Belanja Hemat Jelang Lebaran
Setelah tafaruqan (perpisahan pengajian) di pondok mengaji Al Hidayah yang kami kelola, Fahmi laporan kalau tisu di tempat mengaji itu habis semuanya. Mungkin saat anak-anak makan bersama banyak yang belepotan dan sebagainya sehingga menggunakan tisu lebih banyak daripada biasanya.
Saya mengatakan akan segera membelinya. Tapi tidak terburu-buru juga, toh pengajian nya juga akan libur sampai selesai lebaran ketupat, istilah untuk waktu dimana berbuka setelah menyelesaikan enam hari puasa Syawal.
Tapi karena Fahmi sehari-hari tadarus dan membaca di tempat mengaji itu, dan ia mungkin membutuhkan tisu, sehingga beberapa kali ia melapor lagi, sambil bertanya, “Ibu tahu tisu di tempat ngaji habis? Tapi kenapa ibu belum membelinya juga?”
Iya juga sih. Saya tahu, tapi tidak segerakan membelinya. Karena saya pikir pedagang lokal langganan belanja kebutuhan rumah tangga di pasar mendekati lebaran pada tutup. Paling buka tiga hari setelah lebaran. Dan saat itu saya berencana baru akan membeli tisunya.
Saat ngabuburit dan lewat minimarket, Fahmi mengingatkan untuk beli tisu di sana. Tapi saya keukeuh menggelengkan kepala. Apalagi setelah melihat harga yang dibanderolnya, satu tisu seharga 15.900. Sementara tisu yang sama bisa saya dapat di pasar dengan harga 12.500. Harganya lumayan jauh beda, bukan? Apalagi saya berniat membeli tiga buah tisu, jadi selisihnya bisa sampai sepuluh ribu rupiah!

Buat orang kaya macam kalian, sepuluh ribu itu nilainya mungkin sangat kecil. Tapi bagi saya, sungguh sangat besar. Apalagi ada amanah titipan dari donatur di dalamnya. Sebisa mungkin saya harus bisa menggunakan uang yang ada sehemat dan bermanfaat semaksimal mungkin.
Fahmi baru paham setelah saya jelaskan lebih detail dengan kalimat sederhana. Intinya tinggal sabar menunggu waktu. Jika urgent memerlukan tisu di tempat ngaji toh masih bisa ambil dulu tisu dari rumah.
Di Pasar Tradisional Kecamatan Pagelaran, ada penjual kebutuhan rumah tangga langganan namanya Mang Edi. Kalau belanja di sana, selain bisa mendapatkan harga yang lebih murah, juga bisa sama-sama mengangkat perekonomian pedagang lokal. Disamping bisa silaturahmi dan bercerita bebas, dengan sesama pelanggan lainnya.
Saya masih memberikan pemahaman kepada anak, kenapa masih bertahan belanja di pasar tradisional dan pedagang lokal? Padahal kita tahu belakangan ini, pasar tradisional mulai tersingkirkan keberadaan nya akibat makin banyaknya bermunculan minimarket. Nggak heran, keberadaan pasar tradisional mulai dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Sebagaimana definisinya, pengertian pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual lokal dengan pembeli untuk mengadakan suatu transaksi disertai tawar menawar sehingga tercapai kesepakatan harga.
Tuh kan padahal belanja di pasar tradisional banyak keuntungannya. Kita bisa tawar menawar, produknya lebih segar, atau kualitas barang sama baiknya karena berasal dari produsen yang sama, dan kita juga bisa berinteraksi secara langsung alias silaturahmi dengan para pedagang lokal itu.
Sebenarnya banyak lagi keuntungan yang bisa kita dapat kalau belanja di pasar tradisional.
1. Bisa tawar menawar
2. Lebih lengkap dan banyak pilihan
3. Membeli produk dalam negeri berarti cinta produk Indonesia
4. Produk lebih segar dan kualitas sama baik
5. Nggak perlu dandan atau pakai baju bagus
6. Jam buka lebih pagi
7. Pasar tradisional nggak kalah nyaman
8. Harga barang lebih murah
9. Bisa lebih akrab dengan pedagang
10. Membeli di pasar tradisional berarti kamu mendukung usaha kecil

Sebagai Muslim, tentu saja saya juga mengajarkan kepada anak jika akan ke pasar untuk tidak lupa membaca doa dan memperhatikan adab-adaban nya.
Doa untuk kami sangat penting sebab sebagai mahluk tidak ada daya dan upaya, kami berserah kepada Tuhan YME dan meyakini bisa melindungi dari transaksi yang tidak baik dan bisa mendatangkan berkah.
Selain itu tentu saja kita harus berhati-hati ketika sedang berbelanja. Tak bisa dipungkiri bahwa hal-hal buruk bisa saja terjadi, misalnya saja orang yang mencuri atau mencopet uang belanja.
Selain meletakkannya di tempat yang aman, sebaiknya tidak lupa untuk membaca doa masuk pasar. Tak hanya mampu memberikan perlindungan ketika sedang belanja, juga agar keberkahan pun turut hadir.
Nah, berikut adalah bacaan doa masuk pasar dan adab-adab ketika belanja yang perlu diketahui

Ketika hendak belanja di pasar, maka jangan lupa untuk membaca doa terlebih dahulu. Doa ini mampu menjauhkan dari hal-hal yang buruk saat belanja, dijauhkan dari keburukan saat transaksi, dan menghadirkan keberkahan.
Dengan membaca doa masuk pasar, maka dijelaskan dalam hadir yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, bahwasanya Allah SWT akan mencatat satu juta kebaikan dan menghapuskan satu juta keburukan, serta meninggikan untuk orang yang membacanya satu juta derajat.
Setelah mengetahui bacaan doa masuk pasar, kita juga perlu mengetahui apa saja adab yang perlu diperhatikan saat berbelanja di pasar.
Berikut beberapa adab belanja di pasar yang perlu ketahui:
Tetap berzikir di pasar
Bahkan dengan membaca zikir di pasar itu lebih baik, karena artinya berzikir di tengah orang-orang yang lalai. Di mana setiap orang sedang sibuk untuk melakukan transaksi dan jarang yang mengingat Allah SWT.
Masuk pasar seperlunya. Segera pulang setelah selesai belanja
Dalam pasar ada banyak maksiat, kecurangan, dan perbuatan yang sia-sia. Dengan begitu, amalan kebaikan di dalam pasar pun terbilang sedikit.
Tetap jujur dan amanah di pasar
Rasulullah bersabda
“ Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik, dan berlaku jujur.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jaga lisan dan perbuatan serta pandangan
Salah satu adab saat berbelanja di pasar adalah menundukkan pandangan. Bukan hanya terkait pemandangan yang mengundang syahwat, tapi juga kesempatan dalam menjalankan aksi kejahatan.
Jaga lisan supaya tidak menyinggung sesama yang secara kasat mata, orang-orang di dunia pasar persaingannya sangat tinggi, sensitif, dan mudah tersinggung menyebabkan pertengkaran.
Akhirnya jika belanja di minimarket tidak cukup dengan uang seratus ribu, maka saat belanja di pasar, dengan uang enam puluh ribu saja kebutuhan semua sudah terbeli lengkap.
See, Belanja di pasar tidak hanya bikin hemat anggaran pengeluaran saat lebaran, tapi juga banyak manfaat serta berkahnya untuk kita, jika mengetahui ilmu dan adabnya, bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar