Algoritma sosial media di era modern seperti sekarang memang sudah sangat cerdas dan tidak bisa dibohongi, ya. Ketika kita klik sekali saja video bertemakan pendidikan karakter, maka selanjutnya video yang disarankan muncul di timeline pun selalu berkaitan dengan tema yang sama.
Makanya jangan sampai sembarangan klik yang tidak penting, orang bisa melihat dan menelusuri setelahnya baik ada maksud maupun sekadar iseng belaka. Jadinya bisa terbongkar kebiasaan yang kita lihat apa saja.
Pengalaman saya ketika tidak sengaja tertarik menonton satu video yang muncul di beranda. Bercerita tentang adab anak terhadap orang tua. Dimana setelah sukses, anak tetap memperlakukan orang tua dengan sopan dan hormat, kekayaan dan kesuksesannya pun semakin berlimpah dan penuh berkah.
Kebalikannya, sang saudara yang sombong, merasa malu mengakui orang tuanya yang sederhana dan sakit di hadapan kekasihnya. Akhirnya timbul perselisihan dan si anak mengeluarkan kata tidak pantas kepada orang tua.
Bisa ditebak, setelah air mata dari orang tua yang tersakiti itu jatuh, kehidupan sang anak selanjutnya tidak lagi bahagia. Selalu saja muncul masalah dan kegagalan.
Sampai video singkat itu selesai saya lihat, selanjutnya video sejenis lainnya bermunculan di beranda saya.
Mulai video etika makan tempat umum, video adab terhadap lingkungan dan sesama, sampai video etika bunga sampah dan menghormati orang lain tanpa melihat penampilan semua bermunculan satu sama lainnya saling berkaitan.
Penguatan Pendidikan Karakter di Zaman Modern
Berada di zaman yang semakin modern dan canggih seperti sekarang ini, emang masih pentingkah adanya penguatan Pendidikan Karakter?
Halo, jangan salah ... Netizens sekarang ini kreatif dan memiliki banyak ide cemerlang lho. Meskipun konten yang dibuat mengandung iklan, tapi mereka tidak kehabisan ide, secara soft selling mereka bisa dengan begitu apiknya menyamarkan pesan yang dibawa dalam video yang tidak diduga sama sekali pesannya oleh penonton.
Dan karena konten yang dibawakan memang bagus, memiliki pesan yang diterima masyarakat umum, kita yang menyaksikan jadinya tidak merasa bosan melihat tayangan videonya, sampai selesai.
Justru makin penasaran dan merasa senang manakala selesai menonton konten yang satu sudah ditawari lagi konten rekomendasi lainnya dengan tema sejenis dan satu kategori. Karena pesan tentang pendidikan krakter dalam video tersebut, sangat hidup dan mudah dicerna.

Pendidikan Karakter di jaman modern seperti sekarang ini jelas penting. Justru di jaman modern, dimana anak sudah semakin kritis, orang tua sudah sibuk dengan segala agenda dan rutinitas, hingga ada kemungkinan orang tua yang tidak sempat lagi mengajarkan kepada anaknya pendidikan karakter, media pembelajaran kekinian seperti konten video di media sosial itu bisa menjadi salah satu pilihannya.
Meski kehidupan terus berputar, teknologi informasi semakin canggih, apalah artinya jika tingkah laku manusia tidak dibarengi dengan ilmu dan adab. Ilmu dan adab ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang sudah seharusnya diterapkan setiap orang tua sejak anak masih kecil, bahkan sejak janin masih dalam kandungan.
Terlebih di era modern perlu digerakkan secara masif pada institusi atau lembaga pendidikan dan juga peran penting para pendidik.
Pendidikan karakter menjadi bentuk upaya guna menciptakan akhlak anak yang mau membantu orang lain, memahami, dan melakukan tindakan sebagai suatu landasan etik.
Artinya memberikan dukungan pada anak untuk menunjukkan perilaku positif, misalnya jujur, memiliki tanggung jawab, juga menghargai orang lain.
Upaya Penguatan Pendidikan Karakter di Zaman Modern
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sendiri merupakan upaya pihak pendidikan di lingkup sekolah untuk menguatkan karakter para siswa melalui keselarasan olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga dengan bantuan dan keterlibatan publik serta kerja sama dari pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Olah Hati (Etik)
Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk menjadi individu yang mempunyai kerohanian yang mendalam sesuai dengan agama dan keyakinannya, bertakwa, dan beriman.
Olah Rasa (Estetis)
Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk jadi individu yang mempunyai integritas moral yang tinggi, serta memiliki rasa cinta dan rasa bangga akan budaya dan seni daerah atau negara sendiri.
Olah Pikir (Literasi)
Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk menjadi individu yang memiliki kelebihan akademis sebagai hasil dari pembelajaran dan menjadi pembelajar sepanjang hidup.
Literasi ini terbagi menjadi beberapa bagian, seperti literasi baca tulis, literasi sains, literasi numerasi, literasi finansial, literasi digital serta literasi budaya dan kewarganegaraan.
Olah Raga (Kinestetik)
Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk menjadi individu yang paham dengan pola hidup sehat yang baik dan terlibat aktif sebagai warga negara dalam program kesehatan.
Contoh penguatan penerapan pendidikan karakter:
Disiplin
Selalu membiasakan anak untuk hadir tepat waktu. Memakai seragam yang sesuai. Taat kepada aturan.
Kreatif
Membuat situasi yang bisa membentuk pola pikir dan tindakan anak untuk selalu kreatif. Misalnya mendampingi dan memberikan ide dalam mengerjakan tugas yang bisa menstimulasi kreativitas.
Mandiri
Menciptakan kondisi yang bisa mendorong anak untuk bisa belajar, berpikir, dan bertindak secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Religius
Selalu mengingatkan anak kapan menjalankan kewajiban. Memberikan kesempatan pada anak untuk beribadah sesuai dengan agama, berdoa sebelum belajar, dan selalu menjaga kebersihan.
Jujur
Contoh sederhana dari aspek ini misalnya mengadakan kantin kejujuran atau tempat khusus untuk barang hilang.
Toleransi
Memiliki sikap menghargai dan memperlakukan semua orang di sekolah serta menghargai adanya perbedaan.
Bersahabat dan komunikatif
Membuat suasana belajar atau bermain yang memudahkan interaksi semua pihak dengan bahasa yang sopan.
Peduli terhadap lingkungan
Membiasakan siswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah dan rumah. Menyediakan tempat untuk membuang sampah dan cuci tangan, serta kamar mandi yang bersih.

Tanggung jawab
Mengerjakan tugas sesuai dengan tanggung jawab anak.
Langkah-langkah Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter
Ada beberapa langkah untuk membantu penguatan pendidikan karakter, di antaranya:
Kegiatan baik yang dibiasakan
Implementasi nilai utama religius, nasionalisme, rasa mandiri, integritas, dan gotong royong harus ditanamkan dalam diri siswa menjadi kegiatan pembiasaan.
Seperti menyanyikan lagu kebangsaan setiap pagi atau upacara bendera setiap hari Senin.
Kegiatan teladan di sekolah
Keteladanan pada pihak sekolah diharapkan bisa ditiru oleh siswa, seperti datang tidak terlambat, disiplin mengerjakan tugas, dan membiasakan berkata sopan.
Keterlibatan semua pihak
Tidak hanya orang tua, guru, siswa, dan pihak lain di sekolah, kepala sekolah juga bisa mengajak alumni, warga sekitar, atau orang tua murid ketika mengadakan acara yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter.
Mengadakan kegiatan berbasis literasi
Membiasakan anak membaca selama minimal beberapa menit per hari. Ikut hadir di acara panggung literasi, atau menyediakan area baca.

Pengembangan bakat dan minat
Melalui kegiatan ekstrakurikuler, anak bisa menyalurkan minat, bakat, dan potensi yang mereka miliki.
Memberi pendampingan
Berikan pendampingan dan bimbingan pada anak baik secara individu maupun kelompok melalui berbagai bentuk aktivitas, misalnya kerja kelompok.
Pesan untuk Orang Tua dan Guru di Zaman Modern
Peran orang tua dan guru tentunya sangat besar dalam pendidikan karakter. Kita harus menjadi sosok yang dapat membuka pikiran, mencerahkan, memupuk nilai keteladanan, perilaku, moral, kasih sayang, dan persatuan. Sehingga bisa mengetahui perkembangan dan karakter anak, baik dalam segi intelektual maupun kepribadian.
Alangkah baiknya di jaman modern kita memiliki kemampuan untuk memfasilitasi anak agar bisa mencapai target pembelajaran yang ditentukan. Alih-alih juga bertindak sebagai perantara yang membantu anak menyaring semua pengaruh negatif yang berdampak buruk pada perkembangannya.
Akhir kata di era modern seperti sekarang orang tua dan guru diharapkan bisa mendukung setiap anak. Tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menciptakan karakter positif sehingga bisa menjadi generasi emas Indonesia.
Tidak ada kata terlambat untuk terus belajar. Sebagai orang tua di zaman modern supaya tidak ketinggalan informasi yuk, baca juga artikel terkait Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Semoga bisa jadi penambah wawasan dalam mengantarkan anak kita menjadi generasi emas Indonesia yang unggul ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar