Rabu, 26 Juni 2024

Selesaikah Penanaman Pendidikan Karakter Ketika Anak Lulus Sekolah Dasar?

Tidak terasa, enam tahun sudah Fahmi, putra saya mengenyam pendidikan sekolah dasar. Rabu 25 Juni 2024 kemarin adalah hari perpisahannya di sekolah.

Sebagai orang tua, tentu saja saya merasa senang anak berhasil lulus SD. Tapi sekaligus deg-degan dan khawatir karena kepikiran bahwa sejatinya fase kehidupan anak selanjutnya justru sebentar lagi datang menantang.

Saya merasa anak dituntut untuk menjadi (remaja) dewasa sebelum waktunya. Anak dianggap sudah bisa melepaskan predikat sebutan anak-anak dan berganti menjadi remaja, padahal jiwanya saya tahu anak saya masih kekanak-kanakan.

Jangankan menjadi anak yang mandiri dan berprestasi, sebagaimana anggapan orang di luar kalau sudah lulus SD itu artinya anak sudah bukan anak-anak lagi. Yang ada, justru anak saya mah masih manja, masih perlu banyak dibantu, diingatkan dan dibimbing.

Pendidikan Karakter tetap dibutuhkan di sekolah lanjutan
Setelah anak lulus SD, bagaimana nasib pendidikan karakternya?

Tamat SD Penanaman Pendidikan Karakter Selesai?

Tentu saja tidak. Selain saya menganggap anak saya masih kekanak-kanakan, juga ternyata di SD tempat sekolah anak saya itu kemarin begitu banyak menemukan kejadian permasalahan anak yang intinya masih perlu diberi pendidikan karakter untuk menanggulanginya.

Pagi kemarin di sekolah Fahmi, saya mengalami dua kejadian masalah anak-anak yang bikin geleng kepala. Bikin yakin kalau pendidikan karakter kedua anak tersebut masih kurang.

Pertama ketika saya melihat seorang anak bicara dengan nada tinggi. Mata melotot padahal lawan bicaranya adalah orang tuanya sendiri. Sepertinya anak tidak bisa menahan emosi karena jajanan yang diinginkan dilarang oleh ibunya.

Kedua ketika saya melihat seorang kakak kelas dengan tidak berperasaan memukul kepala adik kelas padahal tidak ada masalah apa-apa. Mungkin saja mereka bercanda. Tapi jika dilihat orang lain, tentu saja hal tersebut sangat tidak baik. Apalagi di lingkungan sekolah dengan para pelajar pelakunya.

Dua akhlak anak yang saya lihat itu pastinya tidak diinginkan oleh orang tua manapun, betul? Siapa sih orang tua yang mau anaknya tidak tahu etika dan sopan santun? Siapa sih yang mau anaknya ringan tangan terlebih kepada orang yang lebih muda?

Pendidikan Karakter sepanjang hayat

Pendidikan Karakter Tidak Mempan, Salah Siapa?

Tidak perlu saling menyalahkan. Karena menanamkan pendidikan karakter kepada anak adalah tugas setiap orang dewasa.

Dan orang dewasa disini juga harus dilihat lagi. Apakah orang dewasa tersebut paham akan pendidikan karakter, atau justru orang dewasanya tersebut juga kekurangan pendidikan karakter dan justru harus ditanamkan etika dan sopan santun yang sama sebagaimana menerapkannya kepada anak?

Bisa jadi anak berperilaku tidak baik, karena meniru orang dewasa di sekitarnya. Bisa orang lain, bisa juga orang tua atau guru mereka sendiri.

Yuk kita benahi interaksi kita dengan anak. Bisa jadi sifat dan karakter (tidak) baik yang dimiliki anak itu memang hasil belajar dan melihat dari lingkungan terdekat, atau justru mencontoh dari ibu bapaknya, kita sendiri.

Bukankah ada pepatah buah jatuh tidak akan jauh dari pohon. Jangan mengharap anak berakhlak mulia jika kita orang tuanya masih belum bisa menjadi contoh baginya...

Pendidikan Karakter bukan hanya untuk usia dini

Pendidikan Karakter Pendidikan Sepanjang Hayat

Jangankan baru lulus SD, setinggi lulusan sarjana, seperti pendidikan S1, S2 bahkan seorang doktor, kalau tidak mempunyai adab sopan santun dan nilai baik pendidikan karakter lainnya itu sama saja hasilnya dengan nol besar. 

Pesan Guru untuk Siswa yang Lulus

Tidak heran jika banyak guru yang selalu memberikan petuah dan nasihat kepada siswanya yang sudah lulus, untuk tetap memegang teguh karakter baik yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pesan yang paling penting dari seorang guru, dan ini tidak hanya ditujukan kepada anak, melainkan juga kepada orang tua siswa, bahwasanya jika ada peluang sogok, meskipun mampu, jangan dilakukan!

Daripada nyogok karena tidak bisa masuk sekolah negeri atau sekolah favorit karena kendala zonasi atau prestasi dan lainnya, lebih baik memilih masuk sekolah swasta.

Kenapa dilarang keras nyogok demi bisa masuk sekolah yang diinginkan? Karena jika diawal hidup saja sudah dibiasakan dengan nyogok, bersikap curang dan berseberangan dengan nilai pendidikan karakter jujur dan bekerja keras serta disiplin yang selama ini diajarkan, akan jadi apa masa depan kita?

Semua tahu jika negara kita sudah parah korupsinya. Jika sejak belia sudah biasa nyogok, mau jadi apa kelak dewasanya?

Apakah orang tua ridho membesarkan dan mengantarkan anak ke pintu kesuksesan melalui jalan curang?

Ketika masuk ke sekolah dengan jenjang lebih tinggi, tetaplah jadi orang jujur. Kalaupun mau masuk ke sekolah yang diinginkan, ya sesuaikan dengan kemampuan dan usaha yang dilakukan.

Pendidikan Karakter tetap dibutuhkan dalam kehidupan manusia

Pendidikan Karakter untuk Kehidupan

Di jaman sekarang, jangan terlalu terpaku pada persaingan nilai. Persaingan nilai akademik tidak akan mempengaruhi masa depan seseorang.

Jangan mau jadi anak pintar, karena teknologi sudah jauh lebih pintar. Jadilah anak yang berbudi pekerti luhur. Yang mengerti etika dan norma.

Sekarang jamannya bukan siapa yang rangking satu. Melainkan jaman berkarakter. Karakter jujur, karakter berani, karakter disiplin dan bertanggung jawab, semua pendidikan karakter itulah yang terpenting dalam kehidupan.

Yang akan membuat seseorang jadi terhormat dan mulia di kemudian hari adalah kejujuran dan nilai baik pendidikan karakter lainnya seperti mental bekerja keras, mental kedisiplinan, yang semuanya bisa membentuk pribadi yang baik.

Dan semuanya itu tentu saja tidak bisa didapat selama enam tahun di SD saja. Melainkan sepanjang hayat. Selama kehidupan terus berlanjut, selama itu pendidikan karakter diperlukan dalam kehidupan manusia.

Supaya pemahaman kita akan pendidikan karakter semakin dalam, yuk baca juga artikel Bagaimana Pentingnya Menerapkan Pendidikan Karakter di Era Modern. Semoga artikelnya bermanfaat ya...

Read more ...

Jumat, 21 Juni 2024

Pendidikan Karakter Belajar Menabung

Anak saya terlihat senang banget ketika pulang dari latihan untuk kenaikan kelas, sepeda yang diinginkannya sudah berada di rumah.

Lebih senang lagi saya, merasa penerapan pendidikan karakter belajar menabung kepada anak ini cukup berhasil. Semoga karakter baik gemar menabung ini terus bisa dipertahankan, jadi fondasi kuat yang mengakar dalam dirinya.

Perjuangan anak untuk mendapatkan sepeda itu memang tidak mudah dan cukup panjang. Hampir dua tahun ia menyisihkan uang jajannya untuk ditabung.

Awalnya anak juga merasa keberatan. Merasa tidak adil ketika uang jajannya harus “diambil sebagian”. Namun perlahan-lahan terus saya tanamkan pengertian menabung dan bagaimana kebiasaan baik ini sangat membantu saat kita dalam keadaan kesulitan secara finansial.

Termasuk ketika anak menginginkan untuk mengganti sepeda ke roda yang lebih besar, saya pikir keadaan ini bisa jadi celah untuk menerapkan dan menguatkan pendidikan karakter kepada anak. Maka pendidikan karakter rajin menabung pun saya fokuskan kepadanya.

Akhirnya ketika uang tabungannya terkumpul, sepeda incaran sudah didapat, kebahagiaan mana lagi yang bisa mendustakan?

Saat uang jajan sekecil dan sebesar apa pun selalu disisihkan anak. Seribu, dua ribu, sepuluh ribu sampai beberapa kali mendapatkan rezeki dari om dan tantenya hingga bisa sekaligus menyisihkan lima puluh ribu, sekian lama ia terus bersabar dan semangat untuk menyisihkan uang jajannya hingga terkumpul seharga sepeda yang diinginkannya.

Belajar Menabung Bagian dari Literasi Keuangan

Memberikan pemahaman literasi keuangan kepada anak itu ternyata tidak selalu berupa pelajaran tentang hitung-hitungan. Yang lebih riil bagi saya adalah secara langsung mengenalkan kepada anak bagaimana kita bisa mengelola uang yang didapatkan baik dari uang jajan, atau uang pemberian dari saudara.

Dan setelah berhasil mencapai tujuan (dalam hal ini anak bisa memiliki sepeda yang diinginkannya dari hasil menabung) saya jadi merasa yakin bahwa belajar menabung juga bisa jadi salah satu cara memberi pelajaran literasi keuangan kepada anak dengan cara yang menyenangkan.

Tentu saja penanaman pendidikan karakter dalam hal literasi keuangan ini tidak bisa sembarangan disampaikan. Tidak bisa disamakan kepada anak bagaimana penerimaan mereka, karena tingkat pemahaman anak satu sama lain jelas berbeda.

Menabung untuk Menentukan Keinginan atau Kebutuhan

Usia dan tumbuh kembang anak harus diperhatikan ketika orang tua akan menerapkan pendidikan karakter terkait literasi finansial.

Sejak kecil, saya dan suami selalu menjelaskan kepada anak kalau kita harus fokus kepada pemenuhan kebutuhan, bukan memenuhi keinginan.

Sebesar apa pun uang di tangan, jika masih menurut dan mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, uang yang kita miliki tetap tidak akan bersisa.

Menabung menentukan keinginan atau kebutuhan?

Sebaliknya, sekecil apa pun donasi yang disisihkan jika dilakukan dengan konsisten, lambat laun bakalan terkumpul menjadi nilai yang besar.

Usahakan sampai anak paham kenapa selalu diajarkan dan dibiasakan untuk memilah antara  keinginan dan kebutuhannya.

Setelah anak dirasa mampu dalam membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan, baru lanjut ke membuat skala prioritas.

Yuk, Mulai Belajar Menabung

Tidak mudah mengajak berlatih anak untuk membelanjakan sebagian uangnya. Kemudian menabungkan sebagian uangnya untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan yang mendadak di masa yang akan datang.

Sampai waktunya, anak diberikan pengertian tentang literasi keuangan belajar menabung. Menabung itu sendiri bisa diartikan sebagai menyisihkan sebagian uang yang dimilikinya untuk disimpan.

Manfaat Menabung

Bila anak tidak bisa menabung, jangan langsung disalahkan. Bisa jadi karena selama ini tidak pernah diberikan pemahaman terkait literasi keuangan.

Pelan tapi meyakinkan terus saja disoundingkan tentang manfaat menabung. Serta bagaimana mempraktikkan menabung.

Jangan sampai orang tua hanya banyak bicara dan menyuruh anak menabung. Tapi tidak pernah memberitahukan manfaatnya.

Karenanya, sebelum praktik menabung. Beritahukan lebih dulu manfaat menabung kepadanya.

Manfaat menabung:

Anak Bisa Lebih Menghargai Uang

Anak diajak belajar kalau untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, harus ada sejumlah uang untuk dibelanjakan.

Besar kecil uang yang dikumpulkan, mempengaruhi nilai atau jumlah tabungan yang dimiliki. Dengan demikian anak diharapkan bisa menghargai uang yang mereka miliki.

Menabung anak belajar menghargai uang

Anak Belajar Mengelola Uang

Uang yang dimiliki dengan cara mengumpulkannya sedikit demi sedikit, tidak akan dengan mudah untuk dibelanjakan.

Anak merasa bagaimana perjuangan mengumpulkan (menabung) begitu sulitnya. Sehingga anak akan belajar mengelola uangnya.

Anak juga ajak supaya memahami bahwa tidak semua keinginannya langsung bisa dipenuhi, hanya karena sedang memiliki uang di tangan. Semuanya tetap harus dipikirkan dan dipertimbangkan baik buruknya.

Anak Belajar Mandiri dan Disiplin

Sejak memulai belajar menabung, secara tidak langsung anaknsidah belajar untuk disiplin dengan memilah kebutuhan dan keinginan. Lalu membuat skala prioritas.

 Anak akan terbiasa mengeluarkan uang setelah mengikuti prioritas yang penting lebih dulu.

Anak Belajar Hemat dan Sederhana

Dengan mengetahui mana keinginan, mana kebutuhan, serta skala prioritas, anak akan belajar untuk mengatur pengeluarannya. Sehingga bisa menghemat uang dan hidup dalam kesederhanaan.

Anak Dilatih Membentuk Pribadi yang Sabar

Anak saya sudah tahu, tidak semua yang diinginkan dapat langsung didapat. Semuanya membutuhkan proses. Maka anak belajar untuk bersabar dalam mencapai apa yang diinginkannya.

Dua tahun anak saya belajar sabar mengumpulkan uang jajannya supaya bisa membeli sepeda yang diinginkan.

Dan masih banyak lagi manfaat menabung lainnya...

Pemahaman Anak Terhadap Dana Darurat

Akhirnya setelah anak belajar menabung dan memahami apa manfaatnya dari menabung, anak akan tahu jika ia memiliki uang lebih.

Uang tabungannya ini bisa disebut sebagai dana darurat, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Saat dana darurat dari uang tabungannya ini tersimpan dengan aman, kelak, jika ada kebutuhan yang mendesak, atau kejadian tidak terduga yang membutuhkan uang cepat, uang tabungannya yang berfungsi sebagai dana darurat ini tentu saja bisa dipakai.

Ketika orang tua sudah memberikan pendidikan karakter literasi keuangan melalui belajar menabung, diharapkan kedepannya tidak ada lagi yang mengeluh anaknya boros.

Tips anak menabung

Tips dan Trik Belajar Menabung untuk Anak

Belajar menabung sebagai bagian dari nilai pendidikan karakter bisa dimulai kapan saja.

Tidak harus langsung ke bank karena orang tua bisa mengajak anak belajar menabung sesuai usia anak di rumah saja dengan fasilitas yang ada.

Menabung Menggunakan Celengan

Bisa membelinya, atau membuat celengan sendiri dengan kreativitas masing-masing.

Usahakan celengan tertutup permanen untuk menghindari godaan ingin mengambil sebelum waktunya.

Menabung Semampunya

Setelah celengan tersedia ajak anak mulai mengisinya. Tidak perlu menabung memaksa diri dalam nominal besar. Isi celengan bisa mulai dengan recehan sisa uang jajan. Bisa dalam bentuk koin maupun kertas.

Pengertian uang receh bisa berbeda bagi tiap orang. Ada juga uang recehan dimulai dari sepuluh ribuan. Jadi tergantung dari kondisi ekonomi masing-masing saja ya.

Recehan Menjadi Impian

Dari uang tabungan berupa recehan koin bisa nantinya dijadikan logam mulia. Sudah banyak yang melakukan uang tabungan anak usia dininya dibelikan emas oleh orang tuanya.

Apalagi sekarang emas logam mulia sudah dapat dibeli dengan ukuran kecil. Tinggal orang tua yang mengarahkan. Supaya anak belajar menabung dengan disiplin sehingga impiannya bisa tercapai.

Manteman punya pengalaman tentang tips dan trik supaya anak semakin senang saat belajar menabung? Boleh share dong, siapa tahu manfaatnya bisa diikuti teman-teman lainnya...

Pendidikan karakter belajar menabung

Pesan untuk Orang Tua

Semua kendali ada di tangan orang tua. Termasuk penguatan pendidikan parakter belajar menabung yang ditanamkan sejak dini.

Segencar apapun orang tua mengajarkan anak untuk rajin menabung, tidak akan berhasil jika orang tuanya sendiri masih boros dan tidak memberikan contoh ya g baik.

Masih ada banyak contoh pendidikan karakter baik yang bisa diterapkan kepada anak selain belajar menabung. Salah satunya bisa dibaca di artikel Serba Serbi Pendidikan Karakter Antri. Yuk, dibaca sampai tuntas supaya ilmu akan dunia pendidikan karakter kita semakin bertambah.

Read more ...

Selasa, 18 Juni 2024

Penguatan Pendidikan Karakter Dengan Cara Menghindari Sifat Kurang Terpuji

Setelah sebelumnya membahas tentang Pendidikan Karakter Sifat Terpuji, maka bahasan pada artikel selanjutnya ini kita ulas mengenai bagaimana anak menghindari sifat tidak terpuji.

Manusia Tempat Baik dan Buruk

Benar, manusia itu pada dasarnya memiliki dua sifat, yakni sifat yang baik dan sifat kurang baik. Atau sifat terpuji dan sifat tidak terpuji.

Kedua sifat itu secara alamiah dapat dilakukan oleh siapapun. Sudah hukum alam bukan, kalau manusia dapat melakukan hal terpuji ataupun tidak terpuji?

Hanya, sebagai makhluk yang berakal, ketika melakukan kesalahan, setelahnya manusia hendaklah memperbaikinya. Manusia seharusnya belajar dari kesalahan, baik belajar dari pengalaman sendiri maupun melalui kesalahan atau pengalaman orang lain.

Saat ada anak yang melakukan hal kurang terpuji, kita beri nasihat dan ajak untuk tidak mengulanginya lagi. Tentu saja disertai menerangkan bagaimana sebab akibatnya.

Karena pasti anak yang melakukan kesalahan bakal merugikan orang lain. Maka yakinkan anak untuk paham jika kita tidak ingin dirugikan maka tidak boleh merendahkan bahkan merugikan orang lain.

Penguatan Pendidikan Karakter dengan Hindari Perbuatan Tidak Terpuji

Ada banyak contoh sifat kurang terpuji yang baik disengaja atau tidak, dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ajak anak untuk sebisa mungkin menghindarinya.

Contoh Sifat Kurang Terpuji

Membuang sampah sembarangan

Bersikap tidak sopan dan tidak ramah

Boros dalam menggunakan air dan listrik

Mengabaikan orang lain yang kesulitan

Tidak memberikan bantuan kepada yang membutuhkan

Tidak turut serta dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan

Berkata kasar dan menyakitkan

Tidak mengerjakan tugas

Selalu menghambur-hamburkan segala sesuatu

Tidak suka membersihkan dan merapikan kamar

Menebang pohon sembarangan

Berburu hewan langka

Berbohong atau tidak berkata jujur dan melakukan fitnah

Tidak menaati peraturan yang berlaku di Indonesia

Melanggar hukum

Merampas hak-hak orang lain

Mencederai hukum atau menggunakan hukum sesukanya

Menindas orang lain

Dan masih banyak lagi contoh perilaku tidak baik alias tidak terpuji yang bahkan masih kita lakukan.

Nah, mulai sekarang yuk, kita biasakan kepada anak untuk mulai berbuat baik, sekecil apa pun itu, dan hindari perbuatan tidak baik.

Apalagi ada sikap atau perbuatan yang tidak terpuji yang masuk ke dalam ranah “tidak bisa ditoleransi” lagi. Dalam arti, sikap tidak baik ini benar-benar sudah tidak mendapatkan “pengampunan” lagi.

Sikap tidak terpuji yang tidak bisa ditoleransi

Sikap Tidak Terpuji yang Tidak Perlu Ditoleransi

Setiap orang pasti pernah melakukan sikap yang buruk. Mungkin kita masih bisa memaafkan.

Tetapi ada beberapa sikap kurang baik yang tidak boleh ditoleransi. Melansir dari laman Hallosehat.com beberapa sikap buruk yang tidak boleh ditoleransi, di antaranya:

Manipulatif

Orang yang manipulatif dapat melakukan berbagai cara untuk membuat orang lain sebagai korban merasa bersalah dan mencurigai diri sendiri. Perbuatan dan sifat manipulatif sangat merugikan orang lain.

Suka Meremehkan Orang Lain

Setiap orang memerlukan kritik sebagai bahan pelajaran. Namun, ada kritik yang terkesan meremehkan, mencemooh, bahkan menjatuhkan karakter dengan ucapan yang tidak mengenakkan. Perilaku tersebut bukan sikap yang perlu dimaklumi.

Tidak Mau Mendengarkan

Sikap ini termasuk ke dalam sifat kurang terpuji dan manipulatif. Orang-orang yang tidak mau mendengarkan cenderung merasa dirinya selalu benar dan orang lain selalu salah. Orang-orang seperti ini patut dihindari.

Membuat Tidak Berdaya

Gaslighting, tetapi lebih dilakukan untuk membuat orang tidak berdaya, menggantikan untuk bicara, dan membuat orang lain berada dalam kendalinya.

Cara ini dilakukan untuk mengambil keuntungan dari berbagai hal yang diketahuinya.

Sikap tidak terpuji buang sampah sembarang

Suka Menghina

Menertawakan, mengejek, dan memperlihatkan gerakan fisik yang buruk seperti memutar bola mata yang bertujuan untuk menghina orang lain termasuk ke dalam perilaku buruk yang tidak patut untuk ditoleransi.

Melampiaskan Emosi

Dr. Craig Malkin menulis buku berjudul Rethinking Narcism yang menyatakan bahwa melampiaskan emosi merupakan salah satu cara yang sering dilakukan oleh orang-orang narsistik.

Ia akan berusaha membuat orang lain marah dan mendominasi perasaan orang lain. Hal itu sungguh tidak bisa ditoleransi lagi.

Mengabaikan Pikiran dan Perasaan

Jangan mengabaikan atau memendam perasaan dan pikiran. Baik dengan menertawakan atau tidak menganggap penting apa yang katakan.

Setiap hubungan harus saling menghargai pendapat dan perasaan satu sama lain. Jika yang terjadi malah sebaliknya maka perlu berpikir ulang mengenai hubungan tersebut.

Sering menekan untuk melakukan sesuatu

Ada yang suka menekan untuk menuruti kemauannya. Sebagian orang mungkin akan melakukannya karena rasa segan dan takut tidak memiliki teman lagi. Teman atau lingkungan yang suka menekan seperti itu harus dijauhi dan ditinggalkan.

Orang-orang seperti itu justru tidak boleh ditemani atau dijaga hubungannya.

Masih banyak lagi perbuatan yang kurang terpuji lainnya yang bisansaja dilakukan anak dan bahkan orang dewasa di sekitar kita.

Hindari perbuatan tidak terpuji, boros air dan boros listrik

Belum Terlambat...

Sebelum terlanjur masuk ke dalam lingkungan kurang terpuji, sebaiknya mari kita arahkan anak-anak sedari awal untuk tidak tergoda berbuat yang tidak terpuji tersebut.

Alih-alih membiarkan anak dalam mengambil sikap yang sembarangan, tidak ada salahnya kita para orang tua juga sambil belajar sekaligus mendampingi anak supaya bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Insyaallah, jika sudah terbiasa melakukan kebaikan, dan menghindari keburukan kelak anak menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Bagaimana pendidikan karakter dapat menciptakan pribadi yang berakhlak mulia? Manteman bisa baca ulasannya dalam artikel Pendidikan Karakter Sederhana Membentuk Manusia Sempurna ya...

Read more ...

Kamis, 13 Juni 2024

Begini Contoh Pendidikan Karakter Melatih Anak Berbuat Sifat Terpuji

“Bu, Pasya tadi bilang gukguk dan pig, Bu.”

Lapor anak perempuan saat jumpa di pengajian.

“Bu, tadi Iki juga merebut sepeda Fahri. Terus Fahri nangis, Bu...”

Laporan lainnya kembali terdengar.

“Oh... gitu ya! Baik. Selain itu, ada cerita apa lagi yang baik-baiknya yang sudah dilakukan kalian atau teman kalian? Ada enggak?”

Anak-anak semuanya diam saling melihat satu sama lain. Entah tidak ada perbuatan baik yang mereka lakukan, atau memang masih bingung hal baik yang mana yang telah mereka lakukan hari ini.

Jangankan anak-anak. Orang dewasa saja, kalau ditanya sudah melakukan hal baik apa hari ini? Mungkin ragu dan bingung untuk menjawab.

Kalaupun ada perbuatan baik yang sudah dilakukan, pikirnya masa iya kebaikan harus dipamerkan atau dibilang-bilang ke orang lain? Ntar dikira riya lagi...

Manusia Tempat Baik dan Buruk

Padahal sih, pada dasarnya, manusia memiliki dua sifat, yakni sifat yang baik dan sifat kurang baik.

Keduanya secara alamiah dapat dilakukan. Sudah hukum alam bukan kalau manusia dapat melakukan hal terpuji ataupun tidak terpuji?

Hanya, sebagai makhluk yang berakal, ketika melakukan kesalahan, manusia hendaklah memperbaikinya.

Itu tadi maksud saya selalu meminta kepada anak-anak menggaji di rumah, kalau ada anak yang berbuat kurang terpuji maupun yang terpuji, segera untuk dilaporkan. Bukan untuk apa-apa, melainkan sebagai cara supaya anak paham bagaimana menerapkan pendidikan karakter yang lebih baik kedepannya.

Saat ada anak yang melakukan hal kurang terpuji, kita beri nasihat dan ajak untuk tidak mengulanginya lagi. Tentu saja disertai sebab akibatnya.

Karena pasti anak yang melakukan kesalahan bakal merugikan orang lain. Maka yakinkan anak untuk paham jika kita tidak ingin dirugikan maka tidak boleh merendahkan bahkan merugikan orang lain.

Sebaliknya, saat melakukan hal yang terpuji, anak lain tidak ada salahnya untuk tahu, bukan untuk disombongkan, bukan. Tapi agar jadi inspirasi bagi yang lain dan diharapkan mereka terpacu untuk berlomba dalam berbuat kebaikan lainnya. Ya, sesederhana itu sih sebenarnya.

Sifat terpuji atau perbuatan baik seharusnya dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Meskipun untuk berbuat baik itu sulit untuk tetap konsisten, ya.

Karena banyak godaannya itulah, sejak kecil beberapa nilai-nilai kebaikan dalam pendidikan karakter berusaha ditanamkan secara mendasar. Dengan harapan semakin dewasa semakin terbiasa untuk terus berbuat baik.

Paling tidak anak sudah tahu mana hal baik dan mana hal buruk. Sehingga mereka bisa menentukan jalan mana yang harus ditempuh sesuai dengan hati nuraninya.

Anak-anak pengajian di rumah setiap satu minggu satu kali, dalam pelajaran Akidah dan Akhlak selalu diberikan pemahaman akan sifat terpuji dan sifat tidak terpuji.

Pendidikan karakter amanah

Pendidikan Karakter Perbuatan Baik Sederhana untuk Anak

Pada artikel kali ini kita bahas mengenai sifat yang terpujinya ya. Insyaallah artikel selanjutnya bersambung mengenai sifat kurang terpuji.

Contoh sifat terpuji sederhana bagi anak-anak yang dapat dilakukan di kehidupan sehari-hari:

Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab sebagai tindakan bersungguh-sungguh dan menerima segala risikonya. Bertanggung jawab menjadikan anak dapat melakukan kewajiban dengan baik.

Sebagai contoh, anak santri di kobong setiap selesai makan harus mencuci piring sebagai bentuk tanggung jawab atas piring-piring kotor bekas makanan.

Jujur

Jujur adalah tindakan tidak menyembunyikan sesuatu, yang sesuai dengan fakta atau kebenaran. Dengan bersikap jujur dapat menyelamatkan dan menghindari sikap gemar berbohong.

Contohnya ketika mengerjakan ujian harus bersikap jujur, tidak boleh menyontek.

Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Anak harus menjadi orang yang dapat dipercaya baik dalam perkataan ataupun tindakan.

Contoh bersikap amanah ketika melakukan tugas atau tanggung jawab yang telah diberikan dan berusaha diselesaikan dengan baik.

Rendah Hati

Rendah hati merupakan sikap yang menyadari kemampuan diri sendiri dan tidak sombong. Sifat rendah hati dapat membawa kesadaran dari kesalahan diri dan memperbaikinya.

Misalnya, anak yang orang tuanya kaya, memiliki uang dan mainan tidak terhitung tapi tetap bersikap rendah hati dari apa yang dimilikinya itu meskipun orang lain melihat hal tersebut sebagai kelebihan.

Tolong Menolong

Tolong menolong adalah sikap membantu orang dan meringankan bebannya.  Sebagai makhluk sosial kita tetap membutuhkan pertolongan orang lain.

Praktik dalam kehidupan nyata, ketika ada teman kesusahan kita harus membantu sebisa dan semampu kita.

Pendidikan karakter toleransi

Toleransi

Toleransi sebagai sikap menghargai sesama manusia dari mana pun asal dan latar belakang sangat dijunjung tinggi negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa, dan adat budaya.

Anak harus paham kalau perbedaan bukan menjadi halangan untuk berteman dengan siapa pun.

Sebagai contoh, ketika ada teman yang berbeda agama, berbeda suku bangsa dan adat istiadat kita harus berteman tanpa melihat agama dan sukunya.

Dermawan

Dermawan bisa diartikan tidak pelit. Sikap terpuji ketika ikhlas memberikan sebagian yang dipunyai kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Ketika terjadi bencana alam, siapa saja boleh membantu dan menyumbangkan uang, bahan makanan, atau pun baju.

Sifat baik dan terpuji lainnya

Tidak Boros, selalu menepati janji, sabar, menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, tidak iri, percaya diri, tidak berkata kotor atau kasar, tidak berbuat aniaya, dan masih banyak lagi.

Pendidikan karakter saling menghormati dan menghargai

Melakukan Kebaikan atau Keburukan itu Pilihan...

Ya, kembali kepada fitrah manusia sebagai tempatnya berbuat salah dan dosa, maka berbagai ajaran menyarankan untuk sejak dini menerapkan pendidikan karakter tentang kebaikan atau sifat terpuji.

Kalau pun pendidikan karakter itu sudah diterapkan tapi yang bersangkutan tetap melakukan perbuatan tidak baik, maka konsekuensi dan pertanggungjawaban nya ada pada pihak masing-masing.

Manteman, biar tidak berat sebelah, setelah bahasan pendidikan karakter perbuatan sifat terpuji ini ada artikel lanjutan mengenai Pendidikan Karakter Sifat Kurang Terpuji, ya. Yuk lanjut ke sana...

Read more ...

Selasa, 11 Juni 2024

Menerapkan Pendidikan Karakter Pada Anak Tidak Harus Membentak

Sering banget kita dengar atau baca, kalau katanya pendidikan karakter itu sebaiknya diterapkan sejak dini. Bahkan sejak janin masih dalam kandungan.

Atas pernyataan itu tidak jarang orang tua jadi begitu disiplin kepada anaknya, padahal si anak masih berusia balita.

Memang bagus sih, tapi harus ingat, tidak semua anak (balita) dapat menerima sistem pendidikan  secara tegas meskipun niatnya bagus, untuk kedisiplinan.

Banyak faktor yang ikut menentukan apakah anak balita cocok dengan sistem pendidikan tertentu, seperti ketegasan atau disiplin ini, atau tidak. Yang pasti, mendidik anak balita itu justru harus disertai banyak kasih dan sayang.

Termasuk ketika orang tua yang niatnya bersikap tegas kepada anak balita, tidak harus menerapkannya dengan membentak.

Dampak Jika Anak Sering Dibentak

Harus diperhatikan para orang tua jika membentak atau memarahi anak dapat berdampak traumatis jangka panjang pada perkembangan emosional dan psikologis anak.

Trauma seperti itu bisa mempengaruhi rasa percaya diri, kepercayaan diri, dan hubungan sosial anak di masa depan.

Perkembangan otak anak yang sering dibentak saat dimarahi, bisa terhambat. Selain timbul rasa takut, anak juga bisa merasa tidak berharga, sedih, kecewa dan terluka hatinya.

Akibat Anak Sering Dibentak:

Anak merasa takut

Ketakutan muncul karena merasa adanya ancaman yang bersifat bahaya baik dari aspek fisik, emosional maupun psikologis.

Anak kecil akan menjadi penakut disebabkan oleh pola asuh orang tua yang keras, kaku dan kadang disertai ancaman.

Ketakutan Dampak Membentak Anak

Menunjukkan perilaku agresif

Perilaku agresif adalah tingkah laku anak yang bertujuan melukai, baik secara verbal maupun nonverbal, yang menimbulkan permusuhan.

Beberapa contoh tindakan agresif anak: Tindakan kekerasan secara fisik, sering berteriak, sering mengumpat dan berkata kasar.

Menimbulkan masalah gangguan konsentrasi

Brain fog atau masalah gangguan konsentrasi adalah suatu sindrom di mana seseorang kesulitan untuk memusatkan fokus terhadap suatu hal.

Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya brain fog adalah kurang tidur, stres, hingga masalah kesehatan tertentu seperti trauma masa kecil.

Akibat jika anak tingkat konsentrasinya rendah akan cenderung mengalami kesulitan dalam memahami materi, mengingat informasi, dan lambat menyelesaikan tugas.

Anak jadi tidak percaya diri

Rasa kurang percaya diri pada anak muncul karena adanya ketakutan, keresahan, khawatir, dan muncul rasa tak yakin akan kemampuan dirinya sendiri.

Seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami lebih banyak tekanan akademis yang dapat menyebabkan semakin rendahnya harga diri. Terlebih ia mengalami kegagalan atau capaian tidak maksimal.

Menyebabkan trauma masa kecil

Childhood trauma dapat menimbulkan efek jangka panjang pada anak, sehingga dapat memengaruhi perasaan dan perilaku seseorang sampai ia beranjak dewasa.

Banyak bentuk trauma masa kanak-kanak, seperti: menyaksikan kekerasan, pengabaian fisik, pelecehan emosional, mendapatkan kekerasan fisik, pelecehan seksual dsb.

Harus diperhatikan bahwa luka trauma masa kanak-kanak yang belum sempat disembuhkan itu bisa jadi memunculkan luka emosional dan luka psikologis yang selanjutnya dapat mengganggu kehidupan anak.

Makna Memarahi Anak

Ada kalanya anak tidak mampu mengontrol perilakunya sendiri. Ada saatnya anak melawan atau bahkan berkelahi dengan temannya. Hal itu memang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kepribadian anak saat beranjak dewasa.

Namun bukan berarti orang tua memiliki kebebasan untuk memarahi apalagi membentaknya.

Jangan karena jengkel, merasa gengsi dan malu atas perilaku anak (yang padahal oleh orang lain dianggap wajar) lalu balik menghukum anak dengan dalih mendisiplinkan.

Memberikan hukuman kepada anak diperbolehkan. Tapi tentu saja ada tahapannya. Supaya orang tua bisa mengontrol diri saat memarahi anaknya, ingat kembali uraian di atas, mengenai bagaimana dampaknya jika anak sering dibentak.

Kita tidak ingin punya anak yang kelak, memiliki childhood trauma, bukan?

Tidak ada kata terlambat, mulai sekarang, coba rangkul anak kita dengan segala kesabaran dan kasih sayang. Terus tingkatkan kemampuan menahan emosi sehingga apa pun kesalahan anak sebagai orang tua sebisa mungkin menghindari membentaknya.

Trauma masa kecil menyebabkan anak sulit belajar

Bagaimana cara menghindari membentak anak?

Beri anak kesempatan untuk memilih

Alih-alih membentaknya, tapi kita coba ajak anak berkomunikasi dan beri pilihan, seperti misalnya kita tanya mau baca buku dulu atau sikat gigi dulu?

Bantu anak memahami situasi dengan deskripsi

Ketika anak lupa waktu padahal sudah berkali kita peringatkan, cukup perbanyak stok kesabaran saja.

Sambil terus beri anak pengertian supaya ia bisa memahami situasi. Bisa dengan cara mengajaknya melihat sekitar. Lalu ajak anak supaya ikut beraksi.

Seperti ketika waktu sudah malam. Tapi mainan bonekanya masih berceceran. Ajak anak untuk membawa semua bonekanya, bilang kalau mereka juga perlu istirahat, tidur dan mau tidur bersama pemiliknya sehingga anak merasa diakui keberadaannya.

Beri anak kesempatan

Selama tidak berbahaya observasi dulu apa yang dilakukan anak atau cukup beri peringatan.

Beri pengertian pada anak, kalau gunting itu tajam sekali. Kita khawatir anak kena dan terluka. Kalau anak butuh bantuan, bilang ayah atau ibu, yakinkan kalau meminta bantuan pasti dibantu.

Apa pun hasilnya, apresiasi hasil usaha anak

Ketika melihat banyak sekali mainan yang berantakan, katakan saja dengan jujur, kok mainannya berantakan?

Lalu pastikan kalau kita juga merasa senang karena si anak bisa berusaha bertanggung jawab dan sudah menyayangi mainannya.

Kalau sudah terlanjur membentak anak, bagaimana?

Ada pepatah gelas yang retak diperbaiki dengan cara apa pun tetap tidak akan sempurna kembali seperti semula. Tapi tidak demikian dengan hubungan antara orang tua dan anak.

Sebagai manusia pada umumnya, sesuai ajaran pendidikan karakter yang sudah kita terima dari para leluhur, yakni jika kita telah melakukan kesalahan maka wajib hukumnya untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Saat kita sebagai orang tua sudah terlanjur membentak anak, lalu apa yang harus kita lakukan?

Minta maaf kepada anak

Meski anak mungkin akan tetap menyayangi orang tuanya, meski ikatan batin anak dan orang tua tidak akan mudah terlepas begitu saja, tapi anak tetap berhak dihargai. Mama meminta maaflah kepada anak. Lakukan itu dengan tulus.

Terapkan rasio John Gottman 1:5

Menerapkan rasio 1:5 meski tidak mudah tapi kalau sudah mencoba ke depannya akan terbiasa.

Saat orang tua sudah melakukan satu kali kelepasan membentak anak, lakukan hal yang dapat menciptakan 5 perasaan positif untuk anak. Kalahkan satu kali bentakan dengan lima kali kenyamanan dan kebahagiaan anak.

Berusaha untuk tidak mengulangi

Memang bukan proses yang instan, tapi juga bukan berarti tidak bisa diusahakan.

Kenakalan anak selagi dalam tumbuh kembang yang baik, jalani saja dengan penuh kasih dan sayang sehingga apa yang tertanam dalam benak anak adalah perasaan diakui dan keberadaannya begitu dibanggakan.

Pendidikan karakter orang tua bahagia

Pesan untuk orang tua

Ada yang bilang menjadi orang tua itu belajarnya sepanjang masa. Tidak ada bangku sekolahnya tapi ilmu dan praktiknya diperlukan sepanjang usia. Karena itu setiap orang tua memiliki perbedaan dalam cara mendidik anak-anaknya.

Pendidikan karakter yang diterapkan kepada anak satu sama lain tidak mutlak harus sama. Jika perilaku orang tua baik, anak pun dengan sendirinya akan mencontoh.

Dan tidak boleh dilupakan jika tumbuh kembang anak sejatinya tidak hanya didapat dari arahan orang tua saja, tapi juga dari lingkungan terdekatnya seperti sekolah, guru dan lingkungan tempat tinggal.

Supaya orang tua bisa lebih memahami karakter anak, coba lihat dan baca kembali artikel Pengamalan Pendidikan Karakter Dalam Konsep Merdeka Belajar. Diharapkan setelah membaca artikel tersebut orang tua jaman now bisa memposisikan diri bagaimana mendampingi anak belajar di masa sekarang ini...

Read more ...

Jumat, 07 Juni 2024

Rahasia Pendidikan Karakter Cegah Perundungan

Ada rahasia yang mungkin orang belum tahu, jika pendidikan karakter bisa mencegah aksi perundungan atau bullying dalam sistem pendidikan di Indonesia

Anak dan Aksi Perundungan atau Bullying

Tiba-tiba terdengar suara anak menangis. Segera saya menuju ke tempat mengaji dan mendapatkan Kahfi yang sedang terisak di pojokan.

Sementara anak-anak mengaji yang lebih besar, terlihat memegangi Aksa, sambil menasihatinya, di dekat tempat mengaji perempuan.

Sepertinya Kahfi dan Aksa berantem, lalu salah satu dari mereka kemudian menangis.

Setelah Aksa berhasil ditenangkan, dan Kahfi juga sudah reda tangisannya, keduanya saya bawa ke dalam dan menanyai mereka, kenapa bisa berantem dan menangis hingga mengganggu jalannya kegiatan mengaji anak-anak lain.

“Aksa buli saya, Bu. Katanya bapak saya Iwan pekerjaan tukang bakwan. Padahal bapak saya guru. Saya balik katain bapaknya eh malah marah dan memukul. Nih kepala Afi sakit, Bu...” demikian pengaduan Kahfi.

“Siapa yang ngebuli? Cuma bilang nama bapak kamu aja kok...!” Bantah Aksa gak terima.

“Itu kamu juga marah-marah waktu Afi balik katain bapak kamu. Malah mukul Afi. Gak senang kan dibuli? Kalau Afi balik pukul kamu, mau gak?” Amarah Kahfi sepertinya muncul lagi.

Segera saya lerai mereka dan menasihati keduanya. Sambil memberikan pengertian kalau ngata-ngatain nama orang tua itu memang tidak sopan. Tidak baik karena bisa menimbulkan perkelahian.

Saling mengejek nama orang tua kerap jadi bibit bullying di tengah suasana belajar atau bermain mereka. Untuk itu seharusnya segera ditindak supaya bibit bullying yang muncul bisa segera dibasmi tuntas.

Setelah sekian lama dinasihati akhirnya keduanya tampak mulai tenang lagi. Mereka pun saling bermaafan dan berjanji tidak akan mengulangi saling menyebut nama orang tua ketika bermain.

Rahasia Pendidikan Karakter Cegah Perundungan di Indonesia

Bibit Perundungan

Perlu diwaspadai kalau perundungan atau bullying bisa muncul karena disebabkan oleh hal kecil atau sepele.

Seperti perlakuan Aksa kepada Kahfi, yang menyebut nama orang tua Kahfi dengan nada mengejek. Meski niat Aksa hanya sekadar bermain dan bercanda, nyatanya hal itu sangat melukai perasaan Kahfi.

Dan ternyata ketika Kahfi balik mengatakan nama orang tua kepada Aksa, ia pun sama tidak terima hingga merasa marah dan memukul Kahfi.

Saling mengejek nama sepintas bukanlah hal besar. Tapi harus diwaspadai jika perilaku tersebut justru telah termasuk aksi perundungan alias bullying.

Jenis Perundungan

Ada beberapa jenis tindakan perundangan atau bullying yang perlu kita ketahui, yaitu:

Perundungan fisik

Perundungan fisik adalah salah satu jenis bullying yang bisa terlihat dengan jelas dan dirasakan langsung oleh korban.

Perundungan verbal

Seperti kejadian saling mengejek nama orang tua antara Aksa dan Kahfi. Ucapan dan kalimat yang membuat seseorang sakit hati, termasuk ke dalam perundungan verbal.

Cyberbullying

Perundungan yang terjadi di dunia maya. Cyberbullying (perundungan siber) adalah perilaku yang disengaja untuk menyakiti orang lain secara online.

Meski dilakukan secara daring, tapi tetap jadi masalah serius terutama dampaknya bisa mengganggu emosional dan psikologis.

Pelecehan seksual

Pelecehan seksual adalah perilaku yang mengarah kepada hal-hal seksual secara sepihak dan perilaku yang tidak diharapkan itu menimbulkan reaksi malu, marah, benci, tersinggung dan sebagainya yang mengakibatkan tertekan.

Perundungan emosional

Perundungan emosional terjadi ketika pelaku mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara membuat korban merasa marah, takut, cemas, dan tidak nyaman.

Jika tidak segera dihentikan dapat menyebabkan korban mengalami gangguan pada perkembangan kondisi kesehatan mentalnya.

Apapun jenisnya perundungan tetap harus segera dihentikan dan sumbernya diberantas tuntas.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah perundungan?

Angkat topik bullying dalam obrolan

Agar anak sadar atau aware soal bullying dan tidak melakukannya. Semakin banyak wawasan semakin tebal dinding pembatas terhindar dari aksi perundungan

Biasakan anak kerja sama

Sengaja adakan kegiatan atau pembelajaran secara kelompok sehingga satu dengan lainnya bisa berinteraksi, saling membantu dan kerja sama.

Responsif

Saat muncul bibit-bibit bullying segera ambil tindakan untuk mencegah terjadinya aksi perundungan yang lebih jauh.

Hadapi pelaku bullying

Pelaku bullying jelas perlu ditindak tegas. Beri pemahaman supaya sadar dengan kerugian yang sudah dilakukannya.

Libatkan orang tua

Seperti permasalahan Aksa dan Kahfi, saya segera memberitahu orang tua mereka dengan maksud supaya anak juga dinasihati di rumah dan dipantau pergaulannya baik di sekolah maupun di tempat lain.

Mempertebal ajaran pendidikan karakter

Kalau di tempat mengaji kami masuknya ke Aqidah Akhlak. Sehingga anak terus diberi pendidikan mengenai hal baik dan buruk secara maksimal untuk menghindari aksi bullying.

Tegakkan Aturan

Membuat aturan tegas sehingga anak tidak berani melakukan hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain

Mengajarkan Keberanian

Berani untuk berkata tidak pada teman yang mengajak melakukan aksi perundungan. Berani bicara atau melaporkan jika ia menjadi korban perundungan atau melihat aksi perundungan.

Gencar bersosialisasi

Memberikan sosialisasi tentang dampak buruk aksi bullying. Sehingga siapapun tidak coba-coba melakukan aksi perundungan

Tingkatkan toleransi

Memberikan sosialisasi tentang pendidikan krakter toleransi. Karena dengan sikap toleransi ini setiap orang akan saling menghormati dan menghargai, sehingga kemungkinan besar terhindar dari bibit-bibit bullying

Tegakkan hukum

Memberikan sanksi yang berat kepada pelaku bullying. Jika tidak bisa diingatkan, tidak bisa diperingatkan pelaku bullying tidak ada jalan lain memang harus diberikan sanksi atau hukuman sesuai dengan aturan dan perundang-undangan.

Perbaiki Komunikasi

Menciptakan komunikasi yang terbuka dan lebih baik. Sehingga setiap ada masalah bisa diketahui sejak dini dan segera bisa diambil solusinya.

Mengadakan kegiatan anti bully

Mengadakan kegiatan anti perundungan. Bisa lewat tatap muka, melalui seminar, atau melalui media lainnya.

Stop bullying

Peran pendidikan karakter dalam mencegah perundungan di Indonesia

Pendidikan karakter memainkan peran yang sangat penting dalam mencegah perundungan di Indonesia.

Perundungan atau bullying dapat merusak lingkungan belajar, mengganggu perkembangan siswa, dan menciptakan ketidakamanan emosional.

Kita tahu kalau pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan moral, etika, dan nilai-nilai yang mendorong sikap positif dan penghargaan terhadap orang lain.

Rahasia Pendidikan Karakter Cegah Perundungan

Berikut beberapa rahasia di mana pendidikan karakter dapat membantu mencegah perundungan:

Rahasia Pengembangan Empati dan Keterampilan Sosial

Pendidikan karakter empati bisa membantu untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Pendidikan Karakter mengajarkan bagaimana pentingnya empati, serta mempromosikan keterampilan sosial yang sehat.

Orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang perasaan orang lain cenderung lebih berempati dan kurang cenderung melakukan perundungan.

Rahasia Pengajaran Nilai-nilai Moral

Melalui kurikulum dan pengalaman di sekolah, nilai-nilai moral pendidikan karakter seperti menghormati, toleransi, kejujuran, dan tanggung jawab semua diajarkan, bukan? Hal itu dapat membentuk landasan moral yang kuat dan membantu mencegah perilaku perundungan.

Rahasia Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan Positif

Melalui pelatihan kepemimpinan dan pembentukan karakter baik, akan diajarkan cara menjadi pemimpin yang baik dan membawa perubahan positif.

Orang yang memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik cenderung mengurangi insiden perundungan dengan mempengaruhi lingkungan sekitarnya secara positif.

Rahasia Pembentukan Budaya yang Aman dan Inklusif

Lingkungan baik itu sekolah maupun keluarga yang menerapkan pendidikan karakter secara konsisten turut membangun budaya yang mendorong keamanan, inklusi, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Hal tersebut bisa menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi semua orang dan mengurangi potensi terjadinya perundungan.

Rahasia Pengajaran Keterampilan Penyelesaian Konflik dan Penerimaan Diri

Pendidikan karakter membantu kita belajar bagaimana cara menyelesaikan konflik secara damai, serta menerima dan menghargai perbedaan.

Orang yang merasa lebih percaya diri dan mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif cenderung tidak akan terlibat dalam perilaku perundungan.

Kalahkan Perundungan dan Bullying dengan Penguatan Pendidikan Karakter

Kesimpulan

Pendidikan Karakter adalah pondasi tentang perilaku kebaikan yang harus ditanamkan sejak dini.

Menerapkan pendidikan karakter yang kuat dan konsisten di seluruh sistem pendidikan akan membantu membentuk generasi yang lebih sadar akan nilai-nilai positif, menghormati orang lain, dan mencegah terjadinya perundungan.

Orang tua, guru, lingkungan tempat tinggal atau sekolah dan pengambil kebijakan perlu bekerja sama untuk memastikan pendidikan karakter terintegrasi dengan baik sehingga jangankan aksi perundungan, bibit-bibitnya saja tidak diberi celah untuk masuk ke dalam dunia anak-anak kita.

Selain mencegah aksi perundungan, pendidikan karakter juga mengajarkan bagaimana kita bisa hidup aman dan nyaman saat bermasyarakat. Untuk itu manteman perlu baca juga artikel Bagaimana Orang di Luar Negeri Lebih Takut Anak Tidak Bisa Antre, Daripada Tidak Paham Ilmu Matematika.

Sampai jumpa di artikel pendidikan karakter selanjutnya ya...

Read more ...

Kamis, 06 Juni 2024

Begini rasanya jadi korban kang pharming...

Another stupidity...

Itu yang saya ungkapkan sebagai bentuk kekesalan, kemarahan sekaligus kesedihan dan penyesalan pada diri sendiri, yang semuanya berkumpul jadi satu.

Tertipu Tukang Pharming

Kok bisa saya tiba-tiba percaya saja sama kang pharming, akun bodong di Instagram. Lalu saya nge-klik, isi data ini itu, eh dan tidak sampai 10 menit, semua isi rekening berpindah!

Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, tabungan yang sekian lama saya kumpulkan hasil jerih payah dari tetes demi tetes keringat bersisa tinggal Rp148.500 saja!

Nyesek!

Tidak ingin ada orang yang mengalami kesakitan dan penyesalan bergunung-gunung seperti yang saya alami, meski malu dan seolah mempertontonkan aib sendiri, saya pun segera buat status di sosial media.

Menginformasikan kejadian yang saya alami, kalau saya kena kejahatan tukang pharming.

Apa yang dimaksud dengan pharming?

Pharming itu istilah untuk aksi penipuan online yang melibatkan penggunaan kode berbahaya untuk mengarahkan sang korban ke situs web palsu dalam upaya mencuri data yang diinginkan.

Baca dari berbagai referensi, istilah pharming juga disebutkan sebagai proses dua langkah yang dimulai dengan memasang kode berbahaya di komputer atau server korban oleh penyerang.

Kurang paham juga bagaimana sistem kerja haram seperti itu secara rincinya. Yang pasti buat manteman mulai sekarang harus hati-hati ya.

Terkhusus manteman yang punya rekening Bank BRI seperti saya. Jangan percaya sama akun abal-abal yang mengatasnamakan BRI yang menawarkan biaya transfer murah dan sebagainya.

Jangan sampai tertipu oleh akun bodong itu seperti saya. Jangan sampai bernasib seperti saldo rekening BRI saya yang mendadak ludes dalam sekejap mata.

Jangan sampai ada lagi korban penipuan oleh akun BRI yang katanya sudah berjalan cukup lama itu.

Buat manteman yang melihat akun BRI tanpa centang biru dan mencurigakan, supaya bisa #MemberiMaknaIndonesia abaikan saja, kalau perlu blokir dan laporkan.

Saya membagikan pengalaman ini semata-mata supaya tidak ada lagi yang tertipu seperti saya. Jadikan pengalaman sedih saya jadi pelajaran berharga untuk manteman semuanya. Cukup saya yang sudah jadi korbannya.

Terjerat Pharming

Banyak yang tanya kok bisa saya kena tipu kang pharming?

Awalnya tidak sengaja saya melihat ada link yang katanya praktis dan cepat untuk proses transaksi dengan biaya transfer gratis. Lah kok saya iseng banget, malah saya klik.

Lalu mengarah ke web Bank BRI (palsu). Dan saya percaya saja mengisi data-data. Tidak berapa lama ada notifikasi transfer keluar dari rekening saya.

Barulah saya sadar, saya sudah kena tipu! Begitu bodohnya saya... Jika ingat pengalaman di tahun 2022 itu, hanya rasa sedih, marah dan jengkel yang saya rasakan. Tanpa tahu harus bagaimana melampiaskannya...

Modus penipuan pharming
Modus penipuan umpan pharming

Perbankan dan Kriminal

Dunia perbankan memang rawan dengan tindak kriminal penipuan dengan berbagai modus yang dijalankan.

Salah satunya skimming pada kartu ATM yang dilakukan oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Skimming dan Phishing

Skimming termasuk salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Mungkin masih bingung, istilah phishing ini salah satu ancaman kejahatan yang dilakukan dengan cara mencuri data penting orang lain, termasuk data bank seperti nomor rekening, data ATM seperti nomor kartu dan PIN, serta data kartu kredit seperti nomor dan jenis kartu serta PIN, dan lain sebagainya.

Banyak diberitakan kalau teknik skimming ini dilakukan dengan cara menggunakan alat yang ditempelkan pada mulut mesin ATM dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer.

Modus operasinya adalah menduplikat data dari magnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Selain di mesin ATM, tindak kriminal skimming juga bisa dilakukan di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang biasa terdapat di kasir toko.

Metode Skimming

Informasi yang saya baca, ada dua metode skimming pada mesin EDC.

Skimmer

Metode pertama yaitu dengan menyematkan alat skimmer khusus pada mesin EDC dan yang kedua dengan metode yang lebih sulit untuk dilakukan yaitu wire tapping.

Wire Tapping

Metode wire tapping ini sendiri bertujuan menyadap saluran komunikasi data antara koneksi mesin EDC dan mesin kasir menuju transaksi keuangan ke bank.

Rugi sekali bukan kalau kita terkena tipu daya skimming ini.

Melihat banyaknya kemungkinan tindak kriminal seperti itu, perlu banget kita tahu bagaimana cara menghindarinya.

Upaya Menghindari Skimming

Kita tahu kalau Kartu Debit atau Kartu Kredit ini ibarat kunci untuk kita melakukan transaksi keuangan di mesin ATM atau EDC.

Sama halnya dengan kunci pada umumnya, penampakan fisik kartu yang kita miliki, biasanya sama dengan kartu Debit atau kartu Kredit milik orang lain.

Maka dari itu, kartu Debit atau Kredit kita dilengkapi dengan PIN atau Personal Identification Number dan 16 digit (atau antara 13-19 digit) Payment Account Number (PAN) yang menjadi identitas khusus kartu tersebut.

Tips aman perbankan

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga keamanan dan privasi dari kartu Debit atau kartu Kredit kita adalah dengan:

Perkuat Tanda Tangan

Menandatangani bagian belakang kartu jika tidak terdapat nomor kartu. Tepatnya tanda tangan di panel tanda tangan pemegang kartu yang diotorisasi (authorized signature) yang berada dibawah pita magnetik.

Gunakan PIN Tersulit Ditebak

Saat memilih nomor PIN, hindari nomor-nomor atau huruf yang mudah ditebak. Jangan gunakan inisial, tanggal lahir, nomor telepon atau kombinasinya. Cari yang unik dan sulit ditebak.

Sembunyikan PIN

Hafalkan nomor PIN dan saat akan menekan nomor PIN, pastikan menutupi tombolnya, sehingga tidak bisa dilihat oleh orang lain.

Rutin Ganti PIN

Ganti PIN kartu secara berkala. Biar tidak lupa, catat dan simpan di tempat yang aman.

Perhatikan Hal Berikut Saat Transaksi

Selain tips di atas, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan agar transaksi dengan menggunakan kartu bisa dilakukan dengan aman dan nyaman, yaitu:

Simpan data dan informasi kartu perbankan hanya untuk diri sendiri. Jangan sembarang kasih ke pihak yang tidak jelas.

Periksa setiap kuitansi atau slip transaksi dengan teliti. Segera laporkan kepada bank apabila terdapat perbedaan atau kesalahan.

Jangan pernah menandatangani slip transaksi kosong.

Untuk tetap #MemberiMaknaIndonesia waspada saat bertransaksi menggunakan kartu.

Perhatikan apakah ada kejanggalan pada mesin ATM. Misalnya apakah ada kabel yang terlepas atau ada yang berbeda.

Jika menemukan slot kartu pada mesin ATM, terbuat dari plastik tipis, atau ada benda asing dibagian dalam mulut ATM, maka ATM tersebut patut dicurigai.

Perhatikan juga lokasi dan lingkungan tempat ATM berada. Hindari ATM yang cenderung gelap, tanpa security dan kamera CCTV.

Modus penipuan perbankan
Surat hoax mengatasnamakan Bank BRI

Informasi Resmi Bank BRI

Baru-baru ini diberitakan juga beredar surat yang mengatasnamakan Bank BRI dengan perihal pengembalian dana ganti rugi. Pihak Bank BRI sudah menginformasikan bahwa surat tersebut adalah hoax.

Surat itu disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab melalui jejaring pesan singkat dengan mengatasnamakan Bank BRI.

Bank BRI mengimbau masyarakat #BilangAjaGak untuk semua jenis modus penipuan. Berhati-hati dan tidak mudah mempercayai terhadap berbagai bentuk informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi resmi nasabah dapat mengunjungi Kantor BRI terdekat atau menghubungi Contact BRI di nomor 1500017.

Informasi resmi Bank BRI

Pesan Hadapi Modus Aplikasi Bodong

Saya pribadi kembali mengingatkan manteman harus teliti membaca dan cermati setiap pesan yang diterima. Jangan meng-klik jika ada yang mengirimkan file APK terutama dari contact yang tidak kita kenal.

Makin canggih teknologi makin bermacam-macam juga modus penipuan. Jadi kita harus tetap waspada ya, manteman.

Referensi

https://www.facebook.com/meta.maftuhah

https://www.kaspersky.com/resource-center/definitions/pharming

https://sikapiuangmu.ojk.go.id

Read more ...

Minggu, 02 Juni 2024

Serba-serbi Pendidikan Karakter Antre

Waktu saya kerja di negara maju tepatnya di Singapura, Hong Kong dan Taiwan, anak majikan yang masih sekolah di TK sering minta diajari bagaimana cara menyimpan peralatan makan dan minum ke dalam tempatnya, bagaimana cara melipat selimut, sampai cara membilas kain pel. Katanya di sekolah sebenarnya sudah diajarkan juga, cuma sering lupa.

Saya awalnya heran, kok anak sekolah di luar negeri disuruh belajar pekerjaan rumah tangga seperti itu, ya? Bukannya belajar menulis, berhitung dan membaca?

Anak-anak dan majikan cerita kalau di sekolah usia TK di negara mereka memang lebih banyak diajarkan keterampilan dan pendidikan karakter kebiasaan baik. Makanya hampir setiap hari minta ditemani dan dibimbing mengerjakan PR-nya itu yang salah satu contohnya bagaimana cara melipat kain yang baik dan benar itu tadi. Sisanya baru pelajaran berhitung, membaca dan menulis.

Negara Maju Lebih Khawatir Anak Tidak Bisa Mengantri Ketimbang Tidak Bisa Matematika

Beberapa hari lalu, saya membaca artikel di sebuah sosial media mengenai seorang guru di Kupang, Nusa Tenggara Timur, namanya Daniel Tapobali, membuat status yang menceritakan tentang perbandingan pola pendidikan di negara maju dengan pendidikan di Indonesia.

Menurut Daniel, ada seorang guru di Australia yang mengatakan kalau guru-guru di sana tidak terlalu khawatir akan anak-anak sekolah dasar yang tidak pandai Matematika. Mereka, para guru di Australia jauh lebih khawatir jika anak-anak didiknya tidak pandai mengantri (antre).

Jadi maksudnya, para guru di sekolah tersebut merasa lebih khawatir kalau anak-anak nya tidak bisa mengantri, daripada tidak bisa pelajaran Matematika.

Jelas jauh berbeda dengan kondisi di negara kita, bukan? Dimana orang tua justru khawatir dan malu kalau anaknya mau lulus TK, tapi belum lancar membaca, menulis dan berhitung. Tidak peduli apakah anaknya sudah bisa menghormati dan atau menghargai orang lain, atau belum.

Yang ada, pengalaman saya sendiri, ada orang tua secara tidak langsung justru memberi contoh kepada anaknya untuk melibas orang lain demi kepentingan sendiri.

Contohnya bulan puasa kemarin, saya sampai terlibat war takjil gara-gara seseibu nyerobot antrian goreng ayam yang saya tungguin  demi anaknya yang katanya berpuasa.

Saya jelas gak terima dong, makanya saya lawan. Lah anak saya juga berpuasa, makanya sabar antri demi memenuhi keinginannya berbuka dengan goreng ayam yang gerainya masih baru di tempat saya.

Saya tidak habis pikir kok ada orang tua di depan anaknya malah berbuat tidak sopan, dan bahkan jelas menindas dan merugikan orang lain. Apa gak malu memberi contoh buruk kepada anaknya di depan banyak orang?

Bisa mengantre lebih utama daripada bisa matematika

Serba-serbi Pendidikan Karakter Mengantre

Kenapa para guru di sekolah luar negeri justru merasa lebih khawatir kalau anak-anak nya tidak bisa mengantri, daripada tidak bisa pelajaran Matematika? Kebalikan dengan salah satu contoh kondisi di kampung saya tadi, kan?

Jawabannya cukup panjang dan detail...

Pertama, karena para guru di sana yakin kalau hanya perlu mengajarkan dan melatih anak didik sekitar 3 bulan saja untuk bisa pelajaran matematika. Bahkan bisa kurang dari itu jika belajar nya dilakukan secara intensif untuk bisa Matematika.

Sementara para guru, dan juga orang tua di rumah perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih (bayangkan!) untuk membiasakan anak bisa mengantre dan selalu ingat pelajaran karakter baik di balik proses mengantre.

Alasan yang kedua karena tidak semua anak didik di sekolah kelak menggunakan ilmu matematika (kecuali ilmu dasarnya yang dipakai sehari-hari seperti tambahan, perkalian, pengurangan dan pembagian) dalam kehidupan sehari-hari nya.

Sebagian dari anak didik akan memilih profesi sesuai bakat, minat dan kemampuan mereka masing-masing seperti menjadi penari, atlet, musisi, pelukis, chef dan sebagainya.

Alasan yang ketiga karena guru dan orang dewasa di sana memahami jika semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran pendidikan karakter etika moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak dan hidup di tengah ragamnya masyarakat.

Mengenal Pendidikan Karakter Antre

Antri atau antre sebenarnya maksudnya sama, merujuk kata bakunya yang resmi di KBBI adalah antre.

Biasanya kata tidak baku digunakan karena kebiasaan penutur dalam pengucapan kata-kata yang dipengaruhi oleh dialek daerah ataupun kata serampangan yang masih asing. Jadi kita adakan disclaimer dulu, jika di artikel ini terdapat kata antri atau antre, itu maksudnya sama. Tidak usah bingung apalagi dipermasalahkan ya...

Apa arti kata antri?

Antri adalah kondisi orang-orang yang berdiri berderet, memanjang menunggu untuk mendapat giliran.

Contoh pendidikan karakter antri ini bisa kita lihat ketika akan membeli karcis, ketika akan mengambil ransum makanan, mengambil jatah sembako, membeli bensin, dsb.

Antri termasuk norma apa?

Antri adalah salah satu norma kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan baik di perkotaan maupun pedesaan.

Namun, sering kali orang melanggar norma ini dengan mengantri secara tidak teratur atau memotong antrian. Nah ini sifat yang tidak baik karena jelas tidak sesuai etika dan merugikan orang lain.

Menyerobot antrian tentu saja akan menciptakan rasa ketidakadilan dan ketegangan di antara orang-orang yang sedang mengikuti antrian.

Mengapa kita harus antri?

Budaya antri diciptakan untuk membentuk kondisi yang teratur, dan meningkatkan rasa kepedulian dimana kita perlu mendahulukan orang yang telah hadir sebelumnya. Tidak boleh egois dan menyalahgunakan kekuasaan atau jabatan.

Antrian secara psikologis juga dapat menimbulkan rasa nyaman karena orang merasa mendapat giliran dan tidak berebutan. Akhirnya akan tercipta ketertiban dan semua akan merasakan keadilan sesuai dengan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan.

Pelajaran penting dari budaya antre

Pelajaran Penting Budaya Antri

Ada banyak pelajaran kehidupan yang sangat penting dari budaya mengantri. Yang menyebabkan para guru dan orang tua di luar negeri merasa khawatir kalau anaknya tidak bisa sabar disiplin untuk antri, daripada tidak bisa pelajaran matematika.

Belajar manajemen waktu

Untuk bisa antri anak dituntut harus bisa belajar manajemen waktu. Jika ingin mengantri paling depan maka harus datang lebih awal dan tentunya harus mempersiapkan semuanya lebih awal juga.

Belajar Sabar

Antri itu sangat membosankan. Apalagi jika kita diburu dengan kepentingan lainnya. Karena itu saat antri anak juga dibiasakan untuk belajar bersabar. Sabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang sekalipun.

Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

Belajar Menghormati Hak Orang Lain

Meskipun yang mendapatkan giliran di depan usianya lebih kecil, atau justru lebih tua, anak tetap harus bisa belajar menghormati hak orang lain. Siapapun di depan kita kalau mereka datang lebih awal jelas dapat kesempatan giliran lebih dulu.

Belajar Disiplin

Antri itu selain bagian dari pendidikan karakter ada yang bilang juga bagian dari pendidikan militer. Jelas karena saat anti anak dituntut harus bisa belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

Dalam mengantri anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain.

Belajar Kreatif

Keseringan ikut antrian yang mungkin cukup membosankan, lama-lama anak akan berpikir kreatif, untuk mengisi waktu sambil menunggu antrian, sebaiknya kegiatan positif apa yang bisa dilakukan?

Anak jadi belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri.

Di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri. Saya lihat di negara kita, biasanya main game adalah kebiasaan yang dipilih orang ketika menunggu antrian, selain sambil mendengarkan lagu di earphone.

Belajar Bersosialisasi

Saat mengantri kita akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Berbagi usia dan latar belakang dengan sifat dan karakter yang berbeda. Karena itu saat anti anak bisa belajar bersosialisasi dengan menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di sekitar antrian.

Belajar Hukum Sebab Akibat

Dalam kondisi harus mengantri, anak akan paham dan belajar akan hukum sebab akibat. Bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang. Sebaliknya jika ingin berada di depan, sebaiknya datang lebih pagi.

Belajar Memiliki Rasa Malu

Ya, seharusnya siapapun malu kalau nyerobot antrian karena itu tandanya ia tidak punya etika dan sopan santun. Seperti manusia yang tidak pernah sekolah. Karena di setiap sekolah pasti diajarkan mengantri. Kalau tidak bisa mengantri itu tandanya tidak pernah bersekolah. Dengan demikian anak akan belajar memiliki rasa malu jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

Dan masih banyak pelajaran pendidikan karakter baik lainnya, dari satu aktivitas mengantri. Silakan temukan sendiri...

Fenomena Pendidikan Karakter Antre di Indonesia

Faktanya di Indonesia negara kita tercinta, banyak orang tua justru mengajari anaknya untuk main serobot dan jadi penyusup dalam masalah mengantri dan menunggu giliran. Benar atau benar?

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya budaya antri. Jangan sampai bibit budaya suap dan korupsi kemudian muncul karena kedua momok menakutkan itu hadir awalnya dimulai dari tidak mau belajar mengantre.

Fenomena mengantre di Indonesia

Manteman harus tahu kalau budaya antre ini juga sebagai salah satu bentuk pendidikan karakter sebagaimana sedang digencarkan pemerintah Indonesia saat ini.

Siapa yang harus mengajarkan budaya antri ini? Kita sebagai orangtualah yang harus memberi contoh, mulai dari rumah.

Selanjutnya, para guru di sekolah yang juga berkewajiban mengajarkannya. Sehingga anak terbiasa untuk mengantri dan paham kenapa mereka harus melakukan itu.

Supaya lebih banyak mendapatkan wawasan terkait nilai pendidikan karakter selain antre, manteman bisa baca juga artikel ini: Nilai Pendidikan Karakter Kejujuran, yang isinya sama pentingnya diterapkan kepada anak dan orang dewasa.

Read more ...