Group ibu pengajian menginformasikan uang untuk seragam pengajian menjelang peringatan Isra Miraj Rasulullah yang akan dilaksanakan minggu terakhir bulan ini harus segera dibayar. Yang bikin lebih kaget, nominalnya, sebelumnya sudah direncanakan sekian, lah kok informasinya di wag, jadi naik dua kali lipat.
Padahal, saat pengajian tadi saja di madrasah, salah seorang sudah menginformasikan pula, kalau iuran rukun tetangga untuk acara haolan di pesantren dekat kampung kami ini juga sudah harus terkumpul sebelum tengah bulan. Dan jumlahnya itu yang bikin saya tercengang. Nominalnya hampir sama dengan uang belanja lauk pauk selama dua minggu kami di rumah.Berlomba-lomba dalam kebaikan itu memang bagus. Kalau ada, saya tentu saja ingin segera melunasi semua pembayaran tersebut. Tidak akan menawar, apalagi mangkir. Setidaknya, itu kan pengeluaran dalam hal kebaikan untuk setahun sekali. Saat tidak punya simpanan pun saya akan usahakan. Tapi ketika kondisi keuangan sedang benar-benar tidak karuan, macam saya sekarang ini, mau bayar pakai apa?
Pemasukan yang tidak seberapa tetapi pengeluaran selalu ada bahkan dengan tidak disangka selalu nambah dan nambah lagi, mau tidak mau bikin saya pusing. Ternyata yang dadakan itu bukan cuma tahu bulat, ya. Tapi iuran yang harus segera dibayar pun banyak yang datangnya dadakan.
[caption id="attachment_10606" align="aligncenter" width="300"]
Mau cerita ke orang lain rasanya tidak sanggup. Ada sih dana cadangan dalam bentuk arisan. Nilainya cukup besar. Tapi itu baru bisa keluar bulan depan. Akhirnya pikiran ini terasa mumet, seperti yang saya rasakan sekarang ini. Sehabis melepaskan mukena, hanya bisa menarik nafas dan memejamkan mata. Kemana harus mencari pinjaman? Jerit dalam hati saya.
Beralasan sudah ngantuk dan bisa masuk kamar duluan setidaknya saya tidak ditanya anak dan suami ketika tidak seperti biasanya tidak ikut duduk santai menemani mereka di ruang tengah. Saya merasa lebih nyaman bisa sendirian sambil diam-diam mencari jalan keluar melalui ponsel di tangan.
Pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA)Mencari pinjaman uang ke saudara, teman dan atau tetangga jelas tidak mungkin. Mereka pun sama kesulitannya seperti saya. Sementara saya maunya memperoleh pinjaman dana cepat. Secara pelunasan untuk acara haolan minggu ke dua itu kan tinggal berapa hari lagi saja.
Membaca informasi terkait pengajuan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari berbagai bank dan lembaga keuangan terbaik di Indonesia melalui CekAja.com secara online, pikiran saya mulai sedikit terbuka.
Sebagaimana saya baca kalau pinjam melalui KTA kita bisa mendapatkan pinjaman perorangan tanpa agunan dari bank atau lembaga keuangan asal kitanya memenuhi persyaratan.
Dengan adanya KTA, memungkinkan kita untuk mendapatkan pinjaman uang tanpa harus memberikan jaminan atau agunan seperti sertifikat rumah dan lainnya. Karena itu, pinjaman ini sering disebut sebagai pinjaman tanpa agunan atau pinjaman tanpa jaminan.
Melalui CekAja.com kita bisa mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan pinjaman online seperti bunga murah, sistem pengajuan praktis dan proses mudah. Asal semua syarat terpenuhi, kita bisa langsung mengajukan pinjaman melalui aplikasi.
Jadi ada banyak produk bank penyedia KTA yang menawarkan pinjaman uang. Kita bisa melihat mana yang menawarkan bunga yang diberikan cukup ringan dan murah. Semua tawaran itu nanti bisa kita bandingkan dan ajukan melalui CekAja.com.
Cara mudah mendapatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA)Mungkin bukan saya saja yang menemui kesulitan membutuhkan pinjaman uang secara cepat. Jika berada dalam kondisi mendesak seperti yang saya alami ini, bisa mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), tanpa perlu memberikan jaminan, juga melakukan pengajuan tanpa perlu datang langsung ke bank, karena kita dapat langsung mengajukannya melalui CekAja.com.
Melalui CekAja.com selain kita dapat membandingkan penawaran dari puluhan bank penyedia KTA, kita juga bisa memperoleh informasi lengkap dari pinjaman dan juga syarat yang diterapkan oleh bank.
Syarat dan dokumen pendukung pengajuan KTA1. Peminjam memiliki bukti kewarganegaraan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
2. Berusia minimum 21 tahun dan maksimum 55 tahun.
3. Memilki penghasilan tetap per bulan minimal Rp2,5 juta per bulan (wilayah Jabodetabek)
4. Fotokopi KTP, kartu keluarga dan surat nikah (apabila sudah berkeluarga)
5. Fotokopi NPWP
6. Cetak rekening tabungan 3 bulan terakhir
7. Asli surat keterangan kerja dan slip gaji (untuk karyawan)
8. Tagihan kartu kredit terakhir (jika memiliki)
9. Salinan SIUP, TDP, dan NPWP perusahaan (untuk perusahaan)
10. Salinan izin praktik profesional (dokter, pengacara, atau profesiperusahaan)
11. Salinan laporan keuangan (untuk perusahaan/wiraswasta)
12. Materai
Saya tidak tahu apakah pinjam uang secara online ini jadi solusi dalam permasalahan saya sekarang, atau akan ada jalan lain yang tidak disangka-sangka?
Tapi setidaknya, informasinya ini cukup melegakan saya. Karena ternyata ada peluang untuk mendapatkan bantuan, meski kita tidak punya barang yang bisa dijaminkan kalau kita memerlukan pinjaman uang secara cepat, aman dan terpercaya karena sudah berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Informasi lengkapnya mengenai pinjam uang tanpa jaminan ini bisa dilihat di https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar