Rabu, 01 September 2021

Pemanfaatan Media Digital di Era Pandemi

Pemanfaatan media digital

Netizen warga negara Indonesia adalah pengguna internet paling tidak sopan di Asia Tenggara. Itu menurut hasil penelitian Microsoft tahun 2020. Kenapa bisa begitu? Karena masyarakat kita kurang memahami akan literasi digital.

Permasalahan lainnya adalah minat baca masyarakat kita masih sangat rendah. Karena itu setiap mendapatkan pesan atau konten langsung main share saja, mempercayainya tanpa lebih dulu mengecek kebenaran, membaca keseluruhan informasi dan menemukan apakah itu fakta atau hoax.

Dari peristiwa itu kita bisa mengambil kesimpulan, memahami"ilmu" literasi digital itu sangat penting di jaman digitalisasi seperti sekarang ini. Termasuk saat era pandemi.

Pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan semua aktivitas manusia. Dunia kita sangat terguncang. Tapi kehidupan tetap harus berlanjut, bukan? Mau tidak mau manusia di seluruh penjuru dunia harus bisa beradaptasi dengan pandemi.

Adanya media digital tentu saja sangat membantu kelangsungan hidup dan aktivitas terlebih di era pandemi seperti sekarang. Meski kalau tidak hati-hati dalam aktivitas kita di dunia digital, kita bisa celaka karenanya.

Ibarat pisau, media digital seperti dua sisi yang satu sama lain saling berseberangan. Satu sisi bisa membantu kita, sisi lain bisa mencelakakan.

Disini pentingnya sosialisasi literasi (media) digital, supaya seluruh lapisan masyarakat paham dan bisa menggunakan media digital sebaik mungkin.

Dalam webinar Pemanfaatan Media Digital di Era Pandemi, Rabu 1 September 2021 dengan para pembicara: Brigjen pol. Drs. Siswandi; Drs. Gun gun Siswandi M. Si, dosen Universitas Esa Unggul; M Triangga, entrepreneur; dan Mas Hilmi Adrianto dari Tokopedia; dijelaskan jika literasi digital ini sangatlah penting. "Siapa menguasai informasi, ia akan menguasai dunia".

Karena itu, sudah seharusnya kita kelola informasi ini dengan baik. Jangan sembarangan menyebarkan informasi yg tidak kita ketahui kebenarannya. Jika mengandung fitnah, bisa terjerat hukum. Sudah banyak contohnya karena buat status atau share berita yang merugikan, akhirnya berujung di penjara.

Dalam mempelajari literasi digital, dibagi dalam beberapa point yang bisa memudahkan kita untuk memahaminya.

Kerangka literasi digital yang sebaiknya dipahami semua orang, ada 4 hal: 1. Penguasaan perangkat keras maupun perangkat lunak (skill) 2. Penguasaan digital culture 3. Penguasaan etika digital 4. Penguasaan Undang-undang digital ITE, termasuk digital safety (keamanan data diri).

Pemerintah selalu mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk selalu melawan penyebaran berita bohong (hoax) dengan cara lebih gencar lagi kita menyebarkan berita baik, inspiratif atau konten positif lainnya. Diharapkan jika ruang digital dipenuhi dengan berita baik dan inspiratif, sehingga hoax tidak lagi memiliki tempat. Kalaupun ada kalah banyak, kalah pamor oleh konten positif itu tadi.

Bagaimana cara mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan media digital? Cara mudahnya, kita bisa menjelaskan fungsi masing-masing sosial media untuk apa hingga masyarakat paham. Kita tahu beberapa platform itu ada peruntukannya dan ada spesifikasinya. Dengan mengetahui pastinya kita bisa memanfaatkannya dengan maksimal.

Selanjutnya dorong masyarakat untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat dan akurat. Petani ajak untuk bikin konten cara menanam padi yang baik, para peternak ajak untuk bikin konten mengolah pupuk organik, dll. Meski dirasa sulit, tapi akan bisa karena terbiasa...

Karena media digital ini punya sisi buruk dan sisi baik, tentunya tugas kita untuk mengangkat sisi baiknya sehingga kehidupan kita jadi lebih sejahtera dan menghilangkan sisi buruknya supaya kehidupan lebih aman, tenang dan damai.

Pemanfaatan media digital tanggung jawab semua pihak

Literasi digital ini adalah tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya pemerintah atau relawan. Karena itu yuk, kita mulai dari diri kita dulu untuk stop share pemberitaan yang tidak jelas. Hapus konten radikalisme, ujaran kebencian dan hoax yang mampir pada akun kita.

Inovatif & kreatiflah. Jangan sampai kita yg dimanfaatkan teknologi. Tapi kita yang harus bisa memanfaatkan teknologi.

Saat pandemi banyak pelaku usaha yang collapse, banyak pekerja yang kena PHK, banyak masyarakat yang kehilangan sumber mata pencaharian. Saatnya kita memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi ini untuk meningkatkan kemampuan dan inovasi dalam berkarya.

Gunakan media digital untuk mendukung usaha kita. Telah banyak UMKM yang sukses meski saat pandemi, karena mereka pandai melihat peluang dan menggunakan media digital untuk mendukung usaha mereka. Seperti untuk promosi barang dagangan, pengembangan usaha dan bisnis, penggunaan media digital untuk belajar, media digital untuk bekerja dari rumah, untuk melakukan silaturahmi dan hal bermanfaat lainnya.

#PemanfaatanMediaDigital saat pandemi ini akan terasa lebih maksimal jika kita mengetahui ilmu dan peruntukannya.

https://www.instagram.com/p/CTRkzfVv9dB/?utm_medium=copy_link

Tidak ada komentar:

Posting Komentar