Jumat, 03 September 2021

Referensi Musik Anak Indonesia dan Animasi 3D Hoala & Koala

Baru saja sampai, Fahmi putra saya langsung laporan kalau ia terpilih jadi pemain alat musik marching band di sekolahnya. Tapi ia masih bingung mau mempelajari alat musik yang mana, katanya.

 

[caption id="" align="aligncenter" width="300"]Fahmi putra saya tertarik kepada petugas Marching Band anak sekolah saat pawai agustusan yang lewat depan rumah Fahmi putra saya tertarik kepada petugas Marching Band anak sekolah saat pawai agustusan yang lewat depan rumah[/caption]

 

Di sekolahnya, penyeleksian untuk peserta pemain marching band sebenarnya sudah dilakukan sejak kelas tiga. Sementara kelas enam nanti sudah dibebastugaskan dari kegiatan ekstrakurikuler apapun.Tapi karena hampir dua tahun ini kita melakukan pembelajaran jarak jauh, jadinya kegiatan itu vakum. Saat pelajaran tatap muka mulai dilaksanakan lagi ini penyeleksian baru dilakukan.

Sejak masuk sekolah dasar, setiap jelang Agustusan Fahmi terlihat senang kalau melihat kakak-kakak kelasnya berlatih drumband. Ia tampak takjub dengan barisan anak yang memainkan beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik.

Ada yang ditiup, dipukul, dipetik, dan sejumlah instrumen lainnya secara bersama-sama. Belum aksi gitapati dan mayoret yang sangat memukau dengan tarian tongkatnya. Jelas memperlihatkan jika Fahmi tertarik untuk menjadi bagian dari pasukan itu, kelak kalau sudah waktunya.

Sekarang, tidak terasa anak saya ini sudah kelas empat. Dan pagi tadi ia tampak gembira harapannya jadi salah satu pemain drumband hampir terlaksana.

"Jadi mulai sekarang Ami harus banyak belajar mengenal lagu daerah, lagu nasional dan lagu anak Indonesia dong?”

Fahmi mengangguk senang. Begitupun saya. Secara kita tahu sendiri perkembangan dunia musik anak di Indonesia ini mengalami banyak kemunduran dibandingkan jaman saya seusianya dulu. Jamannya Agnes Monica masih jadi penyanyi cilik. Trio Kwek-kwek, Cikita Meidy, dll. Jadul banget deh.

Saya mendukung kegiatan marching band di sekolah Fahmi, karena mengenalkan musik pada anak banyak memberikan manfaat yang jauh lebih besar dari sekadar menghibur.

Manfaat musik untuk anak itu banyak. Selain mendukung tumbuh kembang anak juga menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Dapat membantu mengajarkan anak meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang disebabkan karena meningkatnya kinerja otak, daya ingat, dan kemampuan berpikir, sampai bisa lebih meningkatkan konsentrasi.

Dengan berlatih musik, mungkin anak bisa terus berkembang karakter dan keterampilan sosial serta rasa percaya dirinya.

Jadi setujukan manfaat musik bagi anak itu sangat banyak? Nah, agar lebih optimal, setiap orang tua juga perlu terlibat aktif didalamnya.

Pembentukan karakter, kemampuan belajar, serta kemampuan bermusik anak akan jauh lebih optimal jika ada peran positif dan dorongan orang tua di setiap proses pembelajaran musiknya.

Kita tak perlu menjadi seorang ahli musik untuk mengajar anak mencintai dan menikmati musik. Yang terpenting, kenalkan anak dengan musik yang sesuai sesering mungkin. Beri anak fasilitas untuk menunjang dalam memperdalam musik. Contohnya mengenalkan karakter musikal yang bernama Hoala & Koala.

 

Yuk kenalan dengan Hoala & Koala

  Hoala & Koala

 

Hoala & Koala adalah karakter di dunia musik yang divisualisasikan lewat animasi 3D. Karakter Hoala & Koala diciptakan seperti anak-anak zaman sekarang pada umumnya yang tumbuh berkembang di jaman digital.

Jadi ceritanya Hoala & Koala ini adalah sepasang sahabat yang sangat gemar menyanyi. Maka dari itu karakter ini akan terus mengeluarkan banyak lagu dan musik yang sesuai dengan karakter anak-anak.

Selain tokoh utama Hoala & Koala, ada karakter lain, seperti tokoh Ayah, Ibu, Miss Jeruk, dan lainnya yang kesemuanya juga pandai bernyanyi.

 

[caption id="attachment_11258" align="aligncenter" width="300"]Tokoh karakter Hoala & Koala Tokoh karakter Hoala & Koala
[/caption]

Penasaran dengan karakter Hoala & Koala? Langsung saja ajak anak kita melihatnya di Youtube, atau mendengarnya di Spotify dan iTunes.

Fahmi sangat antusias menonton Hoala & Koala. Ia jadi banyak belajar tentang aransemen dari musik Hoala & Koala. Banyak alat musik yang belum diketahui Fahmi sebelumnya seperti saxophone, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, hingga instrumen etnik Indonesia tradisional lainnya.

Saya merasa dengan menonton lagu dan musik Hoala & Koala anak kita jadi dimanjakan dengan musik modern tapi tidak menghilangkan rasa dan jati diri.

Hoala & Koala memiliki keunikan genre. Tak hanya genre children pop tapi ada juga jazz, big band, swing, jpop, hingga etnik.

 

Anak senang melihat animasi 3 D Hoala & Koala Pas dan cocok pokoknya. Saat Fahmi naik kelas empat dimana ia bisa masuk group marching band, pas juga dengan munculnya kehadiran Hoala & Koala yang bisa diakses di Youtube lagu dan animasi anak

Disela kepenatan pembelajaran dan padatnya aktivitas ekstrakurikuler anak, sesekali boleh kita ajak anak untuk melihat dan mendengarkan lagu-lagu Hoala & Koala di Youtube, Spotify dan social media Hoala & Koala lainnya sebagai referensi dunia musik anak untuk refreshing dan me time bersama.

 

Me time keluarga dengan Hoala & Koala

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar