Jumat, 15 Desember 2023

Tips Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Ngeri banget ya pas denger berita ada seorang ayah terbukti membunuh empat orang anaknya sekaligus! Istrinya sendiri dikabarkan dirawat di rumah sakit karena sebelumnya mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Akhir-akhir ini justru muncul statement yang menyatakan karena dinilai lamban dalam menangani kasus kdrt ibu itu, dampaknya empat orang anak yang tak berdosa akhirnya tewas menjadi korban.

Banyak yang mempertanyakan sejauh mana kdrt itu terjadi kok bisa ujungnya menyebabkan kematian anak sampai empat orang sekaligus?

Mirisnya di daerah, masih ada yang belum paham dengan KDRT. Contohnya tetangga di sekitar tempat tinggal saya di Cianjur Selatan ini. Dengan polosnya dia malah balik bertanya, KDRT teh naon?

KDRT itu apa sih?

KDRT adalah kependekan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga. KDRT atau domestic violence adalah kejadian kekerasan yang berbasis gender yang terjadi di ranah pribadi. Ruang lingkupnya adalah lingkungan terkecil yaitu rumah tangga.

Jangan merasa bangga kalau kita sudah tahu apa itu KDRT, dan jangan menyepelekan ketidaktahuan pihak lain akan kejadian KDRT, karena terlepas dari minimnya ilmu dan wawasan masyarakat lapisan terbawah seperti di kampung saya. Juga tak lepas dari sebagian pihak yang justru menutupi adanya KDRT ini karena dianggap aib, atau bahkan suatu hal yang memalukan jika diketahui umum.

Jangan heran ada korban KDRT yang pasrah menerima begitu saja perlakuan tindakan kekerasan itu tanpa melakukan perlawanan sedikit pun hanya karena alasan malu.

Jangan heran masih ada yang tidak sadar jika ia mengalami tindakan kekerasan karena merasa hal itu wajar. Namanya rumah tangga pasti ada saja masalah dan percekcokan. Lho!? Meski saya sendiri sampai gemas, ya tidak sampai harus nunggu wajah kamu bengap juga kali ya...

Tips mencegah KDRT

Apa tandanya seseorang telah menjadi korban KDRT?

Apabila mendapatkan serangan kekerasan fisik, itu sudah menjadi ciri menjadi korban KDRT.

Masyarakat lapisan bawah masih ada yang belum paham akan hal ini.

Ditampar, ditendang, dicekik, dan perlakuan lainnya yang melukai fisik itu sudah masuk ke tindakan KDRT.

Pun termasuk pada perilaku pelaku yang sudah mengatur segala aktivitas korban seperti memberi aturan ketat harus begini, harus begitu, baik dalam pergaulan, kebebasan berpendapat, kebebasan bersosialisasi, sampai membatasi pergaulan, misalkan sampai mengurung seseorang karena tidak boleh keluar rumah, itu sudah masuk ranah kekerasan dalam rumah tangga.

Selain melanggar hukum negara, jelas KDRT juga sangat bertentangan dengan agama. Dimana dalam sebuah keluarga seharusnya tercipta kondisi yang sakinah mawadah warahmah, bukan?

Tindakan KDRT dalam Islam yang dilakukan oleh suami terhadap istri dikenal dengan istilah nusyuz (durhaka). Nusyuz adalah salah satu perbuatan yang sangat larang dalam agama (haram).

Apakah KDRT hanya dilakukan oleh suami?

Tidak. Siapapun pelaku kekerasan itu melanggar hukum. Pelaku kekerasan dalam rumah tangga bisa berposisi sebagai: suami, pasangan (istri), ayah, ayah mertua, ayah tiri, paman, anak laki-laki, atau pihak keluarga laki-laki lainnya.

Kejadian KDRT di daerah kita pada umumnya dilakukan pihak laki-laki dan yang menjadi korban adalah kaum perempuan

Apa saja yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan?

Terjadinya kekerasan ini disebabkan dari berbagai hal. Lain tempat lain adat dan budayanya. Pada daerah yang menganut paham budaya patriarki, bisa saja kaum pria merasa memiliki kuasa hingga menggunakan kekerasan terhadap fisik dianggap biasa. Meski hal itu sudah masuk ranah kasus hukum ya.

Bisa juga terjadi ketika adanya ketidakadilan gender. Memiliki perbedaan pendapat dan kedudukan antara kaum lelaki dan kaum perempuan sehingga satu sama lain saling sikut-sikutan.

KDRT bisa dipicu juga dengan adanya kualitas  hidup yang rendah. Tidak ada pemahaman, tidak mendapatkan sosialisasi dan kurangnya informasi bisa jadi penyebabnya.

Lalu pola asuh yang salah, kemiskinan, tayangan media yang tidak medidik, dan gangguan psikologis-jiwa, bisa juga jadi pemicu munculnya tindakan KDRT ini.

Tips mencegah KDRT

Bagaimana solusi agar tidak terjadi KDRT?

Kasus KDRT yang semakin berat dan berdampak sungguh sangat menakutkan banyak pihak. Kita tidak bisa mengelak jika nasib sudah menentukan tapi sebagai manusia kita masih bisa berikhtiar supaya KDRT bisa kita cegah. Bagaimana caranya?

Cara Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga:

  • Menjalin komunikasi dengan baik dengan pasangan, keluarga maupun anggota keluarga.
  • Saling percaya satu sama lain. Hindari prasangka buruk apalagi tanpa komunikasi terlebih dahulu
  • Saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Berlapang dada jika ada hal yang tidak kita sukai.
  • Jauhi perselingkuhan karena mengumbar nafsu bukan akan menyelesaikan masalah melainkan akan membawa masalah baru lainnya
  • Pendidikan. Semakin banyak tahu, semakin banyak informasi yang didapat semakin besar kemungkinan kita menjauh dari hal tidak seharusnya kita lakukan
  • Pendidikan emosi anak tidak boleh disepelekan. Kehidupan rumah tangga tak hanya bersama pasangan namun juga ada anak yang harus kita jaga emosi dan psikologi nya
  • Melakukan peran antar anggota keluarga dengan baik. Hindari kesalahpahaman dengan mengedepankan komunikasi
  • Mencari atau menerima bantuan profesional. Dalam arti tak usah malu atau minder untuk membicarakan jika dalam rumah tangga ada masalah karena untuk mencapai sebuah solusi kadang diperlukan seorang ahli

Cara Menghadapi KDRT

Seandainya kondisi kekerasan itu sudah kita terima, tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya. Jangan menyerah, hadapi saja dan lakukan beberapa hal supaya tidak berdampak tidak baik, atau berimbas pada keanggotaan keluarga lainnya seperti kejadian dalam kasus KDRT yang diangkat di awal artikel ini. Dengan cara apa?

  • Tidak menyalahkan diri sendiri. Jangan hanya menangis dan meratap, karena hidup itu menuju masa depan bukan diam di tempat. Terima apa yang sudah terjadi dan perbaiki dengan penuh kesadaran.
  • Bersikap tegas. Kebanyakan korban KDRT kerap menyalahkan dirinya sendiri akibat tindak kekerasan yang diterima dari pasangannya. Hei, jangan mau diperbudak orang yang tidak menghargai dan menyayangi kita. Coba bersikap tegas terhadap pasangan. Katakan isi hatimu. Kebenaran selalu memiliki solusinya. Jangan takut.
  • Siapkan bukti. Mendapatkan tindakan kekerasan memang menyakitkan. Untuk keluar dari permasalahan itu dibutuhkan sokongan kuat termasuk bukti-buktinya. Mulai kumpulkan, seperti foto, video, visum, dan sebagainya
  • Mencari bantuan atau pertolongan. Ketika diri sendiri sudah terlalu lelah, tidak ada salahnya mengontak orang terpercaya untuk menjadi perpanjangan tangan selanjutnya hingga mendapatkan tenaga ahli untuk membantu keluar dari permasalahan kekerasan yang dialami.

Tips mencegah KDRT

So...

Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius yang harus dicegah dan diatasi segera. Kekerasan dalam rumah tangga bisa merusak hubungan keluarga dan kesehatan individu.

Untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga, sebagaimana dikatakan Mama Rani dalam blog parenting nya, tipsnya kita perlu menjalin komunikasi dengan baik, saling percaya, hindari prasangka buruk, saling berlapang dada, jauhi perselingkuhan, mendapatkan pendidikan dan pendidikan emosi anak yang baik, melakukan peran antar masing-masing anggota keluarga dengan baik, membangun jaringan sosial yang positif, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya selagi bisa dikomunikasikan, yuk komunikasikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman dan pada akhirnya jadi bom waktu yang meluluh lantakkan kondisi rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar