Sueger di Pantai Tanjung Papuma Jember
Abis puas makan cokelat, kopi dan kudapan lain yang ada campuran cokelat sama kopinya itu di Puslit Koka, rombongan Sueger Fam Trip Waton 2019 langsung menuju ke daerah selatan Jember. Kami dibawa ke pantai Papuma --kependekan dari pasir putih malikan, yang sangat terkenal di Jember dan bahkan di luar Provinsi. Saking indah dan mempesonanya, bisa dibilang pantai Papuma ini sebagai primadona wisata pantai di Jember.
Selama dalam mobil, di perjalanan saya sama sekali tidak bisa tidur. Bukan karena jalanan yang tidak mulus seperti di Cianjur Selatan, bukan juga karena jagain Fahmi --karena dia mah sudah nempel sama Bunda Elisa Koraag yang jadi emak keduanya selama Fam Trip ini, tapi selama perjalanan saya gak bisa menutup mata, soalnya pemandangan sepanjang jalan wow, cakeeep banget. Jadi pengennya foto-foto, menikmati semuanya dan selama itu mana bisa kantuk singgah di mata ini?
Ternyata sebenarnya jalan yang dilalui menyusuri pantai itu emang memutari bukit. Jadi kalau masuk kita di sebelah kiri, nah pas keluar tahu-tahu udah ada di sebelah kanan aja. Bingung gak sih?
Yang jadi ciri khas dari pantai yang masih bagian dari pantai selatan Pulau Jawa ini ialah tebing-tebing batu karang serta ombak besarnya. Beda dari pantai pada umumnya, mungkin itu yang bikin Pantai Tanjung Papuma sangat memesona.
[caption id="attachment_8657" align="aligncenter" width="300"]Ada spot foto sekaligus nongkrong yang teramat kece, namanya menara Siti Hinggil. Jadi semacam menara pandang gitu yang bisa melihat view pantai 360°. Dari atas ini pemandangan yang terlihat sangat jelas. Bagus juga pastinya. Ketika kami tiba di atas menara (menuju ketinggian ini lumayan bikin sport jantung juga) awan kelabu setengahnya menutupi cakrawala. Sehingga kami tidak bisa melihat matahari tenggelam.
Di menara pandang Siti Hinggil ini kami disuguhi kelapa muda. Wah mantap pokoknya.
Malam pertama kami menginap di Jember (sebenarnya untuk keluarga saya dan Bunda Elisa Koraag adalah malam ke dua karena kemarin malam kami kan menginap di rumah Rizal di Kaliwates) menginap di Papuma Resort, jadi kami bisa puas menikmati pantai Papuma ini sampai esok harinya.
Biyan, asli Jember sesama peserta Sueger Fam Trip 2019 dari Generasi Pesona Indonesia (Genpi Jember) sore itu jadi “guide” kami. Melalui ceritanya dapat keterangan kalau batu karang yang membentuk seperti kepulauan itu dinamakan berdasarkan nama tokoh pewayangan.
Konon terdapat legenda di Tanjung Papuma yang masih berhubungan dengan kisah Nyi Roro Kidul. Cuma saya ga nyimak jelas, berhubung harus antar Fahmi ke toilet. Hingga setelah ishoma, kami dipersilahkan menuju ke jamuan makan malam dengan hidangan khas dari pantai. Wow apalagi kalau bukan bakar ikan, udang, cumi, dan seafood lainnya dilengkapi dengan tumis kangkung plus sambal. Mantap pokoke...
Ketika teman-teman berkaraoke dan menikmati suasana malam di pantai, saya beserta suami memilih kembali ke penginapan. Anak lanang kasihan harus mandi sebelum ia istirahat. Apalagi keesokan harinya, kami sepakat sebelum matahari muncul kami harus sudah di lantai demi bisa melihat nelayan menurunkan hasil tangkapan nya. Wah penasaran...
Setelah subuh kami berjalan ke pantai. Banyak perahu nelayan yang sudah menepi. Kami bisa langsung melihat aktivitas nelayan yang sedang menurunkan ikan. Ada banyak jenis ikan yang mereka tangkap semalaman. Tangkapan mereka dihitungnya berdasarkan ember (timba) jadi bukan kilogram.
Setelah matahari muncul, mata jelas melihat sekeliling pantai. Baru kami sadari kalau di pantai itu teramat bersih, hampir tidak ad sampah plastik yang biasanya banyak kita jumpai di tempat umum.
Sebelum kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan lanjut sarapan, saya tidak sengaja menemukan beberapa nelayan yang sedang membakar ikan. Iseng saya ajak ngobrol. Suasana semakin mencair terlebih ketika Bunda Elisa Koraag ngobrol dengan mereka. Sambil ikut menikmati ikan bakar yang masih fresh itu, kami bercanda bersama.
Pokoknya pagi hari itu menjadi pagi tersueger kami di pantai Tanjung Papuma Jember. Sebelum selanjutnya kami akan mengikuti acara utama Waton Parade alias Watu Ulo Pegon Parade 2019.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar