Rabu, 15 Juni 2016

Pekerjaan Mulia (masih) Mengandalkan Tulisan Tangan

Pekerjaan Mulia (masih) Mengandalkan Tulisan Tangan Pekerjaan mulia

Hari gini masih pake tulisan tangan? Apa kata dunia? Noh lihat, semua udah pada digital, Non!

Jaman memang sudah serba canggih, hampir segala aktivitas pekerjaan dilakukan serba digital. Tapi entah kapan profesi Bapak Umar Bakri alias seorang tenaga pengajar (guru) bisa full menggunakan sistem kecanggihan teknologi itu. Hingga kini, para guru si pengemban pekerjaan mulia khususnya di SMPN 1 Pasirkuda Cianjur Selatan masih bekerja secara manual alias metode jadul. Tempoe doeloe. 😊

Apalagi buku raportnya juga baru ada tahun ini, sementara sang guru menjadi wali kelas di kelas sembilan alias anak didik yang tahun ini mau keluar. Otomatis sang guru kelas punya pekerjaan tambahan, harus mengisi buku raport dari semester pertama, alias dari kelas tujuh dan kelas delapan. Bayangkan, sebanyak puluhan buku raport harus diisi dengan tulisan tangan, ck...ck...ck...!

Di Cianjur Selatan khususnya, mengisi buku raport jelang kenaikan kelas jadi pekerjaan tambahan untuk para guru kelas. Di sini tuntutan tulisan tangan rapi dan terbaca dibutuhkan. Karena sampai saat ini belum bisa mengisi buku raport menggunakan sistem digital. Padahal, di beberapa sekolah pengisian buku raport sudah menggunakan sistem print out komputer. Sudah bertahun-tahun malah. Bahkan ada sekolah yang sudah menerapkan sistem digital dalam pengisian raportnya sejak tahun 2009-2010-an.

Semoga saja kedepannya di Cianjur Selatan juga bisa terjadi, dan tugas guru kelas semakin ringan. Btw... Sudah bersilaturahmi dengan Guru? Guru apapun itu, mau guru sekolah atau guru mengaji, hormati karena tanpa jasanya kita tidak akan mencapai kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar