Senin, 16 Desember 2019

Cegah Ular Masuk Rumah dengan Tanaman ini

Cegah Ular Masuk dengan Tanaman ini

Bukan bohong, kalau rumah kami di Pagelaran mirip hutan. Tetangga saja banyak yang komplain saking terganggunya dengan dedaunan dari pepohonan yang tumbuh di lahan pekarangan kami. Tidak jarang kami bergesekan dengan tetangga gara-gara masalah tanaman itu.

Gak takut ulat? Nanti banyak nyamuk lho... Ih, gimana kalau ular betah di sana? Pepohonan bisa jadi rumah ular lho...

Mereka ga tahu kalau semua binatang termasuk ular adalah salah satu binatang yang diperlukan dalam lingkaran ekosistem. Ular pemangsa tikus yang jadi hama bagi petani. Ular yang menjaga tikus supaya tidak masuk rumah. Mereka tidak tahu, kalau di sekitar lingkungan masih ada ular, berarti lingkungan itu masih bagus, seimbang.

Banyak nyinyiran orang yang maksudnya menyindir kami, kok betah banget hidup dengan halaman yang bikin betah para binatang... Mereka secara tidak langsung minta kami untuk menebang pepohonan dan membuat pemandangan sekitar jadi lebih terang.

Apalagi musim hujan dan akhir-akhir ini banyak diberitakan ular-ular berkeliaran memasuki perkampungan, bahkan masuk rumah dan bangunan yang sering didatangi manusia. Masih tidak takut?

Susah juga sih ngobrol sama orang yang punya kepentingan tertentu dibalik sindirannya itu. Sekalipun saya bilang ke suami soal pepohonan yang terlalu rimbun paling dijawabnya biarkan saja, mereka belum tahu kalau pemerintah justru menggalakkan aksi menanam seribu bahkan sejuta pohon. Iya juga sih. Ya sudah saya diam saja. Mencoba abaikan nyinyirannya tetangga, dan menjalankan kehidupan sebagaimana biasanya.

Tapi diam bukan berarti gak guna. Percuma keluar masuk hutan (baca mendaki gunung) dan belajar jadi survivor kalau kalah sama binatang yang tidak memiliki buah pikir, begitu kata suami. Maksudnya, kami membiarkan tanaman pepohonan rindang di halaman tentu saja disertai ilmu. Meski cetek, dangkal dan gak seujung kuku ilmu para instruktur, tapi kalau dipraktikkan jadinya ya bermanfaat. Ilmu apa? Ya ilmu penangkal ular, salah satunya.

Dalam pelatihan dasar pencinta alam yang pernah saya dan suami ikuti bersama Tyo Survival, memang ada ilmu yang mempelajari khusus terkait menghadapi binatang melata ular ini salah satunya. Dan sub ilmu terkait dunia ular ini, ada dipelajari tentang tanaman yang dihindari ular.

Jadi coba saja tanam beberapa tanaman yang dihindari ular, semoga bisa jadi penangkal ular itu sendiri, dalam arti ular akan menjauh. Secara halus bisa jadi pengusir ular karena ular jadi tidak berani mendekat.

[caption id="attachment_9226" align="aligncenter" width="300"] Fotonya bareng Uli Sigar Rusady, tapi belajarnya sama Tyo Survival tentang dunia ular[/caption]

Semua tahu ular berbisa membahayakan manusia. Ular bisa menyerang manusia jika merasa terganggu. Karena itu ular perlu dicegah masuk ke dalam rumah dengan memakai tanaman yang alami dan tak disukainya. Cara ampuh mengusir ular secara organik, salah satunya dengan tanaman.

Jadi tanaman apa saja yang bisa jadi penangkal ular? Berikut ini beberapa tanaman yang secara alamiah bisa mengusir ular:

Akar wangi

Kandungan yang dikeluarkan tanaman akar wangi berupa molum berfungsi sebagai penawar racun dalam air dan atau tanah. Akar wangi juga mengandung minyak atsiri.

 

Di Thailand atau India, tanaman akar wangi yang disebut vetiver ini dibudidayakan. Termasuk di kita juga, akarnya banyak dibuat kerajinan. Petani menanam vetiver selain untuk menyerap polusi air yang terkontaminasi limbah juga berperan dalam mengusir hama. Daun dan akar tanaman akar wangi yang bisa tumbuh 1,5 meter ini tak disukai oleh ular, tikus dan serangga.

Jika kita menanam akar wangi di halaman meskipun rumah itu rimbun oleh pelbagai jenis pepohonan, tapi percayalah bisa terlindung dari kedatangan ular.

Sereh

Daun dan batang sereh dipakai sebagai jenis bumbu karena menghasilkan wangi yang khas. Sereh menghasilkan resin yang menimbulkan bau menyengat. Ular malas mendekat ke tanaman sereh akibat baunya.

Penciuman ular yang tajam membuat hewan melata ini sudah dapat mencium bau sereh dari jarak jauh sehingga ular-ulat dijamin tak akan melintasi daerah yang terdapat tanaman ini.

Selain mencegah ular, tanaman sereh juga dipercaya dapat mengusir nyamuk dan serangga lainnya.

Bunga Kanikir

Akar bunga cantik berwarna-warni ini juga menghasilkan bau menyengat sehingga tak akan didekati ular. Bunga Kanikir di beberapa daerah disebut dengan istilah tahi ayam, tahi kotok, kenikir, randa kencana, dan ades. Dalam bahasa Inggris sendiri bunga ini disebut marigold. [caption id="attachment_9364" align="aligncenter" width="207"] Sawah yang "dipagari" bunga kenikir. Selain aman hama juga indah[/caption] Selain bisa mempercantik halaman, dengan warna bunga Kanikir yang bermacam-macam ternyata kita bisa mencegah datangnya ular juga.

Lidah Mertua

Jenis tanaman yang daunnya menyerupai pedang ini fungsi utamanya menyerap polusi di perkotaan. Saya sendiri menanamnya dalam pot di teras rumah. Daun panjang yang ujungnya tajam membuat ular malas berjalan di sela-selanya. Lidah mertua efektif mencegah ular masuk ke ruangan di dalam rumah. Instruktur menyarankan bagusnya tanaman lidah mertua ditanam dijajarkan di tanah, seperti pagar gitu. Tapi kalau tidak ada lahan, dalam pot juga tidak masalah.

Bawang

Cairan yang dihasilkannya mampu menjadi penangkal ular karena menghasilkan bau menyengat dan perih. Ular pada dasarnya malas mendekati kebun bawang karena bau menyengat yang tercium dari jarak jauh.

Pada dasarnya ular tak menyukai bau menyengat. Tapi ada juga kok beberapa jenis ular malah akrab dengan bau tajam karena lahir dan besar di lingkungan bau tersebut. Contohnya ular yang hidup di sekitar kebun bawang putih. Karena udah biasa dengan bau itu, jadi si ular menganggap bau itu gak jadi masalah. Tapi bisa jadi bau bawang putih ampuh mengusir jenis ular lain yang tidak terbiasa.

Teman-teman punya informasi tanaman lain yang bisa mencegah atau bisa mengusir ular? Mungkin lain daerah ada tanaman yang belum saya ketahui?

Seperti dikutip dari komentar para pencinta reptil maupun para pakar, bahwa ular yang banyak diberitakan masuk pemukiman warga itu sejatinya mereka adalah pulang kampung, mencari tempat penghidupan yang sudah habis disulap manusia menjadi lahan beton. Jadi yang sebenarnya mengganggu itu ular atau kita?

Satu hal yang harus diingat, ular juga makhluk hidup yang berperan dalam siklus dan rantai makanan serta penyeimbang ekosistem, jadi disarankan kalau ketemu ular selama tidak melukai kita, sebaiknya jangan dibunuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar