Bagi negara-negara yang memperkerjakan buruh migran alias tenaga kerja dari luar negeri, sudah bukan rahasia lagi kalau pekerja asal Indonesia lebih banyak disukai daripada pekerja dari negara lain seperti Cina Daratan, Philipina, Vietnam, Thailand atau Myanmar.
Memang sih pekerja dari negara kecuali Indonesia, mereka rata-rata pintar dalam berbahasa. Baik Mandarin, bahasa dialek lokal maupun bahasa Inggris. Sementara pekerja dari Indonesia walaupun banyak yang tidak bisa berkomunikasi pada awalnya, lebih dikenal dengan etikanya, yang mana mayoritas lebih sopan, penurut dan tidak membantah.
Sebenarnya, mau siapapun orangnya, mau di negara manapun tempat bekerjanya, selama orang tersebut memiliki cara berkomunikasi yang baik dan efektif di lingkungan kerja, insyaallah bakalan bisa menempatkan diri dan memperlancar pekerjaan.
Pekerja asal Indonesia itu menurut pengamatan saya banyak disukai para employer karena sebenarnya mereka memiliki prinsip dasar dalam cara berkomunikasi.
Dasar Berkomunikasi
Apa saja sikap dasar dalam berkomunikasi ini?
- Sopan dan Menghargai
Ditandai dengan menggunakan bahasa yang santun, memanggil nama atau sapaan yang pantas, menghargai pendapat orang lain meski berbeda, dan sebagainya
- Jelas dan Padat
Walaupun pada kenyataannya itu terjadi disebabkan karena minimnya kemampuan berbahasa. Tapi karena dikemukakan dengan point pertama yaitu secara sopan dan menghargai, hasilnya jadi baik.
Jadi terkesan pekerja asal Indonesia itu dalam menyampaikan maksud to the point, tidak bertele-tele, langsung ke inti. Padahal sejatinya tidak berniat mau menghindari pembicaraan berbelit-belit agar tidak menimbulkan salah paham. To the point itu karena emang gak bisa basa-basi ngomongnya bagaimana… hahahaha!
- Tepat Waktu dan Tempat
Walaupun di Indonesia terkenal dengan jam karet, bilangnya otw padahal masih rebahan, tapi tidak demikian dengan pekerja dari Indonesia di negara penempatan sana.
Pekerja asal Indonesia dibiasakan sejak di penampungan, balai latihan kerja, dan pendidikan sejenisnya untuk bisa memilih dan melihat kapan momen yang pas untuk berbicara. Saat ada kesempatan untuk itu, barulah menggunakan saluran komunikasi yang sesuai. Bisa secara lisan untuk urusan mendesak, atau lewat tulisan untuk bukti atau panduan.
Di luar kemampuan dasar tersebut, tidak lupa juga ada hal penting lainnya yang sangat menunjang yaitu
• Keterampilan Mendengar
• Cara Menyampaikan Pesan
• Komunikasi Tertulis
Pekerja asal Indonesia selalu dididik untuk terbiasa mendengarkan apa yang dikatakan bos. Dengarkan sampai selesai, jangan memotong pembicaraan. Pokoknya harus fokus pada pembicara, hindari main HP atau melamun.
Setelah instruksi selesai, bukan langsung meninggalkan si bos gitu aja, melainkan melakukan menginformasikan kembali apa yang diperintahkan tadi, sehingga yakin dan paham.
Dalam cara menyampaikan pesan pun secara tidak baku diajarkan untuk terstruktur. Seperti: Apa maksudnya → Kenapa penting → Apa yang diharapkan…
Jika memberi masukan, pekerja asal Indonesia harus fokus pada hal atau tindakan, bukan menilai secara pribadi.
Contohnya nih: “Bos, kulkas ini bagian penyimpanan lauknya perlu diperbaiki”. Kalimat itu lebih baik daripada “Bos, ikan bakalan gak segar udah rusak sih itu bagian cooler nya”
Kemampuan mengendalikan nada bicara dan bahasa tubuh juga sangat penting. Di penampungan tuh instrukturnya emang kebanyakan galak. Tapi para calon tekawe dididik supaya bisa jangan terlalu keras, tatap dengan ramah, jangan bersikap menantang.
Sebenarnya ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan berkomunikasi saat bekerja, secara umum (bukan hanya pekerja migran dengan employer nya saja).
Etika Berkomunikasi Saat Kerja
Hal yang perlu diperhatikan itu, seperti :
- Sesuaikan gaya bicara dengan lawan bicara
Apakah kita berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja, atau bawahan.
- Hindari gosip dan pembicaraan sensitif
Mau di dalam negeri atau luar negeri, mau di lingkungan perkantoran atau rumah majikan, tetap hindari hal sensitif seperti berbau SARA, masalah pribadi rekan, dan sebagainya.
- Berani bertanya jika kurang paham, lebih baik tanya daripada salah kerja.
- Ucapkan terima kasih dan minta maaf dengan tulus saat perlu.
Cara Berkomunikasi yang Baik dan Efektif
Komunikasi yang baik membuat pekerjaan lebih lancar, hubungan sesama rekan jadi lebih akrab, dan kesalahpahaman bisa dihindari.
Berkomunikasi dengan baik dan efektif di lingkungan kerja adalah keterampilan penting yang dapat meningkatkan kerja sama, produktivitas, dan hubungan antar rekan kerja.
Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:
1. Berbicara dengan jelas dan sopan Gunakan bahasa yang mudah dipahami, tidak berbelit-belit, dan tetap menghormati lawan bicara.
2. Menjadi pendengar yang baik Dengarkan hingga lawan bicara selesai berbicara. Jangan memotong pembicaraan, lalu berikan tanggapan yang sesuai.
3. Sampaikan pesan secara langsung Fokus pada inti pembahasan agar tidak menimbulkan kebingungan atau salah paham.
4. Pilih waktu yang tepat Jika ingin menyampaikan kritik atau membahas masalah penting, pilih waktu ketika semua pihak dapat berdiskusi dengan tenang.
5. Gunakan bahasa tubuh yang positif Tatap lawan bicara, tersenyum sewajarnya, dan tunjukkan sikap terbuka agar komunikasi terasa lebih nyaman.
6. Berani bertanya jika belum paham Jangan ragu meminta penjelasan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan benar.
7. Berikan umpan balik yang membangun Saat memberikan masukan, fokus pada solusi, bukan menyalahkan orang lain.
8. Manfaatkan media komunikasi dengan tepat Gunakan pesan singkat atau email untuk informasi yang tidak mendesak, sedangkan pembahasan yang kompleks lebih baik dilakukan secara langsung atau melalui rapat.
Manfaat komunikasi yang efektif di tempat kerja
• Mengurangi kesalahpahaman.
• Meningkatkan kerja sama tim.
• Mempercepat penyelesaian pekerjaan.
• Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
• Meningkatkan kepercayaan antara atasan dan rekan kerja.
Kunci utama komunikasi yang efektif adalah jelas, jujur, sopan, dan saling menghargai. Dengan membiasakan hal-hal tersebut, hubungan kerja akan menjadi lebih harmonis dan tujuan bersama lebih mudah tercapai.
Bagaimana Cara Menyampaikan Keluhan yang Baik di Tempat Kerja?
Menyampaikan keluhan di tempat kerja adalah hal yang wajar. Namun, cara penyampaiannya sangat menentukan apakah masalah dapat diselesaikan dengan baik atau justru menimbulkan konflik. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.
1. Tenangkan emosi terlebih dahulu
Jangan menyampaikan keluhan saat sedang marah atau kecewa. Beri waktu untuk menenangkan diri agar pembicaraan lebih objektif.
2. Pilih waktu dan tempat yang tepat
Sampaikan keluhan secara pribadi, bukan di depan banyak orang. Hindari membahas masalah saat semua orang sedang sibuk atau tertekan.
3. Fokus pada masalah, bukan orangnya
Jelaskan fakta yang terjadi tanpa menyerang atau menyalahkan individu.
4. Gunakan bahasa yang sopan
Pilih kata-kata yang menghormati lawan bicara. Nada bicara yang tenang akan membuat orang lebih mudah menerima masukan.
5. Sertakan solusi
Jangan hanya mengeluh. Berikan usulan yang mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah.
6. Dengarkan penjelasan pihak lain
Komunikasi adalah proses dua arah. Berikan kesempatan kepada atasan atau rekan kerja untuk menjelaskan sudut pandang mereka.
7. Tetap profesional
Jika masalah belum langsung selesai, tetap bekerja dengan baik dan ikuti prosedur yang berlaku di perusahaan.
Contoh penyampaian keluhan:
“Pak/Bu, saya ingin menyampaikan kendala yang saya alami. Dalam beberapa minggu terakhir, pembagian tugas sering berubah secara mendadak sehingga saya kesulitan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Apakah kita bisa mendiskusikan cara agar perubahan tugas dapat diinformasikan lebih awal?”
Kalimat tersebut terdengar lebih sopan, jelas, dan berorientasi pada solusi.
Keluhan yang disampaikan dengan tenang, berdasarkan fakta, dan disertai solusi memiliki peluang lebih besar untuk diterima dan ditindaklanjuti. Tujuan utama menyampaikan keluhan bukan untuk menyalahkan, melainkan mencari jalan keluar agar lingkungan kerja menjadi lebih baik bagi semua pihak.
Jadi dimanapun kerjanya, apapun skill dan tingkat pendidikannya, cara berkomunikasi yang baik tetap harus dimiliki oleh semua individu dan tidak kalah penting dibandingkan semua itu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar