Minggu, 27 Februari 2022

Menuju Rinjani Kembali

 

Dua bulan lagi, jika ada kesempatan dan kehendak-Nya, pendakian ke Gunung Rinjani kembali dilakukan. Ini bukan pendakian pertama untuk saya dan suami, karena tahun 2012 saat hamil mengandung Fahmi usia 6-7 bulan kami sudah berhasil menginjakkan kaki di sana.

[caption id="attachment_8869" align="aligncenter" width="300"] Mendaki gunung bawa anak persiapannya bukan kaleng-kaleng[/caption] Tapi meski begitu, persiapan segala sesuatu untuk ke Puncak Anjani kali ini benar-benar menguras energi, waktu dan pikiran. Padahal ini pun sudah saya lakukan sejak akhir tahun 2021 lalu. Catatan isi carrier dan bekal perjalanan selalu saya cek dan periksa ulang. Selalu takut ada yang kurang atau kelupaan.

Jujur dalam persiapan perjalanan pendakian kali ini ada sedikit rasa yang selalu kepikiran – tidak seperti biasanya. Bukan kenapa-kenapa hanya rencana pendakian kali ini kami memang akan membawa Fahmi. Setidaknya jika bepergian dengan anak, persiapannya akan beda dibanding dengan bepergian sendiri atau sesama orang dewasa, bukan? Terlebih saat ini masih dalam suasana pandemi.

Kalau persiapan inti biasanya pak suami yang menyiapkan mendekati waktu saat keberangkatan pendakian. Yang saya siapkan dari sekarang justru perintilannya yang seperti sepele tapi jika tidak kami bawa, bisa berakibat fatal.

Misalnya karena rencana mendaki ini bersama Fahmi, maka saya harus menyiapkan apa saja yang dibutuhkan selama di perjalanan olehnya. Karena kulit Fahmi sensitif, maka obat-obatan mulai vitamin, antibiotik sampai lotion anti serangga sudah mulai saya kumpulkan.

[caption id="attachment_11894" align="aligncenter" width="300"] Masak masak tumis tumis bareng anak saat nenda resikonya pasti ada...[/caption]

Tidak lupa juga persediaan obat-obatan umum seperti obat luka, obat sakit kepala, obat batuk pilek, dan obat maag.

Nah yang tidak boleh tertinggal juga obat antiseptik. Selama perjalanan meski sudah mengenakan sepatu yang disarankan, tapi kadang kaki ini suka lecet tanpa diketahui sebelumnya.

Belum selama pendakian itu biasanya saya merangkap bertugas sebagai koki gunung, alias tukang masak yang senjatanya tidak jauh dari kompor dan pisau, lecet atau luka goresan di tangan sering saya dapatkan. Sepertinya sepele tapi kalau dibiarkan kan bisa infeksi. Apalagi selama perjalanan naik turun gunung kita tidak bisa menjamin kebersihan dan perawatan luka sebagaimana mestinya.

Obat antiseptik Betadine jadi salah satu isi kantung (kalau saat mendaki kami pakai kantung, bukan kotak ya) P3K yang wajib dibawa.

Betadine sebagai antiseptik yang bisa saya gunakan untuk membersihkan luka dan mencegah terjadinya infeksi pada luka sangat praktis dan mudah dilakukan sendiri.

Betadine sebagai pencegah infeksi pada luka ini kan terdiri dari beberapa bentuk sediaan ya. Ada yang berbentuk cairan atau Betadine Antiseptic Solution, nah ini yang biasa saya bawa dan pakai selama pendakian.

Ada Betadine Antiseptic Ointment atau bentuknya salep, tapi kegunaannya sama kok bisa saat kena luka bakar, luka gores, luka sayat, lecet, dan luka teriris.

Yang ketiga Betadine Antiseptic Spray, yang disemprotkan ini lebih praktis. Buat Fahmi kalau ada luka dia lebih bisa berdamai jika diobati dengan Betadine yang disemprot ini. Jadi ada sensasi main-mainnya gitu kali ya...

Membawa Betadine bentuk apapun saat pendakian cukup mudah dan praktis kok. Seperti yang sudah saya bilang kalau saya biasanya suka bawa Betadine yang bentuknya cairan. Ukuran terkecil 5 ml biasanya cukup untuk obat pribadi saya. Kalau yang ukurannya besar 60 ml itu biasanya dibawa porter atau panitia pendakian.

Walaupun saat mendaki gunung kondisi serba darurat, tapi kalau ada luka jangan abaikan kebersihan dan aturan penggunaan obat pribadi.

Saya tidak lupa untuk selalu membersihkan dulu luka yang ada, lalu baru meneteskan Betadine cair secukupnya. Biasanya setelah itu saya biarkan terbuka. Diangin-anginkan sampai kering.

Setelah selesai menggunakan Betadine cukup disimpan kembali kantung P3K pribadi dalam kondisi kering. See, mudah bukan? Biar lebih lengkap informasinya, bisa langsung kunjungi https://betadine.co.id/ aja ya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar