Minggu, 03 Desember 2023

Cara Mengatasi Sampah Plastik Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Cara Mengatasi Sampah Plastik di Lingkungan Sendiri Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Sebelum musim hujan turun, saya dan suami menggali kembali kolam ikan di belakang rumah supaya kelak saat air kembali normal, kolam ikan sudah bersih dan kedalaman nya sesuai dengan target.

Sudah beberapa tahun memang kolam ikan itu tidak kami keruk. Sehingga sampah dedaunan yang jatuh sudah menumpuk, membuat kolam menjadi dangkal dan ikan tak lagi leluasa berenang.

Namun ketika suami menggali hingga ke dasar kolam, tak hanya sampah dedaunan yang sudah menjadi humus yang kami temukan, namun juga banyak sampah plastik utuh yang sangat memberatkan.

Sampah plastik itu kemungkinan dari bungkus makanan jajanan anak yang diterbangkan angin terbawa terbang ke halaman belakang dan masuk kolam. Ada juga plastik kresek dengan warna yang beragam.

Sayangnya karena sampah plastik susah terurai, terendam air dan lumpur sampah-sampah itu bukannya busuk melainkan malah bikin mampet saluran air pembuangan. Tentu saja menjadi sumber utama pencemaran bagi tanah dan lingkungan kolam ikan. Beruntung saja ketika air kolam surut karena kekeringan, ikan tak mati keracunan. Kami langsung memindahkan ikan ke bak di kamar mandi supaya mendapatkan air mengalir dan segar.

Mengapa sih plastik dapat mencemari tanah lingkungan?

Ya karena sampah atau limbah plastik itu seperti kita tahu tidak mudah terurai oleh alam secara alamiah, sehingga akumulasi sampah plastik setiap tahunnya terus menumpuk.

Sampah-sampah plastik itu selanjutnya akan menjadi limbah tak terkelola dan akhirnya menimbulkan polusi yang akan merusak alam. Jelas merusak karena selain akan mencemari tanah, air, meracuni sumber air tanah dan juga dapat menyebabkan dampak kesehatan serius terhadap ikan dan manusia yang mengonsumsi ikan tersebut. Serem kan?

Apa saja permasalahan sampah plastik?

Itu hanya sebagian kecil dampak pencemaran  yang disebabkan sampah plastik di sekitar kolam ikan belakang rumah saya. Masih ada lho dampak atau bahaya dari sampah jenis plastik yang lebih besar lainnya, antara lain; pencemaran air laut yang dapat mengganggu rantai makanan dan membunuh hewan laut, pencemaran air tanah karena sampah plastik tidak mudah terurai, juga menjadi penyebab polusi udara yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia, menimbulkan racun karena kandungan zat pada jenis plastik tertentu.

Sampah plastik sudah terurai

Sayangnya meski kita tahu begitu besar dampak bahaya dari sampah plastik tapi tetap saja kita menggunakan plastik-plastik tersebut, bukan?

Lalu apa yang membuat kita tetap menggunakan plastik dan penggunaan sampah plastik itu terus meningkat?

Murah dan mudahnya penggunaan plastik menjadi faktor utama yang menyebabkan banyaknya yang masyarakat yang memanfaatkan plastik.

Setuju banget ketika ada pihak penjual yang memperketat penggunaan plastik dengan cara memberikan tarif untuk plastik yang akan digunakan, dan atau memberikan alternatif penggunaan tas daur ulang. Setidaknya hal itu bisa membatasi penggunaan plastik yang awalnya bisa dibilang bebas bahkan semena-mena.

Mungkin permasalahan sampah plastik yang akan datang bisa kita hentikan. Tapi bagaimana yang sudah terlanjur? Seperti plastik-plastik yang menumpuk di kolam ikan kami itu?

Jika sampah itu sudah ada, bagaimana cara mengolahnya supaya sampah itu tidak mencemari lingkungan?

Bicara soal lingkungan terkecil saja dulu, yakni rumah sendiri, maka hal kecil yang bisa kita lakukan sebagai upaya mengelola sampah (pada umumnya dulu) di rumah, melalui:

  • Mulai belajar mengelola sampah. Tidak ada kata terlambat secara sampah itu terus menerus dihasilkan selama ada kita manusia.
  • Tak perlu hiraukan nyinyiran tetangga atau pihak yang tidak menyukai apa yang kita lakukan. Niatkan saja hal sekecil apapun kita lakukan dapat membantu menyelamatkan lingkungan.
  • Mulai pisahkan tempat sampah untuk sampah organik dan sampah anorganik.
  • Ganti alas plastik sampah menjadi koran atau kardus.
  • Manfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos.
  • Jika memiliki keahlian dan keterampilan bisa mendaur ulang sampah anorganik kering menjadi kerajinan, atau hal lain yang lebih bermanfaat dan nilai jual.

Jika sudah terbiasa dengan pola hidup seperti itu, maka kita bisa mulai fokus mengatasi sampah plastik tersendiri, meski tetap kita masih berada dalam lingkungan terkecil alias rumah dan sekitarnya ya.

Pengelolaan sampah plastik di ruang lingkup rumah sendiri kami lakukan dengan cara:

🌼 Menjadikan sampah plastik sebagai wadah yang lebih bermanfaat. Seperti menjadikannya sebagai pot tanaman hias, dan sebagainya.

🌼 Mengumpulkan plastik daur ulang untuk kemudian diberikan kepada pengepul (bisa juga dijual sendiri)

🌼 Mengikuti pola pengelolaan sampah plastik yang sudah populer yaitu melalui konsep 3R yaitu Reduce (mengurangi penggunaan dan pembelian barang-barang berbahan dasar plastik terutama yang sekali pakai), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

Segitu saja sih upaya yang bisa kami lakukan untuk meminimalisir sampah plastik di rumah ini supaya tidak mencemari lingkungan.

Oke, deh! Kami lanjut mau menggali tanah di kolam ikan lagi ya, sebelum hujan keburu turun nih.

Postingan ini diikutsertakan dalam eco literasi aksi melestarikan bumi, Challenge Eco 3Dop Ibuku Content Creator

Tidak ada komentar:

Posting Komentar