Momen Terbaik Ramadhan: Nikmat Tidak Terbantahkan
Sesungguhnya hati sudah ikhlas ketika tahun ini tidak ada kabar tentang THR. Saya heran tapi cukup disimpan dalam hati saja. Saya malu untuk bertanya apalagi berkeluh kesah. Saya merasa nikmat lain yang sudah saya rasakan dan terima lebih dari cukup.Meski tidak ada THR, saya tetap berusaha melunasi segala janji dan hutang dengan menggunakan uang tabungan. Prinsipnya saya pikir sama. Rezeki saya belum tentu jadi milik saya. Yang saya klaim punya saya belum tentu jadi milik saya.
Tidak saya duga, tiba-tiba Boss Besar menghubungi saya dan meminta maaf. Beliau bilang baru sempat mengurus semuanya, termasuk masalah pembayaran.
Ya Allah, rasanya bagai sedang di tengah Padang Pasir lalu ada yang memberikan keteduhan serta minuman penghilang dahaga. Bahagia tidak terkira. Momen Ramadhan terbaik yang sama sekali tidak terkira.
Tidak hanya itu, ada banyak momen bahagia dan terbaik di bulan Ramadhan ini yang membuat saya tidak berhenti mengucap syukur. Ketika Ramadhan sebelumnya saya sedih memikirkan saudara, Ramadhan kali ini Alhamdulillah sudara sudah lebih baik kondisi serta keadaannya. Ibarat saat sakit gigi, maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan sakit dan tidak bergairah melakukan kegiatan lainnya. Begitupun saya dengan saudara. Saat saudara terpuruk, hati dan pikiran saya ikut labil. Bagaimana pun saya dan saudara satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Maka kini ketika saudara kondisinya sudah stabil, hati ini pun ikut tenang.
Ketika Ramdhan sebelumnya air mata sering turun tidak terbendung karena menyimpan sedih berkepanjangan, kini air mata itu turun dalam suasana beda. Penuh nikmat dan kebahagiaan.
Maka jika gara-gara THR yang tertunda saja saya sampai misuh-misuh duh kok rasanya ya malu sekali. Diam mungkin lebih baik dan saya memilih itu. Tetapi ternyata dibalik semua itu ada tangan Tuhan yang tetap bekerja memberikan hak saya sebagai pekerja. Alhamdulillah Tuhan memberikan seorang Boss Besar yang sangat mengerti undang-undang, hak buruh dan kesejahteraan karyawannya. Lalu apa lagi yang bisa saya lakukan selain bekerja profesional, loyal terhadap pekerjaan dan amanah terhadap majikan?
Disaat orang lain merantau demi bisa mendapatkan pekerjaan dan lalu kemudian mudik demi bisa merayakan hari kemenangan maka saya sudah memiliki segalanya. Tidak perlu merantau sudah memiliki pekerjaan. Tidak harus meninggalkan keluarga atau menunggu musim mudik sekadar ingin berkumpul dengan keluarga karena setiap hari saya tetap bersama mereka, orang-orang tercinta.
Rezeki yang cukup, kesehatan orang tua dan keluarga keluarga, beban hidup yang tidak lagi gali lobang tutup lobang, kesempatan mendapatkan trip bersama keluarga yang tidak semua pasangan blogger dapatkan, anak yang bisa diajak kerjasamanya, ah tidak bisa saya sebut semua pastinya kenikmatan dan momen terbaik selama Ramadhan ini. Maka nikmat mana lagi yang yang kan kau dustakan?
Malu rasanya jika saya teramat pongah harus menuntut ini menuntut itu setelah berbagai kenikmatan saya dapat berlimpah dan cuma-cuma. Sungguh momen terbaik Ramadhan kali ini adalah menikmati semua kesyukuran yang sedikitpun tidak terbantahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar