Minggu, 22 Mei 2022

Ngeblog dari Hobi jadi Profesi

Ada tetangga bertanya apa untungnya mengurung diri, ngutrek (ngetik) sekian lama, bukankah lebih senang keluar kumpul bersama tetangga sambil ngobrol dan senda gurau?

Saya jelaskan jika apa yang saya lakukan bukan mengurung diri melainkan sedang ngeblog. Saya berselancar di dunia maya dan itu membuat jiwa saya bisa menjelajah kemana-mana. Dan ini menghasilkan.

Selain mendapat barang berupa produk kecantikan, susu anak, keperluan rumah tangga, buku dan lain sebagainya juga mendapatkan bayaran atas apa yang saya tulis. Uangnya tentu saja bisa nambah-nambah biaya keperluan rumah tangga. Belum lagi jika beruntung saya sekaligus bisa jalan-jalan, nginap di hotel berbintang, mendapat gadget, atau uang tunai.

Modal utama --apapun usahanya—termasuk ngeblog ya tetap niat dan kemauan. Termasuk atas apa yang saya lakukan ngutrek eh ngeblog itu tadi.

Bagi sebagian orang ngeblog mungkin kegiatan membosankan. Menulis, membaca, reportase, terus demikian berputar-putar. Beda lagi dengan orang yang memang sudah hobi menulis dan membaca. Saya ngeblog karena memang sudah suka menulis dan membaca sejak kecil dan ini menjadi hobi. Jadi kalau ujungnya dilihat orang menghasilkan, bagi saya itu bukan sebuah penghasilan melainkan buah yang bisa saya  petik atas apa yang selama ini saya tanam.

Saya mulai ngeblog sejak tahun 2008. Hobi ngeblog tidak disangka menghasilkan setelah saya berumah tangga. Sejak booming blog di awal era millenium kedua, platform blog terus tumbuh. Sekaligus memberikan keuntungan melalui program afiliasi atau revenue sharing.

Kalau dulu ngeblog hanya dipandang sebagai penyaluran hobi, sekarang sudah naik level jadi ajang aktualisasi diri bahkan jadi profesi.

“Jadi cara mendapatkan penghasilan dari blog, itu bagaimana?” tetangga lanjut bertanya.

 

Cara Mendapatkan Uang dari Blog:

  1. Ikut PPC (Pay Per Click)
  2. Program Afiliasi
  3. Menjual produk melalui blog
  4. Iklan pada blog (baik adsense maupun non-adsense)
  5. Advertorial (review)
  6. Lomba blog
  Dari semua itu yang saya ikuti hanya review dan lomba blog, meski peluang menangnya kecil. Selebihnya saya sama sekali tidak tertarik (tepatnya tidak tahu ilmunya) dan memilih sumber penghasilan lain yang lebih “ramah ibu rumah tangga” dari ngeblog, melalui:

Lomba Blog

Saat ini banyak lomba menulis yang temanya tidak jauh dari mereview atau memberi pengalaman dari sebuah produk. Ibu-ibu banget malah produk nya. Jika punya pengalaman dan memang cocok dengan produknya saya ikut. Menang atau tidak bukan masalah. Toh setiap tulisan punya rezekinya masing-masing. Saya jadikan ikut lomba sebagai ajang latihan menulis, belajar mengemukakan pendapat dan terus mengasah kekuatan konten. Kalau kebetulan menang, anggap saja sebagai bonus.

Content Writer.

Alhamdulillah ada orang percaya dengan kemampuan menulis saya sehingga mempekerjakan saya sebagai pengisi konten untuk website perusahaannya. Tugas saya membuat artikel yang relevan dengan website perusahaan secara terjadwal dan setiap bulan saya mendapat fee.

Sponsored Post

Pihak lain mungkin melihat blog saya dan tertarik untuk mengajak kerja sama. Menulis sesuatu atau artikel sesuai dengan ketentuan yang mereka buat. Saya akan mendapat bayaran untuk itu. Tidak semua sponsored post saya terima, karena saya selalu melihat lebih dulu kesepakatannya. Jika ada hal yang tidak saya pahami, atau bertolak belakang dengan niche blog saya, maka tidak segan saya menolak. Bukan menolak rezeki tetapi lebih kepada branding dan blog yang harus lebih dipertahankan.

Content Placement

Ini adalah semacam artikel titipan. Pihak lain membuat artikel dan meminta saya mempublikasikannya di blog  dengan imbalan sesuai dengan kesepakatan. Sama seperti sponsored post, jika tidak cocok maka saya akan menolak tawaran kerja sama ini. Kalaupun saya merasa cocok dan menerimanya, saya selalu mengedit artikel tersebut (dengan tidak merubah isi) supaya gaya bahasa lebih gue banget.

Reportase

Semacam mereview atau melaporkan jalannya sebuah acara dan setelahnya saya mendapat imbalan baik barang atau uang. Biasanya saya datang ke sebuah acara atas undangan. Tapi kini banyak juga yang tidak harus datang ke acara. Jadi kita hanya diberi brief (ketentuan penulisan).

Buzzer dan Influencer

Diajak kerja sama untuk memanfaatkan media sosial kita sebagai penyebar info atau media promosi. Imbalan dari iklan suatu produk maupun jasa ini juga berupa produk maupun uang.

Dari semua penghasilan melalui blog itu, semua tidak saya dapatkan secara instan. Ada tahapan-tahapan dimana orang lain melihat apakah blog dan atau media sosial saya memenuhi kriteria yang mereka inginkan? Dan usaha untuk mencapai kondisi blog (monetize) yang diinginkan pihak lain ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

Memonetize blog tidak mudah. Jangan bayangkan tinggal buat blog lalu akan mendapat tawaran ini itu. Paling tidak harus sudah ada minat dalam mengurus blog. Orang yang sudah punya passion dalam hal menulis lebih mudah dalam memonetize blog. Kenapa?

Kalau sudah passionnya, meski akhirnya tahu monetize blog itu susah, ia tidak akan berhenti di tengah jalan. Ia akan tetap menulis di blog. Dengan kata lain monetize blog juga memerlukan modal.

 

Tahapan Memonetisasi Blog:

Modal waktu

Jangan dikira menulis adalah pekerjaan mudah. Perlu waktu untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan bisa konsisten mengisi blog. Google menyukai blog yang rajin update. Jadi kalau mau memonetisasi blog apakah siap untuk korban waktu?

Modal investasi

Jika blog ingin mendapat traffic organic, perlu kesungguhan keluar modal untuk cari domain, template, bahkan kalau perlu hosting. Blog yang baik adalah yang menemukan pembaca yang tepat, supaya blog mudah ditemukan Google. Traffic ini yang jadi acuan harga tulisan di blog. Semakin tinggi semakin baik.

Modal backlink

Tidak bisa ditawar, blogger harus banyak membaca dan menulis. Salah satunya membaca blog orang lain untuk mendapatkan backlink dengan cara blogwalking. Tidak hanya untuk kepentingan SEO, blogwalking adalah cara mengenalkan blog kita kepada “tetangga”. Blogwalking bisa menentukan nilai Domain Authority dan Page Authority dimana keduanya bisa jadi acuan klien dalam menentukan besar bayaran.

Modal jejaring

Bergabung dengan komunitas sama artinya dengan menjemput rezeki karena dari komunitas biasanya saya banyak dapat kesempatan mendapatkan job.

Modal Belajar

Selalu update dengan perkembangan ini mutlak. Blogger harus tahu aturan menulis. Bukan hanya sekedar menulis, tapi juga erat kaitannya dengan teknologi. Jadi jangan malas untuk selalu melihat perkembangan terbaru,  apapun yang sedang in saat ini.

So, jadi blogger itu tidak bisa dipaksakan. Kalau tidak menyukainya kemungkinan akan susah berkembang. Kebalikannya, jika sudah senang, walaupun sedikit pembaca, atau tidak rame komentar, menulis tetap dijalankan.

Karena sejatinya ngeblog yang menghasilkan adalah ngeblog yang bermanfaat bisa memberikan faedah bagi orang lain.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar