Tips Cara Memilih Hotel Nyaman Libur Lebaran
Mending mudik mending liburan? Emang apa bedanya? Mending ke Rinjani atau tiduran leyeh-leyeh di rumah?Waktu libur panjang tidak setiap saat bisa mudah kita temui. Kesempatan emas ini belum tentu bisa didapat seperti keinginan kita. Kecuali ambil cuti kali ya? Karenanya manfaatkan waktu seefektif mungkin untuk hal yang diprioritaskan.
Liburan lebaran kali ini terbilang cukup lama. Dan tentu saja kami tidak ingin menyia-nyiakannya. Perjalanan sulit ke Gunung Rinjani pun jadi pilihan kami menyisihkan list mudik lainnya.
Kenapa sulit? Kenapa Rinjani?
Sebelum anak kami Fahmi, lahir, kami sudah pernah mendaki Gunung Rinjani. Saat itu saya sedang hamil sekitar 6 bulan. Kini usia Fahmi sudah 5 tahun. Ia sudah bisa minta diajak ke sana ketika melihat foto-foto saya dan ayahnya di setiap perjalanan. Jadilah kami kepikiran untuk berencana mengajaknya, selagi anaknya mau.
Mendaki gunung Rinjani perlu sekitar lima sampai tujuh hari untuk kami pulang pergi dan menikmati suasana Danau Sagara Anak. Belum perjalanan dari rumah ke kota, plus perjalanan ke Nusa Tenggara-nya. Bisa-bisa butuh waktu 2 minggu untuk dapat menjelajahi semuanya itu. Kalau bukan saat libur panjang gak mungkin kan kami bisa menikmati perjalanan selama itu. Jadi emang sulit mencari waktu yang pas. Maka libur lebaran kali ini lah salah satu kesempatannya.
Jadi insyaallah kami memilih liburan...
Namanya liburan bawa anak yang dipikirkan oleh seorang emak khususnya pastilah kenyamanan si anak lebih dulu. Apalagi masih berada dalam masa suasana lebaran, diperkirakan kondisi medan akan berbeda dengan hari biasa.
Perkiraan, setelah turun dari Senaru kami akan menginap lebih dulu di sekitar itu, sekadar mengistirahatkan anak, dan mengenalkan lingkungan sekitar sebelum melanjutkan perjalanan.
Tapi ternyata tidak mudah ya sodarah-sodarah mencari penginapan atau hotel yang sesuai dengan keinginan kita, itu. Ada yang menawarkan kelebihan ini, tapi kekurangan di fasilitas itu. Ada yang cocok di harga tapi kondisinya tidak pas dengan selera. Iih! Tidak puas #alaincesMaka tersedotlah energi, waktu dan pikiran demi untuk mendapatkan informasi hotel menginap yang nyaman.
Berkaca pasca pengalaman sebelum-sebelumnya, mencari hotel itu –khususnya dalam masa libur lebaran-- memang butuh beberapa cara dan penilaian. Diantaranya saya jabarkan kira-kira seperti ini:Tips menemukan hotel yang cocok saat libur lebaran perlu dicek:
1. Cek lokasi Meski sedang liburan saya mah tetap memilih apapun yang bisa dihemat. Termasuk hotel atau tempat menginap. Apalagi bersama anak, kami sepakat memilih hotel yang berada di dekat pusat kota. Kenapa? Ya biar mudah kalau ada kepentingan. Syukur-sukur bisa dapat tempat menginap yang dekat dengan stasiun atau terminal.Lebih utama yang dekat dengan minimarket dan ATM. Jadi saat anak mulai minta ini minta itu, tak terlalu sulit dalam mendapatkannya.
2. Cek reiew hotelSaya meluangkan waktu untuk membaca apa komentar-komentar dari mereka yang pernah menginap di hotel yang kami pilih. Meski review mereka tidak mencerminkan 100% kondisi pada kenyataannya tapi paling tidak saya sudah punya gambaran bagiamana pendapat orang lain terkait tempat tersebut.
Masukan mereka ini bisa jadi pertimbangan buat kami untuk menentukan apakah jadi buking hotel disana atau tidak.
3. Cek FasilitasBiasanya saya mengutamakan kepraktisan. Asal ada kamar mandi bersih dan mushola srandar, sudah cukup. Tapi karena kali ini kami berencana membawa balita maka banyak hal yang kami lihat dan butuhkan.
Seperti melihat apakah ada play groundnya? Apakah punya kolam renang? Dan fasilitas lain yang disukai dan cocok untuk anak.
4. Cek keamananBukan lebay trauma karena berita teror bom, tak perlu sejauh itu. Yang standar saja apakah selama tidur dan berada di wilayah nya bakal merasa aman? Hal ini menyangkut ketenangan, tidak bising, ketersediaan loker dan alat evakuasi lainnya jika terjadi hal tidak diinginkan, dan keamanan lain yang ditawarkan.
5. Cek kuliner sekitarKita kan berencana akan liburan setelah lebaran, jadi otomatis kondisi nanti beda dengan bulan puasa. Ketika masih suasana libur lebaran terbayang belum tentu banyak penjual kuliner bisa kita temui. Jadi meyakinkan apakah di hotel tempat menginap tersedia menu sarapan, restaurant halal, dan kesiapan-kesiapan lainnya jadi masukan buat kami sebelum memastikan jadi tidaknya buking hotel terpilih.
[caption id="attachment_5556" align="aligncenter" width="300"]Boleh tambahkan...dan pastinya akan bermanfaat buat pelancong lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar