Kisah Baju Koko Sang Belahan Jiwa
Makemak, buibu...SebagaiTermasuk tahun ini.
“Yah, beli baju koko raja wakanda ya?” Suami ngahuleng. Mengernyitkan dahinya.“Baju koko yang lagi ngetrend sekarang itu loh... Baju koko Black Panther 'raja Wakanda' yang lagi buming saat Ramadan ini...”
Mantan pacarku gak respek sama sekali. Fokus tetep ke buku raport yang lagi nyicil diisinya.
“Gara-gara aktor Chadwick Boseman pemeran dalam film Black Panther, yang mulai tayang 29 Januari 2018 lalu itu memakai pakaian dengan bordel mirip baju koko, maka jenis baju itu kini jadi ngetren. Di Tanah Abang saja katanya sudah kehabisan stok loh...”
Suami tetep anteng. Yang respon malah juniornya, Fahmi.
“Bu, Ami mau baju pinter. Mau ya Bu?” baju koko Black Panther dibilangnya “baju pinter”, dasar bocah.Sejak film Black Panther dirilis Februari 2018 lalu di Indonesia, trend baju yang dipakai oleh karakter raja Wakanda, T'Challa alias si Chadwick Boseman ini sudah banyak dikaitkan warganet dengan baju koko. Biasalah di Indonesia. Orangnya super kreatif dan pandai cari peluang. Kostum yang dikenakan pemeran dalam film Black Panther pun dijadikan inspirasi.
Produsen baju koko pandai mencari ide dari tontonan atau model pakaian yang sering dipakai oleh aktor/aktris populer yang diputar di televisi.
Beneran itu terjadi. Jelang Ramadan ini baju koko Black Panther jadi fashion ngetren. Semua orang tahu apalagi sudah masuk berita televisi. Mungkin hanya pak suamiku saja yang gak ngeh. Atau emang diamah orangnya gak mau tahu soal remeh temeh kayak gitu...?
Dan saya sebagai istrinya gak mau saat lebaran nanti dia pakai baju koko tahun lalu, meski suami gak mempermasalahkan itu, tapi tetangga pasti ribut. Bukan berburuk sangka. Tapi halah... tahu sendiri sifat tetangga kaya apa. Pakai baju baru diomongin. Gak pakai baju baru apalagi. Sudah diomongin ditambah diledekin pula. Kasihan gak kebeli baju. Tuh kan siapa yang malu kalo gitu?
“Jadi beli baju koko nya kapan? Ntar siang aja ya? Mumpung libur?” paksa saya.
“Ya terserahlah...” katanya tetap cuek.
Tidak dimana-dimana. Mau di kota mau di desa saat Ramadan datang dan Lebaran menjelang, semua berburu kebutuhan akan baju baru. Ini jadi ajang mendulang uang bagi pengusaha konveksi atau bisnis penjualnya.
Meski barang tren itu belum sampai di desa, kini dengan sistem belanja online wong ndeso pun bisa ikut mendapatkan produk terbaru. Termasuk baju koko Black Panther ini. Meski diberitakan stok di toko-toko sudah kosong orang gak kehabisan akal. Berburu mencari barang secara online pun jadi pilihan. Namun tidak bagi kami. Dalam beli pakaian, saya dan suami sepakat kalauEh saya juga malah baru tahu info nya kalau menurut penjahit ini baju koko itu baju turunan dari baju terusan tokoh Nehru. Hanya kerah yang dipakai mengacu pada gaya model baju tionghoa.
Kerah yang dipakai pada baju Nehru kalau di istilah dunia jahit menjahit itu disebut mandarin collar.Hem... mungkin istilah baju koko ini berasal dari istilah “Ge ge” (bahasa Mandarin yang dilidah dibaca jadi koko) yang artinya kakak laki-laki.
Dalam kenyataannya, baju koko yang kebanyakan sudah ada di pasaran dan ditujukan untuk kaum adam ini memang sering menampilkan gaya bordir. Jadi gak salah kalau para produsen memirip-miripkannya dengan kosrum Black Panther sehingga baju ini jadi trend.
Tapi buat pakbapak mas-mas om dan akang yang tidak terlalu tertarik dengan baju koko Black Panther, jangan berkecil hati. Kalian masih banyak teman. Suami saya ini salah satunya. Dia sama sekali tidak tertarik dengan model baju koko Black Panther ini.
Ketika berhasil ngajak dia ke penjual baju, yang dipilihnya keukeuh baju koko biasa dengan model yang simple dan warna yang lumrah: putih. [caption id="attachment_5804" align="aligncenter" width="300"]Ya ini lebih baik daripada tidak beli baju sama sekali. Atau misalkan dia lebih tertarik dengan baju koko Thanos? (Emang ada?) hahaha... siapa tahu kedepannya bakal ada juga baju koko Thanos, kan?
#ngikikbersama
[caption id="attachment_5805" align="aligncenter" width="298"]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar