- Pertama, wanita memang suka melakukannya. Atuhlah saya juga kalau punya uang mah suka belanja. Sayangnya setiap mau belanja, uangnya saya mah yang gak ada... Hadeuh!
- Kedua, wanita suka mengeksplorasi hal-hal baru atau toko-toko baru di pusat perbelanjaan. Jika satu pusat perbelanjaan kurang memuaskan, mereka akan pindah ke tempat lainnya. Euleuh! Untung saya tinggal di kampung. Ga ada pusat perbelanjaan. Pasar kecamatan saja masih seminggu dua kali adanya, Selasa dan Jumat.
- Ketiga, sebagian besar wanita suka mencoba hal-hal baru. Sering beli beberapa potong pakaian, tas, atau sepatu agar penampilannya terlihat lebih gaya dan kekinian. Lah da saya ge mun punya banyak uang mah bisa seperti itu ...
- Keempat, wanita menganggap belanja bisa meningkatkan mood dan jalan untuk memanjakan diri sendiri. Sebenarnya kalau soal itu saya pun menyetujuinya. Da saya juga wanita. Bener banget kalau suasana hati sedang buruk, pengennya bisa jalan-jalan, belanja, atau makan di luar. Tapi paling da saya mah jalannya di pinggir sawah dan sungai saja. Di tempat seperti itu mau belanja apa atuh coba?
- Kelima, terkadang wanita berbelanja untuk pamer. Wanita ingin diperhatikan oleh orang banyak terkait barang yang baru saja dia beli. Wuih, ini mah pasti bukan tipe saya. Boro-boro pamer, belanjanya saja juga tidak, apa yang mau dipamerkan?
- Keenam, wanita juga ingin dianggap mapan dan bisa membeli kebutuhannya sendiri. Buat saya yang sekarang ini cuma punya uang kalau dikasih nafkah sama suami, gak masuk dong alasan ini.
- Ketujuh, wanita berbelanja untuk orang lain. Terkadang, wanita tidak hanya memikirkan dirinya sendiri saat berbelanja. Ada yang mengingat teman atau keluarganya. Karena itu, tidak mengherankan wanita sering belanja beli oleh-oleh.
Kepopuleran e-commerce di tanah air ini jadi salah satu indikator meningkatnya daya beli masyarakat. Tidak hanya pada penduduk dengan tingkat ekonomi menengah atas, yang tergolong di tingkat menengah dan menengah ke bawah seperti di kampung saya juga ikut terpengaruhi akibat tren ini.
Terbukti saat Ramadan kemarin, banyak banget paket belanja online yang nyasar ke rumah saya karena alamatnya menggunakan “Depan PLN Pagelaran”. Mamang kurir yang belum tahu langsung dong menujunya ke rumah saya. Padahal mah mereka cuma nebeng alamat biar mudah dituju secara rumahnya asli di belakang kampung dekat sawah dan pemakaman, jalannya lewat gang samping rumah saya.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BELANJA ONLINE
Kelebihan Belanja Online
- Praktis dan Efisien
- Banyak Pilihan Bervariasi
- Banyak promo/diskon dan cashback
- Sistem Pembayaran Lebih Mudah
Kekurangan Belanja Online
Bisa Mengganggu Manajemen KeuanganApabila belanja online jadi sesuatu di luar perencanaan (impulsive buying), hal itu merupakan salah satu musuh utama dalam perencanaan keuangan. Tanyakan kepada diri sendiri apakah ini memang merupakan kebutuhan atau hanya keinginan sesaat saja?
Barang Tidak Sesuai EkspektasiOnline shop atau website toko hanya memajang foto/ gambar yang menarik sehingga tentu kita langsung membeli tanpa bisa memeriksa/ melihat langsung apakah sesuai dengan barang aslinya.
Cenderung Membeli Barang yang Tidak Diperlukan (Konsumtif)Seringkali tanpa disadari ketika belanja online tidak hanya barang yang dibutuhkan yang dibeli, tetapi dengan berbagai kemudahan dan promo/diskon yang ditawarkan membuat kita jadi impulsif dan lapar mata.
Rawan PenipuanSering terjadi meski banyak juga toko online terpercaya dan amanah. Masih saja banyak oknum yang mengincar pembeli yang kurang cerdas dalam berbelanja online. Pastikan website terpercaya dan memiliki review produk yang baik. Jangan sampai uang sudah ditransfer namun barang tidak pernah sampai ke rumah.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BELANJA OFFLINE
Kelebihan Belanja Offline
Jika berbelanja online tidak selalu semenyenangkan belanja secara offline atau secara langsung. Ini kelebihan berbelanja offline dibandingkan dengan belanja secara daring. Bisa berjalan kaki mengelilingi toko-toko sekalian olahragaBerbelanja menyusuri pertokoan tanpa kita sadari akan membuat kita menggerakkan kaki sekaligus membakar kalori. Kita mendapat dua keuntungan sekaligus, dapat barang yang diinginkan sekalian dapat sehat juga.
Momen yang tepat untuk mendekatkan diri dengan sahabat atau orang tuaBerbelanja dengan orang tua atau sahabat akan mempererat ikatan satu sama lain. Saat berbelanja bersama, kita akan saling memberi pendapat dan juga bisa menertawakan hal yang lucu bersama.
Meningkatkan kemampuan berkomunikasiProses tawar menawar sudah menjadi hal yang wajar dalam berbelanja offline. Saat melakukan interaksi inilah kita bisa meningkatkan skill berkomunikasi dan melihat seberapa jauh kita bisa membaca gerak-gerik lawan bicara.
Bisa melihat langsung benda yang ingin dibeli, gak akan kecewa belakangan.Berbeda jika hanya lihat foto tanpa bisa menyentuh langsung bahannya, belanja offline akan membuat kita bisa membedakan kenyamanan bahan dan kualitas barang yang ingin kita beli.
Terhindar dari penipuan Berbelanja offline meminimalisir kemungkinan tertipu. Karena barang yang kita beli akan langsung berada di tangan kita saat uang dibayarkan.Kekurangan belanja offline
Akses terbatasSecara pribadi di tempat saya tinggal yang masih wilayah pedesaan, pasar hanya buka dua kali dan seminggu dalam arti kalau mau ke pasar ya dalam dua hari itu karena di luar itu tidak ada penjualan.
Pilihan barang sedikitBarang juga terbatas. Maklum di desa, peminat tidak sebanyak di perkotaan. Kalaupun penjual menyediakan barang, belum tentu laku juga.
Rawan Selanjutnya kondisi yang tidak kondusif seperti mau lebaran seperti sekarang. Karena cuma ada Selasa dan Jumat, maka hampir semua masyarakat kecamatan Pagelaran, yang mau belanja kebutuhan untuk lebaran tumpah-tumpah semua pada dua hari terakhir sebelum lebaran tiba. Bisa dibayangkan bagaimana berjubel dan sesaknya. Kalau sudah begitu kriminalitas pun bisa terjadi seperti aksi pencopetan dll
Nah, itu dia kelebihan dan kekurangan berbelanja secara offline menurut kondisi di tempat saya tinggal.
Jadi bagaimana lebih senang belanja online atau offline nih?
Pastinya kalau saya menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Ada barang yang belum tersedia di kampung saya. Saya bisa mendapatkan dengan mudah kalau beli secara online. Tapi jika untuk kebutuhan sehari-hari yang di pasar kampung saya juga ada, membeli secara langsung itu lebih baik. Pilihan ada di tangan kita masing-masing ya. Belanja itu soal mudah, yang penting punya uangnya! Betul?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar