Kebanggaan tersendiri bisa melihat negara terindah di dunia dengan mata kepala sendiri dari atas ketinggian di atas permukaan laut
Notifikasi dari berbagai grup pendakian yang saya ikuti sangat ramai. Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam rangka memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus sekaligus Hari Proklamasi Kemerdekaan NKRI di puncak gunung memang banyak diselenggarakan tahun ini. Seiring dengan dihapuskannya sistem PPKM setelah Covid-19 mereda. Setiap komunitas saling berkoordinasi mempersiapkan sematang mungkin kegiatan tahunan yang dibanggakan para pencinta alam dan para pendaki gunung itu.
Bangga bisa merayakan HUT RI di puncak tertinggi gunung berapi Indonesia, Puncak Anjani Gunung Kerinci (3805 MDPL). Melihat keindahan Indonesia yang sesungguhnya dari ketinggian ini dipastikan tidak bisa semua orang dapat melakukannya.
Bukan untuk gaya-gayaan jika saya dan suami membawa anak semata wayang kami ke sana. Tapi lebih ke menanamkan pendidikan karakter sedini mungkin. Supaya sejak kecil ia bisa belajar di alam terbuka sambil melihat keindahan negara tempat dilahirkan dan dibesarkannya secara langsung. Sekaligus bisa belajar bertanggung jawab sebagai generasi muda penerus kami, yang sudah sepuh ini.
Bukankah kemerdekaan yang begitu mahal kita dapat ini, harus bisa kita pertanggung jawabkan? Karena kalau tidak, para pahlawan kemungkinan besar menangis menyaksikannya...
Pengakuan Keindahan Indonesia
Majikan saya di Taiwan, yang berprofesi sebagai pramugara dan pramugari dari sebuah maskapai penerbangan internasional mengakui kalau Indonesia adalah negara yang paling indah, dari semua negara di dunia yang pernah dikunjunginya selama 33 tahun mereka berkarier.
Mereka berpendapat keindahan pesona kilau Indonesia memang tidak ada habisnya. Bagaimana tidak, Indonesia seperti sebuah paket komplit yang memiliki daya pikat menarik perhatian semua mata. Mulai dari keindahan alamnya, dimana Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis tertua di dunia yang di dalamnya terdapat ribuan keanekaragaman hayati. Flora dan fauna yang dijadikan kawasan lindung. Ditambah deretan gunung berapi aktif karena Indonesia berada di lingkaran “ring of fire”. Plus dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga memiliki banyak garis pantai, menyebabkan bisa dengan mudah dijumpai aneka ragam terumbu karang, jenis-jenis ikan, pantai yang berkilau hingga pulau-pulau nan eksotis yang selalu dapat membuat decak kagum baik wisatawan lokal maupun turis mancanegara.
Keindahan Indonesia memang tidak terbantahkan terlebih lembaga situs analisis survei asal Inggris money.co.uk, juga pernah merilis daftar peringkat negara dengan panorama dan kondisi alam terindah di dunia. Dari hasil survei tersebut majalah Time Out menobatkan Indonesia sebagai negara terindah dengan panorama alam terbanyak dan terbaik dengan menempati peringkat nomor satu, mengalahkan 49 negara lainnya, termasuk Selandia Baru, Jepang dan Perancis. Keren banget kan?

Indonesia bukan hanya memiliki destinasi wisata populer yang menyajikan keindahan alam seperti di Bali, tapi Indonesia juga memiliki hutan tropis di Sumatera dan Kalimantan termasuk cagar alam, biosfer dan sejumlah situs warisan dunia UNESCO seperti Taman Nasional Komodo.
Bahkan sekarang Indonesia juga telah memiliki sirkuit balap motor Mandalika di Nusa Tenggara Barat yang mencuri perhatian dunia karena dianggap sebagai sirkuit motor tercantik di dunia.
Melalui sirkuit Mandalika sebagai lokasi ajang internasional MotoGP, menjadi jalan lain mengundang wisatawan datang sekaligus untuk mengekspos keindahan alam keunggulan yang dimiliki Indonesia. Mantap!
Indonesia dengan iklim tropisnya membuat siapa pun tak rewel untuk mendatanginya kapan saja. Udara dan suhu tetap stabil karena hutan yang dimiliki Indonesia masih banyak yang terjaga kelestariannya.
Keberadaan hutan ternyata membawa dampak yang positif baik tidak hanya bagi manusia tapi juga untuk lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

Sejak dini mengenalkan dan mengajak anak menanam pohon untuk kelestarian alam dan lingkungan
Manfaat Hutan Indonesia
Fungsi utama hutan yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman lebat sebagai penghasil oksigen yang memperpanjang kelangsungan kehidupan, menjadi semakin maksimal karena sekaligus memiliki fungsi untuk menyerap karbon dioksida yang dihasilkan dari pernafasan manusia, hasil pembakaran kendaraan bermotor, limbah pabrik maupun sumber-sumber lainnya.
Tidak hanya itu manfaat hutan lainnya yang tidak kalah penting adalah sebagai sumber bahan obat-obatan, sebagai penyedia sumber makanan, mencegah erosi dan banjir, tempat berlindung, sumber mata pencaharian manusia, pengontrol iklim, dan masih banyak lagi.
Fakta Kebakaran Hutan Indonesia
Sayangnya, tidak semua pihak bisa menjaga dan melestarikan hutan. Salah satu ancaman yang paling mengancam keberadaan hutan adalah kebakaran. Meski kebakaran hutan ini ada yang tidak direncanakan. Kebakaran alami yang tidak terkendali membakar lanskap bervegetasi, pepohonan hutan atau padang rumput.
Kita mungkin masih memaklumi jika kebakaran hutan terjadi secara alami karena kilat, petir dan gesekan. Namun sedihnya justru banyak kebakaran yang dipicu oleh aktivitas manusia, seperti api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau bahkan sengaja dibakar untuk membuka lahan.
Dampak Kebakaran hutan Bagi iklim dan Lingkungan
Saat kemarau melanda, ancaman kebakaran hutan juga akan meningkat. Kondisi kering dan kekeringan berkepanjangan ditambah dengan perubahan iklim dapat memperburuk risiko kebakaran hutan.
Ketika terjadi kekeringan, angin kencang, dan cuaca ekstrem melanda, maka kebakaran hutan bisa menjadi lebih dahsyat dan kobaran apinya lebih kuat, lebih besar dan akan menyebabkan kebakaran lebih luas dan sulit dikendalikan.
Kebakaran hutan dan lahan berdampak pada rusaknya ekosistem dan menyebabkan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan. Dampak lainnya dari asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, penyakit jantung serta iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung.
Kabut asap yang diakibatkan adanya kebakaran hutan juga mengganggu transportasi, khususnya penerbangan.
Tersebarnya asap dan emisi gas karbon dioksida dan gas-gas lain ke udara juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.
Kebakaran hutan mengakibatkan hutan menjadi gundul, sehingga tidak mampu lagi menampung cadangan air di saat musim hujan, hal ini dapat menyebabkan tanah longsor ataupun banjir.
Kebakaran hutan dan lahan juga menjadi penyebab berkurangnya sumber air bersih dan bencana kekeringan, karena tidak ada lagi pohon untuk menampung cadangan air.
Fenomena Indonesia Negara Hutan Hujan Tropis Terbesar ke-3 Dunia
Meski hutan di Indonesia pernah dilanda berkali-kali bencana kebakaran hutan, dan beruntung saat ini kejadian tidak menyenangkan itu sedikit mereda—membuat geliat kehidupan hutan Indonesia pun kembali tumbuh.
Hutan Indonesia masih diakui keberadaannya sebagai hutan hujan tropis terluas nomor tiga di dunia setelah Brazil dan Afrika.
Meski kita tidak boleh lupa, jika tingkat degradasi hutan yang tinggi di Indonesia ini juga yang jadi penyebab negara kita menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.
Salah satu penyebab turunnya luasan hutan tropis di Indonesia adalah praktik perladangan berpindah. Suksesi vegetasi pasca perladangan berpindah dapat memberikan layanan ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi dan perbaikan sifat tanah yang jarang sekali terekspose pada tingkat lanjut.
Upaya Menjaga Hutan dan Kelestarian Alam
Hutan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui serta mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang kehidupan ekosistem. Indonesia negara yang memiliki hutan hujan tropis paling luas di dunia mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi.
Keanekaragaman hayati yang tinggi ini dapat memberikan manfaat serbaguna dan mempunyai manfaat yang vital dan strategis, sebagai modal dasar pembangunan nasional serta sebagai paru-paru dunia yang mutlak dibutuhkan sepanjang masa.
Namun kondisi terkini dari luas hutan di Indonesia terus mengalami penurunan. Analisis Forest Watch Indonesia (FWI, yaitu organisasi yang dibangun untuk melakukan perubahan terhadap sistem dalam mengakses data dan informasi mengenai pengelolaan hutan di Indonesia) dan Global Forest Watch (GFW, yaitu platform daring yang menyediakan data dan alat untuk pemantauan hutan, sehingga siapa saja memungkinkan untuk mengakses informasi tentang tempat dan bagaimana perubahan hutan di dunia) tahun 2001 memperlihatkan bahwa laju deforestasi terus meningkat, hingga mencapai dua juta hektar/tahun periode 1996-2000.
Kerusakan hutan yang diakibatkan penurunan luasan hutan tersebut penyebab terbanyak karena upaya pembukaan hutan yang disebabkan pertambahan populasi manusia, penebangan hutan untuk diambil hasilnya, konstruksi jalan, kebutuhan komoditas internasional, kebijakan pemerintah, kebakaran hutan serta kegiatan perladangan berpindah.
https://www.instagram.com/reel/CvjLipsr9jG/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
Solusi mengatasi kebakaran hutan dan lahan
Meski kita tidak tinggal di hutan, tapi kita harus tahu bagaimana cara mengatasi kebakaran hutan. #BersamaBergerakBerdaya supaya kelestarian hutan kita tetap terjaga.
Perhutani Kabupaten Cianjur sebagaimana hasil wawancara yang saya lakukan menginformasikan jika mereka sigap akan antisipasi kebakaran hutan ini dengan memiliki program Siaga Dalkarhutla (Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) di setiap Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) atau setingkat kecamatan. Lengkap dengan pos komando-nya yang siaga 24 jam.
Selain terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, untuk menekan potensi kebakaran hutan, cara-cara berikut ini dapat diterapkan, nih manteman...
- Jangan asal membakar apa pun di kawasan hutan yang dapat menyebabkan api menyebar, seperti rumput kering atau plastik dan lainnya.
- Dilarang melakukan pembakaran di sekitar area yang rawan kebakaran.
- Setelah selesai membakar sesuatu, pastikan api sudah benar-benar padam sehingga tidak ada kemungkinan api muncul kembali, menyebar dan menyebabkan kebakaran hutan.
- Jika melihat ada sumber titik api atau kebakaran, segera melapor kepada petugas atau penjaga yang sedang patroli agar cepat ditangani.
- Memahami peraturan setempat tentang perizinan dan pembatasan larangan pembakaran yang dikel oleh Departemen Kehutanan dan Sumber Daya Alam. Misalnya mengenai jarak minimal pembakaran, perizinan dan peraturan kegiatan kemah, peraturan pekerja di hutan, dan lain sebagainya.

Saya dan keluarga secara pribadi, ketika melakukan pendakian gunung saat musim kemarau memiliki tips untuk mencegah kebakaran hutan, yaitu dengan cara #UntukmuBumiku:
- Tidak membuat api unggun jika tidak urgent. Kami memilih membawa sleeping bag agar tidak kedinginan
- Jika harus membuat api karena darurat, pastikan setelahnya api benar-benar padam
- Tidak merokok di kawasan hutan. Jika sudah terlanjur membawa kami menerapkan disiplin ketat supaya bertanggung jawab membawa kembali puntung rokoknya, tidak dibuang di hutan
- Memilih menggunakan cooking set untuk keperluan memasak. Tidak menggunakan kayu bakar untuk menghindari kemungkinan kebakaran hutan
- Jika melihat ada sumber titik api segera melapor kepada ranger atau penjaga hutan yang biasanya ada di setiap pos jalur pendakian
- Jika mampu dan memiliki keterampilan memadamkan api, sambil menunggu petugas datang kita dapat membantu memadamkannya

Nah, itulah hal sederhana #UntukmuBumiku yang selalu kami tekankan kepada anak, kawan satu tim saat pendakian maupun masyarakat umum saat melakukan pendakian di musim kemarau.
Sekecil apapun upaya yang kita lakukan, Insyaallah akan membawa perubahan yang lebih baik dalam menyelamatkan hutan kita. Mari kita isi kemerdekaan yang kita jalani ini dengan lebih peduli pada alam dan tanah air.
Mari kita isi kemerdekaan ini dengan menjadi pribadi yang peduli hutan dan lingkungan. Supaya kelak anak cucu kita masih bisa merasakan keindahan dan manfaatnya.
Yuk #BersamaBergerakBerdaya menjaga hutan!
Sumber dan referensi
https://kemlu.go.id/maputo/id/news/20067/woow-indonesia-dinobatkan-sebagai-negara-terindah-di-dunia
https://klik hijau.com/10-fakta-singkat-tentang-kebakaran-hutan/
https://indonesiabaik.id/infografis/waspada-dampak-kebakaran-hutan-dan-lahan#:~:text=Tersebarnya%20asap%20dan%20emisi%20gas,menyebabkan%20tanah%20longsor%20ataupun%20banjir.
Jurnal Ilmu Kehutanan (Journal of Forest Science) https://jurnal.ugm.ac.id/jikfkt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar