kerja yang bikin kita gregetan itu...

1. Jangan langsung membalas dengan emosi

Ketika seseorang berbicara kasar atau menyalahkan kita, respons spontan biasanya adalah membalas.

Namun, membalas dengan emosi sering membuat masalah semakin besar.

Cobalah berhenti sebentar sebelum menjawab. Tarik napas dan fokus pada masalah yang sedang dibicarakan.

Misalnya, daripada berkata:

"Kamu memang selalu menyalahkan saya!"

lebih baik mengatakan:

"Mari kita lihat dulu bagian mana yang menjadi masalah supaya bisa kita perbaiki."

Kalimat kedua mengarahkan pembicaraan kembali kepada pekerjaan, bukan menyerang pribadi.


2. Bedakan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi

Tidak semua perbedaan pendapat berarti seseorang tidak menyukai kita.

Misalnya, kita mengusulkan cara baru untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi rekan kerja tidak setuju.

Jangan langsung berpikir:

"Dia memang tidak suka dengan saya."

Bisa jadi dia mempunyai alasan berbeda berdasarkan pengalaman atau tanggung jawabnya.

Cobalah bertanya:

"Menurut kamu, bagian mana yang kurang cocok dari cara ini?"

Dengan begitu, perbedaan pendapat bisa berubah menjadi diskusi.


Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit Tanpa Membuat Suasana Makin Tegang



3. Bicarakan masalah secara langsung jika memungkinkan

Jika perilaku rekan kerja sudah mulai mengganggu, berbicara secara langsung dan tenang sering kali lebih baik daripada membicarakannya kepada banyak orang.

Gunakan kalimat yang fokus pada perilaku dan dampaknya.

Contohnya:

"Ketika perubahan tugas disampaikan mendadak, saya kesulitan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Ke depan, apakah kita bisa memberi tahu perubahan lebih awal?"

Kalimat tersebut lebih mudah diterima daripada:

"Kamu selalu bikin pekerjaan orang lain berantakan."

Bedanya sederhana: kalimat pertama membicarakan masalah, sedangkan kalimat kedua menyerang orangnya.


4. Jangan ikut terlibat dalam gosip kantor

Ketika ada rekan kerja yang menyebalkan, kita mungkin tergoda menceritakan perilakunya kepada rekan lain.

Sesekali bercerita kepada orang yang dipercaya untuk mendapatkan perspektif memang berbeda dengan menyebarkan gosip.

Usahakan pembicaraan tetap berhubungan dengan solusi.

Misalnya:

Kurang baik kalau bilang: "Dia memang orang paling menyebalkan di kantor."

Lebih baik kita sampaikan: "Saya sedang kesulitan bekerja sama dengannya. Menurut kamu, bagaimana cara menyampaikan masalah ini dengan baik?"

Jadi terlihat kan kalau tujuannya bukan mencari dukungan untuk membenci seseorang, tetapi mencari jalan keluar.


5. Buat komunikasi pekerjaan lebih jelas

Konflik terkadang muncul karena informasi yang tidak jelas.

Misalnya, seseorang merasa sudah memberikan tugas kepada kita, sedangkan kita merasa tugas tersebut belum pernah diberikan.

Untuk mengurangi kesalahpahaman, biasakan mengonfirmasi pekerjaan.

Contohnya:

"Jadi, saya mengerjakan laporan bagian A dan kamu mengerjakan bagian B, ya? Targetnya Jumat sore."

Jika perlu, konfirmasi melalui pesan atau email sehingga ada catatan yang bisa dilihat kembali.

Cara sederhana ini dapat mengurangi perdebatan seperti:

"Saya kan sudah bilang!"

atau

"Saya tidak pernah menerima tugas itu."


Contoh Konflik di Tempat Kerja

Bayangkan situasi berikut: Rina dan Dedi bekerja dalam satu tim.

Rina bertugas membuat laporan, sedangkan Dedi bertugas mengumpulkan data.

Masalah muncul karena Dedi sering mengirimkan data terlambat. Ketika laporan belum selesai tepat waktu, Dedi justru mengatakan:

"Itu bukan salah saya. Rina kan yang membuat laporan."

Rina merasa kesal karena laporan memang menjadi tanggung jawabnya, tetapi bahan yang dibutuhkan berasal dari Dedi.

Respons yang bisa memperburuk masalah

Rina membalas:

"Kamu memang selalu seperti itu. Kerja tidak pernah benar!"

Dedi kemudian merasa diserang dan membalas dengan nada tinggi.

Akhirnya, masalah pekerjaan berubah menjadi pertengkaran pribadi.

Respons yang lebih konstruktif, Rina bisa mengatakan:

"Saya memang bertanggung jawab membuat laporan. Tapi saya membutuhkan data dari kamu sebelum mulai mengerjakan. Kalau datanya terlambat, laporan juga ikut terlambat. Bagaimana kalau kita sepakati data sudah dikirim setiap Rabu supaya laporan bisa selesai Jumat?"

Dalam contoh ini, Rina tidak perlu memenangkan pertengkaran. Yang lebih penting adalah mencari kesepakatan agar masalah tidak berulang.


Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit Tanpa Membuat Suasana Makin Tegang


6. Tetapkan batasan jika perilakunya sudah berlebihan

Bersikap profesional bukan berarti harus menerima semua perlakuan.

Jika seseorang terus berbicara kasar, menghina, mengancam, mempermalukan, atau melakukan tindakan yang membuat Anda merasa tidak aman, masalahnya sudah berbeda dari sekadar "rekan kerja yang menyebalkan".

ILO (International Labour Organization) mendefinisikan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja secara luas, termasuk perilaku atau ancaman yang dapat menyebabkan kerugian fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi.

Standar ILO juga mencakup berbagai situasi yang berkaitan dengan pekerjaan, termasuk komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dalam kondisi seperti itu, jangan merasa harus menyelesaikannya sendirian.

Simpan bukti yang relevan, seperti pesan, email, atau catatan kejadian, lalu gunakan jalur yang tersedia di tempat kerja, misalnya ke:

  • atasan langsung;
  • HR;
  • mekanisme pengaduan perusahaan;
  • serikat pekerja jika tersedia;
  • atau pihak berwenang sesuai situasinya.

7. Ketahui kapan harus meminta bantuan

Ada konflik yang masih bisa diselesaikan melalui komunikasi sederhana. Namun, ada juga masalah yang membutuhkan bantuan pihak ketiga.

Misalnya ketika:

  • konflik terjadi berulang kali;
  • komunikasi langsung tidak menghasilkan perubahan;
  • pekerjaan mulai terganggu;
  • muncul penghinaan atau ancaman;
  • terjadi diskriminasi atau pelecehan;
  • Kita merasa tidak aman;
  • atau konflik mulai memengaruhi kondisi diri secara serius.

CIPD juga menekankan pentingnya tindakan lebih awal dalam menangani konflik, karena penyelesaian yang terlambat dapat membuat masalah menjadi lebih sulit ditangani.


Jangan Berusaha Mengubah Kepribadian Orang Lain

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika menghadapi rekan kerja yang sulit adalah mencoba mengubah dirinya. Padahal, kita tidak bisa mengendalikan karakter orang lain.

Yang lebih realistis adalah mengendalikan: Cara kita merespons + cara berkomunikasi + batasan yang kita buat + langkah yang kita ambil ketika masalah berlanjut.

Misalnya, kita tidak bisa memaksa rekan kerja menjadi lebih ramah. Tetapi kita bisa memilih untuk tetap berbicara secara profesional, menyampaikan kebutuhan dengan jelas, mencatat pekerjaan, dan meminta bantuan jika diperlukan.


Tips Singkat Agar Tetap Tenang Menghadapi Rekan Kerja Sulit

Ketika menghadapi situasi yang membuat emosi, ingat beberapa hal berikut:

  1. Jangan langsung membalas ketika sedang marah.
  2. Fokus pada masalah, bukan menyerang pribadi.
  3. Gunakan komunikasi yang jelas dan sopan.
  4. Konfirmasi tugas dan tanggung jawab.
  5. Hindari memperbesar masalah melalui gosip.
  6. Tetapkan batasan jika perilaku sudah melewati batas.
  7. Catat kejadian penting jika konflik terus berulang.
  8. Minta bantuan atasan atau HR jika masalah tidak bisa diselesaikan sendiri.

Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit Tanpa Membuat Suasana Makin Tegang



Hai teman seprofesi...

Memiliki rekan kerja yang sulit memang bisa membuat pekerjaan terasa lebih berat. Namun, menghadapi mereka dengan kemarahan biasanya tidak menyelesaikan masalah.

Cobalah mulai dari hal sederhana: tetap tenang, terapkan Gaya Hidup Mindful, pahami masalahnya, bicarakan perilakunya secara langsung, buat komunikasi lebih jelas, dan tetapkan batasan.

Tidak semua konflik harus menjadi pertengkaran. Sebagian sebagaimana hidup analog insyaallah bisa diselesaikan dengan percakapan yang tepat dan kesepakatan yang jelas.

Namun, jika perilaku sudah masuk ke dalam penghinaan, pelecehan, ancaman, diskriminasi, atau bentuk kekerasan di tempat kerja, jangan menganggapnya sebagai konflik biasa. Ada saatnya kita perlu menggunakan jalur resmi untuk mendapatkan perlindungan dan penyelesaian.





Sumber utama: CIPD Good Work Index 2024 dan International Labour Organization (ILO) Convention No. 190 serta panduan tentang kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

Read more ...

Kamis, 04 Desember 2025

Bencana Sumatera: Air Membawa Luka Manusia Membawa Cahaya

Sepertinya ayam di belakang rumah --yang ributnya gak ketulungan, petak-petok sangat berisik sambil gak mau diam, naik turun padahal jelas kalau hendak bertelur ya tinggal ngeram di tempat yang sudah disediakan jerami saja --kalah tersaingi dengan mondar-mandirnya saya karena sangat khawatir begitu mendapat kabar kalau di Padang Sumatera Barat dan sekitarnya telah terjadi bencana banjir serta longsor.

Pikiran saya langsung melesat ke anak semata wayang yang sedang menuntut ilmu di pelosok kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bagaimana kondisinya sekarang? Apakah terkena dampak banjir dan longsor? Apakah baik-baik saja? Dan ribuan pertanyaan lainnya yang muncul silih berganti berjejal di kepala bikin saya tak kalah riweuh dibandingkan ayam yang mau bertelur di belakang rumah itu tadi.

Hujan deras yang mengguyur Sumatera sejak akhir November 2025 membawa banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan banyak wilayah di Pulau Andalas.

Di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat ada ribuan rumah hanyut, sekian banyak jalan terputus, dan ratusan ribu orang harus mengungsi.

Bagaimana tidak khawatir, kalau anak merantau di sana sendirian, pun belum bisa dibilang mandiri. Jangankan kondisi serba darurat, keadaan normal saja masih harus sering banyak diingatkan dibantu dan dinasehati.

Yang paling membuat khawatir itu nomor ponsel ustadz biasa kami komunikasi tidak aktif! Ya Allah bagaimana tidak tenang, coba? Bagaimana seorang ibu tidak akan gelisah (sampai ayam bertelur saja kalah) kalau anak berada di dekat daerah bencana sementara tidak dapat dihubungi.

Group wali santri kelas 1 angkatan anak saya, yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat dan Banten pun makin berisik. Saling tanya saling info. Benar-benar mendebarkan hingga akhirnya didapat info dari Wali Pengasuhan Pondok kalau Ustad yang biasa berkomunikasi dengan kami sudah berangkat ke Mesir untuk melanjutkan pendidikannya. Oalah, pantesan ponselnya tidak aktif.

Sebagai penggantinya Wali Pengasuhan Pondok memberikan informasi kalau semua anak PMDG di Kampus 9 Alhamdulillah baik-baik saja. Nah, baru deh kekacauan sedikit mulai mereda.

Paling tidak kekhawatiran akan kondisi anak sudah tidak sebesar sebelumnya. Apalagi keesokan harinya anak juga menelepon. Memberi kabar kalau ia sehat dan baik-baik saja.

Hanya tidak bisa nelepon lama-lama karena gantian katanya. Secara saat itu sinyal timbul tenggelam dan listrik sering mati.

“Walau disini gak kena bencana tapi sepertinya ikut darurat, Bu…” kata Fahmi, anak saya dengan suaranya yang terputus-putus.

“Gak apa darurat juga ya, Mi. Yang penting bersyukur Ami sehat, selamat, dan tidak lupa terus berdoa supaya semuanya lebih baik dan dimudahkan.”

“Iya, Bu. Aamiin…” katanya kembali terputus-putus.

Saya yakinkan kepada anak kalau di tengah serba kekacauan itu, percaya akan selalu ada hikmah. Akan terlahir kisah-kisah ketangguhan yang menghangatkan hati. Cerita bahagia dan inspiratif walaupun tetap dalam bencana mah bisa dipastikan 99% nya adalah tentang luka dan duka.

Bencana Sumatera

Saat akhirnya komunikasi di wag kembali tersambung setelah salah satu ustadz bagian pengasuhan menjadi pengganti ustadz sebelumnya, akhirnya didapatkan kabar yang lebih detail kalau anak pondok semuanya sehat dan selamat.

Solok tidak terkena dampak bencana, hanya ada kebagian hujan dan angin dengan intensitas cukup kerap saja. Alhamdulillah…

Tapi meski demikian, kabar buruk muncul dari wali santri yang berdomisili di Padang dan sekitarnya (sudah pasti juga di Aceh mengingat di sana ada PMDG Kampus 8 yang mana santrinya 60% berasal dari Aceh dan sekitarnya).

Hingga saat tulisan ini dibuat, ada belasan wali santri di PMDG Kampus 9 tempat anak saya menuntut ilmu yang terdampak. Rumah kena banjir, kendaraan terbawa arus, kehilangan harta benda hingga ternak dan lahan pertanian.

Tak kuat menahan tangis mendengar cerita dan kesaksian wali santri lainnya di wag kalau salah satu santri ada yang rumahnya di kampung hilang terseret habis oleh arus banjir. Kabar orang tua dan keluarga lainnya juga belum ditemukan. Semoga saja hanya karena saluran telepon yang mati, sehingga belum bisa berkomunikasi, bukan karena hal lain. Hikz! Pokoknya sedih sekali rasanya.

Salah satu wali santri yang tinggal di Cipondoh sampai ada yang berseloroh jika saja ia bisa jual tanah di Tangerang, akan diboyong santri itu menjadi keluarga supaya anaknya ada temannya.

Karena terbayang bagaimana nanti ia pulang. Semua telah menghilang... Rumah dan tanah yang hilang bisa diganti dengan membeli di situs jual beli tanah terpercaya seperti Properti1.com lah kalau hilang orang tua dan saudara, bagaimana?

Refleks aksi gotong royong di tengah penderitaan itu pun bermunculan untuk saling menguatkan.

Kita bisa melihat di berita, warga di Aceh bahu-membahu membangun dapur umum dari bahan seadanya. Mereka memasak nasi dan lauk sederhana untuk dibagikan ke pengungsi tanpa memandang suku atau agama.

Para pemuda di Tapanuli Utara Sumatera Utara menjadikan masjid dan gereja sebagai posko bersama. Mereka menyalakan lilin, menyiapkan tikar, dan menjaga anak-anak agar tetap merasa aman.

Tak kalah heroik aksi ibu-ibu di Padang yang merajut solidaritas dengan membuat pakaian darurat dari kain sumbangan, memastikan setiap anak punya selimut untuk tidur di posko.

Di group wali santri keluarga besar PMDG Kampus 9 pun tak ketinggalan, para pengurus gercep menggalang dana untuk berbagai keperluan para korban bencana tersebut.

Meski banyak kehilangan, semangat warga tidak padam. Anak-anak diusahakan supaya tetap bisa belajar walaupun berada di tenda darurat, dengan papan tulis seadanya.

Relawan lokal menyalakan obor harapan dengan mengajarkan lagu-lagu penyemangat, agar trauma tidak menguasai jiwa.

Para petani yang sawahnya rusak bertekad menanam kembali, percaya dan semangat bahwa tanah Sumatera akan bangkit bersama kegigihan mereka.

Bencana ini bukan hanya tentang kerugian, tetapi juga tentang ketangguhan manusia. Warga Sumatera menunjukkan bahwa solidaritas adalah kekuatan yang lebih besar daripada banjir dan longsor.

Dari dapur umum hingga posko darurat, dari doa hingga kerja nyata, mereka membuktikan bahwa kemanusiaan tidak pernah tenggelam.

Gelombang boleh jadi mengakibatkan bencana, tapi sekaligus membawa gelombang solidaritas.

Bencana Sumatera

Air bisa saja membawa luka. Air—dalam bentuk hujan deras, banjir bandang, atau gelombang laut—bisa berubah dari sumber kehidupan menjadi kekuatan yang melukai.

Dalam konteks bencana di Sumatera, air melambangkan alam yang mengingatkan manusia bahwa ia tidak bisa sepenuhnya dikendalikan.

Luka yang dibawa air mengakibatkan kerusakan rumah dan tanah yang selama ini menopang kehidupan. Mengakibatkan hilangnya rasa aman, dan duka mendalam bagi mereka yang kehilangan orang tercinta.

Secara filosofis, luka dari air mengajarkan bahwa dunia ini adalah ruang yang terus bergerak dan berubah, dan manusia hidup di tengah ketidakpastian yang tak pernah sepenuhnya bisa ia kuasai.

Namun dibalik itu ketika alam membawa luka, justru ada manusia yang mampu membawa cahaya.

Cahaya yang dimaksud bukanlah sesuatu yang bisa menghapus bencana, tetapi yang memberi harapan setelahnya.

Ada uluran tangan-tangan yang saling membantu, masyarakat yang bahu-membahu mengevakuasi dan merawat, hingga melahirkan kehangatan solidaritas yang muncul secara tulus justru ketika segalanya remuk.

Cahaya manusia ini adalah simbol dari nilai tertinggi kemanusiaan: kemampuan untuk merespons kegelapan dengan kebaikan, untuk menyalakan harapan ketika dunia memadamkannya.

Fenomena alam ini mungkin jadi pengingat bahwa bencana bukan hanya tentang keruntuhan alam, tetapi tentang kebangkitan moral manusia.

Di tengah alam yang tak dapat dicegah, manusia tetap mampu memilih untuk menjadi penerang.

Ini bukan sekadar kalimat, tetapi sebuah refleksi bahwa kekuatan terbesar manusia bukan pada kemampuannya menahan bencana, tetapi pada kemampuannya merawat satu sama lain setelah bencana itu datang.

Mengutip tagline salah satu stasiun televisi, bahwa duka Sumatera adalah duka kita bersama. Yuk kita bantu semampunya... Biar air membawa luka tapi kita bisa menjadi cahaya pengobatnya...

Read more ...

Selasa, 23 September 2025

Petualangan Bersama Suu Balm

Sejak ditinggal anak mondok, di rumah tinggal berdua saja dengan suami. Kalau suami kerja? Ya saya saja sendiri. Me time sepanjang hari.

Ada yang bertanya, kalau ga ada anak, ngapain aja? Meski suka gogoleran tentu tidak setiap waktu saya rebahan. Aktivitas dan kewajiban tetap saya laksanakan. Tidak ada yang berubah.

Bedanya, kalau suami libur kerja saya jadi sering ikut kegiatannya, seperti ngaji pasaran, tolabulilmi, dan atau pergi ke hutan membuka lahan untuk kebun. Yah, begitulah working life saya di pelosok Cianjur.

Berpetualang bersama Suu Balm

Rutinitas di kebun bikin kulit gatal-gatal, merah-merah dan bentol-bentol. Entah itu karena keringat yang berlebihan, gigitan serangga, sinar matahari yang begitu terik, atau bahkan kena getah tumbuhan yang menyebabkan kulit jadi kering, bersisik dan beruntusan.

Reaksi alergi juga bisa menyebabkan munculnya ruam dan bintik-bintik pada kulit. Itu semua sangat mengganggu dan terkadang sulit menemukan cara yang efektif untuk mengatasinya. Karena gatal ini menimbulkan perasaan tak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri.

Masalah kulit gatal juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kurangnya tidur, memicu kecemasan, dan mengganggu kualitas hidup secara menyeluruh. Kurang-kurangnya sabar bisa ganggu mental health kita juga.

Cara efektif mengatasi gatal di kulit

Untuk mengatasi kulit yang kering dan gatal, melakukan perawatan rutin dengan produk yang tepat sangatlah penting. Suu Balm hadir dengan rangkaian produk yang diformulasikan khusus untuk cepat meredakan gatal sekaligus melembapkan kulit yang kering.

Saat bekerja di kebun, paling tidak nyaman kalau gatal seluruh tubuh mulai terasa. Kalau sudah terasa semakin gatal, rasanya ingin segera pulang supaya bisa cepat-cepat mandi menggunakan sabun dari Suu Balm.

Setelah menggunakan Suu Balm secara teratur untuk membersihkan dan melembapkan kulit selama sebulan terakhir ini, kini saya tinggal menikmati kulit yang bebas dari kekeringan dan rasa gatal.

Berpetualang bersama Suu Balm

Suu Balm Body Wash

Tahu enggak, sejak saya menggunakan sabun mandi Suu Balm rasa gatal langsung hilang.

Suu Balm body wash efektif membersihkan kotoran dan kuman yang menempel di seluruh pori-pori kulit. Sensasi mentol sangat terasa kuat. Teksturnya lembut, sudah terbukti hipoalergenik, tanpa pengawet, dan tidak mengandung pewangi atau paraben.

Suu Balm Body Care

Apalagi Suu Balm body care-nya beneran mantul pisan! Cukup oleskan merata di kulit, tak sampai 5 menit terasa sensasi dingin dan gatal pun langsung pergi.

Kandungan ceramide moisturizer nya cocok untuk kulit jenis kering, gatal dan sensitif.

Berpetualang bersama Suu Balm

Bagaimana Suu Balm membantu redakan gatal dan ruam di kulit?

Suu Balm hadir dengan rangkaian produk yang diformulasikan untuk mengatasi masalah gatal yang saya alami.

Produknya ada yang berupaya lotion dan spray untuk gatal di kulit. Dengan result menenangkan dan melembapkan kulit yang gatal.

Dengan bahan yang lembut dan bebas iritasi seperti skin-identical ceramides, safflower extract dan filaggrin.

Produk Suu Balm dapat redakan gatal dengan cepat karena menggunakan menthol yang dingin dan sejuk jadi serangkaian pembersih untuk atasi gatal di kulit.

Pembersih lembut yang tidak mengandung iritan. Mengandung formula hypoallergenic (tidak menggunakan SLS, SLES dan paraben). Menjadikan pembersih dengan tekstur krim yang lembut, tanpa sabun, pewangi, dan pengawet.

Kandungan dan Bahan Suu Balm

Produk-produk Suu Balm adalah hasil penelitian dermatolog selama bertahun-tahun di National Skin Centre, Singapura.

Rangkaian produk Suu Balm untuk wajah, kulit kepala, dan tubuh, dirancang khusus untuk mengatasi masalah eksim, kulit kering, rasa gatal, dan kulit sensitif.

Kandungan pilihan pada Suu Balm khusus untuk kulit sensitif terdiri dari:

MENTHOL

Mentol alami. Efek dingin dari mentol bantu meredakan rasa gatal di kulit hanya dalam hitungan detik

SKIN IDENTICAL

Skin identical berupa ceramide. Tak perlu khawatir iritasi karena ceramide yang digunakan identik dengan komposisi kulit alami.

NON SULF

Surfaktan. Degan kandungan yang bebas sulfat dapat menjaga kulit tetap lembap dan terasa halus.

NORTHERN TRUFFLE

Northern Truffle bisa meredakan iritasi dan kemerahan pada kulit.

Berpetualang bersama Suu Balm
Anak di pondok pun kini menggunakan Suu Balm

Perjalanan Suu Balm

Inovasi Suu Balm berakar dari visi dr. Tey Hong Liang, pendiri Itch Clinic di National Skin Centre, Singapura.

Dari observasinya, Dr. Tey menemukan bahwa banyak krim di pasaran yang belum memenuhi dua kebutuhan krusial: (1) meredakan gatal dengan cepat dan (2) hidrasi yang mendalam untuk kulit.

Dengan memahami kebutuhan tersebut, dr. Tey mengembangkan formula unik Suu Balm, yang menggabungkan sifat alami mentol – meredakan gatal dan memberikan sensasi dingin, dengan pelembap bertenaga Skin-Identical Ceramide.

Skin-Identical Ceramide sendiri merupakan komponen esensial yang menjaga fungsi skin-barrier dan kelembapannya.

Tahun 2015, dengan dukungan dua pakar farmasi yang bertekad menyajikan solusi perawatan kulit terbaik bagi konsumen yaitu dr. John O’Shea dan Jason Humphries dari Good Pharma Dermatology, Suu Balm memperkenalkan manfaat luar biasa dari Skin-Identical Ceramide ini ke dunia.

Berpetualang bersama Suu Balm

Berpetualang bersama Suu Balm
Hilangkan stigma buduk di pondok, setiap gatal langsung oles Suu Balm Body Care

Komitmen Suu Balm adalah menyediakan bahan-bahan berkualitas tinggi dengan memprioritaskan kebutuhan pelanggan di atas segalanya.

Sebagai bukti, penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% pengguna krim Suu Balm merasa gatalnya berkurang dalam 5 menit setelah pemakaian.

Selain itu, 90% pengguna pembersih tubuh Suu Balm merasakan kulit yang lebih lembap serta sensasi dingin yang menenangkan. Dan itu dialami oleh saya dan anak.

Saat ini, Suu Balm menawarkan ragam produk. Mulai dari krim wajah dan tubuh, pembersih, pelembap untuk kulit kepala, sampo, hingga rangkaian khusus untuk anak-anak.

Dengan inovasi dan produk ramah lingkungan, Suu Balm menjadi pionir dalam perawatan kulit berbasis Skin-Identical Ceramide.

Buah dari kesabaran disertai ikhtiar dan doa, gatal yang sebelumnya saya alami tampak parah memerah di kulit tangan dan kaki, setelah rutin memakai Suu Balm body wash dan Suu Balm body care, alhamdulillah sembuh.

Berpetualang bersama Suu Balm
Before
Berpetualang bersama Suu Balm
After

Kulit saya terasa jadi lebih lembab, terasa lebih halus.

Orang bilang ada harga ada rupa. Memang sih harga produk Suu Balm ini termasuk lumayan untuk ukuran saya. Tapi sesuai dengan hasil yang didapat, Suu Balm ini worth it banget pokoknya!

Suu Balm memahami komitmen untuk menggunakan bahan-bahan pilihan yang berkualitas, lembut, dan berfungsi optimal yang memiliki standar harga tertentu. Namun, saya yakin bahwa setiap produk Suu Balm menawarkan nilai yang sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Seperti saya sudah merasakan manfaat sesuai dengan yang saya bayarkan.

Berpetualang bersama Suu Balm

Kembali ngebolang berpetualang ke kebun dan perhutanan tak khawatir lagi kena ruam. Karena saya dan keluarga sudah memiliki Suu Balm sebagai pelindung anti gatal.

Informasi Lengkap produk Suu Balm bisa lihat di websitenya ya

Read more ...

Kamis, 22 Mei 2025

Camping Under The Sea: Liburan Tidak Biasa Menawarkan Pengalaman Istimewa

Akhirnya ada satu momen dalam hidup ini yang diam-diam mengubah cara pandang saya dan keluarga dalam melihat dunia lain. Kami menemukannya dalam masa liburan kenaikan kelas anak. Senang banget karena membawa banyak pelajaran hidup mengenai dimensi yang berbeda tersebut daripada sekadar liburan bersenang-senang.

Jika selama ini saya dan keluarga suka melakukan kemping di gunung, maka kali ini beneran beda, karena kami kemping di dunia lain yang kondisinya bertolak belakang dengan gunung, tentu saja ini membawa pengalaman luar biasa buat saya dan keluarga.

Etapi tunggu! Yang saya maksud “dunia lain” di sini bukan dunia kasat mata atau alam lain yang berkaitan dengan konteks dimensi lain atau dunia gaib ya...

Melainkan perjalanan liburan mengenal lebih jauh tentang dunia air! Nahlo, jika selama ini kemping di gunung maka kali ini kemping di air. Seru, toh?

CUTS 2023

Liburan Tidak Biasa

Ya, bakalan jadi pengalaman tidak terlupakan pokoknya setelah merasakan bagaimana serunya kemping dalam air atau di bawah laut.

Beneran camping di bawah laut? Emang bisa?

Makanya saya tulis pengalaman ini biar manteman bisa tau bagaimana serunya ikut liburan Camping Under The Sea di unit rekreasi Sea World Ancol.

Siapa saja bisa ikut liburan di Camping Under The Sea atau selanjutnya kita sebut CUTS, ini, ya. Karena CUTS ini kegiatannya emang diselenggarakan saat liburan sekolah. Malah emang hanya ada di saat waktu liburan sekolah saja, kok! Jadi anak-anak maupun keponakan semua bisa ikut.

Pengarahan

Kegiatan CUTS ini berkonsep liburan dengan kemping atau menginap di area indoor Sea World Ancol selama 1 malam.

Tidak hanya menginap, sih. Karena sebelum malam tiba, para peserta liburan CUTS ini akan dibawa untuk menyaksikan beragam kegiatan edukasi seperti mengenal satwa di rekreasi Samudra Ancol, melihat aneka burung unik di Jakarta Bird Land, dan lain sebagainya.

Sedangkan saat malam menjelang, juga tak kalah banyak dihadirkan beragam kegiatan seru di Sea World Ancol ini. Seperti makan malam bersama, dan kegiatan seru lainnya. Dan pastinya kita bisa melihat kehidupan di dunia lain (baca dunia air) yaitu spesies ikan nocturnal alias spesies ikan yang beraktivitas hanya di malam hari seperti Hiu Buto, ikan pari dan beberapa ikan laut lainnya.

Meet and greet with Octi dkk
Meet and greet with Octi dkk

EVENT SPECIAL LIBUR SEKOLAH SEA WORLD: CAMPING UNDER THE SEA

Camping Under The Sea adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Ancol yang sudah berlangsung sejak lama dan menjadi salah satu program unggulan Sea World Ancol.

Peserta tidak hanya dari wilayah Jabodetabek saja tapi juga dari seluruh penjuru Nusantara.

Kegiatan pengisi liburan ini ternyata emang banyak diminati anak dan orang tua mungkin karena konsepnya masih unik, jarang kan ya liburan yang mengedepankan nilai edukasi dan konservasi dalam laut dimana setiap operasional rekreasinya sesuai dengan misi Sea World Ancol sebagai wahana edukasi dan konservasi.

Sebagai wahana edukasi dan konservasi terdepan Sea World Ancol menghadirkan kegiatan kemping yang tidak biasa ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hiburan yang tidak hanya menyenangkan tapi juga mendidik.

Kegiatan CUTS day 1
Kegiatan CUTS day 1

Dengan konsep inovatif ini Sea World Ancol berhasil menonjol di tengah banyak kompetitor dalam menawarkan pengalaman yang tak terlupakan sekaligus meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga kelestarian laut. Hal itu sesuai dengan tujuan awal diadakannya CUTS kegiatan pengisi liburan sekolah ini.

Tujuan Camping Under The Sea

  1. Memberikan nilai edukasi dan konservasi Laut
  2. Membuat kegiatan yang berkontribusi untuk dunia pendidikan dan konservasi
  3. Menyediakan kegiatan rekreasi yang unik dan berbeda
  4. Meningkatkan pendapatan Sea World Ancol melalui infaq revenue
  5. Menjaga eksistensi Sea World Ancol dalam rekreasi yang berbasis pada edukasi dan konservasi.

Solat berjamaah
Solat
Solat berjamaah di sela acara

Kegiatan apa saja yang dilakukan peserta saat Camping Under The Sea?

Jadi kita tuh nanti bakal diajak kemping dua hari satu malam dengan banyak kegiatan seru baik yang dilakukan secara mandiri, kerja sama, hingga kelompok.

Pastinya peserta juga diajak untuk mengenal lebih jauh tentang dunia laut dan belajar mandiri serta berorganisasi.

Peserta juga akan diajak untuk mengenal lingkungan sekitar seperti berkegiatan di samudra dan Jakarta Bird Land. Terbayang serunya bagaimana, bukan?

Dan CUTS pada liburan kenaikan kelas tahun ini akan dibuka pada tgl 5-6 Juli 2025

Rencana kegiatan hari pertama akan diisi dengan kegiatan Edutainment, Dolphin dan Alpaca Education, feeding burung unta dan free flight bird show.

Berdoa menuju Jakarta Bird Land
Berdoa menuju Jakarta Bird Land

Rencana kegiatan hari kedua akan diisi dengan restorasi kerang hijau, meet and great with sharky, octi (bukan Okti ya...) & twirly. Lanjut rewarding dan closing.

Nah, tunggu apa lagi, yuk bergabung menjadi petualang di dunia bawah laut. Mulai dari Sea World Ancol, Samudera sampai Jakarta Bird Land.

Memberi makan burung

Harga tiket 750 ribu rupiah per orang. Sudah termasuk eksplorasi tiga tempat rekreasi, farming, api unggun dan treasure hunt, restorasi kerang hijau, meet and great with Sharky, and twirly (robot) feeding ostrich and free flight bird show.

Peserta terbatas ya. Jadi segera daftar supaya tidak kehabisan tiket. Jangan sampai nyesek kalau kehabisan seat. Sungguh kami juga jadi ketagihan pengen ikutan lagi liburan istimewa kemping di dunia lain ini, lho! Haha...

Oya info lengkap bisa cek di www.ancol.com aja ya...

Sampai jumpa di CUTS tahun ini

Read more ...

Rabu, 25 Desember 2024

Beranalog Investasi Hijau Pohon Jati India

Meski sekarang berada di jaman serba digital, namun kegiatan analog masih sangat penting untuk dilakukan.

Kegiatan analog adalah aktivitas yang tidak melibatkan perangkat digital. Jadi, lupakan gadget, putuskan sejenak koneksi dengan internet. Sementara hentikan kegiatan live dan update sosmed nya...

Untuk Apa Kegiatan Analog?

Kenapa kita harus tetap melakukan kegiatan analog? Selain supaya kita tidak ketergantungan, juga kegiatan analog ini membawa banyak manfaat.

Manfaat yang bisa kita dapat saat melakukan kegiatan analog, selain terus meningkatkan keterampilan dan kreativitas juga dapat meningkatkan kesehatan fisik.

Otomatis bisa meningkatkan kesehatan mental dan sosial juga. Sisi lainnya kita bisa mengembangkan keahlian praktis, tanpa meminta bantuan gugel. Hehehe... Yakan?

Keuntungan lainnya dari kegiatan analog ini bisa jadi sebagai hiburan dan relaksasi juga.

Intinya kegiatan analog ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi.

Kegiatan analog apa yang saya tekuni saat ini? Selain suka mendaki gunung, saya juga suka asruk-asrukan ke kebun. Bukan kebun macam untuk gaya-gayaan tapi emang kebun semi hutan yang tidak banyak dijamah manusia.

Beranalog di kebun
Di kebun tanpa sinyal ini saya bisa menginjak humus dan melupakan semenan beton

Mungkin karena emang passion dan tuntutan kehidupan di kampung kali ya secara di sini masih banyak kebun dan lahan kosong jadi asruk-asrukan ke hutan dan berkebun buat saya itu ibarat kegiatan pesan aplikasi online bagi orang yang tinggal di perkotaan.

Alhamdulillah dengan mendaki gunung atau berkebun, saya bisa terus melatih kesabaran, belajar hidup apa adanya menyatu dengan alam, sering berpijak langsung dengan humus tanah dan itu semua membawa perubahan meningkatkan kebahagiaan suasana hati.

Aktivitas berkebun yang saat ini yang saya dan keluarga lakukan adalah menanam pohon jati India (Tectona grandis)

Bibit jati India
Pembibitan mandiri pohon jati India

Kegiatan Analog Menanam Pohon Jati India

Tectona grandis nama ilmiah dari pohon jati India dikenal juga sebagai teak wood, menjadi pilihan saya dan suami sebagai pengisi waktu hidup di kampung karena kegiatan ini kami percaya membawa banyak manfaat.

Menanam pohon jati India kami pilih karena jenis ini bernilai tinggi secara ekonomi, ramah lingkungan, dan mudah dirawat.

Secara sederhana berikut langkah-langkah dan panduan menanam pohon jati India ala-ala kami, keluarga bringka.

Persiapan Lahan

Pilih lokasi yang tepat karena pohon jati India membutuhkan tanah subur, drainase yang baik, dan sinar matahari penuh.

Beberapa waktu lalu kami membeli lahan yang dianggap kurang produktif oleh pemiliknya dengan harga cukup miring. Insyaallah jika diolah dengan tepat bisa jadi sumber investasi sekaligus perlindungan area sekitar.

Orang lain tidak ada yang berminat dengan lahan itu karena cukup jauh dari pemukiman dan mungkin karenanya di sana susah sinyal (bahkan sering hilang).

Tapi buat saya dan suami lahan ini justru memiliki daya tarik tersendiri. Seolah kami ini jadi pemilik pabrik oksigen saking masih terasa bersihnya udara di lahan ini.

Langkah awal yang kami lakukan adalah pembersihan lahan dengan cara menyingkirkan gulma, batu, atau sisa tanaman lain.

Lalu mendiamkan beberapa hari untuk menetralisir kondisi tanah. Selanjutnya pak suami mempersiapkan tanah untuk penanaman dengan lebih dulu menggemburkannya. Kedalaman sekitar 30–40 cm.

Kami melakukan itu secara manual ya, menggunakan alat perkakas sederhana cangkul dan garpu. Oya, saat penggemburan tanah ini pastikan pH tanah berkisar antara 6–7.2.

Memilih Bibit

Bibit jati India bisa dibeli atau dengan melakukan pembibitan sendiri (ngabungbung).

Perbanyakan bibit bisa dilakukan melalui biji, stek, atau pembibitan langsung. Saya dan suami melakukan pembibitan sendiri dengan cara mengumpulkan buah pohon jati India yang sudah tua (warna kuning) lalu menyemai hingga tumbuh bakal pohon.

Persemaian bibit jati India
Biji pohon jati India yang disemai mulai tumbuh

Kriteria bibit yang baik, pilih bibit yang sehat dengan batang lurus, daun hijau segar, dan tinggi minimal 30 cm.

Setelah lahan dan bibit siap maka langkah selanjutnya adalah penanaman.

Penanaman

Awali dengan menggali lubang. Buat lubang dengan kedalaman 30–40 cm dan diameter sekitar 20–30 cm.

Jarak lubang untuk tanam antara satu pohon dengan pohon lainnya idealnya 2,5–3 meter antar tanaman untuk memberikan ruang tumbuh optimal.

Saat melakukan penanaman letakkan bibit di dalam lubang, lalu timbun dengan tanah campuran pupuk organik. Pastikan akar tertutup rapat.

Perawatan

Lakukan penyiraman secara teratur, terutama di musim kemarau, untuk menjaga kelembapan tanah. Karena kami menanam di lahan yang cukup jauh dari rumah maka penyiraman hanya mengandalkan air hujan saja.

Gunakan pupuk organik atau pupuk NPK setiap 3–6 bulan untuk mendukung pertumbuhan pohon jati India.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Awasi serangan hama seperti ulat daun atau penyakit jamur, dan gunakan pestisida alami bila diperlukan. Kami sering menemukan ulat di daun dan itu bisa mematahkan bahkan mematikan bibit yang baru ditanam.

Bibit jati India siap tanam
Bibit jati India daunnya rawan kena hama

Setelah pohon tumbuh dengan baik kami melakukan penyiangan secara rutin. Membersihkan gulma secara rutin ini dilakukan untuk menghindari persaingan nutrisi. Sehingga nanti pohon bisa tumbuh dengan baik dan lurus.

Masa Panen

Pohon jati India umumnya siap dipanen setelah 10–20 tahun, tergantung pada tujuan pemanfaatan kayunya.

Wah, berarti apa yang saya dan suami tanam ini belum tentu bisa menghasilkan secepatnya dong? Betul. Hal itu sudah kami pikirkan sebelum menanam pohon jati India ini.

Perlu diketahui tujuan saya dan suami menanam pohon bukan untuk keuntungan semata melainkan untuk melestarikan tanah dan alam juga.

Kami menanam pohon lillahitaala. Bisa kami panen ya syukur, jika tidak pun (bisa saja kami keburu meninggal) toh masih bisa jadi peninggalan untuk bekal anak dan cucu.

Memanen pohon jati India yang sudah cukup umur, kayu yang dihasilkan nya terkenal kuat, tahan lama, dan bernilai jual tinggi, sehingga ideal untuk furnitur, lantai, dan konstruksi. Semakin berumur semakin bagus dan bernilai tinggi.

Kalaupun apa yang kami tanam belum sempat berbakti (dipanen) tetapi kami sudah meninggal, tetap kami tidak kecil hati karena manfaat dari menanam pohon jati India ini sudah lebih dahulu bisa diambil dan dirasakan.

Manfaat Menanam Pohon Jati India

Dengan menanam pohon jati India saya dan suami bisa ikut menjaga kelestarian lingkungan karena pohon jati India bisa menyerap karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Secara tidak langsung keluarga kami juga membantu konservasi tanah karena akar pohon jati India membantu mencegah erosi.

Beranalog di Kebun
Suasana kabut di kebun bikin betah dan kadang bikin lupa deadline. Hehe...

Dengan perawatan yang tepat, menanam pohon jati India dapat menjadi investasi jangka panjang sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Dan kembali ke bahasan awal mengenai kegiatan analog, dengan melakukan penanaman pohon ini, secara tidak langsung kegiatan kami di kebun ini bisa melupakan sejenak gadget dan turunannya.

Bayangkan saat kami ke kebun, di sana tidak ada sinyal. Jadi bawa gadget juga hanya busa digunakan untuk senter atau melihat jam (waktu) saja.

Lebih lengkap bagaimana kami menanam pohon jati India, sempat direkam disini https://vt.tiktok.com/ZS6jE9JgX/

Jadi manteman kegiatan analog apa nih yang sering kalian lakukan? Pastinya bermanfaat dong ya...

Okedeh, selamat menjalankan kegiatan analog nya ya...

Read more ...

Jumat, 05 April 2024

Kenapa Citambur dan Rumah Abah Jajang Tempat Wisata Favorit di Cianjur Selatan?

Citambur dan Rumah Abah Jajang jadi tempat wisata favorit di Cianjur Selatan khususnya bagi mereka yang sedang menghabiskan liburan lebaran. Fasilitas apa saja yang ada di sana?

Jauh sebelum lebaran, tepatnya sebelum tahun baru 2024 akses jalan ke Curug Citambur yang juga sekaligus menuju ke rumah Abah Jajang diperbaiki. Jalan yang semula hancur karena aspalnya sudah mengelupas bahkan hilang menyisakan bebatuan yang menonjol menyebabkan kendaraan yang melewatinya seperti berada dalam kondisi guncangan gempa itu berganti dengan cor mulai dari Sinagar Kecamatan Tanggeung sampai Cipelah Pasirkuda Perbatasan Cianjur dengan Kabupaten Bandung.

Citambur dan Rumah Abah Jajang Tempat Wisata Favorit di Cianjur Selatan

Pemerintah Cianjur berdalih pengecoran jalan itu dilakukan untuk meningkatkan pariwisata. Meski saya dan masyarakat setempat banyak yang senyum sinis dengan wacana itu. Kenapa baru sekarang hendak pemilu pengecoran jalan itu dilakukan, bukan sejak dulu, jelas-jelas jalan rusak itu sangat menyiksa masyarakat. Kalau bukan karena kepentingan pribadi demi melancarkan pemilihan yang diusung partainya, mau alasan apa lagi?

Konon katanya pemerintah Kabupaten Cianjur, menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk pengecoran jalan beton ruas jalan Sinagar-Cipelah sepanjang 16 kilometer yang membentang di Kecamatan Pasirkuda itu. Lebih dari itu juga wajar toh bukan pakai uang pribadi. Lagian masyarakat juga bayar pajak bukan? Justru miris kalau negara ini hampir seratus tahun merdeka sementara jalan kabupaten di Cianjur ini masih hancur gitu aja. Jomplang dengan jalan di perbatasan setelahnya seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sukabumi yang justru lebih dulu sudah halus dicor permanen.

Citambur dan Rumah Abah Jajang Tempat Wisata Favorit di Cianjur Selatan
Pemandangan dari rumah Abah Jajang ke Curug Citambur

Asal tahu saja kalau jalan yang diperbaiki ini memang melintasi sejumlah obyek wisata air di wilayah selatan Cianjur. Tak heran kalau salah satu alasan yang diungkapkan saat melakukan pengecoran jalan beton yang dimaksudkan katanya untuk meningkatkan perekonomian dan angka kunjungan wisatawan.

Pengecoran jalan kabupaten Sinagar-Cipelah II sepanjang 7,5 kilometer dari Kampung Ciparaya - Batujadi, Desa Simpang, sudah dilakukan lebih dulu. Untuk jalan kabupaten Sinagar-Cipelah I sepanjang 8,95 kilometer dilakukan beberapa hari kemudian.

Dulu target pengecoran jalan kabupaten Sinagar-Cipelah sepanjang 16 kilometer itu, dapat tuntas dan dilalui kendaraan di akhir tahun tepatnya bulan Desember, sehingga dapat meningkatkan angka kunjungan ke sejumlah obyek wisata terutama air terjun. Meski nyatanya lewat Januari 2024 jalan itu baru bisa dilalui secara normal.

Citambur dan Rumah Abah Jajang Tempat Wisata Favorit di Cianjur Selatan

Di sepanjang jalur Sinagar-Cipelah, terdapat obyek wisata air terjun dan rumah abah Jajang yang sempat viral karena memiliki pemandangan langsung ke Curug Citambur yang memiliki pesona alam tersendiri serta sejumlah obyek wisata penunjang lainnya.

Memang sejak jelang Ramadan banyak sekali pengunjung yang datang ke Curug Citambur dan Rumah Abah Jajang untuk berwisata. Ada yang sengaja untuk papajar alias munggahan (tradisi menyambut bulan suci Ramadan yang diisi dengan silaturahmi dan makan bersama) ada pula yang berwisata menikmati keindahan alam secara pemandangan maupun bermain air.

Di Curug Citambur, selain bisa menikmati keindahan air terjunnya juga ada beberapa spot foto Instagramable dan tetapi ikan. Tarif karcis masuk lima ribu rupiah per orang. Parkir kendaraan roda dua lima ribu, roda empat sepuluh ribu.

Di lokasi air terjunnya banyak terdapat warung yang menyediakan jajanan khas lokasi wisata. Makanan berat dan kopi juga ada.

Di rumah Abah Jajang, saking banyaknya pengunjung yang datang setelah viral itu keluarga Abah Jajang mengkoordinasi memfasilitasi penyediaan makanan khas perkampungan bagi pengunjung seperti nasi liwet, lalapan dan sambal dengan harga terjangkau. Bisa dirata-ratakan per orang bayar dua puluh ribu rupiah aja.

Saking banyaknya tamu yang datang jelang Ramadan bagi yang ingin datang papajar ke Rumah Abah Jajang sampai harus bikin reservasi dulu lho.

Sekarang saat lebaran pengunjung yang datang pun tak kalah banyaknya. Curug Citambur dan Rumah Abah Jajang saat ini masih mendominasi jadi tempat wisata favorit di kampung saya khususnya bagi masyarakat sekitar yang sedang liburan.

Citambur dan Rumah Abah Jajang Tempat Wisata Favorit di Cianjur Selatan
Makan nasi liwet di Curug Citambur
Read more ...

Senin, 08 Januari 2024

Antara Penolakan Sopir Angkot dan Panen Manggis

Setelah melakukan perjalanan kendaraan roda dua nonstop dari Pagelaran ke Karangtengah selama lebih dari dua jam lebih,  sampai di rumah sebelum membuka kunci pintu, mata ini terbelalak melihat pohon manggis yang ditanam di sudut pekarangan ternyata berbuah cukup lebat.

Bagaimana tidak terkejut, pohon manggis yang sudah bertahun-tahun susah payah ditanam dan dirawat (mengingat lahan kecil dan terhalang tembok rumah tetangga sehingga pertumbuhan tidak maksimal) ternyata sudah berbakti dengan memberikan buah yang cukup banyak.

Alhamdulillah ada obat haus, secara diteliti lebih lama, di pohon manggis yang sebagian besar masih mentah itu ada beberapa yang sudah berwarna ungu alias sudah matang. Bahkan ketika pandangan menyapu ke bawah pohonnya ada dua buah manggis yang sudah jatuh, tapi kondisi masih bagus. Mantap, secara itu namanya matang di pohon. Bukan matang peraman. Rasanya terbayang manisnya legit asli.

Karena penasaran, alih-alih segera membuka kunci dan masuk rumah, meletakkan semua barang bawaan-- saya dan suami diikuti anak justru malah memutar ke halaman samping dan belakang. Penasaran ingin melihat pohon manggis yang ditanam juga di halaman samping dan halaman belakang.

Antara Penolakan Sopir Angkot dan Panen Manggis
Pohon manggis di sudut pekarangan ternyata berbuah!

Yang di halaman samping ternyata berbuah juga, ada empat buah manggis yang masih mentah. Tapi dibandingkan dengan buah dari pohon di halaman depan, buah manggis yang di samping ini lebih besar-besar.

Sementara manggis yang di halaman belakang ternyata belum berbuah. Entah sudah berbuah tapi keburu ada yang ngambil, secara manggis di belakang itu tidak dipagar. Buah kelapa dan jambu yang bersisian dengan pohon manggis itu saja sudah sering kedapatan dicuri orang. Maklum, kami jarang tinggal di rumah peninggalan mertua di Cianjur kota ini. Tepatnya setelah gempa Cianjur menimpa akhir tahun 2022 lalu.

Setelah merasa puas dan bahagia dengan berbuahnya pohon manggis yang ditanam sendiri itu baru kami masuk rumah dan bersih-bersih.

Jika dihitung, mulai tanam sampai berbuah kali ini pohon manggis itu sudah berusia sekitar lima tahun. Alhamdulillah. Tuhan masih memberikan kesempatan saya dan suami menanam buah-buahan dan hasilnya bisa dipetik sendiri. Padahal sih dulunya kami berniat menanam pohon buah-buahan itu hasilnya untuk dipetik anak cucu.

Secara kalau ingat perjuangan membawa dan menanam pohon manggis itu sempat bikin drama yang bikin hati kesal dan mengumpat.

Antara Penolakan Sopir Angkot dan Panen Manggis
Manggis di samping rumah lebih sedikit tapi buahnya lebih besar

Jadi saat itu saya yang masih aktif di Migrant Institute bawahan naungannya Dompet Dhuafa setiap tahun mengadakan jambore buruh migran. Mantan buruh migran beserta keluarganya bisa hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara. Kebetulan saat itu jambore diadakan di Sleman Yogyakarta dihadiri oleh menteri tenaga kerja saat itu, Pak Hanif Dhakiri.

Setelah selesai acara, sebelum pulang suami yang hobi nanam apa saja jalan-jalan melihat bibit pohon salak, eh malah bertemu dengan penjual bibit buah-buahan manggis yang katanya bagus. Penjual bilang pembeli bibit buah-buahan dari dia mengatakan lima tahun saja tanaman itu sudah bisa berbuah. Saya saat itu percaya tidak percaya. Tapi suami keukeuh mau beli bibit buah manggis tiga pohon meski harga termasuk mahal.

Pengennya suami beli banyak, biar bisa nanam di kebun juga. Tapi saya ingatkan kalau beli banyak, susah membawanya secara kami saat itu ke Yogyakarta naik bus. Mau disimpan dimana itu bibit pohonnya. Di bagasi bis gak yakin bisa aman. Yang ada bisa layu duluan kena panas mesin kendaraan. Masih mending kalau  bawa kendaraan sendiri.

Akhirnya jadilah beli tiga pohon. Saat di bus, bibit itu disimpan di sisi kursi sebelah dalam di samping saya. Secara anak dan suami duduk di barisan lain.

Tahu gak selama semalaman saya hampir ga bisa tidur gara-gara “menjaga” bibit pohon manggis itu supaya tidak rusak. Penjual bilang pucuk dan daun jangan sampai rusak.

Sampai di Cianjur, dari terminal bis ke rumah harus naik angkot sekali. Saat itu di sini belum ada ojek online atau taksi online seperti sekarang.

Antara Penolakan Sopir Angkot dan Panen Manggis
Senangnya bisa memetik manggis hasil tanam sendiri

Drama pun muncul di sini. Secara ketika anak dan saya sudah naik angkot dan duduk berbenah, ketika suami mau naik terakhir dengan membawa tiga buah bibit pohon manggis  sang sopir menolak!

Katanya nanti bikin sempit penumpang lain. Suami bilang ga apa nanti dia mau duduk di dekat pintu saja dan bibit pohon manggis dipastikan tak akan mengganggu penumpang lain.

Eh, sopir angkot tetap ngotot kalau dia tak mau bawa penumpang dengan bawaan seperti bibit yang kami bawa. Padahal suami juga menawarkan akan membayar ongkosnya sebagai ganti satu orang penumpang jika memang bikin sempit penumpang lain.

Tapi malah secara tak pantasnya sopir angkot malah bilang “Kalau saya daripada bawa bibit pohon begitu bikin ribet, mending beli buahnya saja sekalian. Nanam pohon berapa lama, keburu tua. Beli buahnya tinggal makan.”

Secara tidak langsung sang sopir udah nyinyirin kami yang bela-belain repot udah bawa anak, bawa barang bawaan lain seperti tas pakaian dan kardus bakpia oleh-oleh khas Yogyakarta ditambah lagi dengan bibit pohon.

Suami mungkin tersinggung. Mengatakan ke sopir kalau gak mau angkut kami tak apa-apa, biar kami akan menunggu angkutan lain saja. Sang sopir mengiyakan.

Tapi pas tahu saya dan anak turun, sopir gak terima. Lah, masa saya dan anak naik angkot sementara suami tidak? Yang bener saja?

Sopir marah-marah karena menurutnya penumpangnya jadi berkurang. Saya dan suami hanya menahan tawa. Salah siapa gak mau bawa suami, ya saya dan anak juga gak jadi naik lah... Orang kami ini berita satu paket. Haha...

Padahal kalau dilihat bibit pohon manggis itu yang tingginya gak sampai setengah meter, juga bagian akar/pot dibungkus kertas semen dan kemudian dilapisi plastik tak akan begitu ngambil banyak tempat. Tapi ya sudahlah, kami diam saja. Sampai akhirnya ada angkot yang mau bawa kami dan tak komplain apapun hingga kami turun di jalan masuk perumahan.

Antara Penolakan Sopir Angkot dan Panen Manggis
Sambil rebahan, rasanya gak percaya kalau kisah manggis ini akhirnya berbuah manis

Membayangkan begitu jengkelnya saat itu kami berhadapan dengan sopir angkot, rasanya lupa sudah semua macam drama mengesalkan itu tergantikan dengan pohon manggis yang kini sudah berbakti memberikan kami buah yang cukup banyak dan besar-besar.

Sejujurnya kami gak paham bagaimana kami bisa mengatasi penolakan. Tapi dipikir lagi sekarang, bisa jadi penolakan yang kami terima akan ribetnya membawa bibit pohon manggis itu justru jadi berkah tersendiri dan kami anggap penolakan adalah bagian dari proses normal.

Kalau saja saat itu kami mengalah, termakan penolak sopir angkot untuk “membuang” bibit pohon manggis, mungkin sekarang kami gak bakal merasakan bagaimana bahagianya bisa memetik buah manggis hasil nanam sendiri dan menikmati rasanya yang legit sehat menyegarkan.

Sekarang, saya dan suami makin rajin nanam pohon buah-buahan. Mau cepat berbuah atau tidak, tidak masalah. Yang penting kami sudah mencoba. Syukur kalau bisa kami petik buahnya, kalaupun kami keburu meninggal dunia, anggap saja bekal kelak buat anak cucu...

Antara Penolakan Sopir Angkot dan Panen Manggis
Buah ungu hitam manis, manggis
Read more ...

Minggu, 03 Desember 2023

Cara Mengatasi Sampah Plastik Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Cara Mengatasi Sampah Plastik di Lingkungan Sendiri Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Sebelum musim hujan turun, saya dan suami menggali kembali kolam ikan di belakang rumah supaya kelak saat air kembali normal, kolam ikan sudah bersih dan kedalaman nya sesuai dengan target.

Sudah beberapa tahun memang kolam ikan itu tidak kami keruk. Sehingga sampah dedaunan yang jatuh sudah menumpuk, membuat kolam menjadi dangkal dan ikan tak lagi leluasa berenang.

Namun ketika suami menggali hingga ke dasar kolam, tak hanya sampah dedaunan yang sudah menjadi humus yang kami temukan, namun juga banyak sampah plastik utuh yang sangat memberatkan.

Sampah plastik itu kemungkinan dari bungkus makanan jajanan anak yang diterbangkan angin terbawa terbang ke halaman belakang dan masuk kolam. Ada juga plastik kresek dengan warna yang beragam.

Sayangnya karena sampah plastik susah terurai, terendam air dan lumpur sampah-sampah itu bukannya busuk melainkan malah bikin mampet saluran air pembuangan. Tentu saja menjadi sumber utama pencemaran bagi tanah dan lingkungan kolam ikan. Beruntung saja ketika air kolam surut karena kekeringan, ikan tak mati keracunan. Kami langsung memindahkan ikan ke bak di kamar mandi supaya mendapatkan air mengalir dan segar.

Mengapa sih plastik dapat mencemari tanah lingkungan?

Ya karena sampah atau limbah plastik itu seperti kita tahu tidak mudah terurai oleh alam secara alamiah, sehingga akumulasi sampah plastik setiap tahunnya terus menumpuk.

Sampah-sampah plastik itu selanjutnya akan menjadi limbah tak terkelola dan akhirnya menimbulkan polusi yang akan merusak alam. Jelas merusak karena selain akan mencemari tanah, air, meracuni sumber air tanah dan juga dapat menyebabkan dampak kesehatan serius terhadap ikan dan manusia yang mengonsumsi ikan tersebut. Serem kan?

Apa saja permasalahan sampah plastik?

Itu hanya sebagian kecil dampak pencemaran  yang disebabkan sampah plastik di sekitar kolam ikan belakang rumah saya. Masih ada lho dampak atau bahaya dari sampah jenis plastik yang lebih besar lainnya, antara lain; pencemaran air laut yang dapat mengganggu rantai makanan dan membunuh hewan laut, pencemaran air tanah karena sampah plastik tidak mudah terurai, juga menjadi penyebab polusi udara yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia, menimbulkan racun karena kandungan zat pada jenis plastik tertentu.

Sampah plastik sudah terurai

Sayangnya meski kita tahu begitu besar dampak bahaya dari sampah plastik tapi tetap saja kita menggunakan plastik-plastik tersebut, bukan?

Lalu apa yang membuat kita tetap menggunakan plastik dan penggunaan sampah plastik itu terus meningkat?

Murah dan mudahnya penggunaan plastik menjadi faktor utama yang menyebabkan banyaknya yang masyarakat yang memanfaatkan plastik.

Setuju banget ketika ada pihak penjual yang memperketat penggunaan plastik dengan cara memberikan tarif untuk plastik yang akan digunakan, dan atau memberikan alternatif penggunaan tas daur ulang. Setidaknya hal itu bisa membatasi penggunaan plastik yang awalnya bisa dibilang bebas bahkan semena-mena.

Mungkin permasalahan sampah plastik yang akan datang bisa kita hentikan. Tapi bagaimana yang sudah terlanjur? Seperti plastik-plastik yang menumpuk di kolam ikan kami itu?

Jika sampah itu sudah ada, bagaimana cara mengolahnya supaya sampah itu tidak mencemari lingkungan?

Bicara soal lingkungan terkecil saja dulu, yakni rumah sendiri, maka hal kecil yang bisa kita lakukan sebagai upaya mengelola sampah (pada umumnya dulu) di rumah, melalui:

  • Mulai belajar mengelola sampah. Tidak ada kata terlambat secara sampah itu terus menerus dihasilkan selama ada kita manusia.
  • Tak perlu hiraukan nyinyiran tetangga atau pihak yang tidak menyukai apa yang kita lakukan. Niatkan saja hal sekecil apapun kita lakukan dapat membantu menyelamatkan lingkungan.
  • Mulai pisahkan tempat sampah untuk sampah organik dan sampah anorganik.
  • Ganti alas plastik sampah menjadi koran atau kardus.
  • Manfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos.
  • Jika memiliki keahlian dan keterampilan bisa mendaur ulang sampah anorganik kering menjadi kerajinan, atau hal lain yang lebih bermanfaat dan nilai jual.

Jika sudah terbiasa dengan pola hidup seperti itu, maka kita bisa mulai fokus mengatasi sampah plastik tersendiri, meski tetap kita masih berada dalam lingkungan terkecil alias rumah dan sekitarnya ya.

Pengelolaan sampah plastik di ruang lingkup rumah sendiri kami lakukan dengan cara:

🌼 Menjadikan sampah plastik sebagai wadah yang lebih bermanfaat. Seperti menjadikannya sebagai pot tanaman hias, dan sebagainya.

🌼 Mengumpulkan plastik daur ulang untuk kemudian diberikan kepada pengepul (bisa juga dijual sendiri)

🌼 Mengikuti pola pengelolaan sampah plastik yang sudah populer yaitu melalui konsep 3R yaitu Reduce (mengurangi penggunaan dan pembelian barang-barang berbahan dasar plastik terutama yang sekali pakai), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

Segitu saja sih upaya yang bisa kami lakukan untuk meminimalisir sampah plastik di rumah ini supaya tidak mencemari lingkungan.

Oke, deh! Kami lanjut mau menggali tanah di kolam ikan lagi ya, sebelum hujan keburu turun nih.

Postingan ini diikutsertakan dalam eco literasi aksi melestarikan bumi, Challenge Eco 3Dop Ibuku Content Creator
Read more ...

Jumat, 17 November 2023

Apa Kabar Janda Bolong?

Pandemi sudah berlalu, apa kabar dengan janda bolong yang saat itu sangat langka, banyak dicari bahkan memiliki berharga tinggi?

Ingat aja betapa kesalnya ketika adik ipar dan ibu saya memberitahu jika janda bolong di teras rumah hilang. Kemungkinan besar ada yang nyuri dengan pot-potnya!

Ialah, janda bolong di teras rumah kami itu sudah cukup besar dan berdaun lebat. Kami pelihara jauh sebelum pandemi. Jadi bisa dibilang jauh sebelum keberadaannya berharga. Apalagi dirawat setiap hari oleh adik ipar dan ibu saya yang dikenal tetangga bertangan dingin. Subur dan sehatlah itu si janda bolong.

Eh ketika pandemi datang tiba-tiba si janda bolong jadi naik kelas. Diserbu banyak pencinta tanaman hias hingga keberadaannya langka dan harganya melambung tinggi.

Adik dan ibu saya pernah menjual beberapa pot janda bolong yang sudah kami stek sebelumnya mulai harga puluhan ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Alhamdulillah sih pandemi membawa berkah juga. Bukan hanya si janda bolong yang naik kelas saat itu tapi ada juga tanaman lainnya yang kebetulan selama ini dirawat oleh adik dan ibu saya sebaik mungkin.

Apa kabar janda bolong

Rasanya seperti mimpi begitu dulu merasa terkejut dan kehilangan teramat sangat ketika tahu janda bolong di teras hilang, sekarang di halaman tanpa pagar di rumah saya itu si janda bolong justru banyak menjalar begitu segar.

Saking banyak dan rimbunnya seolah si janda bolong ini liar tak terurus. Seperti tanaman rambat yang tidak diinginkan. Oh, sebegitu memprihatinkan nya kah engkau kini wahai janda bolong?

Btw dulu pas tanaman hias ini harganya naik saya sempat penasaran, kenapa bisa disebut janda bolong? Mungkin karena daunnya yang bolong dan itu bikin unik? Saat ibu saya sudah menanam dan mengembangbiakkan tanaman ini malah belum tahu kalau panggilnya janda bolong. Kami nyebutnya ya daun bolong saja.

Tapi pernah baca di sebuah media, kalau ada keterangan dari seorang peneliti LIPI, Yuzammi yang menjelaskan asal nama tanaman janda bolong sebenarnya berasal dari masyarakat Jawa.

Dalam bahasa Jawa, tanaman ini disebut ron phodo bolong yang artinya daun pada bolong. Saat disingkat atau diucapkan cepat, nama ini jadi terdengar seperti rondho bolong yang artinya jadi janda bolong. Haha, ga tahu deh sahih enggaknya itu cerita. Tapi kalau menurut saya ya masuk akal juga.

Sejak pandemi berakhir, secara sendirinya pencinta tanaman hias pun berangsur menghilang. Buibu teman pengajian di kampung yang biasa merengek meminta-minta bunga kini tak peduli lagi. Jangankan minta bunga baru, bunga yang ada di halaman dan teras rumahnya saja sudah tak lagi diperhatikan.

Musim kemarau kemarin saya lihat banyak pot bunga yang dibuang karena mati kekeringan. Memang sih jangankan untuk menyirami bunga di halaman, untuk mandi saja musim kemarau kemarin banyak yang sudah ngungsi ke sungai karena air PAM sering tidak mengalir. Kasihan memang nasib bunga itu ...

Begitulah kalau melakukan sesuatu bukan dari hati. Jika hanya karena sedang trend atau modal ikut-ikutan maka tak lama apapun itu akan selesai dengan sendirinya. Beda jika kita melakukan sesuatu berawal dari hati, hobi atau sudah passion. Mau musimnya atau tidak, akan tetap melakukannya dengan senang hati. Enjoy saja melaksanakannya.

Apa kabar janda bolong

Meski sudah tidak buming, adik ipar dan ibu saya masih tetap merawat dan mengembangbiakkan tanaman janda bolong ini.

Mereka tetap melakukan stek batang setelah menemukan bibit yang dirasa cukup bagus untuk dipisahkan dari induknya.

Maksud stek batang disini ya metode yang digunakan kami untuk membibitkan tanaman itu. Caranya memotong sedikit bagian batangnya lalu ditanam baru di media tanam lain agar bisa diperbanyak tanamannya.

Meski sudah tidak musim lagi tanaman hias tapi adik dan ibu saya tetap merawat bunga bunga peliharaan di teras dan halaman rumah dengan penuh kasih sayang.

Ibu saya bilang jika selain hobi, menanam tanaman hias itu itu juga manfaat lainnya. Seperti menambah keindahan ruangan, menghadirkan sentuhan alami di dalam ruangan, membantu menciptakan suasana yang rileks dan menenangkan.

Bahkan bisa jadi pusat perhatian dikarenakan bentuk daunnya yang unik seperti janda bolong yang memang bolong-bolong itu. Jadi bolong-bolong itu bukan berarti daunnya rusak atau dimakan ulat ya...

Apa kabar janda bolong
Read more ...

Selasa, 14 November 2023

Cara Sederhana Mencegah Banjir Bandang

Sedih banget mengetahui ada korban balita meninggal dunia karena terseret banjir bandang. Jujur setiap mendengar kata banjir bandang saya suka merasa ketakutan sendiri. Ada pengalaman tidak menyenangkan terkait banjir bandang secara rumah saya berada di pinggir sungai dan pernah airnya meluap lalu membanjiri halaman serta rumah.

Apalagi banjir bandang yang menerjang Desa Pasir Panjang, Semadam Aceh Tenggara Minggu malam kemarin menyebabkan korban jiwa karena terseret arus air banjir. Masyarakat di sana pasti memiliki ketakutan yang serupa, bahkan mungkin lebih.

Banjir maupun banjir bandang selalu mengingatkan kita akan bencana tsunami yang begitu dahsyat di Aceh. Menyisakan kekhawatiran dan ketakutan yang begitu tebal. Meski tsunami disebabkan naiknya gelombang air dari laut, namun banjir dan banjir bandang seolah menjadi paket kesatuannya yang tidak mudah dipisahkan.

Apa beda banjir dengan banjir bandang? Meski sama-sama menyebabkan genangan air dan seringkali menimbulkan kerugian, perbedaan banjir dengan banjir bandang terletak pada volume airnya. Dimana banjir bandang  volume air yang dibawa lebih besar dari banjir biasa sehingga jumlah air yang dikeluarkan lebih banyak dalam waktu relatif cepat.

Semua akan kaget dengan adanya banjir bandang yang datang tiba-tiba dengan debit air besar akibat terbendungnya aliran sungai pada alur sungai. Mungkin karena besarnya tekanan itu menyebabkan akibat dari banjir bandang cukup parah dan beragam, mulai dari hancurnya jembatan, hancurnya rumah hingga dapat memakan korban.

Setelah melalui musim kemarau sekitar hampir empat bulan lamanya, dan sekarang hujan turun terus-menerus ketakutan adanya bencana banjir dan atau banjir bandang kembali menghantui. Bagaimana tidak sementara BMKG malah memprediksi semingguan ini hujan akan turun di wilayah Jawa Barat.

Waduh, semakin was-waslah saya dan keluarga. Takut jika hujan turun secara intens menyebabkan air sungai Cikadu di samping rumah meluap lagi.

Secara banjir bandang muncul karena debit air yang sangat tinggi sehingga menerjang apa saja yang ada di depannya bahkan meluap ke pemukiman warga sekitar sungai dan hal itu bisa mengakibatkan bencana.

Rumah rusak, saya pernah mengalaminya . Lahan pertanian hancur, itu pun kami alami. Hewan ternak hilang, ya ayam serta ikan peliharaan saya semua hanyut dibawa banjir.

Bahkan jalan dan jembatan depan rumah fungsinya tidak bisa digunakan secara benar karena rusak parah sehingga arus pergerakan masyarakat terhambat bahkan ada yang terputus total hingga menunggu perbaikan selesai.

Di tempat lain tidak sedikit tanggul penahan air jebol saking besarnya kekuatan banjir bandang yang menerjang.

Jika demikian tim reaksi cepat dari BPBD pun dengan segera mengeluarkan alat berat demi bisa sedikit mengurangi kerusakan yang mengakibatkan menutupi akses aktivitas masyarakat.

Cara sederhana mengatasi banjir bandang

Berharap jalan yang terendam endapan lumpur, atau terhalang tumpukan pepohonan dan sampah yang dibawa air bah bisa segera dilalui dan mobilitas masyarakat berjalan kembali dengan lancar.

Pokoknya selama musim hujan datang, kewaspadaan akan adanya banjir atau banjir bandang harus benar-benar ditingkatkan. Karena tidak hanya banjir atau banjir bandang saja yang muncul, sering juga diikuti dengan tanah longsor dan angin kencang.

Untuk meminimalisir dampak banjir bandang di sungai samping rumah, saya dan suami mengupayakan berbagai langkah mitigasi. Seperti membersihkan saluran air, mengambil sampah yang menyumbat saluran pembuangan hingga memangkas ranting-ranting pohon.

Kami tidak mungkin pindah dari rumah di pinggir sungai ini. Lahan ini sudah turun temurun ditempati sejak desa masih sedikit warganya dan sebelumnya tidak pernah mengalami banjir.

Setelah perkampungan dibangun dan masyarakat semakin heterogen muncullah permasalahan sampah dan banjir yang diakibatkan tersumbatnya aliran sungai oleh sampah-sampah itu.

Mau bagaimana, yang ada sekarang kami terus berikhtiar sehingga banjir tak lagi kembali.

Tidak lupa langkah penyelamatan pribadi pun kami lakukan seperti menyiapkan hebel dan karung berisi tanah untuk menahan masuknya air ke pekarangan atau rumah.

Saat musim hujan barang-barang di rumah yang harus diselamatkan pun segera mulai disimpan di lantai dua antisipasi kalau kesulitan mengamankan saat bencana itu datang.

Sebenarnya hal-hal upaya mitigasi bencana secara umum itu harus dikerjakan secara gotong royong dan berkelanjutan. Namun jika tidak banyak respon positif dari tetangga dan aparat setempat, saya dan suami tak menjadikan sebagai masalah.

Selagi kami bisa mengerjakannya sendiri, tidak apa. Ada yang bantu syukur, enggak pun tidak apa karena memang rumah kami yang paling dekat dengan sungai dan jika terjadi banjir atau banjir bandang rumah saya sendiri juga yang paling duluan kena.

Dan langkah terakhir yang kami lakukan setelah berikhtiar adalah doa. Hujan memang sangat kami nantikan setelah kemarau yang berkepanjangan. Namun kami selalu meminta semoga diturunkan hujan yang membawa manfaat, bukan yang memberi mudharat.

Postingan ini diikutsertakan dalam eco literasi aksi melestarikan bumi, Challenge Eco 3Dop Ibuku Content Creator
Read more ...