Bahagialah untuk blogger yang demikian. Keberadaannya ternyata lama-lama dinanti. Ada atau tiada, terasa maupun tidak, bogger rajin tetap punya tempat di hati blogger lain.
Apresiasi saya, sebisa mungkin ikut berpartisipasi dalam even yang diadakannya. Atau balik berbuat seperti apa yang telah dibuatnya pada saya.
* Blogger Rumahan Ada blogger yang rajin nulis dan apdet blogpost tapi jarang ngelirik tulisan teman-teman. Ia pandai membuat konten, jago ngedesain template, piawai dengan HTML. Blognya sempurna ibarat rumah mewah di kawasan elite dengan segala fasilitas dan akses.Tapi yaitu tadi, entah karena tidak ada waktu saking sibuknya ngurus rumah maya yang berada di beberapa kawasan strategis, atau memang tidak biasa jalan-jalan ke perumahan kumuh yang isinya gado-gado dan artikel bayaran limapuluhribuan (boleh baca: pasaran).
Karena jarang silaturahmi ke blog recehan, maka ia tetap menjadi blogger jutawan di rumahnya sendiri. Tapi saya tetap berkunjung ke blognya kok. Selain memang kontennya bagus dan bahasannya tidak lekang oleh waktu --jadi saya selalu asyik baca-baca tulisan di blognya--juga karena blognya mudah dibuka meski dari hape jadul dan koneksi sekelas siput dari tempatku ini.
* Blogger Repot Repot ya, bukan report. Ini sejenis ahli public relations dimana keahliannya woro-woro dan toking-toking. Emang ada? Ada dong. Saya mengulasnya karena memang sudah menemukannya. Ini unik. Dia blogger, tapi tidak tau darimana pemasukannya, bloggnya tetap bisa eksis meski setahun sekali pun saya jarang mendapati blogpost terbarunya. Kadang suka tanya sama tembok diri sendiri, ini ngeblog karena hobi, kebutuhan atau sekedar formalitas doang?Saya yang penasaran tetap berkunjung ke kostan eh, blognya meski yang saya jumpai tetap tulisan lama yang sudah saya komentari. Setiap saya pulang selalu menyematkan doa dan pinta, semoga besok saya datang lagi sudah ada blogpost baru yang bisa saya komenin...
*Blogger DaringDaring itu online. Jadi kira-kira blogger bebas quota kali ya, haha!
Ada lho blogger yang jarang nulis, jarang juga kasih komentar di tulisan orang. Kalau baca-baca sih mungkin pernah, meski cuma judul dan intronya aja, itu pun hasil ngintip dari notifikasi media sosial dimana blogger biasanya suka berbagi artikel yang baru saja tayang di blog di group-group.
Rumah mayanya banyak. Ibaratkan itu rumah nyata udah bisa dijadikan kontrakan deh kayanya. Ini karena sifat keingintahuannya tinggi ditunjang fasilitas yang mumpuni maka coba sana coba sini jadi lahirlah banyak blog nya.
Mirip blogger repot, blogger daring ini eksis di dunia maya karena bisa akses internet sepuasnya tanpa harus mikirin beban kaya emak-emak di tanggal tua.
Yang saya lakukan selain tetap berteman adalah kepoin media sosialnya saja. Soalnya kasih komen di blognya, harus log in, sementara saya gak punya akun di platformnya itu. Info baru yang manfaat sering saya dapat darinya. Balas komentar meski cuma dengan tfs sekalipun, itu sudah jadi bukti kalau saya tetap care dengannya. *Blogger Musiman Ada blogger yang suka bewe ke blog yang ngadain giveaway atau kuiz aja. Ini kasih komentar atau meninggalkan jejak karena ada maunya, alias sebatas karena ikut GA atau kuis nya aja. Berharap terpilih menang maka sekali kasih komentar langsung seabrek-abrek. Ini sih kaya saya di blog keroyokan Kompasiana. Selama enam tahun numpang di sana, publish artikel kalau pas mau ikut lomba saja, hahaha! Maapkeun saya Kang Pepih. Ampun... Di Platform Moeslema juga, selama ini saya nongol pas ada Giveawaynya aja, Glek! Dikepruk Ukhty Aulia Hakim nih...Blogger musiman kalaupun menyempatkan bewe biasanya ya ke blog teman yang sudah kenal, karena malu jika ketemu. Masa gak berasa kalau pas jumpa lagi dan lagi ditagih terus mana kunjunganmu ke bloggku? Jadi kasih komentar alias meninggalkan jejak di blog orang bukan berdasar kalau bewe buat seorang blogger itu adalah kebutuhan sekaligus identitas keeksisan, melainkan karena udang dibalik terigunya aja. Bakwan udang enak kan? Kecuali yang alergi yo nggak usah...
*Blogger no comment Ada banyak blogger yang memang pasang tarif "no comment". Ini bukan tiba-tiba berubah jadi silent reader, tetapi memang bawaannya begitu. Padahal di group tukang noroweco alias bawel, segambreng kata dipajangnya. Mirip-mirip ke blogger repot dan blogger daring, bedanya yang ini datang berkunjung ke blog kita, membaca dan memahami. Hanya sengaja tidak meninggalkan komentar saja.Saya tidak tahu apa yang dicari blogger sejenis ini, secara kata Mak Puh Indah Juli senior kita sih blogger demikian sebenarnya merugi.
Balik lagi ke pertanyaan awal gimana menghadapi blogger "no comment" yang udah kita komenin, tapi tidak pernah blogwalking balik ketulisan kita? Saya sih take it easy aja. Walau kadang emang ada rasa kesal, tapi bebaskan saja. Sedari awal niatkan kalau kita blogwalking buat nambah wawasan dan ibadah. Jadi bukan menghutangkan, hehe!- Sibuk. Belum sempat blogwalking balik ke tulisan kita.
- Malas. Mungkin blog kita permintaannya rumit, sehingga blogger yang mau kasih komentar harus isi ini isi itu, akhirnya udah malas duluan. Ada kan blogger yang blognya baru bisa kasih komentar kalau kita log in pake akun media sosial. Atau ada yang minta akun tertentu, padahal blog yang diluar akun tertentu itu merasa kesulitan untuk masuk, sehingga dari pada ribet, abis waktu, mending tinggal saja. Nah solusinya coba cek blog kita, apakah permintaannya standar atau masih neko-neko? Konon yang standar sih cuma minta isikan nama, email dan url blognya aja.
- Prioritas. Mungkin karena fakir sinyal, atau darurat kuota, maka blogger yang bersangkutan memilih tidak dulu bewe dan kasih komentar, tapi memprioritaskan dulu hal lain yang lebih penting seperti cek email, publish blogpostnya dulu dan sebagainya.
- Tidak tahu. Maksudnya kita sendiri tidak nge-share tulisan kita di group atau akun sosial media kita, sehingga orang lain bagaimana bisa tahu kalau kita punya tulisan baru? Nah mulai sekarang coba share tulisan kita. Dengan sedikit etika ya tentunya, biar orang tidak merasa terganggu dengan notifikasi dari kita.
- Waktu. Dan yang penting nge-sharenya bisa pilih waktu, supaya orang tidak ilfil. Maksudnya ilang feeling. Coba pernah gak sih kita share satu URL tulisan kita di beberapa group sekaligus? Sehingga bagi blogger yang kebetulan sama-sama member dari group merasa bosan dan sudah bisa menebak: detik ini ada notifikasi dari si anu, beberapa detik kemudian dipastikan muncul notifikasi serupa dari orang yang sama. Nah karena udah bisa nebak dan merasa jenuh duluan, belum-belum menengok tulisan kita, dia sudah mengabaikan informasi yang kita sebar itu. Alih-alih bisa meninggalkan komentar di blog kita dong, wong mampir saja tidak.
Semua tulisan ini murni pengalaman pribadi, jadi bagi yang baperan duluan mohon maaf sedikitpun tidak ada niat untuk menyindir. Salam Blogger dari kampung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar