Rabu, 20 Juli 2022

Penghijauan dengan Candi Darling

Percaya atau tidak, kalau sehari saja gak ngurus tanaman, mertua saya bisa stress. Dan kebiasaannya dalam menyukai tanaman hijau itu ternyata menurun kepada anaknya, suami saya. Jujur, gak bisa mengelak, setelah sepuluh tahun berumah tangga dengannya, saya yang akhirnya ketularan juga, jadi suka mendamba dunia flora dan habitatnya itu.

Meski tidak seakut mertua, saya akui dengan sering melihat tanaman hijau itu rasanya pikiran kok jadi lebih seger, ya. Karena itu juga sejak menikah, saya selalu semangat kalau diajak suami ikut acara para pecinta alam. Baik itu sekadar mendaki gunung, melakukan penanaman pohon di areal tandus, sampai mengikuti pelatihan pembibitan yang diadakan Perhutani.

Siap Darling: satu pohon untuk sejuta kehidupan

Saya tidak menyanggah kalau salah satu manfaat menanam pohon adalah mengurangi stres. Buat saya dan keluarga, menghirup udara bersih di antara rimbunnya pepohonan itu udah sebuah kemewahan. Paru-paru terasa lega, pernafasan begitu longgar, dan mata berasa lebih sehat manakala melihat yang ijo ijo.

Seharusnya semua tahu kalau udara bersih itu saat ini sebuah hal yang cukup sulit didapat, bukan? Polusi udara kini sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat di berbagai kota. Jika dibiarkan, polusi udara lama-lama bisa membahayakan pikiran (stress) dan kesehatan tubuh. Maka itu, perlu adanya langkah pencegahan yang nyata guna mengatasi masalah polusi udara di lingkungan ini. Di sinilah manfaat adanya pohon hijau yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sementara bagaimana mau hijau, kalau pohon yang ada malah ditebang, lahan hijau malah diganti jadi hamparan beton?

Tidak heran kalau sekarang mulai banyak instansi maupun perorangan yang aktif mengadakan gerakan menanam pohon. Secara tujuan menanam pohon itu sendiri meski mungkin tidak bisa langsung kita rasakan dalam waktu singkat. Namun di masa depan, usaha ini akan sangat berguna bagi anak-anak dan cucu kita kelak, agar mereka bisa tumbuh di lingkungan dengan udara yang bersih dan bebas dari penyakit.

Sejalan dengan kegiatan Yayasan Djarum Foundation dengan Corporate Social Responsibility (CSR) nya yang fokus di bidang lingkungan terutama tanam pohon dengan nama program “siap darling” alias Siap Sadar Lingkungan dengan program kegiatan bidang penghijauan dan lingkungan.

Apa itu Siap Darling?

Mengutip dari laman websitenya, Siap Darling adalah gerakan yang diiniasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui sosial media sejak November 2018.

Gerakan ini awalnya menyasar generasi milenial untuk menyebarkan konten-konten positif tentang kegiatan mencintai lingkungan dan bumi (social movement) lewat sosial media. Namun kemudian gerakkan ini tidak hanya menjadi generasi yang sekedar peduli terhadap lingkungan tetapi juga melakukan aksi nyata.

Slogannya yang keren, “Cintai Lingkungan Kita Dengan Cara yang Kita Cintai”, Siap Darling berharap banget kalau generasi milenial akan terlibat dan turut menjaga kelestarian alam dengan caranya masing-masing.

Anak muda yang mau join dan berkolaborAKSI bareng siap darling, dengan semangat dan visi misi untuk move on bareng dari kebiasaan acuh lingkungan jadi sadar lingkungan alias #SiapDarling dinamai Darling Squad.

Beberapa hari lalu, Darling Squad mengadakan Program kolaborAksi turut melestarikan situs candi se-Indonesia lewat acara Candi Darling alias Candi Sadar Lingkungan.

Candi Darling

Candi Darling adalah program Siap Darling yang melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia dengan tujuan melakukan penanaman pohon di situs-situs warisan sejarah. Kita dapat mengakses informasi lengkap tentang kegiatan Candi Darling di www.siapdarling.id

Jadi selain melestarikan icon sejarah Indonesia, Siap Darling juga berkomitmen untuk membuat area sekitar candi menjadi lestari supaya para pengunjung tidak bosan berkunjung ke candi-candi yang ada di Indonesia.

Lakukan Program Penghijauan dengan Candi Darling

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan berbasis digital Siap Darling tengah tahun ini mengajak generasi muda peduli lingkungan melakukan penanaman di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Melalui kegiatan penghijauan ini, gerakan Siap Darling menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan bersama mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan, dengan melakukan aksi penanaman secara berkelanjutan. 

Sebagaimana dikatakan Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara D. Asmara bahwa gerakan Siap Darling telah menginisiasi sejumlah aksi positif seperti Candi Darling dengan aksinya menanam pohon dan semak berbunga di berbagai situs warisan sejarah agar generasi muda dapat berkontribusi melalui giat pelestarian lingkungan dan sekaligus mencintai situs warisan sejarah Indonesia.

Hingga Juni 2022, gerakan Siap Darling telah melibatkan 2.352 Darling Squad dari 295 kampus di 203 kota dan kabupaten.

Diinformasikan Ketua Program Associate BLDF, Abdurrachman Aldila, dalam giat Candi Darling ini, Darling Squad terlibat aktif dalam konservasi alam dan penghijauan di berbagai situs warisan sejarah.

Saat ini mereka telah menginisiasi penanaman di 8 kawasan candi yang tersebar di Pulau Jawa. Yang terbaru adalah  kegiatan menghijaukan kawasan Candi Dieng  yang terkenal kaya akan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan situs warisan sejarahnya. 

Aksi penghijauan di sekitar situs warisan sejarah ini tentu saja disambut baik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT.

Pak Widi menekankan pentingnya konservasi lingkungan dan situs warisan sejarah yang dilakukan secara beriringan oleh generasi muda. 

Mengingat kawasan Candi Dieng ini topografinya memungkinkan terjadinya potensi cuaca ekstrem seperti embun es sehingga merusak bibit pepohonan. Oleh karena itu, upaya penghijauan dan perawatan ekosistem di sekitar situs sejarah seperti candi ini sangat diapresiasi.

Provinsi Jawa Tengah memiliki 18 kawasan candi sehingga disebut kawasan dengan candi terbanyak di Indonesia. Itu belum termasuk reruntuhan maupun artefak candi yang terus ditemukan di beberapa daerah. Oleh karena itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, menyambut baik kolaborasi gerakan Siap Darling dengan berbagai pihak termasuk swasta dan masyarakat, utamanya generasi muda dalam mendukung upaya konservasi alam dan situs sejarah.

Memang sudah seharusnya sebagai negeri yang kaya akan peninggalan sejarah, kita sebagai generasi mudanya perlu memahami lebih jauh kesatuan nilai antara candi dan lingkungan sekitarnya, ya.

Seremoni penanaman pohon di Kawasan Candi Dieng ini juga dihadiri oleh Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji dan PJ Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto, S.H., M.H. yang diwakilkan kehadirannya oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Banjarnegara, Ir. Singgih Haryono.

Dalam kegiatan penghijauan Candi Darling ini, ditanam 6.500 pohon dan semak berbunga di seluruh kawasan Candi Dieng, yang terdiri dari Candi Arjuna, Candi Setyaki, Candi Darmacala, dan Candi Bima. Berikut termasuk perawatannya dilakukan pihak BLDF hingga 6 bulan ke depan untuk memastikan pertumbuhannya optimal.

Menanam Sekarang Manfaat Sepanjang Masa

Saya sangat mengapresiasi kegiatan Siap Darling ini. Secara saya sangat merasakan betul jika penanaman pohon ini memiliki dampak yang sangat bagus tidak hanya untuk kelestarian lingkungan tapi juga untuk kesehatan.

Manfaat menanam pohon mungkin tidak bisa langsung kita rasakan dalam waktu singkat. Namun di masa depan, usaha ini akan sangat berguna bagi anak-anak dan cucu kelak, agar mereka bisa tumbuh di lingkungan dengan udara yang bersih dan bebas dari penyakit.

Jangan menunggu adanya penanaman pohon massal. Kegiatan positif nanam pohon bisa dimulai sekarang dan dari lingkungan tempat tinggal kita saja dulu.

Darling Squad beserta seluruh stakeholder

Saya bukan mahasiswa lagi, tidak mungkin menjadi Darling Squad. Tapi kegiatan menanam pohon meski hanya di kebun atau halaman tetap kami lakukan. 

Walau hanya menanam satu batang pohon, tapi kalau kita jaga dan rawat tanpa terasa kita sudah berkontribusi terhadap lingkungan yang akhirnya menjadi lebih teduh, asri, dan sehat, untuk keluarga maupun lingkungan sekitar kita.

Nanam pohon pala, investasi untuk kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar