Tampilkan postingan dengan label Sueger Jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sueger Jember. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2019

Sueger di Pantai Tanjung Papuma Jember

Sueger di Pantai Tanjung Papuma Jember

Abis puas makan cokelat, kopi dan kudapan lain yang ada campuran cokelat sama kopinya itu di Puslit Koka, rombongan Sueger Fam Trip Waton 2019 langsung menuju ke daerah selatan Jember. Kami dibawa ke pantai Papuma --kependekan dari pasir putih malikan, yang sangat terkenal di Jember dan bahkan di luar Provinsi. Saking indah dan mempesonanya, bisa dibilang pantai Papuma ini sebagai primadona wisata pantai di Jember.

Selama dalam mobil, di perjalanan saya sama sekali tidak bisa tidur. Bukan karena jalanan yang tidak mulus seperti di Cianjur Selatan, bukan juga karena jagain Fahmi --karena dia mah sudah nempel sama Bunda Elisa Koraag yang jadi emak keduanya selama Fam Trip ini, tapi selama perjalanan saya gak bisa menutup mata, soalnya pemandangan sepanjang jalan wow, cakeeep banget. Jadi pengennya foto-foto, menikmati semuanya dan selama itu mana bisa kantuk singgah di mata ini?

Setelah melewati kilometer 42, baru deh terlihat gerbang bertuliskan selamat datang di Papuma. Tepat sebelum tanjakan curam yang harus dilalui iringan kendaraan yang kami tumpangi. Sempet kepikiran juga sih, mau ke pantai kok naik bukit? Ternyata itu belum seberapa pemiarsah... Karena dari gerbang itu perjalanan masih cukup jauh. Kalau selama ini mau ke pantai itu masuk gerbang langsung on the spot, ini enggak. Masih harus muter menelusuri sisi bukit dan entah berapa kilometer kemudian baru deh kendaraan berhenti. Oya, tiket masuk di gerbang tadi seharga Rp. 15.000 per orang.

Ternyata sebenarnya jalan yang dilalui menyusuri pantai itu emang memutari bukit. Jadi kalau masuk kita di sebelah kiri, nah pas keluar tahu-tahu udah ada di sebelah kanan aja. Bingung gak sih?

Yang jadi ciri khas dari pantai yang masih bagian dari pantai selatan Pulau Jawa ini ialah tebing-tebing batu karang serta ombak besarnya. Beda dari pantai pada umumnya, mungkin itu yang bikin Pantai Tanjung Papuma sangat memesona.

[caption id="attachment_8657" align="aligncenter" width="300"] Batu karang icon Papuma[/caption]

Ada spot foto sekaligus nongkrong yang teramat kece, namanya menara Siti Hinggil. Jadi semacam menara pandang gitu yang bisa melihat view pantai 360°. Dari atas ini pemandangan yang terlihat sangat jelas. Bagus juga pastinya. Ketika kami tiba di atas menara (menuju ketinggian ini lumayan bikin sport jantung juga) awan kelabu setengahnya menutupi cakrawala. Sehingga kami tidak bisa melihat matahari tenggelam.

[caption id="attachment_8659" align="aligncenter" width="300"] Biyan, celana putih "guide" lokal kami :)[/caption]

 

Di menara pandang Siti Hinggil ini kami disuguhi kelapa muda. Wah mantap pokoknya.

Malam pertama kami menginap di Jember (sebenarnya untuk keluarga saya dan Bunda Elisa Koraag adalah malam ke dua karena kemarin malam kami kan menginap di rumah Rizal di Kaliwates) menginap di Papuma Resort, jadi kami bisa puas menikmati pantai Papuma ini sampai esok harinya.

Biyan, asli Jember sesama peserta Sueger Fam Trip 2019 dari Generasi Pesona Indonesia (Genpi Jember) sore itu jadi “guide” kami. Melalui ceritanya dapat keterangan kalau batu karang yang membentuk seperti kepulauan itu dinamakan berdasarkan nama tokoh pewayangan.

Konon terdapat legenda di Tanjung Papuma yang masih berhubungan dengan kisah Nyi Roro Kidul. Cuma saya ga nyimak jelas, berhubung harus antar Fahmi ke toilet. Hingga setelah ishoma, kami dipersilahkan menuju ke jamuan makan malam dengan hidangan khas dari pantai. Wow apalagi kalau bukan bakar ikan, udang, cumi, dan seafood lainnya dilengkapi dengan tumis kangkung plus sambal. Mantap pokoke...

Ketika teman-teman berkaraoke dan menikmati suasana malam di pantai, saya beserta suami memilih kembali ke penginapan. Anak lanang kasihan harus mandi sebelum ia istirahat. Apalagi keesokan harinya, kami sepakat sebelum matahari muncul kami harus sudah di lantai demi bisa melihat nelayan menurunkan hasil tangkapan nya. Wah penasaran...

Setelah subuh kami berjalan ke pantai. Banyak perahu nelayan yang sudah menepi. Kami bisa langsung melihat aktivitas nelayan yang sedang menurunkan ikan. Ada banyak jenis ikan yang mereka tangkap semalaman. Tangkapan mereka dihitungnya berdasarkan ember (timba) jadi bukan kilogram.

Setelah matahari muncul, mata jelas melihat sekeliling pantai. Baru kami sadari kalau di pantai itu teramat bersih, hampir tidak ad sampah plastik yang biasanya banyak kita jumpai di tempat umum.

Sebelum kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan lanjut sarapan, saya tidak sengaja menemukan beberapa nelayan yang sedang membakar ikan. Iseng saya ajak ngobrol. Suasana semakin mencair terlebih ketika Bunda Elisa Koraag ngobrol dengan mereka. Sambil ikut menikmati ikan bakar yang masih fresh itu, kami bercanda bersama.

Pokoknya pagi hari itu menjadi pagi tersueger kami di pantai Tanjung Papuma Jember. Sebelum selanjutnya kami akan mengikuti acara utama Waton Parade alias Watu Ulo Pegon Parade 2019.

 

Read more ...

Selasa, 25 Juni 2019

Coffee and Cacao Science Tehno Park (CCSTP) Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember

Coffee and Cacao Science Tehno Park (CCSTP) Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember

Setelah kenyang makan di Hararu dan Warung Kembang, rombongan Sueger Fam Trip 2019 selanjutnya dibawa ke daerah sepi, sisi kiri kanan jalan mirip hutan perkebunan karet, atau entah kebun pohon apa yang jelas bagai memasuki daérah pedalaman di Sumatera gitu saking rapatnya dedaunan menghalangi sinar matahari masuk menyentuh permukaan tanah. Rombongan blogger tidak banyak yang bertanya berada di lokasi apa itu, mungkin dampak dari makan lahap sebelumnya sehingga sugesti dalam kendaraan saat itu adalah ga usah banyak bertanya cukup bersandar dan memejamkan mata saja... Zzzzz!

Baru ketika jalan sempit berakhir dan kendaraan yang kami naiki memasuki sebuah pintu gerbang, ada plang besar bertuliskan: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

Buah cokelat mentahan

Ya, saya ingat Jember juga terkenal dengan produk olahan cokelat nya. Pantas kami dibawa mengunjungi lokasi yang asri dan penuh sumber ilmu pengetahuan itu, demi bisa mengenal lebih jauh aset dan investasi Jember sekaligus pemasaran produksi hasil karya masyarakat setempat.

Di lahan CCSTP sebagai pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia dijelaskan jika CCSTP pada awalnya merupakan suatu kawasan yang dikelola secara profesional guna menginspirasi dan menyalurkan inovasi teknologi dari hulu (on farm) sampai dengan hilir (off farm) kepada semua pelaku usaha pemula di sektor industri berbasis kopi dan kakao.

Sehingga mampu mencetak enterpreneur-enterpreneur baru pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, bersinergi dengan akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah pusat atau daerah.

Gedung dan lahan CCSTP diresmikan di Jember oleh menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi prof. H. M .Nasir MSi PH.d Ak. Pada tgl 20 Mei 2016.

Aktifitas dan fungsi dari dibangunnya CCSTP ini sebagai pusat inovasi teknologi, transfer teknologi dan inkubasi bisnis.

CCSTP salaku tujuan wisata pendidikan

Bersamaan dengan peresmian CCSTP sebagian aktivitas pungsi CCSTP diresmikan oleh bupati Jember dr. Hj. Faida sebagai kawasan destinasi wisata pendidikan yang dibuka umum 1 agustus 2016.

Jadi meskipun kita datang ke lokasi pusat penelitian tapi jangan berpikiran wah tempatnya pasti kaku, banyak aturan dan bukan gue banget, karena pada kenyataannya ruang lingkup CCSTP ini lokasinya sangat nyaman dan ramah anak.

Menuju lokasi tertentu dari satu tempat ke tempat lai telah disediakan kendaraan semacam wara wiri atau ontang-anting yang dapat mengantarkan para pengunjung ke lokasi yang dituju.

Selain itu ada juga kafe dan minimarket yang memasarkan hasil pengolahan kakao menjadi berbagai macam olahan baik permen, minuman, maupun bahan campuran.

Objek kunjungan wisata pendidikan yang bisa dilakukan di CCSTP adalah:

1. Milestone puslitkoka dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi kopi dan kakao

2. Tour kebun (kebun koleksi plasma Nutfah kopi dan kakao, teknologi pembenihan, demplot bahan tanaman unggul kopi dan kakao, rekayasa bahan tanaman kopi dan kakao, rehabilitasi tanaman kakao dengan teknologi sambung-samping. Integrasi kebun kopi kakao dengan ternak. Penggunaan teknologi irigasi tetes dan fertigasi untuk kebun kopi dan kakao. Kawasan konservasi untuk penangkaran satwa yang dilindungi)

3. Workshop rekayasa alat dan mesin pengolahan kopi dan kakao.

4. Pabrik pengolahan hulu dan hilir kopi/kakao yg berétandar SNI dan ramah lingkungan (zero waste)

5. Reaktor biogas dan pemanfaatan teknologi yang berkaitan dengan energi terbarukan

6. Area bermain anak dan kolam renang

 

Teknologi proses pengolahan sekunder kopi

Biji kopi beras hasil pengolahan kopi premier dengan kadar air 12 %, yang Robusta disangrai menggunakan alat sangrai dan pembubuk skala laboratorium. Yang Arabika menggunakan mesin sangrai roaster sehingga kedua jenis kopi tersebut siap jadi biji kopi sangrai.

Biji kopi sangrai Robusta dilanjut mengunakan mesin pencampur bahan baku (mixer). Sedangkan biji kopi Arabika dihaluskan menggunakan mesin penghalus (Grinder) sehingga mudah diseduh. Lalu dikemas dan divakum menggunakan vacuum sealer. Baru dilanjutkan tahap selanjutnya menggunakan mesin pengemas sachet tipe roll sehingga lebih praktis, seragam dan disukai konsumen.

Teknologi proses pengolahan sekunder kakao

Biji kakao pertama masuk di tahap penyangraian. Dilanjut ke tahapan selanjutnya yaitu pengelupasan kulit arinya. Sampai itu kakao sudah sampai di tahap pemasta kasar.

Sebagian diolah lanjutan dengan penghalus pasta (adonan) yang selanjutnya masuk tahap koncing (pengangkatan kadar air) yang setelah itu baru adonan bisa diolah menjadi permén cokelat.

Sedangkan yang lainnya langsung menuju tahap pressing lemak kakao. Dilanjutkan dengan penghalusan,  kemudian pembubuk, pengayakan bubuk, lalu masuk proses pencampuran sesuai dengan tujuan mau dibentuk atau dibuat apa adonan kakao tersebut.

Berbagai jenis hasil olahan berbahan dasar kakao pun bisa kita bawa pulang sebagai oleh-oleh khas Jember untuk orang terdekat. Berikut ini sebagian kecil hasilnya:

Tertarik untuk membawanya? Mudah kok, tinggal membeli sesuai keinginan karena di dalam CCSTP terdapat minimarket dan kaffee. Selain dibawa pulang, bisa juga duduk santai on the spot sambil menikmati suasana.

 

Read more ...

Minggu, 23 Juni 2019

Wisata Kuliner Warung Kembang Jember

Wisata Kuliner Warung Kembang Jember

Perasaan baru saja makan, kok sekarang makan lagi? Perut apa muat menampung sekian banyak camilan dan makanan utama yang terhidang menggoda di meja? Begitu bisik-bisik saya dan suami, ketika kami rombongan Blogger Nasional peserta Sueger Fam Trip 2019 dibawa panitia yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Olahraga Jember serta Komunitas Blogger Jember kembali ke sebuah tempat yang ternyata adalah semacam restauran bermenu khas Jawa yang lokasinya sangat luas, rindang dan banyak spot cantik buat foto. Warung Kembang, namanya.

Warung Kembang Jember

Memang luar biasa. Sesuatu banget, baru berasa nikmatnya itu ketika belum sampai waktu duhur, kami sudah dijamu makan 3 kali di tempat yang berbeda. Enak-enak pula makanannya.

Pertama di rumah Afrizal, di daerah Kaliwates. Sarapan pagi terasa sangat nikmat setelah semalaman penuh kami tidur istirahat total. Sebelumnya hampir dua hari satu malam kami memang kurang tidur dalam perjalanan Jakarta – Jember di kereta. Jadi langsung tidur sangat nyenyak manakala ketemu kasur empuk di rumah Rizal. Pas bangun pagi, teh panas dan sarapan sudah siap, jelas dong tanpa nunggu ditawari dua kali kami langsung menyantapnya. Hehehe terimakasih Rizal dan keluarga...

Makan kedua di Hararu Japanese Food, makanan khas Jepang yang halal di Jember. Tepatnya berada di area Stasiun Jember. Itu tadi pagi eh, kemarin pagi sekitar jam 9 sampai 10. Lalu semua peserta Sueger Fam Trip 2019 naik kendaraan Hiace. Ada tiga buah kendaraan beriringan selain mobil dinas dan mobil pribadi para pegawai Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Jember entah menuju ke mana. Dan ternyata membawa kami ke Restauran Warung Kembang.

Nah makan yang ketiga kali ini di Warung Kembang... restauran ini saya amati bagus dan cocok untuk acara kumpul keluarga, acara komunitas atau ngedate sama si doi sekalipun. Lokasinya luas. Parkiran luas, ada panggung pertunjukan musik, fasilitas kamar mandi, toilet, banyak. Mushola juga ada.

Beberapa blogger dari luar kota dan luar provinsi yang baru datang di Jember pagi itu juga ada yang langsung istirahat tidur, mandi, dan nge-charge ponsel. Kebetulan rombongan blogger ini menempati areal lantai dua, dimana disana duduknya lesehan semua. Jadi yang mau tidur tinggal rebahan saja. Sambil menunggu saatnya makan dengan cara prasmanan.

Terkait menu, hidangan makanan dari restauran yang berlokasi di Jalan Raya Pancakarya Ajung, Jember ini juga enak. Menunya, wah beneran mantap. Ada camilan seperti pisang goreng, kentang goreng, edamame, es buah, minuman kunyit asam khas daerah Jember juga ada.

Menu utama juga gak kalah banyak. Mulai ikan goreng, ikan bakar, daging ayam, sayur asam, lalap sambal wah bikin ngiler semua pokoknya. Jadi meski ngakunya gak begitu lapar, tapi sayang kan kalau harus dilewatkan. Kami ikut makan lagi lah. Hahaha... Selain lokasi nyaman dan cocok untuk anak-anak, yang bikin beda di Warung Kembang ini adalah adanya live pentas musik. Yang setiap hari, pertunjukannya beda-beda. Ada musiz dangdut, jazz, lagu kenangan, dan lagu-lagu request dari pengunjung. Menikmati sajian khas dari Restauran Warung Kembang ini tidak salah kalau kami-kami yang lesehan di lantai dua ini serempak, abis makan langsung ngantuk dan pengen gogoleran...

Wisata kuliner Jember memang luar biasa ya nikmatnya. Ini baru sebagian saja yang kami cicipi. Pasti masih ada banyak wisata kuliner lain yang lebih istimewa.

Read more ...

Sabtu, 22 Juni 2019

Hararu Makanan Gaya Jepang Halal di Jember

Hararu Makanan Gaya Jepang Halal di Jember

Seharusnya semalam itu kami turun di Jember, tapi beralih jadi turun di Rambupuji karena akan ada Rizal youtuber asli Jember yang menjemput. Keluarga saya dan Elisa Koraag malam itu akan menginap di kediaman Rizal, sebelum memulai acara family trip yang akan dimulai hari ini, Sabtu 22 Juni 2019.

Begitulah akhirnya keluarga petualang dari Cianjur beserta Elisa Koraag menggunakan moda transportasi kereta api untuk menuju Jember Jawa Timur dalam rangka Sueger Fam Trip 2019. Sabtu pagi bertolak dari kediaman Rizal kami berkumpul di Hararu Kaffee yang berada di sekitar Stasiun Jember bersama 18 blogger nusantara lainnya yang berasal dari berbagai daerah ditambah 10 orang blogger lokal asal sekitaran Jember. Sueger Fam Trip 2019 ini acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jember bekerja sama dengan Komunitas Blogger Jember Sueger. Berkat itu semua saya dan keluarga akan bisa mengeksplor Jember selama 3 hari 2 malam ke depan. Cerita pertama yang akan saya ulas adalah tempat sarapan pertama kami ini di Hararu Japanese Food Jember

Hararu artinya halal. Karena tidak ada kata lafal L maka halal dalam dialek Jepang kata halal menjadi kata Hararu. Pemiliknya adalah kolaborasi dua orang akhwat cantik yaitu Mbak Febri dan Mbak Dian. Keduanya adalah sahabat Mbak Prita, blogger Jember sekaligus panitia acara Sueger Fam Trip 2019 ini.

Berkonsep ala Jepang, bangunan Hararu Japanese Food Jember yang terkesan mirip bangunan jadul itu sangat mencolok keberadaannya yang lokasinya persis ada di depan Stasiun Jember. Jl. Wijaya Kusuma No. 50 Patrang, Kabupaten Jember.

Saya perhatikan bangunan yang ditempati Hararu ini memang bangunan yang masih dalam ruang jangkau PT. KAI. Bentuk atap, kusen jendela semua mirip dengan bangunan jadul lainnya milik jawatan kereta api Indonesia. Yang keren itu design Hararu mempercantik bangunan jadulnya jadi tempat hang out yang kekinian. Kursi dibuat dari paduan drum dan kayu yang uratnya terlihat kontras. Lampion merah menyala digantung di langit langit kafe bikin suasana ramai terasa semakin semarak.

Kafe yang buka 24 jam ini sangat instagramable dan asik buat dikunjungi berbagai kalangan usia. Sambil nunggu jadwal keberangkatan kereta, kita bisa foto-foto beragam latar suasana di Hararu, disambi menikmati berbagai hidangan ala Jepang, pastinya.

Pagi tadi saya beserta keluarga dan rombongan blogger menikmati sajian yakitori. Sejenis sate yang terdiri dari bakso daging kelinci, daging ayam, paprika dan sosis sapi. Rasanya enak. Fahmi yang suka pilih-pilih makanan pun terlihat menikmati yakitorinya. Satu meja beramai-ramai dengan teman blogger dari berbagai daerah kami disajikan juga menu suki & yaki. Semacam olahan steambut atau shabu shabu gitulah. Sajian dari bakso, sosis, mie, sayuran serta jamur yang bisa kita masak sendiri, dicelupkan ke dalam air kaldu mendidih. Disantap selagi panas. Wah seru. Varian dari Suki & Yaki ini ada suki yo, suki dayo, dan kondazu. Jember yang terasa terik meski baru jam sembilan pagi lewat membuat kami sepakat untuk memesan minuman serba dingin. Banyak menu yang ditawarkan. Saya lihat pesanan Bunda Elisa adalah minuman virgin mojito. Suami memesan lime squash, sementara Fahmi minumnya orange sunrise. Saya memesan leccy berry saja. Selain menu yang kami cicipi itu, di Hararu Japanese Food Jember ini juga ada makanan khas Jepang lain seperti sushi. Beberapa sushi yang tersedia seperti hararu sushi, sushi nori, sushi tobiko dan ada tersedia juga camilan lain seperti kentang goreng, roppang, roppang ice, hararu wings, pisang caramel dan lain sebagainya.

Penasaran dengan Hararu Japanese Food Jember? Jika berkesempatan main ke Jember mampirlah di Hararu yang lokasinya berada di lapangan parkir Stasiun Jember.

Intip juga instargramnya di @hararu.jbr biar makin tahu banyak terkait makanan Jepang halal di Jember ini ya...

Read more ...