Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2026

Sekolah Blended Learning: Belajar di Rumah Bukan Berarti Bisa Tiduran


Sekolah Blended Learning: Belajar di Rumah Bukan Berarti Bisa Tiduran


Sekolah Blended Learning: Belajar di Rumah Bukan Berarti Bisa Tiduran

Dulu, kalau mendengar kata sekolah, yang terbayang adalah seragam, sepatu, tas, buku, guru, papan tulis, dan alarm pagi yang bunyinya merepet terus seperti seseorang sedang menagih utang.

“Bangun! Sudah jam enam!”

Lalu anak menjawab dari balik selimut:

“Lima menit lagi…”

Lima menit kemudian berubah menjadi lima belas menit.

Lima belas menit kemudian berubah menjadi kepanikan. Dan akhirnya sarapan dimasukkan ke dalam mulut sambil memakai sepatu.

Sekarang zaman berubah.

Sekarang ada model pendidikan yang membuat kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung setiap hari di ruang kelas. Salah satunya adalah blended learning. Salah satu hal yang menarik dari konsep Home Education Centre.


Home Education Centre Itu Apa?

Sederhananya, Home Education Centre dapat menjadi tempat atau sistem yang membantu keluarga menjalankan pendidikan anak dengan lebih fleksibel.

Anak tidak lagi harus selalu duduk di bangku sekolah konvensional dari pagi sampai siang. Karena belajar bisa dilakukan dari rumah, menggunakan teknologi, mengikuti pembelajaran daring, mendapatkan pendampingan guru, dan pada waktu tertentu tetap bertemu secara langsung.

Jadi, bukan berarti:

“Anak sekolah di rumah.”

Lalu orang tua bertanya:

“Matematika sudah?”

Anak menjawab:

“Sudah.”

“Belajar apa?”

“Tadi itu mencari remote TV yang hilang.”

Itu namanya bukan blended learning. Itu namanya blended panik.


Lalu Apa Itu Sekolah Blended Learning?

Sekolah Blended learning adalah metode belajar yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka.

Ada waktunya kapan anak belajar menggunakan perangkat digital, ada waktunya bertemu guru atau teman secara langsung.

Beberapa lembaga pendidikan di Indonesia juga menerapkan pola hybrid atau blended learning, yaitu menggabungkan pembelajaran daring dengan pertemuan tatap muka. Tujuannya bukan sekadar supaya anak bisa belajar sambil memegang HP. Karena kalau belajar sambil memegang HP, masalahnya adalah: yang dibuka Google Classroom, tetapi yang ditonton malah video kucing.

Lima menit kemudian muncul keseruan, “Wah, kok kucingnya bisa membuka pintu?”

Tiga puluh menit kemudian muncul keabsurdan, “Lho, kok sudah sampai video kucing naik skateboard?”

Itu mungkin jadi salah satu tantangan teknologi dalam pendidikan. Teknologinya canggih. Yang belajar kadang malah ikut tersesat.


Sekolah Blended Learning: Belajar di Rumah Bukan Berarti Bisa Tiduran


Belajar Lebih Fleksibel

Salah satu daya tarik pembelajaran blended learning adalah fleksibilitas.

Anak dapat memperoleh pengalaman belajar secara daring sekaligus mendapatkan interaksi langsung.

Bagi keluarga tertentu, model seperti ini bisa menjadi pilihan karena kegiatan belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anak. Misalnya, anak punya aktivitas lain. Ada yang menjadi atlet. Ada yang memiliki bakat seni. Ada yang punya kegiatan keluarga. Ada pula anak yang memang membutuhkan suasana belajar berbeda dari sekolah konvensional.

Dalam sistem blended learning, jadwal dan pola belajar bisa dirancang lebih fleksibel sesuai program masing-masing lembaga.

Jadi, anak tidak harus selalu berada di kelas untuk mendapatkan pendidikan.

Tetapi ingat, fleksibel bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. Kalau jadwal belajar pukul 08.00, jangan sampai pukul 08.00 masih seenaknya beralasan “Bentar, Bu. Aku belum selesai sarapan.”

Pukul 09.00: “Sebentar lagi.”

Pukul 10.00: “Internetnya lemot.” Padahal router-nya baik-baik saja. Yang lemot ternyata semangat belajarnya.


Orang Tua Ikut Punya Peran

Dalam pendidikan berbasis rumah, orang tua bisa mempunyai peran yang cukup penting.

Bukan berarti ayah dan ibu harus berubah menjadi guru semua mata pelajaran. Hehe... Bayangkan kalau harus menguasai matematika, IPA, IPS, bahasa, seni, sejarah, dan segala macam.

Baru belajar pecahan saja sudah mulai mempertanyakan: “Kenapa hidup juga penuh pecahan?”

Dalam konsep homeschooling atau home education, orang tua dapat berperan sebagai pendamping atau fasilitator, sementara lembaga dan guru membantu menyediakan struktur, materi, evaluasi, serta pendampingan sesuai program.

Beberapa program home education bahkan menggunakan sistem tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah atau guru.

Jadi, orang tua tidak sendirian. Guru juga tidak sendirian. Anak pun tidak sendirian. Yang sendirian mungkin cuma meja belajarnya aja ketika anak memilih belajar di lantai.


Belajar Tidak Harus Selalu Serius

Ini bagian yang sering dilupakan. Belajar memang penting. Tetapi belajar tidak harus selalu tegang.

Anak bisa belajar melalui proyek, diskusi, praktik, video pembelajaran, permainan edukatif, membaca, maupun aktivitas sehari-hari.

Misalnya belajar matematika melalui kegiatan memasak. “Berapa telur yang diperlukan?”

“Dua.”

“Kalau untuk dua kali resep?”

“Empat.”

Nah, itu adalah kalimat matematika dari 2 x 2 = 4


Tetapi ketika anak bertanya “Kalau dimakan sekarang tinggal berapa?” Itu bukan matematika lagi. Itu mah ujian kesabaran buat ibunya...

Pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari justru bisa membuat anak memahami bahwa pelajaran bukan sekadar angka di buku.

Matematika ada di dapur. Bahasa ada dalam percakapan. IPA ada di halaman rumah. Ekonomi ada ketika anak diberi uang lalu berkata: “Bu, kok uangku cepat habis?”

Nah! Kalau itu mah sudah masuk ilmu ekonomi tingkat lanjut.


Sekolah Blended Learning: Belajar di Rumah Bukan Berarti Bisa Tiduran


Blended Learning Bukan Sekadar Belajar Lewat Internet

Yang harus dipahami, blended learning bukan berarti guru mengirim video, kemudian anak menonton sendirian.

Bukan juga sekadar “Ini link materi. Silakan dipelajari.” Lalu guru menghilang seperti ninja.

Blended learning yang baik tetap membutuhkan perencanaan pembelajaran, interaksi, pendampingan, evaluasi, dan tujuan belajar yang jelas.


Teknologi hanyalah salah satu alat.

Guru tetap penting. Teman tetap penting. Interaksi langsung tetap penting. Dan tentu saja... Orang tua tetap penting.

Terutama ketika anak tiba-tiba berkata: “Bunda, laptopnya error.” Setelah diperiksa ternyata laptopnya tidak error. Wi-Fi juga tidak error. Ternyata anak memang belum menekan tombol Join Class.

Begitulah teknologi. Kadang masalah terbesar bukan sistemnya, tetapi manusianya yang belum membaca petunjuk.


Kelebihan yang Bisa Dirasakan

Jika dirancang dengan baik, blended learning dapat memberikan beberapa keuntungan.

Pertama, lebih fleksibel.

Pembelajaran dapat menggabungkan kegiatan online dan offline.

Kedua, memanfaatkan teknologi.

Anak terbiasa menggunakan perangkat digital bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar.

Ketiga, bisa lebih personal.

Beberapa program home education memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kondisi anak.

Keempat, tetap ada interaksi sosial.

Tatap muka dan kegiatan kelompok tetap dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Jadi anak tidak berubah menjadi manusia yang hanya berteman dengan charger.


Tapi Ada Tantangannya

Jangan membayangkan blended learning sebagai sekolah tanpa masalah. Namanya juga pendidikan, pasti ada tantangan.

  • Anak harus belajar mengatur waktu.
  • Orang tua perlu mendampingi.
  • Perangkat dan koneksi internet harus tersedia.
  • Guru perlu merancang pembelajaran dengan baik.
  • Dan yang paling penting, anak perlu memiliki kebiasaan belajar.

Karena kalau tidak... Laptop sudah menyala. Buku sudah terbuka. Internet sudah lancar. Guru sudah hadir. Tetapi anak masih bertanya: “Bu, hari ini belajar nggak?”

Itu bukan blended learning. Itu blended kebingungan.


Jadi, Cocok untuk Siapa?

Tidak ada satu model pendidikan yang pasti cocok untuk semua anak.

Ada anak yang berkembang sangat baik di sekolah konvensional. Ada yang cocok dengan homeschooling. Ada pula yang menikmati model blended learning karena mendapatkan kombinasi antara fleksibilitas belajar dari rumah dan interaksi langsung.

Karena itu, sebelum memilih, orang tua sebaiknya melihat kebutuhan anak, gaya belajar, kondisi keluarga, fasilitas yang tersedia, serta program yang ditawarkan lembaga.

Jangan memilih sekolah hanya karena namanya terdengar keren.


“Blended learning!” Wah, keren. Tapi setelah ditanya “Programnya seperti apa?”

“Belum tahu.”

“Jadwalnya?”

“Belum tahu.”

“Biayanya?”

“Juga belum tahu.” Yang penting namanya keren.


Sekolah Blended Learning: Belajar di Rumah Bukan Berarti Bisa Tiduran


Pendidikan Terus Berubah

Dunia pendidikan terus berkembang. Teknologi membuat cara belajar semakin beragam. Sekolah tidak lagi hanya soal datang pagi, duduk di kelas, mencatat, mengerjakan tugas, lalu pulang.

Anak sekarang hidup di dunia yang penuh teknologi. Karena itu, kemampuan belajar menggunakan teknologi juga menjadi bagian penting dari kehidupan mereka. Namun teknologi bukan pengganti manusia. Guru tetap dibutuhkan. Orang tua tetap dibutuhkan. Teman tetap dibutuhkan.

Dan anak tetap membutuhkan kesempatan untuk bermain, bergerak, berbicara, bertanya, mencoba, gagal, lalu mencoba lagi.

Karena tujuan pendidikan bukan sekadar membuat anak pintar menjawab soal. Tetapi juga membantu anak menjadi manusia yang mampu berpikir, beradaptasi, berkomunikasi, dan menghadapi kehidupan.


Belajar dari Rumah, Bukan Berarti Bebas Tiduran di Rumah

Pada akhirnya, Home Education Centre dan sekolah blended learning menawarkan cara belajar yang lebih fleksibel, tetapi tetap membutuhkan tanggung jawab.

Anak memang bisa belajar dari rumah. Tetapi rumah bukan berarti tempat untuk rebahan sepanjang hari. Kalau belajar sambil tiduran, lama-lama buku menjadi bantal. Kalau belajar sambil ngemil, buku menjadi meja makan.

Kalau belajar sambil memegang HP, bisa-bisa tugas belum selesai tetapi sudah tahu gosip terbaru satu internet.

Maka kuncinya sederhana: Belajar boleh fleksibel, tetapi tujuan tetap jelas. Karena pendidikan yang baik bukan tentang di mana anak belajar. Bukan pula tentang seberapa mahal perangkat yang digunakan.

Yang paling penting adalah bagaimana anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, mendapatkan pendampingan yang tepat, dan perlahan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Dan kalau sesekali anak belajar sambil tertawa? Tidak masalah. Sebab sekolah yang menyenangkan mungkin tidak membuat semua pelajaran menjadi mudah. Tetapi setidaknya membuat anak tidak melihat buku pelajaran seperti melihat mantan, baru melihat sampulnya saja sudah ingin menghindar.




Read more ...

Sabtu, 09 Mei 2026

Tumpukan Buku dari Mancanegara ke Pojok Pondok Mengaji


Tak terbayang sebelumnya mengelola perpustakaan mini untuk anak-anak mengaji di kampung. Awalnya beli buku di Singapura, Hongkong dan Taiwan sebagai teman liburan saja. Ternyata sepulangnya ke kampung halaman, setumpuk buku itu bisa jadi hal yang indah sekaligus bermanfaat.


Perpustakaan Mini Al Hidayah


Gak berani nyebutnya sebagai perpustakaan sih, karena jauh panggang dari api. Disebut taman baca anak juga pengelolaan nya gak mengarah ke sana. Asli, hanya ada tumpukan buku bacaan aja. Awalnya.

Alhamdulillah, lama-lama banyak donatur yang menyumbang buku. Seperti Pak Andre Jayaprana, Bunda Elisa Koraag, Teh Triani Retno beserta jajaran donatur yang enggan disebut nama, Mbak Cici Desri, Mbak Bety Kristianto, Teh Irena Puspawardani, Mpo Tati Suherman, Astri Damayanti, dll.

Jadi sekumpulan buku bacaan yang saya bawa dari luar negeri dan beberapa hadiah dari lomba-lomba itu akhirnya ada temannya. Mulai dari berbagai genre bacaan juga dari buku anak remaja sampai dewasa.

Tidak menyangka keberadaan tumpukan buku ini mendukung semangat belajar anak, terutama anak mengaji di tempat kami.


Perpustakaan Mini Al Hidayah


Setelah kedatangan berkardus-kardus buku dari donatur itu, saya pikir kudu ditata dan dijaga. Akhirnya saya coba mengatur sendiri supaya tumpukan buku itu terlihat menarik untuk dibaca. Walaupun lahan dan tempatnya sempit.

Struktur dan Koleksi

- Memilah buku sesuai kebutuhan anak mengaji

Saya pisahkan mulai dari kitab suci Al-Qur’an, Iqro, buku doa harian, kisah nabi, cerita islami bergambar, serta buku motivasi anak, hingga bacaan umum mulai majalah, buku remaja dan novel kekinian hingga rekomendasi wisata.

- Tambah bacaan umum

Keanekaragaman tumpukan buku makin beragam setelah dikirim buku bacaan anak tentang dongeng nusantara, ensiklopedia bergambar, catatan perjalanan, komik edukatif, dan banyak lagi yang membua anak-anak makin tertarik untuk membacanya dan antusias.

Ruang dan Tata Letak

- Sudut sederhana tapi nyaman:

Suami punya dua rak kosong (walaupun sudah rusak) dan setelah diisi untuk menyimpan buku, lumayan juga. Sebelum datang rak baru, gak apa-apa rak kayu ini masih bisa bertahan. Sisanya masuk kardus yang dirapikan. Kalau anak-anak datang tinggal gelar tikar atau karpet untuk duduk bersama.

- Zona tematik:

Karena anak mengaji di tempat kami beragama usia. Mulai Kober, Paud/TK, anak SD, anak SMP hingga anak SMA, maka saya selalu memisahkan rak “buku agama” dan “buku umum” agar anak mudah memilih.


Perpustakaan Mini Al Hidayah


- Dekorasi inspiratif:

Walaupun tidak banyak dan sudah banyak yang memudar, saya pasang poster doa, kutipan motivasi, atau hasil karya anak yang saya sengaja ditempel di dinding.

Aktivitas dan Program

- Jadwal baca bersama:

Sebenarnya ini berjalan sewaktu anak saya, Fahmi masih ada di rumah. Jadi dulu anak-anak mengaji datang lebih awal lalu membaca buku bacaan itu sebelum memulai mengaji. Kalau hari libur sekolah, Fahmi juga sering ngajak anak-anak lainnya supaya main di rumah dan membaca buku ramai-ramai.

- Storytelling:

Untuk anak yang belum bisa membaca saya atauanak santriwati yang besar sebagai relawan membacakan buku seperti kisah nabi atau dongeng islami.

- Lomba ringan:

Akhir pekan, atau kalau ada yang berulang tahun, diramaikan dengan kuis berisi pertanyaan seputar doa, tajwid, atau menulis kaligrafi, dll.


Perpustakaan Mini Al Hidayah


Dukungan dan Keberlanjutan

- Libatkan masyarakat dan blogger

Sejak pulang ke kampung halaman, saya sering posting tentang Pondok Mengaji dan keberadaan kebutuhan buku bacaan ini. Makanya selain masyarakat, orang tua, juga banyak teman-teman blogger yang menyumbang buku, baik baru maupun bekas. Termasuk donasi uang yang membantu hal lainnya seperti penggayaan rak dan operasional lainnya.

- Catat peminjaman sederhana

Ada beberapa anak yang meminjam buku tentang rekomendasi wisata dan secara sederhana saya gunakan buku tulis untuk mencatat daftar siapa saja yang meminjam.

- Bangun rasa memiliki:

Walaupun hanya setumpuk buku di sudut ruangan tapi secara tegas sejak awal saya memberi tanggung jawab pada semua anak untuk menjaga buku dan merapikan rak.

--

Perpustakaan Mini Al Hidayah


Tidak ada yang tidak mungkin, termasuk keberadaan setumpuk buku ini. Walaupun awalnya skala kecil-kecilan tapi semangat membaca tetap harus diperjuangkan. Jangan menunggu koleksi lengkap. Keburu anaknya tergoda gadget dan lainnya.

Saya usahakan bisa fokus pada suasana hangat dan kebersamaan, bukan sekadar jumlah buku.

Keberadaan perpustakaan mini sebagai bagian dari rutinitas mengaji ini, semoga jadi salah satu kegiatan yang menunjang ibadah, sehingga anak-anak merasa lebih semangat mengaji dan mendapatkan wawasan baru dengan bacaan buku.


Perpustakaan Mini Al Hidayah



Read more ...

Minggu, 07 Desember 2025

Obrolan di Dapur Tenda Tentang Pacaran di Usia Tua

Pacaran di Usia Tua: Modal Kecil Cinta Besar

“Euleuh euleuh… geuning sadayana?” (Wah, ternyata semua ikut?) Sambutan Bu Neng begitu akrab dan hangat. Beliau rekan kerja suami di sekolah dan sesama pembina Pramuka. Hanya Bu Neng juga aktif di Kwartir Cabang Kabupaten Cianjur.

“Enggak semua sih, Bu. Ada yang tertinggal…” jawab saya asal.

“Lho, Saha?” Tanyanya heran? “Oh! Si Aa Fahmi ya. Bagaimana kabarnya di pondok? Semoga sehat selalu ya.” tuh, saking tanpa jaim nya, begitulah beliau selalu akrab bersama kami. Nanya sendiri, dijawab sendiri, untung saya masih bisa nahan tawa.

“Jadi ceritanya ini teh duaan terus aja ya kemanapun. Pacaran lagi di usia tua ini mah ya?” Bu Neng kembali bercanda.

“Betul Bu. Sekarang, kami pacaran lagi, lebih banyak berdua karena santu anggota lainnya sedang dikarantina.” Canda saya tak kalah absurd nya. Kami semua pun tertawa.

“Saya tinggal dulu, ya. Silakan atur aja semua baik putra maupun putri. Pengalaman kemping kalian lebih banyak daripada saya. Kalau ada kendala, segera hubungi buat kita cari solusinya bersama.” Pamit Bu Neng meninggalkan kami di area perkemahan, menuju sekretariat panitia Jambore Pramuka Kab Cianjur tengah November kemarin.

Kami berpisah dari area perkemahan tenda putri menuju tenda putra di sebelah bawah bagian dari Bumi Perkemahan Cibodas. Berhubung saya ikut suami, mau gak mau saya mendapatkan tempat untuk tenda di sana. Beruntungnya dekat aliran sungai dan kamar mandi umum.

Jamcab Cianjur

Sampai di lokasi perkemahan regu putra, ternyata tenda belum dipasang. Karena tanah becek dan banyak air menggenang, anak-anak yang meskipun sudah terlatih mendirikan tenda malah berdiam diri dengan alasan menunggu suami, sebagai pendamping regu.

Takut keburu hujan turun lagi, suami segera memerintahkan beberapa anak untuk pasang kayu sebagai alas tenda yang memang sudah disediakan panitia. Sementara saya, walaupun sebagian anak ada yang belum kenal langsung membantu mereka apa saja yang saya bisa, seperti cek perlengkapan tenda, cek persiapan dapur dan cek perlengkapan seragam.

Benar saja, hujan yang turun terus menerus membuat mereka malas gerak sehingga banyak diam dan akhirnya semua persiapan masih belum dilengkapi. Termasuk regu putri (walaupun sudah ada pendamping sendiri) tapi sepertinya persiapan belum sesuai rencana.

Hingga malam, perlengkapan pakaian khusus regu putra masih saya persiapkan (termasuk pakaian untuk pentas seni malam keesokannya).

Banyak berinteraksi dengan anak, mereka akhirnya semakin kenal dan akrab.

“Terimakasih Bu. Untung ada si ibu… kita jadi dibantuin. Pak Iwan belum tentu bisa bantuin soal pakaian ini,” kata sang ketua regu saat menerima kostum Joko Tingkir nya yang siap pakai.

“Ya iya. Bapak mana bisa bikin begituan, selama latihan kan juga bukan bapak yang pegang masalah kostum dan urusan dapur mah.” Suami berkilah. Karena saya tahu, sebenarnya dia bisa kok menjahit dan memasak. Malah lebih lihai dari saya.

Jamcab Cianjur
Pentas seni pertama masuk 5 besar

“Ibu suka ikut kemping jambore juga ya?” Faisal, anak kelas satu bertanya.

Saya jelaskan kalau ikut jambore Pramuka baru dua kali ini. Itu pun karena menemani suami. Tapi kalau kemping di alam bebas ya sering, malah udah mau pensiun sepertinya.

"Ibu ga ada siapa-siapa di rumah?” tanyanya lagi.

“Enggak ada. Makanya ikut ke tempat kemping jambore selain bisa bantu kalian, juga karena di rumah ga ada siapa-siapa. Putra ibu sedang mondok. Jadi kalau gak ikut kesini, di rumah sendirian.”

Kedelapan orang anggota tegu putra pilihan dari sekolah tempat suami ngajar itu pun mengerti. Setelah semua beres dan siap, mereka tinggal mengikuti upacara pembukaan.

Padahal saya bawa tenda sendiri. Tapi Bu Neng sudah menyiapkan tenda yang cukup untuk saya. Alhamdulillah walau hujan terus mengguyur, tapi bisa tidur lumayan nyenyak.

Senangnya lagi suasana di Bumi Perkemahan Cibodas ini sangat mendukung untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan. Akhirnya sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui. Ikut suami, bisa membantu anak-anak sekaligus menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Saat sarapan pagi, pendamping putri merasa takjub ketika menyaksikan saya menyiapkan sarapan untuk suami. Walaupun sederhana tapi penuh cinta dan kebersamaan. Anak-anak regu putra juga tak ketinggalan, sehingga menimbulkan keriuhan yang acapkali bikin tetangga Kwartir lain melirik ke tenda kami karena mungkin merasa terganggu atau penasaran, melihat kami makan bersama sambil bercanda.

Saat hujan deras, kami duduk bersama di bawah naungan terpal di depan tenda. Menikmati suara hujan sambil berbagi cerita mimpi masa depan. Eaa…

Ketika perwakilan regu telah selesai mengikuti kegiatan dan sesekali mereka mengeluh, ada kekhawatiran kemungkinan kalah, saya justru tetap menyemangati mereka.

“Apapun hasilnya kita terima saja. Bersyukur hari ini kita masih sehat dan bisa mewakili kecamatan berada di sini. Percaya kalau kegagalan itu sukses yang tertunda asal kita bisa memperbaikinya.”

Dukungan itu semoga membuat mereka bangkit. Bahagia melihatnya ketika di tengah hujan badai sekalipun mereka tetap saling menggenggam tangan, semangat untuk mempersembahkan hasil terbaik untuk mengharumkan nama Kwartir.

Jamcab Cianjur
Akhirnya perjuangan membuahkan hasil. Kwartir kami juara dua pentas seni.

Kesuksesan itu bukan tentang apa yang kita raih, tapi tentang bagaimana kita menjalankan dan mendapatkan pelajaran hidup yang bermanfaat dari semua proses yang dilewati.

Hasilnya, pentas seni yang dikhawatirkan gagal Alhamdulillah berhasil masuk lima besar. Itu tandanya malam api unggun nanti harus tampil lagi untuk memperebutkan juara sebenarnya.

"Pasangan romantis kita ini berjasa banget nih bisa membawa semangat buat anak-anak masuk babak final.” Kata Bu Neng seperti biasa sambil bercanda.

“Nah anak-anak contoh bagus ini sebenarnya. Jangan pacaran dulu kalau masih sekolah. Pacaran nya ntar aja seperti Pak Iwan dan istrinya kalau sudah tua…” lanjut Bu Neng dan semua pun tertawa.

“Tapi betul lho, barudak… nanti setelah kalian dewasa dan jadi orang tua, akan terasa kalau kesetiaan dan dukungan pasangan itu lebih berharga daripada harta. Betul kan Bu?”

Loh, Bu Neng kok malah meminta pendapat saya, sih? Kena todong nih. Akhirnya saya tersenyum dan mengangguk.

Jamcab Cianjur
Istirahat di Kebun Raya Cibodas dijadikan sesi curhat anak-anak

Sebagaimana yang saya share kepada mereka, kalau kebahagiaan lahir itu muncul bisa dari hal sederhana, seperti makan bersama, saling mendengar, dan saling percaya.

Saya dan suami dianggap mereka pasangan ideal dan harmonis, padahal kami juga sering banget bertengkar.Justru perjalanan bahagia itu ketika bisa menikmati prosesi secara bersama, dan kebahagiaan bagi seseorang bisa jadi bukan tujuan akhir.

Ketika anak-anak kembali mengikuti kegiatan di hari terakhir jambore, di dapur tenda tinggal saya dan suami, Bu Neng dan Kak Ryan dari Kwarcab dan Bu Zahra pendamping putri serta Kak Fikri dan temannya dari Pasirkuda yang baru datang. Kami pun melanjutkan obrolan.

Absurd nya Bu Zahra yang masih lajang, malah minta motivasi bagaimana tips pernikahan bahagia. Katanya melihat saya dan suami kok kompak banget.

Sepertinya Bu Zahra ini dapat informasi beracun dari Bu Neng. Mengingat saya aja baru mengenal Bu Zahra itu ya kali ini karena Bu Zahra memang baru masuk jadi tenaga kependidikan di sekolah tempat suami dan Bu Neng ngajar semester ini.

“Tepat sekali, Bu Zahra bertanya pada ahlinya, “ konyolnya Bu Neng malah ngomporin begitu. Katanya sebagai sesepuh di situ (usia saya dan suami memang paling tua bahkan dibanding Bu Neng sekalipun) sudah seharusnya saya dan suami menurunkan ilmunya kepada anak muda (pada akhirnya kami mengetahui kalau teman Kak Fikri yang diajak dari Pasirkuda, ternyata itu calon nya Bu Zahra).

Mau gak mau cerita saya pun mengalir begitu saja. Kalau pernikahan bahagia bukanlah dongeng yang hanya ada di buku cerita. Pernikahan bahagia itu bisa nyata, asal tumbuh dari komitmen, kesabaran, dan cinta yang terus dipupuk setiap hari.

Banyak pasangan bermimpi memiliki pernikahan yang langgeng, rumah tangga harmonis namun sering lupa bahwa kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya—melainkan harus diciptakan.

Kunci pernikahan bahagia menurut pengalaman saya sih harus dilandasi dengan komunikasi yang jujur. Jangan biarkan masalah kecil menumpuk. Bicara dengan hati, dengarkan dengan telinga, dan pahami dengan jiwa.

Walaupun saya dan suami dulunya teman sekolah dan usia tidak banyak jauhnya namun kami jelas memiliki banyak perbedaan. Saling menghargai perbedaan adalah kunci selanjutnya.

Jamcab Cianjur

Pasangan bukanlah cermin diri kita. Justru perbedaanlah yang membuat hubungan kaya dan penuh warna.

Saya dan suami memulai semua dari nol. Diawali dengan kebersamaan sederhana (bahkan sampai sekarang pun kami tetap hidup sederhana) karena kami meyakini kebahagiaan tidak selalu berarti serba mewah.

Ikut acara suami kegiatan kemping dari sekolah dan membantu sebisanya bisa jadi momen paling berharga dan jadi kenangan indah. Sebaliknya kalau saya ada acara blogger atau terkait pekerjaan lainnya suami berusaha mengantar dan jika bisa ikut berpartisipasi.

Saya dan suami saling mendukung. Dukungan tanpa syarat itu yang menjadikan saat pasangan jatuh, pasangan lainnya segera genggam tangannya. Saat pasangan berhasil, rayakan bersama. Dukungan adalah energi yang menjaga cinta tetap hidup.

Saya dan suami semakin lengket bukan karena bucin. Tapi karena memiliki tujuan yang sama. Merencanakan masa depan termasuk bagaimana membesarkan anak.

“Buat Bu Zahra, Kak Rian dan Kak Fikri serta Kak yang satu ini (sampai saat itu saya belum tahu siapa nama calon nya Bu Zahra ) cukup tentukan saja dulu dengan pasangan nya kelak, apakah ada tujuan bersama.

Rencanakan dari hal kecil seperti menabung hingga mimpi besar seperti membangun rumah. Tujuan bersama akan membuat perjalanan kita nantinya jadi lebih bermakna dan terarah.

”Huhuy!..."

Tepuk tangan dan seruan tiba-tiba dari Bu Neng membuyarkan suasana di dapur tenda yang awalnya hening jadi riuh lagi.

Jamcab Cianjur

Mungkin ini hikmah dari keberangkatan anak semata wayang kami ke pondok pesantren. Jadinya setiap hari saya dan suami bisa fokus mengisi waktu.

Ibarat membuat buku, setiap hari kami mengisi halaman baru dalam buku dengan cinta dan kebersamaan.

Dalam buku itu ada bab penuh tawa, ada bab penuh air mata, tapi semuanya membentuk kisah indah.

Pernikahan bahagia bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan siapa yang paling setia untuk tetap ada.

Pesan motivasi saya dan suami tidak muluk-muluk, “Bahagia itu bukan tentang memiliki segalanya, tetapi tentang selalu merasa cukup dengan kehadiran pasangan di sisi kita.”

"Ehem! Ehem! Gak salah nih aku ajak kamu jauh jauh biar bisa nemanin ayang bebeb,” ujar Kak Fikri sambil melirik temannya yang hanya mesem-mesem menahan tawa. Dan saya baru merasa curiga ketika Bu Zahra pun secara bersamaan terlihat grogi. Oalah, malu-malu kucing rupanya.

Untung apa yang saya sampaikan hanya berdasarkan pengalaman sendiri saja. Pas tahu dari Bu Neng kalau teman Kak Fikri itu memang calon nya Bu Zahra. Jadi walaupun malu-maluin ga apalah toh itu memang pengalaman saya dan suami.

Andai waktu istirahat masih lama, mungkin kami akan terus bertukar cerita. Obrolan saat itu bubar dengan sendirinya ketika hujan kembali turun dan semua kembali ke tenda masing-masing. Persiapan makan malam harus segera disiapkan.

Read more ...

Minggu, 23 November 2025

Santri Melek AI? Menguatkan Ekosistem Pendidikan XLSMART Hadirkan Pesantren Digital

Kebanyakan pondok pesantren tidak memperbolehkan santrinya membawa ponsel. Maka ketika ada seliweran mengatakan santri mana bisa melek AI, pegang ponsel saja tidak pernah… Halo! Pemikiran seperti itu salah besar ya!

Saat ini santri juga sudah melek digital, lho! Jangan salah, terbukti sudah banyak santri yang menjuarai lomba nasional bahkan internasional dari segi pemahaman teknologi.

Bisa dibilang santri jaman sekarang mah diajak ngalogat kitab kuning hayuu, siap banget, diajak ngobrol soal kecanggihan teknologi dan artifisial intelegensi (Artificial Intelligence) pun siapa takut!

Berterima kasih kepada PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) yang sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan demi menyetarakan pendidikan di lingkungan pesantren, salah satunya memfasilitasi para santri supaya merata melek teknologi khususnya dunia AI.

Meneruskan komitmen untuk mewujudkan Tri Karsa, XLSMART memperluas akses terhadap pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan (Sustainability Development Goals) – SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan, XLSMART menggelar program Pesantren Digital di berbagai daerah.

Salah satunya di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada 12 November 2025 yang lalu.

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB

Kegiatan pesantren digital ini diikuti oleh sebanyak 600 Santri, Santriwati, Siswa/I MTS, MA, SMK, Mahasiswa/I serta manajemen Yayasan Pondok Pesantren, dengan bahasan fokus ke pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk produksi konten media sosial.

Kegiatan pesantren digital ini dihadiri oleh, Territory Sales Manager XLSMART area Mataram, Zulfahmi; Territory Sales Manager XLSMART Area Lombok Barat, Kepala Kantor Layanan Daarut Tauhid Peduli Mataram (NTB), Ragil Hidayat; KH TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, selaku Mutasyar PBNU sekaligus Rois Syuriah PWNU NTB.

Dalam pelatihan pesantren digital tersebut, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman Sudarmadji, S.Pd. beliau yang dikenal sebagai presenter, founder Imaje TV sekaligus juga blogger, menyampaikan materi tentang pemanfaatan teknologi AI untuk membuat konten promosi marketing UMKM di media sosial.

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB

Regional Group Head XLSMART East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, jika pemanfaatan AI secara tepat di lingkungan pesantren akan memperkaya metode belajar, memperluas jangkauan dakwah, dan membuka peluang ekonomi kreatif.

Lewat pelatihan ini, santri bisa belajar tentang materi AI untuk pembuatan konten media sosial di pesantren, berupa konten dakwah digital, promosi program pesantren dan promosi produk UMKM milik Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda.

Dalam penyelenggaraan Program Pesantren Digital di Lombok Tengah, Bagu, NTB ini, XLSMART berkolaborasi dengan Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) dan Komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC).

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB
Kak Andi, Blogger dari BCC membantu semua santriwati praktek mengenal dan menggunakan AI

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu memperluas dampak sosial dan menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh komunitas.

Adapun materi AI yang diberikan kepada para santri antara lain:

🕳️ Definisi Literasi Digital dan kaitannya dengan AI.

🕳️Pilar Literasi Digital mendasari konsep pembelajaran AI, yaitu Digital Skill, Digital Culture, Digital Safety dan Digital Ethics.

🕳️Platform AI yang beragam serta keunikan masing-masing yang bisa digunakan sesuai kebutuhan peserta dalam membuat konten dakwah digital, promosi program Pesantren dan promosi produk UMKM milik Pesantren.

🕳️Tentang bagaimana membuat PROMPT (instruksi atau kalimat perintah yang kita berikan untuk AI) yang efektif. Dan ini yang paling penting karena kita harus detail menjelaskan peran AI, produk atau jasa yang ingin dipromosikan, target audiens, gaya bahasa konten, tujuan konten, dll.

Juga poin penting lainnya adalah pemahaman agar peserta jangan menggunakan AI untuk menyebar hoaks atau fitnah.

Santri dihimbau untuk selalu beri label “Dibantu AI” jika hasilnya dibuat dari AI. Konten harus sesuai syariat dan nilai dakwah. Jadi santri paham menggunakan AI ini untuk tablig, bukan untuk tadlis.

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB
Blogger dari BCC Sudarmadji, S.Pd. menjadi narasumber materi pengenalan AI untuk santri di Lombok Tengah NTB

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan dan pemerataan akses digital, XLSMART juga menyalurkan donasi kuota internet serta perangkat pendukung kepada Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

Dukungan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Donasi Kuota (GDK), yang telah dijalankan XLSMART secara nasional untuk mendorong literasi digital di kalangan pelajar dan tenaga pendidik, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet.

Tidak hanya itu, untuk mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi tim manajemen Pondok Pesantren Qamarul Huda ini, XLSMART juga memberikan dukungan beberapa simcard nomor XLSMART dengan masing-masing paket data sebesar 270Gb setiap bulan selama periode satu tahun.

Wow… kalo gitu mah selama setahun full ang punya simcard nomor XLSMART bisa puas-puasin bikin konten yang bermanfaat dong ya, biar bisa mendulang pahala pastinya.

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB

Pesantren Digital XLSMART Mataram NTB

Dan kabar baik lainnya, karyawan XLSMART juga ikut serta dalam mendukung program CSR Pesantren Digital ini melalui Zakat Karyawan yang dikelola oleh Majelis Taklim XLSMART.

Zakat Karyawan tersebut diperuntukkan bagi santri, santriwati, siswa siswi yatim piatu dan dhuafa yang bersekolah di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Oh ya, di awal saya ada sebut soal Tri Karsa CSR XLSMART. Buat yang belum paham apa itu Tri Karsa CSR XLSMART jadi itu adalah landasan utama program tanggung jawab sosial perusahaan, XLSMART yang terdiri dari:

• Philanthropy, wujud kepedulian XLSMART berfokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas.

Diwujudkan melalui program XLSMART Peduli.

• Women Empowerment, berfokus dalam meningkatkan kapasitas, literasi digital, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Dijalankan melalui program Sisternet, yang mencakup inisiatif seperti Female Future Leader, SheInspire, dan Bunda Pintar.

• Education, berfokus untuk memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.

Dijalankan melalui program Teman Pintar Indonesia, yang meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital, serta pemberdayaan Teman UMKM.

--

Begitulah upaya yang dilakukan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) dalam rangka ikut memajukan pendidikan di pesantren secara kekinian.

Santri juga sumber daya manusia bangsa yang sangat besar potensi dan keahliannya. Oleh Karena itu memberikan kesempatan kepada santri untuk mendapatkan pembelajaran teknologi modern termasuk penggunaan AI adalah sebuah kegiatan yang sangat inspiratif dan bermanfaat.

Semoga kegiatan ini membawa perubahan dan inspirasi buat pihak lain baik itu pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama memajukan semua SDM termasuk para santri.

Read more ...

Kamis, 16 Oktober 2025

Cara Menghadapi Anak yang Sering Tantrum

Bagaimana cara menghadapi anak yang sering tantrum saat di rumah?

Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak, terutama pada usia balita. Namun, ketika tantrum terjadi terlalu sering di rumah, hal ini bisa memicu stres berkepanjangan bagi orang tua.

Penting untuk memahami bahwa anak yang tantrum tidak sedang “nakal”, melainkan sedang mengalami kesulitan dalam mengatur emosinya.

Berikut lima cara efektif dan relevan untuk menghadapi anak yang sering tantrum di rumah.

1. Tetap Tenang dan Hadapi dengan Empati

Saat anak tantrum, reaksi pertama orang tua sering kali adalah marah atau frustasi. Namun, kunci utama untuk menghadapi tantrum adalah tetap tenang.

Anak-anak sangat sensitif terhadap emosi orang tua.Jika Anda ikut marah, hal itu hanya akan memperburuk situasinya. Sebaiknya, cobalah untuk mendekati anak dengan empati.

Semakin orang tua bisa mengelola emosi sendiri, semakin cepat anak belajar untuk mengelola emosinya juga.

2. Kenali Pola dan Pemicu Tantrum Anak

Salah satu cara paling efektif mengurangi tantrum adalah memahami penyebabnya. Perhatikan kapan dan dalam situasi seperti apa anak cenderung tantrum.

Apakah biasanya terjadi saat lapar, mengantuk, bosan, atau setelah penggunaan gadget yang terlalu lama?

Misalnya, jika anak sering tantrum menjelang tidur, itu bisa menjadi sinyal bahwa ia butuh rutinitas malam yang lebih konsisten.

Mengenali pola ini akan membantu orang tua mengantisipasi dan mencegah tantrum anak sebelum terjadi.

3. Alihkan Fokus Anak dengan Aktivitas Positif

Salah satu strategi yang efektif untuk mengurangi tantrum adalah mengalihkan perhatian anak ke aktivitas yang menyenangkan dan membangun.

Saat orang tua melihat tanda-tanda awal tantrum, segera arahkan anak ke kegiatan yang ia sukai, seperti membaca buku, bermain air, atau menonton video animasi.

Video animasi dengan karakter lucu dan cerita yang mengajarkan nilai-nilai positif bisa menjadi alat bantu yang bermanfaat.

Tapi perlu diingat, ini bukan sekadar “diberi tontonan”, melainkan diarahkan ke aktivitas yang mendukung perkembangan emosinya.

4. Beri Validasi Emosi dan Bimbing Anak Mengekspresikan Perasaannya

Sering kali, anak tantrum karena mereka belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk membantu anak mengenali dan menyampaikan emosinya.

Saat anak menangis atau berteriak, jangan langsung menyuruhnya diam. Validasi emosinya terlebih dahulu dan bantu anak menyampaikan emosinya secara verbal.

Orang tua juga bisa bermain peran atau membaca buku cerita yang membahas emosi, agar anak terbiasa dengan kata-kata seperti sedih, kecewa, atau marah. Hal ini akan menjadi bekal penting untuk kemampuan regulasi emosinya di masa depan.

5. Tetapkan Aturan yang Konsisten, Tapi Fleksibel

Anak butuh struktur untuk merasa aman. Aturan yang jelas dan konsisten akan membantu mereka tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Namun, konsistensi ini juga harus disertai dengan fleksibilitas.

Misalnya, jika anak menangis karena tidak boleh makan permen sebelum makan malam, orang tua bisa menawarkan pilihan lain seperti buah atau camilan sehat.

Jangan langsung menyerah hanya karena anak menangis, karena jika anak tahu tantrum bisa membuat orang tua mengalah, ia akan mengulang perilaku tersebut.

Namun juga, jangan kaku dalam aturan tanpa memberi anak pilihan. Memberi pilihan yang terkendali akan membantu anak merasa dihargai dan punya kendali atas dirinya sendiri.

—

Cara mengatasi anak tantrum

Tantrum bukan musuh, bukan pula hal yang memalukan, melainkan sinyal bahwa anak sedang belajar mengenali dan mengelola emosinya.

Ingatlah setiap anak berbeda — yang terpenting adalah konsistensi, kasih sayang, dan kesabaran.

Yuk, mulai bangun suasana rumah yang lebih tenang dan penuh pengertian hari ini!

Oya, selain mempelajari dunia parenting, orang tua yang ingin belajar bisnis, bisa mendapatkan banyak info dari Blog Bisnis. Siapa tahu sambil mengasuh anak orang tua bisa merealisasikan ide bisnis di bidang kuliner menjadi usaha sampingan yang menjanjikan. Semoga bermanfaat ya...

Read more ...

Minggu, 08 Juni 2025

Pengalaman Anak Gerilya Sedekah Daging di Pedalaman Nagari Sulit Air

Syawal kemarin sebelum terbang menuju Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG), ustadz yang mendampingi Fahmi dan santri lainnya yang akan ditempatkan di Kampus 9 Desa Ompang Jorong Nagari Sulit Air Kabupaten Solok Sumatera Barat sudah memberikan informasi jika selain uang asrama dan uang makan, yang harus dipersiapkan juga oleh wali santri adalah uang iuran untuk kurban bulan Dzulhijjah.

Waduh! Saya pikir anak diharuskan kurban. Harus berapa juta rupiah yang harus dipersiapkan?

Ternyata saya salah paham. Karena itu hanya iuran, patungan untuk membeli hewan kurban, yang nantinya insyaallah pahalanya masuknya ke sedekah daging. Tapi tentu saja jika ada santri atau siapa saja yang mau kurban di kampus Gontor tempat anak saya mengenyam ilmu, tentu saja dengan senang hati sangat dipersilahkan.

Betul saja, jelang Hari Raya Idul Qurban tiba, anak saya menelepon mengabarkan kalau semua santri di kampus Gontor 9 sedang sibuk mempersiapkan semuanya untuk perayaan Idul Adha semaksimal mungkin.

Di Gontor Kampus 9, anak saya cerita ada dua ekor sapi dan lima belas ekor kambing yang siap dipotong untuk idul qurban tahun ini. Sedangkan jajaran panitia kurban dipegang oleh kelas V dengan bimbingan para asatidz.

Selang beberapa hari kemudian, anak baru bisa menelepon saya lagi pada hari raya sore harinya. Saya kira di sana sudah melaksanakan pemotongan hewan kurban, ternyata belum.

“Belum, Bu. Jumat ini tadi setelah solat id Ami dan semua santri ikut perlombaan antar kamar, Bu. Lanjut solat Jumat dan istirahat. Makanya Ami bisa telepon. Pemotongan sapi dan kambing nya disini Sabtu besok. Kalau besok Ami gak menelepon, artinya Ami sibuk ikut kegiatan ya Bu. Soalnya ada santri yang bertugas membagikan daging kurban ke masyarakat sekitar kampus ini. Ami pengen ikut gitu...”

Begitu penjelasan anak yang setelah saya konfirmasi kepada salah satu ustadz ternyata memang benar demikian kegiatan nya.

Sedekah Daging Gontor Kampus 9

Sabtu setelah pemotongan hewan kurban, sebagian santri bertugas mengolah dan memasak daging kurban di dalam lingkungan kampus. Sementara sebagian lagi santri ikut bersama ustadz berkeliling blusukan ke pedalaman Desa Ompang Jorong Nagari Sulit Air lokasi dimana pondok pesantren Darussalam Gontor Kampus 9 berada, untuk mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat setempat.

Disitulah saya baru paham akan maksud uang iuran untuk kurban yang disampaikan ustadz sewaktu anak masih di Gontor Kampus 2 Ponorogo dulu. Ternyata memang begitulah yang dimaksud sedekah daging.

Sedekah daging bisa dibilang sebagai bentuk sedekah berupa pemberian daging kepada orang lain, terutama kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, yatim piatu, janda, atau kaum dhuafa.

Sedekah daging sebenarnya bisa dilakukan dalam berbagai kesempatan, seperti:

🛑 Momen Idul Adha

Hewan kurban yang dibeli secara patungan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada yang berhak.

🛑 Momen Aqiqah

Daging dari hewan aqiqah (biasanya memotong hewan kambing) untuk anak yang baru lahir bisa dibagikan dan itu termasuk sebagai sedekah.

🛑 Sedekah Harian/Berkala

Bisa dilakukan kapan saja di luar waktu kurban atau aqiqah. Misalnya, memasak atau membeli daging lalu membagikannya kepada tetangga kurang mampu.

Keutamaan orang yang sedekah daging, sama-sama mendapatkan pahala besar, terlebih jika dagingnya itu diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Di jaman serba modern seperti sekarang bagaimana cara yang termudah untuk melakukan ibadah sedekah daging?

Cara Praktis Bersedekah Daging:

📌 Ikut program sedekah daging dari lembaga sosial atau masjid

📌 Patungan kurban atau pembelian daging untuk dibagikan, seperti yang dilakukan anak saya di pondoknya itu

📌 Masak sendiri dan berbagi olahan daging nya dengan tetangga atau komunitas.

📌 Gunakan layanan online yang menyediakan program sedekah daging.

Hari Minggu anak baru berkesempatan menelepon lagi. Begitu antusiasnya menceritakan kalau masyarakat di pedalaman Bukit Mandi Mandian (lokasi pegunungan tempat Kampus Gontor 9 berada) ternyata masih banyak yang hidup sangat sederhana dan jarang sekali makan enak berlauk daging.

"Mereka senang banget waktu dikasih daging itu. Wah terharu pokoknya, Bu..." Jelas Fahmi menggebu-gebu.

Diceritakan pula di Auditorium Kampus Gontor 9 diadakan lomba memasak rendang dari daging kurban. Semua santri antusias. Walaupun Fahmi dan santri lainnya bukan dari suku Minangkabau tapi justru itu mereka semangat untuk belajar memasak rendang secara langsung di tempat kuliner itu berasal.

Sedekah Daging di Bukit Mandi Mandian Nagari Sulit Air Kabupaten Solok

Saya jadi membayangkan bagaimana bahagianya mereka yang jarang makan daging lalu berkesempatan makan enak dengan lauknya daging yang diolah sebagaimana dibayangkan...

Sungguh pengorbanan yang besar dari donatur sedekah daging itu bisa kita jadikan sebagai makna kurban yang begitu dalam—bukan semata menyembelih hewan, tetapi menyembelih keegoisan, menyuburkan kasih sayang, dan menyemai ketulusan terhadap sesama.

Makna yang bisa diambil dari sedekah daging:

🌀 Kurban itu bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang keikhlasan memberi.

🌀 Orang yang paling layak menerima kadang justru yang tak terlihat meminta. Bahkan ustadz di kampus Gontor 9 masih menemukan yang berhak menerima kurban baru pertama kalinya! Kedepannya tentu saja jadi catatan yang tidak boleh terlewat lagi.

🌀 Pengorbanan yang tulus, meskipun kecil, bisa menginspirasi banyak orang.

Alhamdulillah ya, sekarang siapa pun kalau mau kurban sangat mudah, tanpa harus kerasa malu kalau diketahui masyarakat umum karena kita bisa kurban atau sedekah daging cukup melalui smartphone di tangan.

Ya, semudah itu kita sudah bisa kurban di Dompet Dhuafa. Mulai dari satu jutaan rupiah saja, kita udah bisa berkurban dan mengalirkan manfaat hingga pelosok negeri, bahkan sampai Palestina, Somalia, dan Myanmar sana.

Tidak ragu lagi kalau kurban di Dompet Dhuafa karena semua hewan kurban di Dompet Dhuafa sudah pasti sesuai syariat, pasti jantan, pasti didistribusikan secara luas dan pasti transparan dalam laporannya.

Berkurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Lebih dari itu, berkurban adalah wujud ketundukan kita kepada Allah, meneladani Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh kepasrahan menjalankan perintah-Nya.

Siapa yang tidak merasa tertarik jika ampunan Allah telah lebih dulu turun kepada orang yang berkurban, bahkan sebelum darah hewan kurban menetes ke bumi?

Sesungguhnya hewan kurban yang disembelih itu akan menjadi saksi kebaikan untuk kita di hadapan Allah pada hari kiamat nanti.

Maka mari kita siapkan kurban terbaik dengan niat yang tulus. Semoga Allah menerima setiap ibadah kurban kita. Aamiin.

Read more ...

Kamis, 08 Mei 2025

Sekolah Negeri atau Swasta: Mana yang Terbaik untuk Anak?

Di tengah kompleksnya tantangan dunia pendidikan, para orang tua kini dihadapkan pada pilihan besar: menyekolahkan anak di sekolah negeri atau di sekolah swasta. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing yang tidak bisa diabaikan.

Pilihan ini bukan sekadar soal biaya, tetapi menyangkut kualitas pendidikan, nilai-nilai yang diajarkan, dan kesiapan anak dalam menghadapi masa depan.

Mari kita telusuri beberapa aspek penting antara sekolah negeri dan swasta di Indonesia saat ini.

Kualitas dan Kurikulum Pendidikan

Sekolah negeri umumnya mengikuti kurikulum nasional yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini memberikan standarisasi yang cukup baik dalam hal materi dan sistem evaluasi.Namun, terkadang pembelajaran di sekolah negeri terasa kurang fleksibel karena keterbatasan sumber daya atau birokrasi yang kaku.

Di sisi lain, sekolah swasta yang menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional seperti Cambridge atau IB, serta pendekatan berbasis karakter dan keterampilan abad 21.

Hal itu membuat pembelajaran lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun, fleksibilitas ini juga menuntut biaya yang lebih tinggi.

Sekolah negeri di Indonesia

Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah

Salah satu perbedaan paling mencolok adalah fasilitas yang dimiliki. Sekolah swasta, terutama yang menengah ke atas, biasanya memiliki sarana yang lengkap mulai dari laboratorium modern, perpustakaan digital, ruang seni, hingga fasilitas olahraga yang memadai.

Bahkan, tidak sedikit yang dilengkapi dengan cadangan listrik seperti genset 100 kva untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu oleh pemadaman listrik.

Sementara itu, banyak sekolah negeri masih bergulat dengan keterbatasan fasilitas akibat minimnya anggaran.

Meski begitu, beberapa sekolah negeri unggulan di kota besar sudah menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal infrastruktur.

Tenaga Pendidik dan Kualitas Pengajaran

Di sekolah negeri, guru umumnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pengangkatan resmi dari pemerintah. Keuntungan dari sistem ini adalah adanya jaminan kesejahteraan guru dan pelatihan berkala.

Namun, proses birokrasi yang panjang kadang membuat pengembangan diri guru menjadi lambat. Sebaliknya, sekolah swasta cenderung lebih selektif dalam merekrut guru, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri atau memiliki latar belakang pendidikan internasional.

Mereka juga memiliki kebebasan untuk memberhentikan guru yang tidak sesuai dengan standar sekolah. Akibatnya, persaingan sehat di kalangan guru swasta mendorong peningkatan kualitas pengajaran secara berkelanjutan.

Biaya dan Aksesibilitas

Tidak bisa dipungkiri, sekolah negeri jauh lebih terjangkau karena dibiayai oleh pemerintah. Program wajib belajar 12 tahun juga memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengakses pendidikan dasar hingga menengah.

Di sisi lain, sekolah swasta memiliki biaya yang cukup tinggi, mulai dari uang pangkal, SPP, hingga biaya tambahan untuk kegiatan ekstrakurikuler dan fasilitas pendukung lainnya.

Bagi orang tua dengan penghasilan menengah ke bawah, ini bisa menjadi beban yang signifikan. Namun, beberapa sekolah swasta kini mulai memberikan beasiswa atau subsidi silang untuk menjangkau lebih banyak siswa berpotensi dari kalangan tidak mampu.

Lingkungan Sosial dan Nilai yang Ditanamkan

Sekolah negeri menawarkan keragaman sosial yang tinggi karena menerima siswa dari berbagai latar belakang ekonomi, budaya, dan agama. Hal ini mengajarkan anak untuk beradaptasi dan menghargai perbedaan sejak dini.

Namun, tantangannya adalah pengawasan terhadap nilai dan etika sering kali kurang optimal karena rasio guru dan siswa yang besar.

Sekolah swasta, terutama yang berbasis agama atau berafiliasi dengan nilai tertentu, lebih mudah menanamkan budaya dan karakter spesifik yang konsisten. Lingkungan yang lebih terkendali dan eksklusif ini bisa menjadi kelebihan, tetapi juga berisiko membentuk "gelembung sosial" yang kurang mencerminkan realitas masyarakat luas.

Sekolah swasta di Jakarta

—Memilih antara sekolah negeri dan swasta adalah keputusan yang sangat personal dan kontekstual.

Tidak ada jawaban mutlak mana yang terbaik karena setiap anak memiliki kebutuhan, gaya belajar, dan latar belakang yang berbeda.

Ingat, pendidikan bukan hanya soal tempat, tetapi tentang bagaimana anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berdaya saing, beretika, dan siap menghadapi tantangan dunia.

Saya sendiri menyetujui ketika anak ingin masuk Pondok Pesantren Modern Darrusalam Gontor, yang memiliki kurikulum sendiri di luar Kemendikbud maupun Depag --selama anak berminat dan mampu bertahan. Toh, sebagai orang tua saya dan ayahnya hanya bisa mendukung. Yang penting terbaik buat dunia akhirat anak ...

Read more ...

Minggu, 09 Maret 2025

Tips Anak Belajar Maksimal di Bulan Ramadan dan Siap Ujian Tanpa Stres

Ramadan kali ini saya tuh berasa dibayangi oleh Whoosh alias kereta cepat Bandung Jakarta (sekarang plus Karawang). Secara mau tidak mau, otak, tangan dan kaki harus serba sat set biar bisa melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan.

Bagaimana tidak, saat harus menyiapkan menu untuk berbuka puasa, eh, anak juga harus belajar ikut bimbingan testing masuk sekolah yang dicita-citakan. Mana kalau lagi puasa bawaannya emosi mudah up and down, belum badan tuh lemas, lelah dan letih...

Satu raga di badan, banyak pekerjaan dan urusan tapi harus bisa menghemat waktu, dituntut bisa beroperasi dengan maksimal dengan kehebatan seorang perempuan yang harus serba bisa alias multitasking. Sungguh sebuah “Sistem Hebat”, bagaimana, sudah seperti whoosh si kereta cepat, bukan?

Sinotif. Bimbingan belajar interaktif dan menyenangkan

Ramadan Maksimal Aktivitas Lancar, Bisa?

Tapi kesibukan dan rutinitas bukan penghalang buat saya untuk tetap upgrade diri. Saya selalu mengosongkan gelas demi mendapatkan update informasi. Termasuk semangat mengikuti webinar yang temanya membahas tentang parenting.

Sabtu, 8 Maret 2025 Pukul 10.00 – 11.00 WIB saya pun mantengin live via Zoom demi bisa menyerap ilmu dari narasumber: Pak Erfano (Guru Sekolah Alam di Bogor, Penulis sekaligus blogger yang memberikan insight terkait bagaimana cara Bantu Anak Belajar Maksimal di Ramadhan & Siap Ujian Tanpa Stres!

Wow! Temanya menarik sekali bukan? Dan itu real-time dengan kondisi saya serta anak di Ramadan kali ini.

Jadi, Pak Erfano yang biasa dipanggil Pak Erfan ketika ditodong pertanyaan oleh moderator Kak Hafidz mengenai bagaimana belajar yang efektif untuk anak sekolah di saat bulan puasa, menjabarkan kalau waktu belajar itu sebaiknya disesuaikan dengan kondisi anak.

Kegiatan sekolah atau pembelajaran yang ditugaskan itu disesuaikan waktunya dengan ritme anak saat Ramadan. Karena setiap anak pasti kebiasaan atau aktivitas saat puasa berbeda-beda kan ya...

Misalnya ada anak yang nyaman belajar di waktu sebelum sahur. Atau mungkin justru lebih bisa menyerap pelajaran ketika belajar setelah perut kenyang alias setelah sahur.

Ada juga yang belajar sambil ngabuburit alias membuka pelajaran di waktu sebelum berbuka puasa. Yang tidak kalah sedikit juga ada anak yang memilih waktu belajar setelah tarawih, saat semua kegiatan ditunaikan dan beban serta pikiran mulai longgar.

Kapan pun waktu belajar yang disukai anak satu yang perlu diingat orang tua adalah jangan memaksa anak belajar. Karena efeknya jika anak terpaksa, kegiatan pembelajarannya akan sia-sia.

Tips supaya anak tetap fresh di sekolah saat berpuasa

Bagaimana biar anak nggak gampang ngantuk dan capek?

Beberapa hal bisa dilakukan supaya anak tetap terjaga semangat belajarnya. Seperti:

📌Selama berpuasa kurangi kegiatan fisik yang bisa menguras tenaga

📌Pastikan istirahat cukup, jangan begadang

📌Jangan forsir waktu belajar anak

📌Asupan gizi dan nutrisi akan makanan anak harus tercukupi

📌Lakukan olahraga. Pilih olah yang bisa disesuaikan dengan kondisi anak ketika bulan puasa

Cara mengatur waktu supaya anak bisa sejalan antara ibadah, sekolah dan istirahat

Bagaimana supaya kegiatan rohani dan jasmani anak semuanya berjalan lancar? Istilahnya biar ibadah anak lancar prestasinya pun gemilang?

Pertama, caranya beri anak jadwal baik untuk kegiatan belajar maupun kegiatan lainnya yang sebelumnya sudah disepakati bersama.

Kedua atur waktunya secara bersama-sama sehingga didapatkan kesepakatan kapan bisa mengerjakannya. Sehingga untuk kegiatan ibadah, kegiatan belajar, maupun me time alias waktu santai semua bisa dilakukan anak tanpa paksaan

Ujian saat berpuasa, bagaimana menghadapinya?

Begitulah, ketika orang tua sibuk dan anak lelah, sementara ujian di bulan Ramadan ini ada di depan mata bagaimana solusinya?

Solusinya ikutsertakan anak pada bimbingan belajar online yang interaktif dan menyenangkan seperti bimbingan belajar Sinotif.

Sinotif. Bimbingan belajar interaktif dan menyenangkan

Bimbingan belajar online jadi pilihan karena memiliki banyak kelebihan. Seperti orang tua tidak perlu lagi repot antar jemput anak-anak (terlebih kondisi di perkotaan harus berperang melawan kemacetan).

Dengan mengikuti bimbingan online orang tua sudah bisa fokus pada kegiatan utama sementara anak juga fokus pada pembelajaran maupun tugas sekolah. Praktis, bukan?

Sinotif. Bimbingan belajar interaktif dan menyenangkan

Bimbingan Belajar Sinotif

Sinotif bimbingan belajar spesialis pelajaran eksakta yang terdiri dari matematika, fisika dan kimia.

Karena sistemnya online interaktif maka bimbingan belajar ini dapat membantu siswa dari seluruh penjuru Indonesia.

Sinotif didirikan secara resmi pada tahun 2000 oleh Hindra Gunawan selaku founder dan Anthonyus Kuswanto selaku co-founder.

Visi Sinotif

Visi dari Sinotif menjadi perusahaan pendidikan terbaik di dunia yang terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi di bidang pendidikan.

Misi Sinotif

Sementara misinya berkomitmen untuk membangun, mengembangkan serta mendorong generasi muda yang berkualitas, mandiri dan mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif lewat inovasi di bidang pendidikan yang terus berkelanjutan.

Dengan adanya bimbingan belajar online Sinotif dapat membantu anak berprestasi. Yang tadinya kesulitan matematika, fisika dan kimia sekarang mereka sudah menemukan bagaimana metode belajar yang mereka pahami sehingga menjadikan anak yang happy dan berprestasi.

Sistem Belajar Sinotif

Sinotif Premier, ialah cara belajar live dan interaktif, tatap muka secara online. Terdiri dari empat pilihan yang bisa diambil:

Premier Diamond: layanan belajar privat, ekslusif, dan bergaransi uang kembali

Premier Platinum: belajar sesuai kebutuhan siswa dengan penanganan personal

Premier Gold: belajar bersama guru spesialis dengan modul lengkap dan sistematis

Premier Silver: belajar mandiri dengan bimbingan guru dan bebas tanya PR kapan pun

Sinotif. Bimbingan belajar interaktif dan menyenangkan

Sinotif Learning Method

Specialized: Belajar bersama guru ahli di bidang matematika, fisika dan kimia

Systemized: Belajar menjadi lebih mudah dan efektif

Personalized: Belajar sesuai dengan kebutuhan dan karakter belajar siswa

Limitless: Layanan belajar tambahan 24 jam nonstop

Sinotif Rekan Orang Tua

Dengan adanya Sinotif bimbingan belajar online interaktif pula dapat membuat orang tua menjadi lebih tenang, bisa fokus di karir dan bisnis, bisa tetap menjalankan me time dan have fun di sela kesibukan karena anak sudah belajar dibimbing oleh ahlinya dalam hal pembelajaran.

Karena Sinotif di sini hadir sebagai kepercayaan orang tua dimana keberadaannya membantu orang tua memastikan anak-anak bisa belajar matematika, fisika dan kimia.

Kini orang tua tidak perlu lagi pusing, sehingga bebas stress tentang pelajaran eksakta anaknya.

Orang tua bisa fokus pada bisnis dan karirnya tanpa rasa khawatir memikirkan bagaimana mendampingi anak belajar jelang ujian.

Sinotif Sahabat Siswa

Sinotif juga hadir sebagai sahabat siswa. Anak-anak diberikan pemahaman konsep pembelajaran eksakta yang benar.

Sinotif mendampingi siswa belajar yang bebas stress sehingga mereka bisa menikmati masa sekolah dengan nyaman.

Sinotif membangun kepercayaan diri anak melalui kemenangan-kemenangan kecil dalam pelajaran eksakta yang biasanya relatif lebih sulit. Sehingga anak lebih memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi ujian tahun ini.

Sinotif. Bimbingan belajar interaktif dan menyenangkan

Bagaimana persiapan ujian di bulan Ramadan supaya hasilnya bisa maksimal?

Jelang ujian, banyak hal yang bisa dilakukan baik oleh pihak sekolah maupun orang tua sebagai dukungan terhadap kegiatan pembelajaran anak.

Beberapa hal yang bisa dilakukan seperti:

🕳️Memberikan penggayaan materi supaya anak tidak bosan

🕳️Memberikan persiapan ujian secara intensif, interaktif dan menyenangkan

🕳️Memberikan apresiasi kepada setiap pencapaian anak sekecil apapun sehingga anak merasa dihargai

🕳️Beberapa hari sebelum ujian, ajak anak refreshing untuk menyegarkan otak dan pikirannya. Hal itu hasilnya terbukti lebih efektif terhadap anak sebagaimana contohnya di Sekolah Alam Bogor dimana Bapak Erfano selaku narasumber mengajar.

Anak didik yang jelang ujian diajak refreshing lebih dulu ke lokasi wisata alam seperti air terjun, misalnya, ternyata hasil ujiannya rata-rata lebih baik.

🕳️Tempatkan anak di lingkungan yang bagus dan menunjang sehingga mendukung setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan anak

Saatnya Raih Ramadan Gemilang dan Prestasi Menang

Ramadan kali ini bertepatan dengan waktu ujian bagi beberapa sekolah di tanah air. Persiapannya tentu harus lebih maksimal mengingat kegiatan saat puasa pasti berbeda dengan bulan biasanya.

Serahkan pada ahlinya sehingga satu sama lain bisa fokus pada tujuan masing-masing. Orang tua bisa fokus dengan kegiatan utama tanpa harus khawatir bagaimana mendampingi anak belajar padahal ujian di depan mata.

Anak juga bisa fokus belajar dengan sistem yang menyenangkan.

Sinotif. Bimbingan belajar interaktif dan menyenangkan

Dengan mengikuti bimbingan belajar online yang interaktif seperti Sinotif, anak sudah mendapatkan tempat belajar yang tepat karena dibimbing oleh ahlinya dan sistem pembelajaran yang diambil telah disepakati oleh orang tua sebelumnya.

Jadi baik orang tua maupun anak bisa tetap tenang dan fokus pada kegiatan masing-masing. Antara ibadah, dan kegiatan keseharian bisa tetap terjaga dan dijalankan dengan maksimal.

Semoga hasil ujian anak-anak kita mendapatkan nilai terbaik. Puasa bukan kendala tapi justru salah satu pemicu supaya kita lebih semangat lagi dalam berikhtiar menjemput ridho Nya.

Read more ...

Minggu, 27 Oktober 2024

Bahas Bahasa Bersama Warganet: Kuasai Bahasa Kuasai Dunia

Sepi job ngeblog maupun ngebuzz bukan berarti bikin saya terlena terus mager. Tidak ada kata berhenti untuk menulis apalagi belajar. Meski banyak bengong tidak tahu Mau Tahu Apa tapi kalau risiko dapur harus tetap ngebul, jelas dong kita juga harus tetap berikhtiar ya.

Ngeblog buat saya bukan sekedar ajang menyalurkan hobby atau healing, tapi juga sebagai sumber penghasilan. Satu-satunya cara mencari nafkah yang bisa saya lakukan, sesuai dengan minat, kemampuan, situasi dan kondisi serta kesempatan.

Sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di pedesaan, kesempatan ngeblog ini tidak hanya mampu membantu perekonomian saja, tapi juga memberikan banyak gambaran bagaimana saya bisa menyelaraskan tujuan keuangan dan bagaimana merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sepi job, ngadem di Narabahasa

Iseng-iseng saat mager tipis-tipis secrol sosial media sampailah saya di informasi terkait kelas Bahas Bahasa Bersama Warganet yang diselenggarakan oleh Narabahasa.

Narabahasa adalah lembaga penyedia edukasi, konsultasi, publikasi, dan aplikasi kebahasaan dengan visi “kuasai bahasa, kuasai dunia” miliknya Ivan Lanin.

Tahu dong siapa Ivan Lanin? Selain sebagai aktivis Bahasa Indonesia (ada yang menyebut polisinya pengguna Bahasa Indonesia), Ivan yang juga editor Google Bahasa Indonesia, saat ini menjabat sebagai Direktur Utama di Narabahasa, perusahaan rintisan yang menyediakan layanan edukasi, konsultasi, publikasi, kreasi, dan aplikasi keterampilan berbahasa Indonesia.

Ivan kelahiran 16 Januari 1975 awalnya seorang pakar internet Indonesia. Kemudian dikenal juga sebagai seorang aktivis yang menganjurkan penggunaan bahasa Indonesia baku serta memperkenalkan padanan Indonesia dari istilah-istilah asing di beberapa akun sosmed, seperti Facebook dan Twitter.

Saya sendiri mengikuti status-status Ivan seringnya di Twitter alias X. Sedikit-sedikit ikut menerapkan bahasa baku, atau mengetahui bahasa baku yang benar yang bagaimana dari kicauan atau status Ivan, sepintas ya tapi langsung paham dan ilmunya bisa dipraktikkan.

Nah kebetulan banget di Narabahasa.id banyak sekali kelas terkait pengembangan bahasa yang saya rasa untuk seorang blogger atau penulis, ilmunya itu ndaging banget... (Apasih ndaging, ini kalau ketahuan Ivan bisa langsung kena tilang eh, protes, hehe...)

Kebetulan saat saya buka websitenya Narabahasa, ada banyak kelas (baik gratis maupun yang berbayar) yang dilaksanakan secara maraton. Tertarik dengan materinya yang dibutuhkan oleh seorang yang bergelut di dunia tulis menulis dan karya sastra, langsung deh saya daftar, ikutan.

Tidak hanya satu kelas itu, saya juga daftar untuk kelas-kelas lain yang materinya masih berkaitan seputar tentang bahasa. Seperti untuk tanggal 28 Oktober (peringatan Hari Sumpah Pemuda) dan untuk tanggal 6 November 2026 yang membahas tentang Penulisan Korespondensi Bisnis.

Kelas narabahasa
Kelas di Narabahasa terbaru yang bisa diikuti

Masih ada banyak kelas lainnya tapi saya belum daftar secara waktunya masih lama. Takutnya saya malah lupa... Atau pas waktunya bentrok.

Mengenal lebih dalam Sastra Jurnalistik

Kemarin waktu ikut webinar kelas jurnalistik, bahas siaran pers jadi banyak tahu tentang cara pembuatan siaran pers, apa bedanya dengan berita, dan bagaimana posisinya dalam karya sastra Indonesia yang banyak itu.

Ngulas dikit terkait ilmu Jurnalistik hasil ikut webinarnya, dilihat dari konteks bahasa yang baik, jurnalistik berada di tengah-tengah posisinya antara penggunaan bahasa yang lentur dan penggunaan bahasa yang kaku.

Penggunaan Tata Bahasa Baku dan Tidak Baku

Kalau penggunaan bahasa yang lentur (tidak baku) itu biasa dipakai dalam karya sastra, karya kreatif hingga jurnalistik. Berlanjut ke tingkat pemakaian bahasa yang mulai kaku (baku), justru dimulai dari jurnalistik, lalu bisnis, ilmiah hingga hukum.

Jadi posisi Jurnalistik itu ada di tengah-tengah. Produk jurnalistik itu sendiri terbagi dalam tiga, pertama berita; kedua opini; ketiga ficer (feature).

Tata Bahasa Sastra Umum

Dalam seni sastra penggunaan bahasa yang lentur contoh dalam bentuk karya tulisan, ada pada puisi cerpen dan novel. Sementara karya lisan contoh pada deklamasi dan dialog. Untuk penggunaan kalimat dalam seni sastra menggunakan kalimat yang bersifat fleksibel. Pemilihan kata-katanya luas ejaannya juga kreatif.

Tata Bahasa Sastra Kreatif

Sementara untuk karya sastra kreatif, contoh dalam segi tulisan karyanya berupa cerita wara iklan atau konten. Untuk contoh karya lisannya bisa dilihat di voice over tayangan YouTube atau siniar lainnya. Pemilihan kalimat dalam seni karya kreatif berupa kata-kata pendek. Segi pilihan kata-katanya santai ejaannya juga kreatif.

Tata Bahasa Jurnalistik

Untuk tulisan jurnalistik kita bisa melihat contoh berupa karya tulis melalui berita, artikel essay dan siaran pers.

Untuk contoh karya lisan dari Jurnalistik ada pada siaran TV dan siaran radio. Penggunaan kalimat yang dipilih berupa kalimat-kalimat pendek. Pemilihan kata-katanya termasuk ke dalam kalimat populer. Sementara ejaannya termasuk tertib.

Tata Bahasa Sastra Bisnis

Dalam karya sastra bisnis contoh karya tulis bisa berupa surat laporan atau prosedur. Contoh karya lisannya seperti pada presentasi rapat.

Pemilihan kalimat sedang dalam arti tidak begitu pendek juga tidak begitu panjang. Untuk kata-katanya yang dipilih adalah kata-kata baku dan teknis ejaannya tentu saja pemilihan katanya yang resmi alias tertib.

Tata Bahasa Sastra Ilmiah

Konteks bahasa yang mengarah kepada kekakuan selanjutnya setelah bisnis yaitu karya sastra ilmiah. Contoh karya ilmiah berupa tulisan ada pada skripsi, makalah, dan buku teks. Untuk contoh karya lisannya berupa konferensi ilmiah.

Kalimat yang dipilih dalam karya ilmiah tentu saja kalimatnya yang panjang kata-kata yang dipilih juga baku dan ejaannya tentu saja ejaannya sangat tertib.

Tata Bahasa Sastra Hukum

Untuk karya sastra selanjutnya konteks bahasa yang baik sesuai dengan urutan karya sastra mulai lentur ke kaku bagian terakhir adalah karya sastra jenis hukum.

Contoh karya terkait hukum berupa tulisan ada pada peraturan perjanjian atau opini hukum. Sedangkan karya lisan contohnya bisa dilihat pada percakapan saat sidang pengadilan.

Kalimat yang dipilih cukup panjang. Kata-kata yang dipilih juga kalimat baku dan ejaannya tentu saja tertib.

Kuasai bahasa kuasai dunia

Blogger, bagaimana tata bahasa nya?

Bagaimana bentuk karya sastra yang digunakan oleh blogger? Nah! Keistimewaannya untuk blogger, narablog ternyata bisa menggunakan semua konteks bahasa dan kelenturan maupun kekakuannya itu...

Asalkan tetap memegang prinsip kaidah bahasa yang benar yang menuangkan pikiran dengan lengkap merangkai kalimat yang efektif dan menarik. Karena itu setiap blogger punya stylenya sendiri, ya. Bisa kita lihat bagaimana khas ia bertutur kata atau merangkai tulisan dalam artikel-artikel nya.

Kalau artikelnya kaku, bisa jadi itu artikel sponsor yang tidak diedit lebih dahulu. Hehe... sering kan ketemu artikel seperti itu? Yang jauh banget dari ciri khas bloggernya itu sendiri. Mungkin dianya lagi lelah ya, jadi malas buat edit bikin artikel pesanan menyesuaikan dengan brandingnya saat bertutur kata atau merangkai tulisan.

Padahal ciri khas dan kekuatan tulisan seorang blogger itu justru dari kemampuan story telling nya, kan?

Semua itu bisa dilihat dari bagaimana wacana paragraf, kalimat yang digunakan, pemilihan kata, sampai ejaan yang dipakai. Sesama blogger pasti tahu lah ya...

Bagaimanapun, yang penting blogger diharapkan bisa membagi tulisan-tulisannya menjadi unsur yang utuh, memilih kata dengan tepat, serasi dan cermat dalam ragam lisan dan tulisan.

Jadi, walaupun sepi job, tetep nambah ilmu dan wawasan mah harus terus berjalan ya. Berharap saat ada job, kita sudah siap dengan segala ilmunya.

Insyaallah jika para penulis termasuk blogger menguasai bahasa, maka ia pun akan menguasai dunia. Sebagaimana visi Narabahasa, kuasai bahasa kuasai dunia.

Ayo intip websitenya Narabahasa. Kenalan sama Ivan dan semua widyaiswaranya. Ada banyak kelas yang bisa diikuti sampai akhir tahun ini. Insyaallah ilmunya sangat bermanfaat...

Read more ...