Minggu, 14 Januari 2024

Bunuh Rasa Iri Munculkan Pemahaman Diri (Jalan ninja melihat orang lain bertumbuh agar tidak terdistract dengan pencapaian orang lain)

Banyak teman dan saudara bahkan juga tetangga yang tiba-tiba rajin upload video di akun Facebook. Pada akhirnya saya baru tahu kalau mereka itu telah mengubah akun Facebook nya menjadi Pro.

Dikutip dari situs web Facebook, FB Pro itu fitur baru Facebook yang memungkinkan penggunanya untuk menampilkan diri sebagai profesional.

Pada fitur FB Pro ini menawarkan berbagai manfaat bagi content creator untuk menghasilkan uang. Itu termasuk membangun personal branding, terhubung dengan audiens lebih luas, dan memahami performa konten.

Mungkin karena iming-iming adanya menghasilkan uang ini, para pemilik akun akhirnya bersemangat untuk upload konten-konten yang mayoritas adalah video pendek, untuk mendapatkan interaksi dan apresiasi dari penonton.

Dengan mode profesional, pemilik akun Facebook juga bisa memiliki pengikut publik yang jumlahnya tidak terbatas, tetapi pemilik akun juga bisa memiliki maksimum 5.000 teman.

Jumlah pengikut di profil kita itu yang  menunjukkan jumlah total pengikut, termasuk teman yang terhubung dengan kita.

Semakin baik video yang dibuat berkesempatan dilihat banyak orang dan tak menutup kemungkinan penggemar akan memberikan bintang sebagai apresiasi atau hadiah atas konten yang kita buat dan dishare di Facebook itu.

Bunuh Rasa Iri Munculkan Pemahaman Diri

Setiap Star yang diberikan bernilai sebesar $0,01 USD. Jumlah itu bisa dikonversikan sesuai mata uang di setiap negara yang telah mendapatkan fitur akun Facebook Pro ini.

Bagi pengguna di Indonesia, 1 Star setara dengan kurang lebih Rp155.56. Nilai itu fluktuatif karena bergantung pada kurs mata uang yang dinamis.

Tak heran kalau setelah diluncurkannya fitur Facebook Pro ini banyak teman dan tetangga saya yang tadinya malu-malu sekarang apa-apa serba dibuat video dan upload di akunnya.

Memang ada yang lucu, ada yang bermanfaat dan banyak yang memberikan informasi. Tapi ada juga yang kejar tayang habis-habisan sampai sesuatu yang masuk ke ranah pribadi pun diupload sesuka hati. Merasa biasa saja hal seperti itu dikonsumsi oleh publik.

Saya sendiri sebenarnya merasa malu sendiri. Meski saya juga suka bikin konten dan sering upload di akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Tiktok maupun X (Twitter), tapi tentu saja hanya membagikan yang berkaitan dengan pekerjaan saja.

Jujur, melihat pencapaian orang itu saya sebenarnya merasa tertantang juga untuk mencobanya. Tapi kalau di luar kemampuan saya, ya saya juga milih mengukur diri. Sekiranya tidak mampu, saya tidak akan memaksakan diri.

Sebagaimana ketika mendapatkan job. Walaupun fee-nya besar, tapi jika konten yang dibuat di luar kemampuan saya, saya lebih baik melepaskannya. Berikan kesempatan kepada pihak lain yang lebih mampir atau memang ahli di bidangnya.

Bunuh Rasa Iri Munculkan Pemahaman Diri

Kalau mau mendapatkan bayaran yang besar, setidaknya tingkatkan juga kualitas dan value yang bisa kita tawarkan.

Bagaimana caranya? Terus saja mengasah diri dalam hal yang kita kuasai, sehingga tak hanya menjadikan branding bagi diri sendiri, melainkan juga bisa menjadikan kita makin mahir dan memiliki nilai terbaik.

Meningkatkan skill dan kemampuan dalam hal apa pun dalam bidang yang kita sukai, tidak hanya bisa bikin kita enjoy dalam menjalankannya namun juga menambah jam kerja dan itu dipastikan bisa terus mengasah diri dan kepribadian untuk bisa menjadi lebih expert.

Tidak lupa untuk selalu meluangkan waktu supaya bisa berbagi apa yang dimiliki sehingga menjadikan diri lebih bermanfaat untuk yang lain.

Yakin kalau rezeki itu sudah mendapatkan takaran nya masing-masing. Jangan takut dan jangan merasa rezekinya akan direbut orang. Selagi kita punya kemampuan dan percaya diri insyaallah pintu rezekiakan tetap selalu terbuka.

Saya sering menerima penawaran bikin video, review dan testimoni dan meng-upload kontennya di blog, YouTube maupun sosial media. Apakah ketika sekarang teman dan tetangga pada rebutan bikin video dan meng-upload nya di Facebook lalu saya merasa tersaingi?

Oh, tentu saja tidak. Saya merasa biasa saja dan justru saya merasa kemampuan saya masih jauh sehingga saya masih harus terus banyak belajar lagi.

Bunuh Rasa Iri Munculkan Pemahaman Diri

Semoga saja saya juga bisa terus memahami diri saat melihat orang lain bertumbuh dan karirnya terus berkembang. Sungguh saya sama sekali tidak terdistract dengan pencapaian orang lain dan tetap menghargai posisi diri saat ini. Karena saya yakin semua sudah memiliki takarannya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar