Ikut merasakan betapa sedihnya ketika membaca artikel teman di blognya, yang menceritakan beberapa kali hamil, tapi selalu kehilangan buah hatinya. Pertama air ketuban tersisa hanya separuh. Ia harus opname. Seminggu kemudian melahirkan premature dan sang bayi hanya bertahan selama 2,5 jam saja.
Kehamilan kedua dokter mendiagnosa ada kelainan dengan janin. Usia kandungan sudah cukup tapi belum juga ada detak jantungnya. Kemungkinan ada kecacatan kromosom. Jadi sejak awal pembuahan memang sudah tidak sempurna. Padahal ia selalu mengikuti berbagai tips saat hamil dan tips kehamilan sehat lainnya. Kehamilannya kali ini berisiko abortus imminen karena ada pendarahan. Dan benar saja, dua minggu kemudian ia mengalami abortus spontan.
Dua tahun kemudian ia dianugerahi buah hati kembali. Ketika memeriksakan diri ke salah satu dokter kandungan spesialis fetomaternal yang sangat terkenal di kotanya, entah kenapa, tiba-tiba dokter itu menghentikan proses USG dan akhirnya menyampaikan apa adanya jika janin dalam kandungannya ternyata sudah meninggal. Ia harus segera menjalani proses kuretase.
Setelah berkali-kali selalu mengalami kegagalan dalam kehamilannya, kita yang mengetahui bagaimana ia mengalami semua itu rasanya kesulitan mencerna, apa kira-kira penyebabnya? Bukankah tips kehamilan sudah maksimal ia jalankan?
Mencoba mencari second opinion ia pun konsultasi lagi ke dokter SpOG lainnya. Salah satu dokter senior yang juga tempat ia konsul selama kehamilan dulu. Namun penjelasan didapat sama. Dokter senior itu menjelaskan penyebabnya bisa banyak faktor. Bisa dari faktor eksternal seperti makanan, asap rokok, minuman keras, atau kurangnya nutrisi pada janin. Atau bisa faktor internal.
Ibu mana yang tidak terluka ketika mengalami beberapa kali bayi dan calon bayinya harus diambil begitu cepat. Siapa pun pasti ikut berduka ketika mengetahui segala rencana kehamilan dan kelahiran harus pupus begitu saja.
Bercermin dari pengalaman teman kita itu, persiapan maksimal saat akan menjalankan kehamilan memang perlu diupayakan. Apalagi kehamilan juga merupakan salah satu penentu kehidupan bayi sejak 1000 hari pertamanya.
Sementara permasalahan seperti itu tidak hanya dialami oleh ia sendiri. Ada banyak perempuan lainnya di luaran sana yang mengalami permasalahan kehamilan. Bahkan ada yang sampai tidak diketahui penyebabnya karena minimnya informasi mengenai literasi kehamilan, kesulitan ekonomi atau sarana dan prasarana.
Permasalahan seperti itu banyak ditemui sehingga menimbulkan kegelisahan bagi seorang lelaki bernama Agus Jatmika Soegiarto. Melihat permasalahan kehamilan yang kompleks namun masih sedikit yang bisa mendapatkan solusi menggerakkan hatinya untuk mendirikan klinik kesehatan yang fokus memberikan informasi seputar tips kehamilan sehat dan program hamil lainnya dibawah naungan PT. Kehamilan Sehat Sejahtera.

Klinik Kehamilan Sehat yang menekankan pola hamil harus sehat milik Pak Agus Jatmika Soegiarto ini sudah memiliki Misi Kehamilan Sehat:
- Memberikan pelayanan yang berorientasi kepada keselamatan pasien.
- Memberi pelayanan yang berkualitas tinggi.
- Memberikan pelayanan dan produk dengan harga terjangkau.
- Staf dan Dokter menikmati kesejahteraan dan bangga menjadi bagian dari Kehamilan Sehat Sejahtera.
Stunting Pemicu Lahirnya Klinik Kehamilan Sehat
Mungkin kita terheran-heran kok bisa seorang lelaki, bukan berlatar profesi tenaga medis pula tapi peduli terhadap permasalahan kehamilan?
Ada banyak hal yang menggerakkan hati beliau untuk terjun di bidang itu. Salah satunya adalah tingginya angka penderita sunting di negara kita ini.
Ada banyak sekali dampak yang ditimbulkan jika nutrisi selama hamil dan menyusui tidak terpenuhi dengan baik. Permasalahannya tidak semua perempuan dan calon ibu memahami literasi itu.
Padahal ibu hamil kurang nutrisi saja bisa menyebabkan janin mengidap penyakit kronis/menular, otak mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan, risiko down syndrom dan risiko mengalami gagal tumbuh (stunting).
Nah, menurunkan angka stunting ini salah satu caranya dengan kehamilan sehat. Karena tidak semua penderita stunting lahir dari keluarga tidak mampu. Melainkan dari literasi kehamilan yang masih kurang.
Memang masalah kehamilan itu sangat kompleks. Dampaknya tidak hanya masalah ibu dan bayi, tapi juga terkait tumbuh kembang, kecerdasan, permasalahan generasi muda, sampai ketahanan nasional bangsa dan negara.

Hamil Sehat Mencegah Stunting
Stunting tidak terjadi begitu saja melainkan melalui proses sejak kehamilan. Disampaikan dokter Elko dari Klinik Kehamilan Sehat milik Pak Agus Jatmika Soegiarto, bahwa sebaiknya kehamilan sudah dipertimbangkan oleh pasangan sejak mereka memikirkan berencana untuk memiliki keturunan. Mulai apa makanan yang harus dikonsumsi, susu apa yang cocok untuk kehamilan, dan sebagainya.
Di Klinik Kehamilan Sehat ada program untuk itu berupa:
Perencanana Sebelum Hamil
Pasangan yang ingin memiliki keturunan perlu mengetahui edukasi mengenai kesehatan kehamilan, ilmu parenting, asupan gizi, bahkan faktor lingkungan seperti akses pada air bersih dan sanitasi.
Saat Hamil
Baik istri maupun suami harus tahu edukasi kehamilan, gizi selama hamil, pemeriksaan kesehatan kehamilan, senam hamil, serta persiapan laktasi. Kehamilan Sehat hadir di semua tahap kehamilan guna membantu pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Setelah Melahirkan
Perlu memahami bagaimana kondisi setelah persalinan meliputi kondisi dan kesiapan ibu setelah bersalin yang Kehamilan Sehat fasilitasi melalui Mom to be-Class. Kehamilan Sehat juga menyediakan vaksinasi serta pemantauan tumbuh kembang anak dan pendampingan proses laktasi.

Peran ASI Cegah Stunting
Stunting bisa dicegah dengan ASI seperti dikemukakan oleh dr Adnina Hariningrum masih dari Klinik Kehamilan Sehat. Ketika bayi diberikan ASI eksklusif dan disesuaikan dengan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI), maka hal ini bisa mencegah stunting.
ASI tak hanya sekedar susu ibu. Tetapi ASI juga mengandung faktor bio aktif, zat yang bermanfaat untuk kesehatan seperti immunoglobulin, human milk oligosaccharides (HMO), sel darah putih, antimicrobial, bahkan mengandung sel-stunting yang kesemuanya berguna untuk tumbuh kembang anak yang maksimal.
Pertumbuhan dan perkembangan anak itu beda. Stunting kaitannya dengan pertumbuhan, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak.

Dibalik keberhasilan Agus Jatmika Soegiarto membidani kelahiran Klinik Kehamilan Sehat, ada banyak tantangan yang sebenarnya muncul dibalik itu, seperti:
-Minim Literasi Kehamilan
Banyak perempuan hamil khususnya kehamilan anak pertama minim informasi. Meskipun kecanggihan teknologi sudah semakin hebat, namun informasi dari internet belum tentu sesuai dengan kondisi sekarang.
Setiap perempuan hamil itu unik. Satu sama lain berbeda. Permasalahan wanita hamil kemungkinan bisa saja mirip, tapi tentu saja belum tentu sama.
-Tidak cukup bertanya secara daring
Sekarang ini marak konsultasi permasalahan kehamilan secara online.
“Makan nanas saat hamil, bagus enggak sih?”
“Kok tidak terasa ada gerakan, apakah janin saya baik-baik saja?”
Padahal tentang kehamilan tidak bisa hanya cukup bertanya melalui aplikasi atau akun sosial media. Tetap harus melalui pemeriksaan. Jawaban permasalahan kehamilan baru bisa disampaikan jika sudah melalui serangkaian pemeriksaan USG (ultrasonografi).
-Masalah Gagal Paham Kehamilan
Yang mana pada umumnya sering terjadi pertumbuhan janin terhambat dan diikuti kematian ibu dan anak (janin). Hal demikian yang menguatkan Pak Agus Jatmika Soegiarto untuk tidak menunda lagi mendirikan Klinik Kehamilan Sehat.
Tentang Klinik Kehamilan Sehat
Klinik Kehamilan Sehat ini klinik kehamilan dengan pelayanan terlengkap sejak tahun 2016. Tercatat selama kurun waktu kurang dari 5 tahun telah melayani lebih dari 200.000 pasien persalinan, pemeriksaan kehamilan, program hamil, pemasangan IUD, juga menjalani aktivitas pelayanan farmasi dan cek laboratorium.
Pada tahun 2021, klinik milik Pak Agus Jatmika Soegiarto telah memiliki 15 cabang yang tersebar di Jakarta Timur, Tangerang, Bekasi, Palembang, Bandung, dan Surabaya. 5 diantaranya menyediakan pelayanan persalinan normal yang juga melayani poli anak.

Pelayanan Klinik Kehamilan Sehat meliputi:
- Persalinan normal
- Program kehamilan
- Pemeriksaan kehamilan
- Senam hamil
- Obat dan vitamin
- Vaksinasi
- Cek laboratorium
- Pemasangan alat kontrasepsi IUD
Jika ada pasien yang domisilinya jauh dari Klinik Kehamilan Sehat, maka akan direkomendasikan kepada dokter spesialis terdekat.
Sebagaimana namanya Klinik Kehamilan Sehat, Pak Agus Jatmika Soegiarto memfokuskan penanganan pasien pada kehamilan dan pasca kehamilan. Namun bukan berarti permasalahan lain seperti program hamil tidak dilayani.
Klinik Kehamilan Sehat akan membantu program kehamilan asal datang secara langsung ke klinik. Tidak bisa konsultasi secara online atau telepon. Hal itu tentu saja dikarenakan permasalahan setiap pasangan itu berbeda. Jadi tidak bisa ditebak apalagi disamaratakan. Termasuk dalam masalah harga.
Sekian lama praktik, Klinik Kehamilan Sehat banyak mendapat testimoni bagus dari pasien. Kelebihan KKS menurut testimoni pasien, diantaranya:
- Tarif terjangkau, kisaran 200K
- Pasien merasa “dimanusiakan”
- Pelayanan semestinya tanpa membedakan
- Edukasi Kehamilan mudah dimengerti, dan masih banyak respon positif lainnya.
Edukasi kehamilan juga bisa kita pelajari di website atau Instagram @kehamilansehat
Terakhir mungkin ini yang jadi tanda tanya masyarakat umum, Apakah Klinik Kehamilan Sehat menerima pasien rujukan BPJS? Jawabannya Klinik Kehamilan Sehat sebagai klinik utama atau spesialis belum menerima pasien BPJS sebagaimana BPJS saat ini hanya berlaku untuk klinik pratama.

Pembicaraan dan bahasan penting lainnya untuk seluruh masyarakat dengan tema yang berbeda setiap sesinya ini bisa kita ikuti di program-program Indscript di bawah managementnya Indari Mastuti. Siapa saja bisa akses karena dilakukan secara daring.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar