Senin, 27 Mei 2019

Buka Puasa Bersama Pondok Mengaji Al Hidayah

Buka Puasa Bersama Pondok Mengaji Al Hidayah

Tahun ini Pondok Mengaji Al Hidayah yang kami kelola di rumah tidak mengadakan buka puasa bersama. Ada banyak pertimbangan pastinya sehingga saya dan suami selaku pengurus memutuskan mengambil keputusan tersebut.

Padahal tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya kami selalu mengadakan buka puasa bersama bersama anak-anak santri Pondok Mengaji Al Hidayah di rumah. Bahkan orang tua anak didik kami ajak ikut serta.

Tapi yang sudah-sudah itu responnya kurang maksimal. Namanya juga di kampung, dengan transisi perubahan jaman yang sangat kuat, sehingga masih ada anak kampung yang mau mengaji (padahal secara gratis pun) sudah bisa dibilang untung. Padahal kalau di kota, mau supaya anak bisa mengaji itu rela harus mengeluarkan biaya tidak sedikit ya? Mungkin itulah perbedaan pemikiran terbuka orang kota dan warga desa. Susah memang kalau bicara tentang sumber daya manusia mah. [caption id="attachment_8340" align="aligncenter" width="300"] Sebagian anak didik di pondok mengaji Al Hidayah yang kami kelola di rumah[/caption]

Kembali lagi ke soal buka puasa bersama, hal ini kami pilih tiadakan karena berbagai faktor. Pertama karena minat anak santri di tempat kami mengaji setelah ashar sangat kurang. Dari sekian puluh anak yang dititipkan orang tuanya untuk menuntut ilmu di tempat kami, hanya ada beberapa orang saja yang mau datang. Sisanya? Lebih memilih ngabuburit, jalan-jalan dan sejenisnya di sore hari. Memang jalan menuju ke surga itu lebih susah diikuti ya? Jalan ke neraka mahal harganya tapi meski mahal banyak saja yang suka, jadi ingat lagu Bang Rhoma si raja dangdut hehehe

Faktor kedua, banyak anak mengaji yang minggu ke dua bulan puasa (setelah ulangan semester di sekolah) pergi ke luar kota. Entah itu ikut mudik bersama orang tuanya, ikut ke tempat saudara atau kerabatnya, sehingga banyak anak didik mengaji yang menghabiskan setengah bulan puasa berada di luar kampung.

Ketiga faktor sumber daya manusia itu sendiri. Meski saya selalu menekankan jika ada acara di Pondok Mengaji tempat kami Al Hidayah ini tidak pernah dipungut biaya apapun, semua dibiayai donatur, tetapi tetap saja orientasi mereka (khususnya para orang tua atau wali santri) adalah ke soal materi. Mungkin ini kaitannya dengan budaya atau tradisi kali ya? Jadi memang cukup sulit untuk meluruskannya.

[caption id="attachment_8278" align="aligncenter" width="300"] Tanamkan ahlak dan akidah sejak dini kepada anak untuk mencetak anak Soleh dan Solehah.[/caption]

Jadi karena itu, di tempat mengaji kami khususnya tahun ini tidak ada acara buka puasa bersama. Sebagai gantinya saya berikan saja mentahannya alias uangnya secara langsung kepada anak yang rajin datang untuk mengaji. Besar sih tidak. Tapi kami harap mungkin dengan bentuk uang, anak bisa lebih memanfaatkannya lagi untuk keperluan lain.

Apalagi kita tahu setelah libur lebaran ini anak juga menghadapi libur kenaikan kelas. Jadi kami yakin kebutuhan anak sesungguhnya ada pada saat-saat tersebut. Dengan memberikan uangnya meski tidak besar paling tidak mungkin anak bisa nambah tabungan atau uang jajannya. Secara makan mah kami yakin setiap rumah atau orang tua juga pasti sudah pada siap menanggung jawab. Rencananya meski acara buka bersama ini tiada, tetapi tetap kalau acara makan bersama mah sudah kami pikirkan. Akan ada acara makan bersama entah itu ngaliwet atau botram. Tapi waktunya belum bisa kami sampaikan kapan. Apakah jelang kenaikan kelas anak, jelang halal bihalal di sekolah, atau kapan, itu yang sedang kami pikirkan. [caption id="attachment_8124" align="aligncenter" width="300"] Pondok Mengaji Al Hidayah[/caption]

Begitulah kenapa Ramadhan 1440 H kemarin kami tidak melaksanakan buka puasa bersama.

Bagi teman-teman yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk kelangsungan Pondok Mengaji Al Hidayah yang saya dan suami kelola di kampung silakan dengan senang hati kami selalu menerima dengan tangan terbuka. Alhamdulillah sudah ada beberapa blogger ibukota yang sudah terbuka hatinya menjadi donatur kami.

Tidak hanya pondok mengaji, kami pun punya kegiatan rutin santunan abah yatim (ada 8 orang) serta santunan lansia ada 7 orang serta santunan buta aksara sebatang kara 1 orang.

Terimakasih semoga amal baik menjadi pahala yang berlipat bekal kita kelak di akhirat. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar