Kamis, 13 Juni 2024

Begini Contoh Pendidikan Karakter Melatih Anak Berbuat Sifat Terpuji

“Bu, Pasya tadi bilang gukguk dan pig, Bu.”

Lapor anak perempuan saat jumpa di pengajian.

“Bu, tadi Iki juga merebut sepeda Fahri. Terus Fahri nangis, Bu...”

Laporan lainnya kembali terdengar.

“Oh... gitu ya! Baik. Selain itu, ada cerita apa lagi yang baik-baiknya yang sudah dilakukan kalian atau teman kalian? Ada enggak?”

Anak-anak semuanya diam saling melihat satu sama lain. Entah tidak ada perbuatan baik yang mereka lakukan, atau memang masih bingung hal baik yang mana yang telah mereka lakukan hari ini.

Jangankan anak-anak. Orang dewasa saja, kalau ditanya sudah melakukan hal baik apa hari ini? Mungkin ragu dan bingung untuk menjawab.

Kalaupun ada perbuatan baik yang sudah dilakukan, pikirnya masa iya kebaikan harus dipamerkan atau dibilang-bilang ke orang lain? Ntar dikira riya lagi...

Manusia Tempat Baik dan Buruk

Padahal sih, pada dasarnya, manusia memiliki dua sifat, yakni sifat yang baik dan sifat kurang baik.

Keduanya secara alamiah dapat dilakukan. Sudah hukum alam bukan kalau manusia dapat melakukan hal terpuji ataupun tidak terpuji?

Hanya, sebagai makhluk yang berakal, ketika melakukan kesalahan, manusia hendaklah memperbaikinya.

Itu tadi maksud saya selalu meminta kepada anak-anak menggaji di rumah, kalau ada anak yang berbuat kurang terpuji maupun yang terpuji, segera untuk dilaporkan. Bukan untuk apa-apa, melainkan sebagai cara supaya anak paham bagaimana menerapkan pendidikan karakter yang lebih baik kedepannya.

Saat ada anak yang melakukan hal kurang terpuji, kita beri nasihat dan ajak untuk tidak mengulanginya lagi. Tentu saja disertai sebab akibatnya.

Karena pasti anak yang melakukan kesalahan bakal merugikan orang lain. Maka yakinkan anak untuk paham jika kita tidak ingin dirugikan maka tidak boleh merendahkan bahkan merugikan orang lain.

Sebaliknya, saat melakukan hal yang terpuji, anak lain tidak ada salahnya untuk tahu, bukan untuk disombongkan, bukan. Tapi agar jadi inspirasi bagi yang lain dan diharapkan mereka terpacu untuk berlomba dalam berbuat kebaikan lainnya. Ya, sesederhana itu sih sebenarnya.

Sifat terpuji atau perbuatan baik seharusnya dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Meskipun untuk berbuat baik itu sulit untuk tetap konsisten, ya.

Karena banyak godaannya itulah, sejak kecil beberapa nilai-nilai kebaikan dalam pendidikan karakter berusaha ditanamkan secara mendasar. Dengan harapan semakin dewasa semakin terbiasa untuk terus berbuat baik.

Paling tidak anak sudah tahu mana hal baik dan mana hal buruk. Sehingga mereka bisa menentukan jalan mana yang harus ditempuh sesuai dengan hati nuraninya.

Anak-anak pengajian di rumah setiap satu minggu satu kali, dalam pelajaran Akidah dan Akhlak selalu diberikan pemahaman akan sifat terpuji dan sifat tidak terpuji.

Pendidikan karakter amanah

Pendidikan Karakter Perbuatan Baik Sederhana untuk Anak

Pada artikel kali ini kita bahas mengenai sifat yang terpujinya ya. Insyaallah artikel selanjutnya bersambung mengenai sifat kurang terpuji.

Contoh sifat terpuji sederhana bagi anak-anak yang dapat dilakukan di kehidupan sehari-hari:

Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab sebagai tindakan bersungguh-sungguh dan menerima segala risikonya. Bertanggung jawab menjadikan anak dapat melakukan kewajiban dengan baik.

Sebagai contoh, anak santri di kobong setiap selesai makan harus mencuci piring sebagai bentuk tanggung jawab atas piring-piring kotor bekas makanan.

Jujur

Jujur adalah tindakan tidak menyembunyikan sesuatu, yang sesuai dengan fakta atau kebenaran. Dengan bersikap jujur dapat menyelamatkan dan menghindari sikap gemar berbohong.

Contohnya ketika mengerjakan ujian harus bersikap jujur, tidak boleh menyontek.

Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Anak harus menjadi orang yang dapat dipercaya baik dalam perkataan ataupun tindakan.

Contoh bersikap amanah ketika melakukan tugas atau tanggung jawab yang telah diberikan dan berusaha diselesaikan dengan baik.

Rendah Hati

Rendah hati merupakan sikap yang menyadari kemampuan diri sendiri dan tidak sombong. Sifat rendah hati dapat membawa kesadaran dari kesalahan diri dan memperbaikinya.

Misalnya, anak yang orang tuanya kaya, memiliki uang dan mainan tidak terhitung tapi tetap bersikap rendah hati dari apa yang dimilikinya itu meskipun orang lain melihat hal tersebut sebagai kelebihan.

Tolong Menolong

Tolong menolong adalah sikap membantu orang dan meringankan bebannya.  Sebagai makhluk sosial kita tetap membutuhkan pertolongan orang lain.

Praktik dalam kehidupan nyata, ketika ada teman kesusahan kita harus membantu sebisa dan semampu kita.

Pendidikan karakter toleransi

Toleransi

Toleransi sebagai sikap menghargai sesama manusia dari mana pun asal dan latar belakang sangat dijunjung tinggi negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa, dan adat budaya.

Anak harus paham kalau perbedaan bukan menjadi halangan untuk berteman dengan siapa pun.

Sebagai contoh, ketika ada teman yang berbeda agama, berbeda suku bangsa dan adat istiadat kita harus berteman tanpa melihat agama dan sukunya.

Dermawan

Dermawan bisa diartikan tidak pelit. Sikap terpuji ketika ikhlas memberikan sebagian yang dipunyai kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Ketika terjadi bencana alam, siapa saja boleh membantu dan menyumbangkan uang, bahan makanan, atau pun baju.

Sifat baik dan terpuji lainnya

Tidak Boros, selalu menepati janji, sabar, menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, tidak iri, percaya diri, tidak berkata kotor atau kasar, tidak berbuat aniaya, dan masih banyak lagi.

Pendidikan karakter saling menghormati dan menghargai

Melakukan Kebaikan atau Keburukan itu Pilihan...

Ya, kembali kepada fitrah manusia sebagai tempatnya berbuat salah dan dosa, maka berbagai ajaran menyarankan untuk sejak dini menerapkan pendidikan karakter tentang kebaikan atau sifat terpuji.

Kalau pun pendidikan karakter itu sudah diterapkan tapi yang bersangkutan tetap melakukan perbuatan tidak baik, maka konsekuensi dan pertanggungjawaban nya ada pada pihak masing-masing.

Manteman, biar tidak berat sebelah, setelah bahasan pendidikan karakter perbuatan sifat terpuji ini ada artikel lanjutan mengenai Pendidikan Karakter Sifat Kurang Terpuji, ya. Yuk lanjut ke sana...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar