Rabu, 16 Agustus 2023

Jebakan Blogwalking

Dulu, saya iseng bikin semacam pengamatan terhadap teman-teman blogger yang suka mengunjungi blog saya. Gara-gara banyak yang berkomentar, tapi isinya itu bertanya banyak hal padahal semua yang ditanyakan itu sudah terjawab dalam artikel.

Jadi saya penasaran, ini yang berkomentar sebenarnya sudah membaca artikel saya atau tidak, sih? Atau jangan-jangan hanya klik link pada list , membaca judul, lihat gambar sambil sekrol ke bawah menuju kolom komentar. Setelah ketemu lalu bertanya di sana?

Sent. Gak sampai 30 detik mungkin pengerjaan semua itu sudah selesai. Merasa hutang Blogwalking pun sudah ditunaikan.

Yang bikin saya penasaran, attitude-nya itu. Jika benar apa yang dilakukannya seperti dugaan saya tersebut, apakah ke setiap blog ia berbuat seperti itu?

Diam-diam pengamatan saya lanjutkan. Saya semakin semangat naruh link artikel pada list. Tidak lupa saya mencocokkan waktu.

Tidak tanggung, saya sengaja  meluangkan waktu untuk menunggu kapan teman-teman memberikan komentar, dan membandingkan kapan laporan menyelesaikan blogwalking nya.

Saya hitung selisih dan jeda waktunya, kapan memberi komentar di blog saya, kapan memberi komentar di blog yang ngelist di atas dan di bawah saya. Saya ambil rata-rata berapa lama waktu “perjalanan” dari blog dalam list sebelum saya, lalu berkomentar di blog saya, kemudian berkomentar di blog yang ngelist setelah saya. Segitunya emang saya terbuat. Hehehe...

Saya coba dan praktikkan selama rentang waktu yang saya dapat itu, apakah bisa, atau justru mepet untuk sekadar membaca artikel. Jika tidak memungkinkan, berarti besar kemungkinan memang tidak membaca artikel, melainkan langsung menulis mengisi kolom komentar.

Saat tidak membaca dulu apa isi artikel otomatis tidak bisa membayangkan apa yang dibahas dan hal penting yang didapat dong. Kecuali membaca judul, atau membaca url artikel yang bagi blog berbasic wordpress sama sekali tidak terpotong. Jadi masuk akal kalau menulis komentar berdasarkan judul saja, tanpa disadari yang dikomentari berupa pertanyaan justru jawabannya ada pada artikel.

Hal itu (jika benar) sungguh sangat menggelitik hati saya untuk kembali bisa membuktikan. Tapi yang bikin saya bingung, bagaimana caranya membuktikannya?

Akhirnya saya coba bikin jebakan blogwalking. Saya bikin artikel dengan judul yang menjadi link URL spesifik. Lalu ngasih foto di atas dengan tulisan spesifik juga, hanya antara judul dan tulisan dalam foto ini dibuat jauh berbeda. Jadi misal di judul saya tulis makanan. Lalu pada foto paling atas, saya taruh foto makanan dengan tulisan cireng isi.

Padahal, pada artikel yang saya buat, membahas soal lontong sayur dan sate sebagai makanan khas saat hari raya.

Hem... Saya lempar jebakan itu dengan mengikuti list blogwalking. Lihat umpan yang saya lempar itu apa berhasil memancing blogger curang muncul ke permukaan?

Yes!

Ternyata perangkap yang saya buat, berhasil menjerat beberapa blogger sesuai dugaan!

Dari sekian banyak yang ikut list, beberapa komentar normal, sesuai artikel karena mungkin memang sudah membaca keseluruhan artikel yang saya buat.

Tapi, ada yang berkomentar membicarakan soal cireng isi dalam komentarnya. Haha! Bagaimana tidak lucu, sementara dalam artikel sama sekali itu tak ada bahasannya! Bukankah ia berkomentar sungguh melenceng keluar jalur? Kok bisa ia komentar soal cireng isi sementara dalam artikel ga ada saya membahas itu...

Dugaan sebagai jawabannya ya karena ia hanya melihat judul dan link url yang saya share. Lalu saat ia klik, ia melihat foto makanan dengan tulisan kontra cireng isi. Maka dengan tanpa membaca artikelnya dengan percaya dirinya ia berkomentar soal cireng isi.

Haha, jebakan yang sempurna!

Pengalaman ini sungguh membuat saya jadi jauh lebih berhati-hati lagi dalam mengikuti list blogwalking. Kalau memang repot ga bisa punya waktu buat baca artikelnya, lebih baik jangan memaksakan diri ikut list.

Sebagai mom blogger saya tahu dan merasakan bagaimana sibuknya kita mengatur waktu untuk mengurus rumah tangga, mengurus anak dan urusan parenting lainnya. Apalagi jika ditambah sebagai ibu bekerja alias wanita karir.

Setidaknya kalaupun butuh support blog secara mepet, saat akan berkomentar, baca dulu tentang isi artikelnya sehingga punya topik bahasan yang relevan saat akan memberikan komentar.

Jangan sampai kena jebakan saya lagi, ya ...

Yuk saling menyemangati untuk menjadi blogger yang bijak dan bermartabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar