Selasa, 24 Mei 2022

Padepokan SAFEnet: Cara Belajar Hak Digital Gratis

Sebagai generasi yang lahir di tahun delapan puluhan, saya merasa sangat beruntung. Bagaimana tidak, saya bisa merasakan kehidupan jadul sebelum ada internet, hingga sekarang yang apa-apa justru tidak bisa lepas daripada internet. Tidak semua orang berkesempatan bisa mengalami semua itu, bukan?

Sekarang ini kita malah sudah memasuki era digital, semua kegiatan bisa dilakukan dengan cara yang lebih canggih. Perkembangan era digital membuat segala sesuatu menjadi lebih praktis dan efisien.

Namun tentu ada beberapa dampak digitalisasi yang akan kita terima dari era digital tersebut. Dengan semakin banyaknya teknologi baru yang dikenalkan kepada masyarakat, seperti bidang komunikasi, salah satu bagian yang paling utama adalah fungsi internet yang menjadi jauh lebih maksimal dan dimanfaatkan untuk komunikasi agar terhubung dengan orang lain.

 

 

Perkembangan lain yang mulai masif adalah penggunaan aplikasi untuk berbisnis. Dampaknya bagi pengusaha yang tidak siap dengan era digital, maka otomatis akan mulai ketinggalan zaman. Mau tidak mau semua lini bisnis pun harus beralih ke teknologi digital.

Perkembangan sektor keuangan juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, ketika semakin banyaknya penyedia dompet digital. Aplikasi fintech pun berlomba memberikan pelayanan kepada para pengguna tanpa harus keluar rumah.

Perkembangan lain yang sangat mendongkrak perekonomian adalah kehadiran E-Commerce. Layanan penyedia produk dengan cara online lewat sebuah aplikasi atau website secara digital untuk  jual beli.

Hingga pendidikan anak dan sistem bekerja semua saat ini tidak terlepas dari akses digital, menggunakan internet.

Maraknya dunia digital di tengah masyarakat itu secara sadar atau tidak sebetulnya telah memunculkan masalah baru. Dulu, sekitar dua puluh tahun lalu, internet hadir kita gunakan untuk bersenang-senang. Mencari informasi dan sebagainya. Tapi sekarang ketika dunia digital semakin terbuka justru banyak memunculkan permasalahan.

Adanya banyak kesempatan akses gratis untuk membuat akun secara tidak disadari kita telah “menyerahkan” data diri pada pihak lain. Tanpa kita tahu kepastiannya apakah data kita itu akan aman dan berada di pihak yang tepat? Padahal, sebagai pengguna akses digital, kita pun memiliki hak dan perlindungan sebagaimana hak azasi manusia seutuhnya.

 

Apa saja hak-hak digital yang harus kita ketahui?

Menurut SAFEnet (South East Asia Freedom of Expression Network) ada beberapa hak digital yang harus dilindungi. Secara garis besar hak-hak digital tersebut:
  • Hak untuk mengakses hak internet termasuk di dalamnya penyediaan infrastruktur dan konten
  • Hak untuk bebas berekspresi di ranah digital termasuk menyatakan opini dan pendapat di ranah digital
  • Hak atas rasa aman di ranah digital, termasuk perlindungan privasi dan data pribadi pengguna digital.
 

Tiga hak dasar digital tersebut harus kita ketahui. Jangan sampai ada lagi kasus-kasus pelanggaran hak-hak digital hanya karena kita tidak memahami.

Tertarik dengan bahasan hak-hak dan pelanggaran kita di ranah digital, ditambah masih banyaknya hal yang belum saya ketahui jika setiap pengguna internet memiliki hak-hak digital, maka niat saya untuk belajar hak digital pun semakin tinggi.

Karena itu ketika tahu akan ada peluncuran Padepokan SAFEnet, saya pun ikut hadir di acara peluncuran Padepokan Hak Digital Safenet Indonesia tersebut.

Selasa (24/5/2022) saya sangat antusias menyimak perbincangan mengenai hak-hak digital yang digelar oleh Padepokan SAFEnet. Pada acara webinar ini sekaligus juga diperkenalkan platform Padepokan SAFEnet yang bisa kita akses secara gratis.

Hampir semua hal saat ini sudah terdigitalisasi, itulah alasan SAFEnet membangun Padepokan SAFEnet ini untuk membela hak-hak digital kita.

Di Padepokan SAFEnet, kita bisa saling belajar. Tidak saling merasa sudah pintar tapi terus saling berbagi dan memberikan pelajaran bersama. Saling belajar dalam arti bukan hanya untuk pembelajaran satu arah saja.

Apakah hanya saya saja yang belum paham mengenai apa saja hak-hak digital yang harus kita ketahui? Memang sih berdasarkan perbincangan para narasumber, selama ini, definisi hak-hak digital ini belumlah seragam.

Tapi secara umum, konsensus hak digital ini mencakup akses pada komputer, perangkat elektronik lain, jaringan telekomunikasi dan internet, serta berkaitan dengan kemampuan tiap orang untuk mengakses, membuat, menggunakan, menerbitkan, dan menyebarluaskan media digital secara setara dan bertanggung jawab.

Belajar hak digital di Padepokan SAFEnet ternyata sangat mudah. Ada sepuluh jurus yang bisa kita pelajari dan satu sama lain saling berkaitan. Kita tidak bisa mempelajari jurus selanjutnya sebelum menyelesaikan jurus yang terlebih dahulu.

 

Dalam Kitab Pengantar Hak-Hak Digital di Padepokan SAFEnet, calon pendekar diharapkan mampu menguasai sepuluh jurus untuk mendapatkan status pendekar dan mendapatkan sertifikat pendekar hak digital.

Dalam rangka itu, setelah menyelesaikan 10 jurus, maka terdapat 10 pertanyaan yang harus dijawab benar semua. Calon pendekar berkesempatan untuk mengulang pertanyaan apabila belum dapat menjawab benar seluruh pertanyaan.

Setelah selesai, selain diganjar sertifikat, pendekar juga dipersembahkan Paket Kitab komplit berisi 10 Jurus yang dapat dijadikan bekal dan materi yang bermanfaat dalam rangka turun gunung menerapkan ilmu padepokan SAFEnet.

 

Bagaimana langkah belajar hak digital di Padepokan SAFEnet?

  • Pertama kunjungi dulu laman padepokan.safenet.or.id
  • Lalu buat akun untuk jadi seorang pendekar di sana dengan mengisikan data-data yang diminta
  • Setelah verifikasi email, maka akun kita sudah aktif dan setelah diakui pendekar pemula kita bisa belajar jurus-jurus hak digital kapan saja dan dimana saja
  • Secara keseluruhan terdiri dari sepuluh jurus digital right yang satu sama lain saling berkaitan. Kita tidak bisa meloncat ambil jurus kedua sebelum menyelesaikan jurus pertama.
  • Jurus-jurus yang diajarkan di Padepokan SAFEnet terdiri dari tiga tipe, pertama infografis, kedua video dan tutorial dan yang ketiga berupa buku panduan atau modul.
  • Di akhir jurus yang kita pelajari, kita akan menyelesaikan ujian berupa menjawab pertanyaan seputar pelajaran dari jurus pertama hingga terakhir. Pertanyaan cukup mudah kok kalau kita fokus dan menyimak setiap materi.
  • Jika ujian berhasil kita selesaikan maka kita berhak mendapatkan sertifikat.
 

Dengan belajar banyak tentang hak digital di Padepokan SAFEnet diharapkan kita tidak lagi buta akan hak-hak digital pribadi. Kita pun tidak lagi mudah terpengaruh dengan beragam opini publik. Bukan pula berarti sedikit-sedikit lalu buat pengaduan mengatasnamakan UU ITE.

Jadikan hak-hak digital kita menjadi bekal dalam mengarungi dunia persilatan digitalisasi yang semakin membutuhkan kecakapan digital. Pengembangan padepokan hak-hak digital di Padepokan SAFEnet ini mendapatkan dukungan dari Digital Access Programme British Embassy Jakarta dengan UK Aid dari masyarakat Inggris melalui program Digital Rights Education oleh SAFEnet.

Sekilas Mengenai SAFEnet

SAFEnet adalah lembaga nonprofit yang mengadvokasi hak-hak digital di Indonesia, khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya.

SAFEnet meluncurkan website platform pendidikan hak digital yang bisa diakses gratis oleh siapa saja. Diharapkan melalui platform ini, publik bisa belajar banyak mengenai hak-hak digital.

Untuk info lebih lengkap, bisa akses di www.safenet.or.id atau melalui media sosial @safenetvoice

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar