Minggu, 19 Juli 2020

Halodoc: Pengobatan Alternatif Saat Pandemi

Pengobatan Alternatif Saat Pandemi

Saya tuh hampir mati, tapi mungkin kamu tidak mempercayainya. Ya, hampir tiga bulan, barengan dengan masa pandemi covid-19 masuk di Indonesia, saya mengalami sakit yang sangat tidak biasa. Malah sempat ada yang bilang sakit karena kiriman orang. Hii... Gak percaya kan?

Baca deh kisahnya disini

 

 

Awalnya seluruh badan saya terasa gatal. Tapi tidak begitu diindahkan karena saya memang memiliki tipe kulit amis daging, kalau kata orang Sunda mah. Jenis kulit yang mudah kena iritasi, gatal, dan sakit kalau kena serangga dan sejenisnya.

Lalu gatal dan memerah muncul di wajah. Saya mulai khawatir. Soalnya selain tidak nyaman, ga bebas ketemu orang, juga bikin risih dan malu. Iya, soalnya wajah jadi merah, bengkak dan gatalnya luar biasa. Kalau kena di anak, mungkin sudah nangis jerit-jerit. Lah saya saja hampir tidak kuat. Wajah terasa panas, gatal dan susah buka mata karena kelopak mata bengkak, karena bentol gatal itu tadi.

[caption id="attachment_9829" align="aligncenter" width="225"] Gatal, merah dan bengkak. Hampir tiga bulan saya alami[/caption]

Sehari-hari saya hanya di rumah saja. Beneran jadi kaum rebahan secara saya ga bisa ngapa-ngapain selain tiduran. Beruntung anak suami juga di rumah saja. Jadi pekerjaan rumah, urusan anak, semua ada yang bantu.

Berobat ke dokter saya lakukan hanya ke klinik di Sukanagara. Mengingat ke RSUD Cianjur, urusannya jadi ribet terkait protokol kesehatan covid-19. Dokter Agung bilang sepertinya saya kena alergi. Meski merasa tidak mungkin, saya menjalankan semua saran dokter seperti mengurangi makanan ikan laut, protein hewani, dan beberapa makanan yang dicurigai memicu timbulnya gatal alergi.

Karena sampai obat habis dan bahkan saya membeli lagi sesuai resep dokter gatal di wajah tidak juga kunjung sembuh, saya mengikuti saran teman dan saudara termasuk tetangga untuk melakukan ikhtiar berupa pengobatan tradisional dan pengobatan herbal.

[caption id="attachment_9826" align="aligncenter" width="300"] Minum dan mandi air rebusan daun dan akar, sebagai obat tradisional[/caption] Mumpung lagi di rumah saja, saya pun menjalankan semua petunjuk dari mereka. Banyak minum air kelapa hijau muda, meminum air ramuan dari berbagai tanaman herbal, membuat pengobatan langsung yang dilulur ke kulit sampai menjalankan wirid (dzikir) demi membersihkan diri. Hehehe... apalah istilahnya saya gak begitu paham. Hanya saya yakini tidak ada salahnya, toh memang yang dilakukan sebatas ikhtiar dengan jalan lebih banyak menyebut nama Sang Pencipta, tidak ada salahnya.

Tapi apa hasilnya?

Wajah saya tetap gatal dan memerah. Capek sih, tapi saya selalu dibujuk suami untuk selalu sabar. Iya juga. Toh semua juga harus ada proses, ya. Apalagi saat pandemi, semua seolah serba terbatas. Jadi ga bisa banyak menuntut juga.

Banyaknya waktu luang sambil rebahan, iseng saya searching di dunia maya cara mengobati luka gatal di wajah yang minim risiko. Klik sana klik sini, akhirnya saya sampai di artikel tentang konsultasi langsung dengan dokter ahli di Halodoc.

Senang dong, saat pandemi kita bisa tanya dokter umum maupun spesialis melalui aplikasi yang bisa kita lakukan dari rumah saja. Selain melalui aplikasi Halodoc, sekarang kita juga bisa tanya dokter online langsung dari website Halodoc.

Halodoc adalah layanan kesehatan online terpercaya di Indonesia yang memiliki daftar dokter pilihan terbaik di bidangnya masing-masing. Mulai dari dokter umum yang bisa membantu menjawab keluhan ringan, sampai dokter spesialis yang berpengalaman dan terpercaya.

Mengingat gatal di wajah saya ini sudah cukup lama, saya tidak ingin ini terjadi sampai lebih parah. Saya mau cari jalan keluar atas masalah kesehatan yang saya alami. Pandemi bukan halangan. Jangan tunggu parah dulu, kalau bisa langsung konsultasikan kondisi kesehatan agar bisa segera ditangani oleh yang berpengalaman di Halodoc, kenapa tidak?

Tidak perlu keluar rumah, kita bisa ketemu dokter profesional untuk melakukan konsultasi terkait kesehatan. Ada banyak pelayanan pula mulai dokter, spesialis, psikolog, menanyakan tips diet, rekomendasi obat, rujukan ke rumah sakit, terapi, hingga rekomendasi gaya hidup yang baik sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit maupun kondisi kesehatan lainnya tanpa harus khawatir, karena semua percakapan dan diagnosis kesehatan kita dengan dokter di Halodoc akan terjaga keprivasiannya.

Saya sendiri cari informasi terkait permasalahan wajah dan kulit. Sampai ketemu artikel Gloskin Aesthetic Clinic Gading Serpong  Saya baru tahu kalau Gloskin Aesthetic Clinic adalah klinik kecantikan dan pusat perawatan estetika yang didirikan oleh dr. Nanang Masrani pada tahun 2012. Klinik kecantikan yang memiliki visi Your Beauty Our Priority ini di support oleh dokter ahli kecantikan dan team profesional yang tersebar di 13 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Alhamdulillah, kini gatal di wajah saya sudah tiada. Merah dan bengkak menghilang sekitaran dua minggu terakhir ini. Meski bisa dibilang sudah sembuh, satu yang tidak akan saya lupa, pola hidup sehat dan protokoler kesehatan tetap harus dijalankan.

[caption id="attachment_9830" align="aligncenter" width="201"] Sekarang, meski masih tampak bengkak wajah sudah lebih bersih, sambil terus berikhtiar untuk penyembuhan maksimal[/caption]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar