Gaya Rambut Kriwil: Saat Kecil Lucu, Sudah Besar Nyebelin?
Ngomongin soal gaya rambut, karena saya berjilbab, dan merasa gak tahu apa yang harus dibahas, jadinya saya jadikan rambut Fahmi saja, yang akan jadi bahanSejak lahir, rambut Fahmi tampak kelimis. Orang bilang bakal ikal tuh. Saya bersyukur saja. Selama di rumah sakit umum daerah Cianjur, yang jadi doa tiada henti saya saat itu justru semoga anak saya tidak tertukar atau ditukar. Hehehe. Serius. Ini efek dari tayangan sinetron tanah air yang suka kejadian bayi dijadikan objek kepentingan pihak tertentu, kali ya.
Di bawah usia setahun, rambut Fahmi tipis hitam. Ujungnya memang terlihat ikal. Mama mertua bilang dulu, ayah Fahmi juga waktu kecil rambutnya begitu.
[caption id="attachment_8227" align="aligncenter" width="300"]Usia 2 tahun lebih, Fahmi pertama kali dipotong rambut oleh ayahnya. Ini penuh drama banget. Sampai telinga Fahmi kejepit gunting sedikit. Ayahnya merasa bersalah sekali. Sejak itu trauma membayangi kami. Enggan bawa anak gunting rambut. Meski anak laki-laki, biarlah panjang juga tidak apa. Lagian belum sekolah ini.
Nah, sejak membiarkan rambut Fahmi panjang ini, ikalnya baru ketahuan. Percis jadi anak perempuan deh. Banyak yang bilang neng, ke Fahmi. Meski ia jelas pakai baju laki-laki.
Baru dicukur lagi waktu usia 5 tahun. Itu karena saya takut dia ada kutu. Sering lihat Fahmi garuk-garuk kepala, meski pas saya periksa ga ada ketombe apalagi kutu. Tapi keseringan lihat anak garuk-garuk kepala gitu kok ya saya risih sendiri. Akhirnya sepakat sama suami, mencukur rambut Fahmi.
Kebetulan nih anak mau saja dipotong rambut meski harus nego dengan jajan ini jajan itu dulu. Minta potong rambutnya juga di tukang cukur rambut di Cianjur Kota, langganan sepupunya. Ayahnya setuju saja. Yang penting bisa gundulin kepala anak.
Sejak potong rambut itu, lumayan deh ga ada lagi yang manggil Neng ke Fahmi. Hehehe. Meski dalam hati saya ada rasa galau. Kalau dicukur itu rambut ikalnya hilang dong? Dan sampai sekarang jujur saya suka kangen juga itu sama kriwil-kriwil rambutnya. Sepertinya tidak akan menjumpai lagi rambut kriwilnya secara sejak itu Fahmi masuk sekolah dan aturan sekolah pada umumnya rambut anak laki-laki tidak boleh panjang.
Seseorang pernah bilang sambil berkelakar ke saya, paling kalau mau lihat rambut ikalnya Fahmi nanti aja bisa dipanjangkan lagi rambutnya kalau sudah keluar sekolah tingkat atas. Itupun kalau anaknya mau.
Saya sendiri yakin Fahmi tidak akan mau memanjangkan rambut. Lihat sifat dan tipenya seiring ia terus tumbuh dan berkembang kayanya gak akan betah manjangin rambut. Fahmi anaknya mudah keringatan. Gak betah gerah.
Saat ini saya hanya bisa memandangi foto Fahmi yang sedang rambut panjang dan kriwil-kriwil. Rasanya lucu dan beruntung ada kenangan itu. Karena kelak sudah besar kemungkinan masa itu tidak akan pernah ditemui lagi.
[caption id="attachment_8232" align="aligncenter" width="142"]Saat kecil rambut anak kriwil itu memang tampak lucu dan menggemaskan, ya. Tapi setelah dewasa, bisa saja jadi nyebelin kata si empunya. Buktinya banyak yang memiliki rambut ikal sejak lahir, tapi ditolak dan berusaha untuk meluruskannya dengan merebondingnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar