Selasa, 25 April 2023

Jenis Ketupat Singaparna

“Sarapan ketupat ya, Bu? Yang depan alun-alun itu,” pesan Fahmi setelah solat subuh di hari ke tiga lebaran.

Ini anak gak bosen apa ya makan ketupat? Padahal sejak hari Kamis, saya udah bikin ketupat sendiri. Sampai kemarin Senin ketupat di rumah baru saja habis, hari ini udah pesan mau sarapan ketupat lagi.

Saat teman-teman mengabarkan lebaran hari Jumat, dan pemerintah baru akan melaksanakan sidang isbat Jumat sorenya, Mak sejak Kamis pagi saya sudah mempersiapkan ketupat dan hidangan pelengkap lainnya. Berjaga-jaga kalau lebaran jatuh pada hari yang sama.

Ternyata pemerintah memutuskan sesuai kesepakatan semua jika lebaran jatuh pada hari Sabtu. Mau tidak mau, daripada mubadzir, ketupat untuk lebaran beserta teman-temannya sejak Kamis akhirnya sudah kami cicipi, dong. Padahal masih menjalankan puasa satu hari lagi.

Berlanjut sampai hari lebaran yang jatuh pada hari Sabtu, malam takbir saya kembali membuat ketupat karena yang dibuat hari Kamis sudah habis. Kalau malam takbiran gak buat ketupat, khawatir besok ada saudara dan teman yang datang, terus masa gak diajak makan ketupat. Ketupat hasil malam takbiran itu baru habis hari Senin pagi.

Dan Selasa ini, ketika kami silaturahmi ke rumah yang di kota Cianjur, Fahmi sudah pesan ia ingin sarapan ketupat (lagi)!

satu porsi ketupat Singaparna

Tapi tentu saja ini bukan ketupat lebaran, melainkan ketupat penjual yang mangkal di emper toko depan alun-alun Cianjur. Namanya Ketupat Singaparna.

Ketupat Singaparna cukup terkenal seperti bubur Cianjur, atau ikan bakar Cianjur. Singaparna adalah nama tempat di Tasikmalaya. Saya sendiri tidak asing dengan olahan ketupat Singaparna ini secara pernah tinggal di sana selama tiga tahun. Jadi citarasa ketupat Singaparna sudah melekat juga di lidah saya.

Di Cianjur ini ketupat Singaparna langganan kami ya yang ada di depan alun-alun Cianjur. Ada banyak sebenarnya cabang ketupat Singaparna ini. Termasuk penjual ketupat Singaparna terdekat dari rumah yaitu di depan Jalan H. Soheh, Batas Sukataris Karangtengah. Tapi sesekali saja kami makan di sana. Seringnya ya di depan alun-alun Cianjur ini.

Bagi muslim di Indonesia, ketupat merupakan makanan khas ketika lebaran. Dapat informasi dari berbagai sumber, ketupat berasal dari kata "kupat" yang memiliki dua arti, pertama yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan kedua laku papat (empat tindakan).

Setiap buat ketupat lebaran, saya selalu berusaha untuk menyamai ketupat Singaparna ini. Maksudnya bukan penyajiannya, melainkan mengolah ketupatnya. Sehingga hasilnya lembut, harum dan memiliki rasa khas.

Isian beras pada ketupat memiliki lambang sebagai hawa nafsu. Sedangkan, janur alias daun kelapa muda sebagai kulit ketupat berasal dari kata jatining nur yang berarti cahaya sejati (hati nurani). Sehingga kata sesepuh, ketupat itu melambangkan manusia yang menahan nafsu dengan mengikuti hati nuraninya.

Sejarah Ketupat Nusantara

Ketupat sudah dikenal sejak jaman Kerajaan Demak, yaitu pada abad ke-15. Seorang ahli sejarah dari Belanda, Hermanus Johannes de Graaf, dalam bukunya yang berjudul Malay Annual, menerangkan jika ketupat pertama kali muncul di daerah jawa, tepatnya ketika kepemimpinan Kerajaan Demak.

Jadi kala itu, adalah Sunan Kalijaga yang memperkenalkan ketupat pertama kali dalam rangka untuk berdakwah menyebarkan agama Islam ke Tanah Jawa yang notabene “sulit di-Islamkan” karena masyarakat Jawa sudah punya sistem kepercayaan sendiri yang dikenal sebagai Kejawen.

Kemunculan ketupat tersebut merupakan bagian dari penyebaran agama Islam yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.

Ketupat digunakan untuk melakukan pendekatan dakwah dalam sistem budaya. Karena, ketupat dipercaya dapat menjadi alat yang lebih familiar bagi masyarakat Jawa yang kental pada saat itu.

Hingga, ketika agama Islam mulai diterima secara luas, ketupat akhirnya melekat sebagai hidangan yang khas saat perayaan Islam, tepatnya saat perayaan Idulfitri.

Ketupat Singaparna, legend nya ketupat depan alun-alun Cianjur

Terdapat beberapa macam jenis ketupat sesuai bentuk, bahan baku, dan jenis pembungkusnya.

Ada Ketupat Pulut dari Medan. Ketupat pulut adalah ketupat yang terbuat dari beras ketan. Biasanya dimakan dengan lauk rendang atau gulai kambing.

Lalu Ketupat Kapau sebagai ikon Kota Pekanbaru, Riau. Penggunaan daun kapau tersebut diyakini dapat membuat ketupat bertahan lebih lama.

Ketupat Palas adalah ketupat yang dibuat dari daun palas atau daun lontar muda. Ketupat ini juga dibuat menggunakan beras ketan, dihidangkan bersama rendang dan aneka kari.

Ada Ketupat Landan berasal dari Banjarnegara. Untuk memasak ketupat landan biasanya menggunakan air rendaman abu pelepah kelapa.

Ketupat Pandan sesuai namanya ketupat ini dibuat dari daun pandan, daun pandan yang digunakan adalah daun yang berukuran besar dan memiliki duri. Bukan pandan kecil untuk pewangi atau pewarna alami bahan makanan ya.

Ini penampakan ketupat Singaparna

Terus ketupat yang saya buat masuknya ke jenis ketupat mana ya? Secara cangkangnya terbuat dari daun kelapa muda, bikinnya juga mengikuti tradisi turun temurun sesepuh dan nenek moyang leluhur.

Tak bosan-bosannya makan ketupat meski di rumah sudah berhari-hari makan ketupat juga

Cara Bikin Ketupat

Untuk membuat ketupat Singaparna, bahan-bahan yang perlu disiapkan antara lain:

  • Kulit ketupat siap pakai
  • Beras secukupnya
  • Air
  • Air kapur
  • Garam

Untuk membuat ketupat, berikut langkah-langkah yang biasa saya lakukan:

  • Cuci beras hingga bersih, lalu tiriskan.
  • Masukkan satu sendok air kapur dan garam secukupnya, diamkan supaya meresap.
  • Siapkan kulit ketupat, lalu masukkan beras sebanyak setengah bagian dari kulit ketupat.
  • Setelah terisi, ikat ketupat dengan rapat agar tidak bocor ketika direbus nanti.
  • Panaskan air dalam panci, rebus ketupat selama 15 menit dulu. Lalu matikan kompor dan diamkan ketupat dalam panci yang masih tertutup selama 30 menit.
  • Selanjutnya, panaskan kembali ketupat selama 15 menit dengan api besar. Setelah matang, angkat ketupat, tunggu hingga dingin dan memadat.
  • Ketupat pun siap disajikan bersama dengan berbagai hidangan khas lebaran.

Rasanya yang kenyal di mulut tapi lembut dan terasa memiliki rasa di lidah pasti bakal ketagihan. Seperti Fahmi putra saya, yang sudah habis ketupat di rumah, jajan ketupat Singaparna kemudian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar