Sabtu, 11 Januari 2020

Begini Cara Traveling Keluarga Petualang Tak Cuma Happy Tapi Sekaligus Memiliki Arti

Begini Cara Traveling Keluarga Petualang Tak Cuma Happy Tapi Sekaligus Memiliki Arti

 

Kemana hari liburmu dihabiskan? Minggu yang ceria sebaiknya pergunakan untuk meningkatkan quality time, dengan apapun atau dengan siapapun. Ingat hidup ini tidak selamanya. Belum tentu besok kita masih ada. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa hela nafas ke depan, bukan?

Mengisi hari dengan hal positif sudah kewajiban semua orang. Namun menjalankan hobi tidak akan dilakukan secara bersamaan. Nah saatnya kita menentukan, mau ngapain aja? Kalau saya pilih traveling. Meski cuma beberapa langkah dari rumah. Loh yang penting pergi, kan?

Ngurus rumah tangga sudah, mendidik anak sedang dijalankan, bekerja ada waktunya, jadi ngapain lagi kalau bukan saatnya me time!? Kebetulan setiap orang doyan jalan, doyan makan dan suka foto-foto. Udah ga usah munafik. Seorang alim juga manusia. Butuh dan memiliki kebutuhan untuk happy dong pastinya... Tapi apakah semua dilakukan sekadar buat happy saja? Tentu tidak. Bagi saya yang sangat pro dengan pola pikir isi hari dengan hal positif, maka harus satu kayuh dua tiga pulau terlampaui... Sekali jalan untuk happy, sekaligus dapat manfaat bertubi-tubi. Apa saja manfaat travelling yang didapat? Nih saya jembrengkan...

1. Biar waras

Serius. Kamu tidak perlu tahu lah bagaimana kalau saya sedang gila. Hahaha... Mumet maksudnya. Amit-amit atuh kalau gila beneran mah. Meski kondisi baik-baik saja setiap orang pasti punya masalah. Nah, untuk merefresh semua suku cadang dalam jiwa raga saya supaya bisa bekerja lebih maksimal, maka perlu diselingi dengan silaturahmi. Sowan kepada laut dan pantainya, berkunjung kepada gunung dan puncaknya, tidak lupa menengok dapur aki nini (plesetan untuk restauran yang salah satu dua cabangnya ada di Ciloto dan Puncak) alias wisata kuliner demi bisa memanjakan lidah. Pokoknya aku jalan biar gak jadi wong edan. Saya pergi dengan niat silaturahmi. Jadi happy dapat, insyaallah keberkahan juga melimpah. Alfatihah...

[video width="1442" height="1080" mp4="http://tehokti.com/wp-content/uploads/09_01_2020_20_38_34_7920000.mp4"][/video]

 

2. Kebersamaan Keluarga

Saya mengalami masa dimana malu kalau dilihat teman masih ditemani orang tua. Saya menempatkan posisi tersebut kepada Fahmi, putra saya. Dalam arti suatu saat, Fahmi akan enggan bepergian dengan saya. Entah karena sudah beda acaranya, beda kesibukannya, beda minatnya, atau memang sudah bukan jamannya lagi.

Nah selagi Fahmi terlihat enjoy dan happy menikmati perjalanan bersama kami, orang tuanya, maka kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik dan langka itu.

Seringkali membawa Fahmi traveling bukan berarti kami banyak duit. Tapi aminkan saja sih... Wara-wiri melancong bukan kami tidak ada pekerjaan. Tapi... Semua itu ada waktunya. Aji mumpung saat kami bisa, kebetulan selagi kami mampu, dan Alhamdulillah Tuhan selalu memberikan canda tawa selama kami bersama. Sehingga suatu saat besok, saat anak sudah punya dunianya sendiri, kami tidak merasa kehilangan waktu dan kesempatan. Ya syukur-syukur sekali jalan bisa sambil menghasilkan uang. Atau jalan-jalannya yang dibayar. Kamu juga enggak akan bisa langsung menolak, kan?

3. Pendidikan Karakter

Belajar tidak melulu di sekolah. Di luaran sana justru banyak berceceran ilmu kehidupan yang tidak bisa kita pungut kecuali kita nyamperin sendiri ke sana. Mengetahui sifat Fahmi cenderung pemalu, saya coba ajak ia melihat dunia lain. Bukan dunia mahluk halus lho ya...tapi keberadaan yang berbeda dengan yang ia alami sehari-hari di rumah. Dengand demikian saya jadi tahu apa yang buat anak nyaman. Bagaimana pembelajaran anak menghadapi orang lain, sekaligus membuka kunci pintu masa depan anak dalam memaknai kehidupan yang sesungguhnya. Masih banyak hal yang belum kita ketahui di luar sana. Hanya dengan mendatangi nya kita bisa merasakan dan belajar.

4. Cari Content

Hahaha... Jujur saja ini satu paket yang tidak bisa diindahkan. Jaman sekarang bepergian bisa sebagai ajang silaturahmi, ajang kebersamaan, sekaligus ajang pembelajaran dan satu lagi yang tidak bisa dipungkiri adalah demi konten. Ngisi feed, buat vlog, catatan perjalanan sampai reportase dan live sudah bukan rahasia lagi. Semua bisa dilakukan, iya bisa. Apa sih yang tidak buat kamu mah? Hasil tidak akan mengkhianati usaha. Eh kebalik gak sih? Pokoknya jadi duit atau enggak, kalau sudah bepergian, sejauh atau sedekat apapun pinter-pinter saja cari peluang supaya apa yang kita lakukan banyak mendapatkan feedback positif. Begitulah cara saya dan keluarga sebagai #keluargapetualang dalam melakukan traveling yang tidak hanya sekadar happy tapi juga sekaligus dapat point yang bisa ditukar dengan goodibag memiliki arti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar