Jumat, 17 November 2023

Apa Kabar Janda Bolong?

Pandemi sudah berlalu, apa kabar dengan janda bolong yang saat itu sangat langka, banyak dicari bahkan memiliki berharga tinggi?

Ingat aja betapa kesalnya ketika adik ipar dan ibu saya memberitahu jika janda bolong di teras rumah hilang. Kemungkinan besar ada yang nyuri dengan pot-potnya!

Ialah, janda bolong di teras rumah kami itu sudah cukup besar dan berdaun lebat. Kami pelihara jauh sebelum pandemi. Jadi bisa dibilang jauh sebelum keberadaannya berharga. Apalagi dirawat setiap hari oleh adik ipar dan ibu saya yang dikenal tetangga bertangan dingin. Subur dan sehatlah itu si janda bolong.

Eh ketika pandemi datang tiba-tiba si janda bolong jadi naik kelas. Diserbu banyak pencinta tanaman hias hingga keberadaannya langka dan harganya melambung tinggi.

Adik dan ibu saya pernah menjual beberapa pot janda bolong yang sudah kami stek sebelumnya mulai harga puluhan ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Alhamdulillah sih pandemi membawa berkah juga. Bukan hanya si janda bolong yang naik kelas saat itu tapi ada juga tanaman lainnya yang kebetulan selama ini dirawat oleh adik dan ibu saya sebaik mungkin.

Apa kabar janda bolong

Rasanya seperti mimpi begitu dulu merasa terkejut dan kehilangan teramat sangat ketika tahu janda bolong di teras hilang, sekarang di halaman tanpa pagar di rumah saya itu si janda bolong justru banyak menjalar begitu segar.

Saking banyak dan rimbunnya seolah si janda bolong ini liar tak terurus. Seperti tanaman rambat yang tidak diinginkan. Oh, sebegitu memprihatinkan nya kah engkau kini wahai janda bolong?

Btw dulu pas tanaman hias ini harganya naik saya sempat penasaran, kenapa bisa disebut janda bolong? Mungkin karena daunnya yang bolong dan itu bikin unik? Saat ibu saya sudah menanam dan mengembangbiakkan tanaman ini malah belum tahu kalau panggilnya janda bolong. Kami nyebutnya ya daun bolong saja.

Tapi pernah baca di sebuah media, kalau ada keterangan dari seorang peneliti LIPI, Yuzammi yang menjelaskan asal nama tanaman janda bolong sebenarnya berasal dari masyarakat Jawa.

Dalam bahasa Jawa, tanaman ini disebut ron phodo bolong yang artinya daun pada bolong. Saat disingkat atau diucapkan cepat, nama ini jadi terdengar seperti rondho bolong yang artinya jadi janda bolong. Haha, ga tahu deh sahih enggaknya itu cerita. Tapi kalau menurut saya ya masuk akal juga.

Sejak pandemi berakhir, secara sendirinya pencinta tanaman hias pun berangsur menghilang. Buibu teman pengajian di kampung yang biasa merengek meminta-minta bunga kini tak peduli lagi. Jangankan minta bunga baru, bunga yang ada di halaman dan teras rumahnya saja sudah tak lagi diperhatikan.

Musim kemarau kemarin saya lihat banyak pot bunga yang dibuang karena mati kekeringan. Memang sih jangankan untuk menyirami bunga di halaman, untuk mandi saja musim kemarau kemarin banyak yang sudah ngungsi ke sungai karena air PAM sering tidak mengalir. Kasihan memang nasib bunga itu ...

Begitulah kalau melakukan sesuatu bukan dari hati. Jika hanya karena sedang trend atau modal ikut-ikutan maka tak lama apapun itu akan selesai dengan sendirinya. Beda jika kita melakukan sesuatu berawal dari hati, hobi atau sudah passion. Mau musimnya atau tidak, akan tetap melakukannya dengan senang hati. Enjoy saja melaksanakannya.

Apa kabar janda bolong

Meski sudah tidak buming, adik ipar dan ibu saya masih tetap merawat dan mengembangbiakkan tanaman janda bolong ini.

Mereka tetap melakukan stek batang setelah menemukan bibit yang dirasa cukup bagus untuk dipisahkan dari induknya.

Maksud stek batang disini ya metode yang digunakan kami untuk membibitkan tanaman itu. Caranya memotong sedikit bagian batangnya lalu ditanam baru di media tanam lain agar bisa diperbanyak tanamannya.

Meski sudah tidak musim lagi tanaman hias tapi adik dan ibu saya tetap merawat bunga bunga peliharaan di teras dan halaman rumah dengan penuh kasih sayang.

Ibu saya bilang jika selain hobi, menanam tanaman hias itu itu juga manfaat lainnya. Seperti menambah keindahan ruangan, menghadirkan sentuhan alami di dalam ruangan, membantu menciptakan suasana yang rileks dan menenangkan.

Bahkan bisa jadi pusat perhatian dikarenakan bentuk daunnya yang unik seperti janda bolong yang memang bolong-bolong itu. Jadi bolong-bolong itu bukan berarti daunnya rusak atau dimakan ulat ya...

Apa kabar janda bolong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar