Senin, 10 Juni 2024

Menerapkan Pendidikan Karakter Pada Anak Tidak Harus Membentak

Sering banget kita dengar atau baca, kalau katanya pendidikan karakter itu sebaiknya diterapkan sejak dini. Bahkan sejak janin masih dalam kandungan.

Atas pernyataan itu tidak jarang orang tua jadi begitu disiplin kepada anaknya, padahal si anak masih berusia balita.

Memang bagus sih, tapi harus ingat, tidak semua anak (balita) dapat menerima sistem pendidikan  secara tegas meskipun niatnya bagus, untuk kedisiplinan.

Banyak faktor yang ikut menentukan apakah anak balita cocok dengan sistem pendidikan tertentu, seperti ketegasan atau disiplin ini, atau tidak. Yang pasti, mendidik anak balita itu justru harus disertai banyak kasih dan sayang.

Termasuk ketika orang tua yang niatnya bersikap tegas kepada anak balita, tidak harus menerapkannya dengan membentak.

Dampak Jika Anak Sering Dibentak

Harus diperhatikan para orang tua jika membentak atau memarahi anak dapat berdampak traumatis jangka panjang pada perkembangan emosional dan psikologis anak.

Trauma seperti itu bisa mempengaruhi rasa percaya diri, kepercayaan diri, dan hubungan sosial anak di masa depan.

Perkembangan otak anak yang sering dibentak saat dimarahi, bisa terhambat. Selain timbul rasa takut, anak juga bisa merasa tidak berharga, sedih, kecewa dan terluka hatinya.

Akibat Anak Sering Dibentak:

Anak merasa takut

Ketakutan muncul karena merasa adanya ancaman yang bersifat bahaya baik dari aspek fisik, emosional maupun psikologis.

Anak kecil akan menjadi penakut disebabkan oleh pola asuh orang tua yang keras, kaku dan kadang disertai ancaman.

Ketakutan Dampak Membentak Anak

Menunjukkan perilaku agresif

Perilaku agresif adalah tingkah laku anak yang bertujuan melukai, baik secara verbal maupun nonverbal, yang menimbulkan permusuhan.

Beberapa contoh tindakan agresif anak: Tindakan kekerasan secara fisik, sering berteriak, sering mengumpat dan berkata kasar.

Menimbulkan masalah gangguan konsentrasi

Brain fog atau masalah gangguan konsentrasi adalah suatu sindrom di mana seseorang kesulitan untuk memusatkan fokus terhadap suatu hal.

Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya brain fog adalah kurang tidur, stres, hingga masalah kesehatan tertentu seperti trauma masa kecil.

Akibat jika anak tingkat konsentrasinya rendah akan cenderung mengalami kesulitan dalam memahami materi, mengingat informasi, dan lambat menyelesaikan tugas.

Anak jadi tidak percaya diri

Rasa kurang percaya diri pada anak muncul karena adanya ketakutan, keresahan, khawatir, dan muncul rasa tak yakin akan kemampuan dirinya sendiri.

Seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami lebih banyak tekanan akademis yang dapat menyebabkan semakin rendahnya harga diri. Terlebih ia mengalami kegagalan atau capaian tidak maksimal.

Menyebabkan trauma masa kecil

Childhood trauma dapat menimbulkan efek jangka panjang pada anak, sehingga dapat memengaruhi perasaan dan perilaku seseorang sampai ia beranjak dewasa.

Banyak bentuk trauma masa kanak-kanak, seperti: menyaksikan kekerasan, pengabaian fisik, pelecehan emosional, mendapatkan kekerasan fisik, pelecehan seksual dsb.

Harus diperhatikan bahwa luka trauma masa kanak-kanak yang belum sempat disembuhkan itu bisa jadi memunculkan luka emosional dan luka psikologis yang selanjutnya dapat mengganggu kehidupan anak.

Makna Memarahi Anak

Ada kalanya anak tidak mampu mengontrol perilakunya sendiri. Ada saatnya anak melawan atau bahkan berkelahi dengan temannya. Hal itu memang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kepribadian anak saat beranjak dewasa.

Namun bukan berarti orang tua memiliki kebebasan untuk memarahi apalagi membentaknya.

Jangan karena jengkel, merasa gengsi dan malu atas perilaku anak (yang padahal oleh orang lain dianggap wajar) lalu balik menghukum anak dengan dalih mendisiplinkan.

Memberikan hukuman kepada anak diperbolehkan. Tapi tentu saja ada tahapannya. Supaya orang tua bisa mengontrol diri saat memarahi anaknya, ingat kembali uraian di atas, mengenai bagaimana dampaknya jika anak sering dibentak.

Kita tidak ingin punya anak yang kelak, memiliki childhood trauma, bukan?

Tidak ada kata terlambat, mulai sekarang, coba rangkul anak kita dengan segala kesabaran dan kasih sayang. Terus tingkatkan kemampuan menahan emosi sehingga apa pun kesalahan anak sebagai orang tua sebisa mungkin menghindari membentaknya.

Trauma masa kecil menyebabkan anak sulit belajar

Bagaimana cara menghindari membentak anak?

Beri anak kesempatan untuk memilih

Alih-alih membentaknya, tapi kita coba ajak anak berkomunikasi dan beri pilihan, seperti misalnya kita tanya mau baca buku dulu atau sikat gigi dulu?

Bantu anak memahami situasi dengan deskripsi

Ketika anak lupa waktu padahal sudah berkali kita peringatkan, cukup perbanyak stok kesabaran saja.

Sambil terus beri anak pengertian supaya ia bisa memahami situasi. Bisa dengan cara mengajaknya melihat sekitar. Lalu ajak anak supaya ikut beraksi.

Seperti ketika waktu sudah malam. Tapi mainan bonekanya masih berceceran. Ajak anak untuk membawa semua bonekanya, bilang kalau mereka juga perlu istirahat, tidur dan mau tidur bersama pemiliknya sehingga anak merasa diakui keberadaannya.

Beri anak kesempatan

Selama tidak berbahaya observasi dulu apa yang dilakukan anak atau cukup beri peringatan.

Beri pengertian pada anak, kalau gunting itu tajam sekali. Kita khawatir anak kena dan terluka. Kalau anak butuh bantuan, bilang ayah atau ibu, yakinkan kalau meminta bantuan pasti dibantu.

Apa pun hasilnya, apresiasi hasil usaha anak

Ketika melihat banyak sekali mainan yang berantakan, katakan saja dengan jujur, kok mainannya berantakan?

Lalu pastikan kalau kita juga merasa senang karena si anak bisa berusaha bertanggung jawab dan sudah menyayangi mainannya.

Kalau sudah terlanjur membentak anak, bagaimana?

Ada pepatah gelas yang retak diperbaiki dengan cara apa pun tetap tidak akan sempurna kembali seperti semula. Tapi tidak demikian dengan hubungan antara orang tua dan anak.

Sebagai manusia pada umumnya, sesuai ajaran pendidikan karakter yang sudah kita terima dari para leluhur, yakni jika kita telah melakukan kesalahan maka wajib hukumnya untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Saat kita sebagai orang tua sudah terlanjur membentak anak, lalu apa yang harus kita lakukan?

Minta maaf kepada anak

Meski anak mungkin akan tetap menyayangi orang tuanya, meski ikatan batin anak dan orang tua tidak akan mudah terlepas begitu saja, tapi anak tetap berhak dihargai. Mama meminta maaflah kepada anak. Lakukan itu dengan tulus.

Terapkan rasio John Gottman 1:5

Menerapkan rasio 1:5 meski tidak mudah tapi kalau sudah mencoba ke depannya akan terbiasa.

Saat orang tua sudah melakukan satu kali kelepasan membentak anak, lakukan hal yang dapat menciptakan 5 perasaan positif untuk anak. Kalahkan satu kali bentakan dengan lima kali kenyamanan dan kebahagiaan anak.

Berusaha untuk tidak mengulangi

Memang bukan proses yang instan, tapi juga bukan berarti tidak bisa diusahakan.

Kenakalan anak selagi dalam tumbuh kembang yang baik, jalani saja dengan penuh kasih dan sayang sehingga apa yang tertanam dalam benak anak adalah perasaan diakui dan keberadaannya begitu dibanggakan.

Pendidikan karakter orang tua bahagia

Pesan untuk orang tua

Ada yang bilang menjadi orang tua itu belajarnya sepanjang masa. Tidak ada bangku sekolahnya tapi ilmu dan praktiknya diperlukan sepanjang usia. Karena itu setiap orang tua memiliki perbedaan dalam cara mendidik anak-anaknya.

Pendidikan karakter yang diterapkan kepada anak satu sama lain tidak mutlak harus sama. Jika perilaku orang tua baik, anak pun dengan sendirinya akan mencontoh.

Dan tidak boleh dilupakan jika tumbuh kembang anak sejatinya tidak hanya didapat dari arahan orang tua saja, tapi juga dari lingkungan terdekatnya seperti sekolah, guru dan lingkungan tempat tinggal.

Supaya orang tua bisa lebih memahami karakter anak, coba lihat dan baca kembali artikel Pengamalan Pendidikan Karakter Dalam Konsep Merdeka Belajar. Diharapkan setelah membaca artikel tersebut orang tua jaman now bisa memposisikan diri bagaimana mendampingi anak belajar di masa sekarang ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar