Selasa, 26 Juni 2018

Bubur Ayam Cianjur

Bubur Ayam Cianjur

Apa yang terlintas dalam pikiran saat mendengar kata Cianjur? Batik, tauco, ayam pelung, bus marita, atau bubur ayam?

Bubur Ayam Cianjur sebagai kuliner khas Cianjur

Apa itu Bubur Ayam Cianjur? Di Indonesia bubur yang terkenal ada dua, bubur Manado dan bubur Cianjur. Bubur Cianjur merata ada tersebar di beberapa kota khususnya di Jawa Barat. Bubur menurut sejarah Pada masa penjajahan bubur dibuat untuk pengganti makan nasi saat gagal panen dan saat krisis lainnya yang berkaitan dengan menipisnya persediaan beras. Supaya merata dan dapat memenuhi kebutuhan pangan orang banyak maka nasi dimasak dengan menambahkan banyak air. Bubur menurut filosofi Etnis Tionghoa dalam budayanya, bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan. Sedangkan bagi orang Jawa memaknainya sebagai simbol pemerataan ekonomi.

Kenapa harus disebut bubur ayam Cianjur?

Karena pertama ada di tatar Sunda digagas oleh Bupati Cianjur ke tiga, pada masa penjajahan Belanda. Ketika masa paceklik tiba sementara urusan perut tidak bisa ditunda maka Bupati kala itu memerintahkan memasak nasi dengan banyak air, supaya meski banyak orang tapi tetap merata kebagian semua meski sedikit.

Sejak kapan disebut bubur ayam Cianjur?

Sejak para pedagang bubur mangkal di wilayah Cianjur. Sejarawan dan budayawan Luki Muharam, kepala Divisi Sejarah Paguyuban Pasundan Kabupaten Cianjur menjelaskan sejak jaman penjajahan hingga masa kemerdekaan tukang bubur ayam sudah ada banyak di Cianjur. Yang terdata tukang bubur tertua mangkal di pertigaan Suge, yang sebenarnya adalah lokasi bangunan milik warga Tionghoa. Saat ini bangunan itu masih ada.

Tukang bubur ayam Cianjur pun menyebar khususnya di wilayah Cianjur bagian utara, yang banyak dilalui orang mengingat sejak dulu Cianjur adalah jalan strategis dari ibu kota negara ke ibu kota provinsi. Pun sebaliknya. Maka semakin menyebar dan jadi bahan pembicaraan terkait kelezatan dan khas bubur ayam Cianjur.

 

Apa cerita dibalik bubur ayam Cianjur?

Orang Cianjur tidak ingin kuliner khas sekaligus warisan nenek moyangnya kecolongan diakui sebagai kuliner khas daerah lain sebagaimana sate maranggi yang sudah diklaim tetangga. Orang Cianjur khususnya ingin masyarakat Indonesia tahu kalau bubur ayam Cianjur memang milik urang Cianjur. Bahkan kedepannya mungkin ingin bubur ayam Cianjur ini dipatenkan sehingga dunia tahu kalau bubur ayam Cianjur adalah warisan nenek moyang warga Cianjur asli. Karena itu, sebelum kecolongan diklaim daerah lain, paguyuban pedagang bubur ayam Cianjur khususnya, dibawah naungan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur telah mendeklarasikan diri pada Selasa, 11 Juni 2018 di Tugu Bubur Ayam Pacet, Cianjur, sebagai bukti bahwa urang Cianjur dan pemerintah daerahnya benar benar peduli terhadap budaya dan warisan leluhur. Para pedagang bubur ayam Cianjur ini sebelumnya telah mendapat pelatihan dan pemantapan mengenai sejarah, hasil survei dan sebagiannya terkait bubur ayam Cianjur bertempat di Gedung UMKM Cipanas, Cianjur dengan pembicara dari Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kab. Cianjur, sejarawan dan budayawan dari Divisi Sejarah Paguyuban Pasundan Kabupaten Cianjur, dan Mario Davys selaku Vice President JCI Cianjur.

Apa pesan dibalik deklarasi bubur ayam Cianjur?

Supaya keberadaan bubur ayam Cianjur benar-benar diakui dan diketahui masyakarat lebih luas, bahwasanya bubur ayam Cianjur itu khas, beda dan unik dibanding bubur-bubur lainnya yang meski secara kasat mata bubur mah ya hanya gitu-gitu saja.

Paguyuban Tukang Bubur Ayam Cianjur sudah punya standarnisasi bahwasanya meski resep rahasia dimiliki masing-masing pedagang namun tetap memiliki kesamaan khas yang menguatkan jati diri bubur ayam Cianjur itu sendiri.

Dibawah bimbingan langsung Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kab. Cianjur, Pak Himam Haris deklarasi diselenggarakan bertepatan menjelang buka puasa. Beberapa penjual bubur ayam Cianjur pun telah siap membagikan bubur ayam Cianjur yang dibuat saat itu juga gratis kepada semua warga masyarakat yang hadir sebagai menu berbuka puasa di samping makanan dan minuman lainya.

Dengan adanya deklarasi ini diharapkan semua mata memandang dari sisi positifnya. Selain mengangkat kredibilitas para pedagang bubur ayam Cianjur --khususnya, juga turut serta melestarikan kuliner khas Cianjur yang sebelum diklaim oleh daerah lain telah lebih dulu diketahui masyarakat umum bahwa sejarah bubur ayam Cianjur memang berasal dari nenek moyang urang Cianjur.

UNSUR PEMBEDA BUBUR AYAM CIANJUR

 

Survey sumber : survey identifikasi produk khas Cianjur 2018 (DiskopUMKMdagin Kab. Cianjur)

 

Hayu ameng ka Cianjur!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar