Jumat, 10 Mei 2019

Kontroversi Promo Belanja Online

Kontroversi Promo Belanja Online

Suka belanja online? Woo... Suka banget. Malah bisa dibilang apa-apa kecuali belanja gorengan,sayur dan sembako sekarang saya selalu belanja secara online.

Domisili saya di Cianjur selatan yang notabene tidak ada mall, pasar tradisional hanya ada di hari tertentu dan itu pun jauh jaraknya bikin kalau mau belanja mikir-mikir dulu. Jelas, adanya sistem belanja secara online ini sangat mempermudah saya.

Tidak harus antri kaya di pasar tradisional yang kalau belanja selalu umpel-umpelan. Tidak harus ambil cuti, secara jarak antara kampung saya dan kota kabupaten itu 3 jam perjalanan kendaraan. Kalau pulang pergi di jalan saja sudah 6 jam. Belum belanjanya. Bisa seharian hanya untuk belanja saja. Nah buat yang kerja kan tentu saja harus bolos atau cuti.

Dengan adanya belanja online, saya juga tidak harus mabuk perjalanan secara jarak dari kampung ke kota kontur jalannya itu aduhai banget. Naik turun, bergelombang, banyak tikungan curam, pokoknya bikin penumpang kendaraan seakan-akan dikocok.

Dengan adanya sistem belanja online kami di daerah berkesempatan mendapatkan barang kekinian bersamaan dengan masyarakat di kota. Secara kalau di pelosok distribusi barang selalu terlambat sampainya. Contohnya waktu sebuah merk smartphone mengeluarkan type baru, jika nunggu tipe itu sampai di kampung, jaman mana. Keburu ketinggalan model lagi. Tapi dengan belanja online, 3 hari setelah launching, barang yang diincar sudah bisa saya unboxing pakai. Saat ini belanja online sudah jadi kebutuhan. Singkat kata sistem online sudah jadi pilihan banyak kaum urban. Belanja online semakin semarak saat mendekati bulan puasa secara sudah pada tahu jelang lebaran itu kebutuhan akan belanja belanji semakin meningkat. Ini yang jadi peluang para pengusaha untuk mempromosikan berbagai jenis jualannya. Promo belanja online pun banyak digelar di berbagai e-commerce. Tapi apakah hanya saya saja yang tidak tertarik dengan promo belanja online?

Kenapa tidak tertarik? Bukankah selama ini belanja secara online sudah biasa dilakukan?

Saya banyak tidak mengindahkan beberapa hal terkait promo belanja online karena beberapa hal. Pertama pengalaman dan testimoni mereka di e-commerce terkait. Yang ambil promo belanja online itu lebih banyak mengeluhkan kalau kualitas barang yang dibeli tidak memuaskan. Saya pikir pantas saja, harga murah pastinya sesuai dengan kualitasnya, dong.

Alasan kedua saya pernah mengalami hal terkait kasus diskon. Jadi saya bisa ambil kesimpulan kalau promo atau diskon itu sebenernya menaikan harga asal. Jadi meski dapat potongan aslinya justru harga tetap jatuh lebih tinggi. Hanya karena termakan kata promo atau diskon itu banyak konsumen yang tergoda, dan kalap berbelanja. Dan saya bukan tipe demikian.

Namanya juga kontroversi. Bisa setuju bisa tidak. Mana yang baik menurut kita, silakan pilih sebebas-bebasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar