Jumat, 10 Juli 2026

Cara Berkomunikasi yang Baik dan Efektif di Tempat Kerja

Cara Berkomunikasi yang Baik dan Efektif di Tempat Kerja


Bagi negara-negara yang memperkerjakan buruh migran alias tenaga kerja dari luar negeri, sudah bukan rahasia lagi kalau pekerja asal Indonesia lebih banyak disukai daripada pekerja dari negara lain seperti Cina Daratan, Philipina, Vietnam, Thailand atau Myanmar.

Memang sih pekerja dari negara kecuali Indonesia, mereka rata-rata pintar dalam berbahasa. Baik Mandarin, bahasa dialek lokal maupun bahasa Inggris. Sementara pekerja dari Indonesia walaupun banyak yang tidak bisa berkomunikasi pada awalnya, lebih dikenal dengan etikanya, yang mana mayoritas lebih sopan, penurut dan tidak membantah.

Sebenarnya, mau siapapun orangnya, mau di negara manapun tempat bekerjanya, selama orang tersebut memiliki cara berkomunikasi yang baik dan efektif di lingkungan kerja, insyaallah bakalan bisa menempatkan diri dan memperlancar pekerjaan.

Pekerja asal Indonesia itu menurut pengamatan saya banyak disukai para employer karena sebenarnya mereka memiliki prinsip dasar dalam cara berkomunikasi.

Dasar Berkomunikasi 

Apa saja sikap dasar dalam berkomunikasi ini?

- Sopan dan Menghargai

Ditandai dengan menggunakan bahasa yang santun, memanggil nama atau sapaan yang pantas, menghargai pendapat orang lain meski berbeda, dan sebagainya 

- Jelas dan Padat

Walaupun pada kenyataannya itu terjadi disebabkan karena minimnya kemampuan berbahasa. Tapi karena dikemukakan dengan point pertama yaitu secara sopan dan menghargai, hasilnya jadi baik.

Jadi terkesan pekerja asal Indonesia itu dalam menyampaikan maksud to the point, tidak bertele-tele, langsung ke inti. Padahal sejatinya tidak berniat mau menghindari pembicaraan berbelit-belit agar tidak menimbulkan salah paham. To the point itu karena emang gak bisa basa-basi ngomongnya bagaimana… hahahaha!

- Tepat Waktu dan Tempat

Walaupun di Indonesia terkenal dengan jam karet, bilangnya otw padahal masih rebahan, tapi tidak demikian dengan pekerja dari Indonesia di negara penempatan sana.

Pekerja asal Indonesia dibiasakan sejak di penampungan, balai latihan kerja, dan pendidikan sejenisnya untuk bisa memilih dan melihat kapan momen yang pas untuk berbicara. Saat ada kesempatan untuk itu, barulah menggunakan saluran komunikasi yang sesuai. Bisa secara lisan untuk urusan mendesak, atau lewat tulisan untuk bukti atau panduan.

Di luar kemampuan dasar tersebut, tidak lupa juga ada hal penting lainnya yang sangat menunjang yaitu

• Keterampilan Mendengar

• Cara Menyampaikan Pesan

• Komunikasi Tertulis

 

Pekerja asal Indonesia selalu dididik untuk terbiasa mendengarkan apa yang dikatakan bos. Dengarkan sampai selesai, jangan memotong pembicaraan. Pokoknya harus fokus pada pembicara, hindari main HP atau melamun.

Setelah instruksi selesai, bukan langsung meninggalkan si bos gitu aja, melainkan melakukan menginformasikan kembali apa yang diperintahkan tadi, sehingga yakin dan paham.

Dalam cara menyampaikan pesan pun secara tidak baku diajarkan untuk terstruktur. Seperti: Apa maksudnya → Kenapa penting → Apa yang diharapkan…

Jika memberi masukan, pekerja asal Indonesia harus fokus pada hal atau tindakan, bukan menilai secara pribadi.

Contohnya nih: “Bos, kulkas ini bagian penyimpanan lauknya perlu diperbaiki”. Kalimat itu lebih baik daripada “Bos, ikan bakalan gak segar udah rusak sih itu bagian cooler nya”

Kemampuan mengendalikan nada bicara dan bahasa tubuh juga sangat penting. Di penampungan tuh instrukturnya emang kebanyakan galak. Tapi para calon tekawe dididik supaya bisa jangan terlalu keras, tatap dengan ramah, jangan bersikap menantang.

Sebenarnya ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan berkomunikasi saat bekerja, secara umum (bukan hanya pekerja migran dengan employer nya saja).


Cara Berkomunikasi yang Baik dan Efektif di Tempat Kerja



Etika Berkomunikasi Saat Kerja 

Hal yang perlu diperhatikan itu, seperti :

- Sesuaikan gaya bicara dengan lawan bicara

Apakah kita berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja, atau bawahan.

- Hindari gosip dan pembicaraan sensitif

Mau di dalam negeri atau luar negeri, mau di lingkungan perkantoran atau rumah majikan, tetap hindari hal sensitif seperti berbau SARA, masalah pribadi rekan, dan sebagainya.

- Berani bertanya jika kurang paham, lebih baik tanya daripada salah kerja.

- Ucapkan terima kasih dan minta maaf dengan tulus saat perlu.


Cara Berkomunikasi yang Baik dan Efektif 

Komunikasi yang baik membuat pekerjaan lebih lancar, hubungan sesama rekan jadi lebih akrab, dan kesalahpahaman bisa dihindari.

Berkomunikasi dengan baik dan efektif di lingkungan kerja adalah keterampilan penting yang dapat meningkatkan kerja sama, produktivitas, dan hubungan antar rekan kerja.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:

1. Berbicara dengan jelas dan sopan Gunakan bahasa yang mudah dipahami, tidak berbelit-belit, dan tetap menghormati lawan bicara.

2. Menjadi pendengar yang baik Dengarkan hingga lawan bicara selesai berbicara. Jangan memotong pembicaraan, lalu berikan tanggapan yang sesuai.

3. Sampaikan pesan secara langsung Fokus pada inti pembahasan agar tidak menimbulkan kebingungan atau salah paham.

4. Pilih waktu yang tepat Jika ingin menyampaikan kritik atau membahas masalah penting, pilih waktu ketika semua pihak dapat berdiskusi dengan tenang.

5. Gunakan bahasa tubuh yang positif Tatap lawan bicara, tersenyum sewajarnya, dan tunjukkan sikap terbuka agar komunikasi terasa lebih nyaman.

6. Berani bertanya jika belum paham Jangan ragu meminta penjelasan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan benar.

7. Berikan umpan balik yang membangun Saat memberikan masukan, fokus pada solusi, bukan menyalahkan orang lain.

8. Manfaatkan media komunikasi dengan tepat Gunakan pesan singkat atau email untuk informasi yang tidak mendesak, sedangkan pembahasan yang kompleks lebih baik dilakukan secara langsung atau melalui rapat.


Manfaat komunikasi yang efektif di tempat kerja

• Mengurangi kesalahpahaman.

• Meningkatkan kerja sama tim.

• Mempercepat penyelesaian pekerjaan.

• Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

• Meningkatkan kepercayaan antara atasan dan rekan kerja.


Kunci utama komunikasi yang efektif adalah jelas, jujur, sopan, dan saling menghargai. Dengan membiasakan hal-hal tersebut, hubungan kerja akan menjadi lebih harmonis dan tujuan bersama lebih mudah tercapai.


Bagaimana Cara Menyampaikan Keluhan yang Baik di Tempat Kerja?

Menyampaikan keluhan di tempat kerja adalah hal yang wajar. Namun, cara penyampaiannya sangat menentukan apakah masalah dapat diselesaikan dengan baik atau justru menimbulkan konflik. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.


Cara Berkomunikasi yang Baik dan Efektif di Tempat Kerja


1. Tenangkan emosi terlebih dahulu

Jangan menyampaikan keluhan saat sedang marah atau kecewa. Beri waktu untuk menenangkan diri agar pembicaraan lebih objektif.

2. Pilih waktu dan tempat yang tepat

Sampaikan keluhan secara pribadi, bukan di depan banyak orang. Hindari membahas masalah saat semua orang sedang sibuk atau tertekan.

3. Fokus pada masalah, bukan orangnya

Jelaskan fakta yang terjadi tanpa menyerang atau menyalahkan individu.

4. Gunakan bahasa yang sopan

Pilih kata-kata yang menghormati lawan bicara. Nada bicara yang tenang akan membuat orang lebih mudah menerima masukan.

5. Sertakan solusi

Jangan hanya mengeluh. Berikan usulan yang mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah.

6. Dengarkan penjelasan pihak lain

Komunikasi adalah proses dua arah. Berikan kesempatan kepada atasan atau rekan kerja untuk menjelaskan sudut pandang mereka.

7. Tetap profesional

Jika masalah belum langsung selesai, tetap bekerja dengan baik dan ikuti prosedur yang berlaku di perusahaan.


Contoh penyampaian keluhan:

“Pak/Bu, saya ingin menyampaikan kendala yang saya alami. Dalam beberapa minggu terakhir, pembagian tugas sering berubah secara mendadak sehingga saya kesulitan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Apakah kita bisa mendiskusikan cara agar perubahan tugas dapat diinformasikan lebih awal?”

Kalimat tersebut terdengar lebih sopan, jelas, dan berorientasi pada solusi.

Keluhan yang disampaikan dengan tenang, berdasarkan fakta, dan disertai solusi memiliki peluang lebih besar untuk diterima dan ditindaklanjuti. Tujuan utama menyampaikan keluhan bukan untuk menyalahkan, melainkan mencari jalan keluar agar lingkungan kerja menjadi lebih baik bagi semua pihak.


Jadi dimanapun kerjanya, apapun skill dan tingkat pendidikannya, cara berkomunikasi yang baik tetap harus dimiliki oleh semua individu dan tidak kalah penting dibandingkan semua itu.





17 komentar:

  1. Yeah, dalam dunia kerja sering terjadi, entah rekan kerja atau bos yang yaaahhh agak2 susah ya diajak berkomunikasi. Apalagi kalau bossy banget, hadeuh.
    tapi kalau di dunia kerja emang sebaiknya don't take it personally, karena masih dalam lingkup pekerjaan makanya diselesaikannya dengan cara yang profesional juga.
    Meminta evaluasi secara individual untuk urusan pekerjaan, juga kalau ada yang nggak sreg ya minta pihak ketiga yang masih di koridor profesional. Kalau di perusahaan misalnya ke HRD.
    Nah soal hindari gosip ini yang sering terjadi wkwk. kadang mungkin sebagai sesama pekerja sama rekan kerja, merasakan hal yang sama tentang atasan/ rekan kerja lain, kadang ada aja rasan2 di belakang orangnya haha. Yaaa, mungkin sebagai bentuk curcol daripada kepala rasanya mau meledak. Tapi tetep sih yaa, ada batasannya. Kembali lagi nggak perlu komeng personal, tetep soal kerjaan. Trus jangan pilih rekan curhat yang ember, minimal batasi obrolan, atau ya curhat ma psikolog aja haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kudu hati2 kalo.mau curhat di lingkup kerjaan...karena ada jokes yg bilang "Tembok kantor tu punya telinga loh" 🫣😷
      yg penting kita kudu mau meng-upgrade diri...terus komit berikan performa terbaik.

      Hapus
  2. Wahhh keren yaa kalo tenaga kerja Indonesia banyak disukai di negara tetangga karena kinerja dan sopan santun nya yang baik dibandingkan yang lain..
    Tapi bener juga sie ya..cara komunikasi ini menentukan banget tindakan yang akan kita terima selanjutnya jika komunikasi bisa berjalan lancar dengan memperhatikan emosi dan juga kedudukan kita sepertinya jalan keluar dari suatu permasalahan akan lebih mudah ditemukan daripada kita menyampaikan pendapt dengan emosi yang sedang meletup2..

    BalasHapus
  3. Sepakat banget. Cara berkomunikasi yang tepat dan efisien akan membantu kita bekerja dimanapun. Baik atasan hingga rekan kerja, akan lebih respect terhadap orang yang bisa berkomunikasi secara tepat.

    Alhamdulillah banget, kita orang Indonesia terbiasa buat menyimak, lalu konfirmasi, setelahnya barulah bekerja. Bahkan dalam menyampaikan keluhan pun terbilang amat sangat sopan. Itu yang saya dapatkan saat di Mekah dan Madinah, banyak orang luar yang kasih dua jempol saat saya mencoba berkomunikasi dengan mereka, kemudian saat melewati area mereka dengan membungkuk dan bilang Excuse me. Mereka respect sekali.

    Semoga saja cara berkomunikasi yang tepat ini dipegang teguh dan diimbangi dengan kemampuan mumpuni dalam dunia profesional.

    BalasHapus
  4. Nah sebenarnya aku pribadi tuh ya, menganggap kalau tenaga kerja Indonesia tu masuk ke tenaga kerja yang unggul lho.
    Kita punya budaya tata krama, berdiskusi, juga gotong royong yang cukup mengakar. Ditambah lagi, dualisme bahasa Ibu dan bahasa Indonesia, membuat kita tak pernah kesulitan untuk mempelajari bahasa baru dengan fluent.
    Makanya sedih, kalo SDM se-cakep ini justru kesulitan dapet kerja di negara yang katanya bakal ada 19 juta lapangan kerja baru ini, hiks.

    BalasHapus
  5. Memang sih yah, adab, etika dan sopan santun itu modal utama yang bikin pekerja kita selalu juara di hati para bos, bahkan di luar negeri sekalipun. Lucu juga ya bagian pas dibilang to the point karena sebenarnya bingung mau basa-basi gimana, tapi malah jadi poin plus karena gak bertele-tele.
    menyampaikan keluhan dan etika komunikasi di tempat kerja juga harus benar dan profesional supaya tidak terkesan menjatuhkan dan bikin kesel. Malah nda ada solusi dari permasalahan. Soft skill yang perlu dippelajari sebaik mungkin

    BalasHapus
  6. Sebenarnya pekerja Indonesia di sini pun (karena daku di Jakarta kebanyakan yang daku perhatikan ya yang Jakarta) juga demikian sih Teh, yang tepat waktu itu ada kok alias yang memang menghargai waktu. Hanya saja kebanyakan juga yang ga pas waktunya, sehingga jadi mengakar dan dibiasakan. Padahal kan ga semuanya begitu huhu

    BalasHapus
  7. atitude pekerja indonesia itu sudah ajaran dari rumah sejak kecil. Jadi Alhamdulilah terbawa sampai bekerja di luar negeri. Tapi memang ya, kerja di mana saja komunikasi harus baik dan dijaga. apalagi bekerja dengan banyak orang yang pribadinya beda-beda. harus bisa menyesuaikan dengan siapa berbicara. Beda kata, beda nada saja, bisa ditanggapi berbeda juga.

    BalasHapus
  8. Akibat saking santunnya, sampe lupa kita ada budaya menjilat atasan. Hehe. Ini ketrampilan yang wajib kita punya kalo kita mau naik jabatan dgn langkah fast track. Wkwkw.

    Skill komunikasi yang tdk diajarkan di sekolah mana pun nih. Meski ga baik, skill itu wajib kita pelajari. Tp jgn berlebihan ya, apalagi kalo udh nitip amplop di bawah meja atau melakukan hal aneh2 buat nyuap atasan. Tetap pake adab biar kerjaan nyaman dan berkah.

    BalasHapus
  9. Terkadang tuh ada teman kerja yang membuat bingung
    Diramahin disangka kita terlalu gimana
    Dicuekin disangka kita jahat dan terlalu obsesi dengan pangkat
    Namun, kalau saya pribadi lebih memilih rekan kerja yang apa adanya ketika berkomunikasi

    BalasHapus
  10. Yaa betul banget teh Okti...dalam dunia kerja kemampuan berkomunikasi seseorang sangat memegang peranan penting. Salah satu penilaian kinerja adalah komunikasi. Cara berkomunikasi yang kurang baik dapat mempengaruhi kualitas hubungan dengan rekan kerja. Repot deh pokoknya kalau komunikasinya kurang bagus, bisa² miskom melulu deh.

    BalasHapus
  11. cara berkomunikasi yang baik dan tepat memang diperlukan dalam dunia kerja, hal ini untuk mendongkrak sistem otoritarisme yang selalu menganggu dominasi pimpinan. tapi realitanya hama senior junior masih menjadi kebiasaan di negeri ini yang sulit di pecahkan

    BalasHapus
  12. Dunia kerja membuat kita harus sering berinteraksi dengan banyak orang.. Tentunya butuh komunikasi yang baik dan efektif agar hubungan sehari-hari bisa berjalan lancar ya

    BalasHapus
  13. dalam dunia kerja itu memang pemilihan cara berkomunikasi bisa sangat berpengaruh pada penilaian atasan atau rekan kerja pada kita ya. Makanya memang penting banget bagi kita untuk mengetahui teknik komunikasi yang tepat yaa

    BalasHapus
  14. Masalah komunikasi ini memang kudu banget diatur. Soalnya, banyak kesalah-pahaman yang muncul hanya karena salah komunikasi. Ketimbang makin banyak konflik yang muncul di tempat kerja, mending memang benerin cara komunikasinya. Biar efektif

    BalasHapus
  15. Komunikasi emang penting di mana pun ya. Termasuk di dunia kerja. Komunikasi yang baik semakin mempermudah pekerjaan kita. Masalah pasti ada, tapi insyaallah kalau diselesaikan dengan komunikasi yang tepat, bisa diselesaikan dengan baik.

    BalasHapus
  16. Dimanapun berada pintar-pintarlah emmbawa diri, begitu pesan ortuku termasuk di tempat kerja. Secara komunikasi itu vital walaupun orang pandai dan berprestasi tapi jika skill komunikasinya buruk juga tidak kondusif. komunikasi itu penting banget karena pengaruh juga ke suasana kerja, kalau suasananya nyaman, bekerja pun juga nyaman bukan. Tipsnya memang bermanfaat lo teh

    BalasHapus