Kenapa saya memilih menjadi nasabah Bank Negara Indonesia ? Ada beberapa alasan. Berawal ketika menjadi TKW di luar negeri dan majikan di Singapura meminta nomor rekening untuk mengirim uang ke keluarga di kampung. Majikan bilang jika ada nomor rekening gaji saya bisa dengan mudah ditransfer olehnya. Saya sendiri tidak punya nomor rekening pribadi. Saat itu jadi TKW belum sebebas sekarang di mana bisa libur dan mengurus sendiri segala keperluan. Dulu majikan mau membantu mengirimkan uang saja sudah senang banget secara kita sendiri tidak bisa libur dan susah dapat informasi.
Ibu saya yang seumur hidupnya juga belum pernah jadi nasabah bank dibantu adik berangkat ke kota kabupaten dan berhasil membuka nomor rekening Bank Negara Indonesia (BNI). Alhasil selama bekerja hingga selesai kontrak uang selalu sampai di tangan keluarga melalui perantara BNI.
Saat itu kan belum ada banyak pilihan tabungan yang praktis dan bisa diakses dengan aplikasi. Kalau saja sudah tahu ada tabungan Jenius pasti saya bisa menyarankan ke ibu untuk buka akun tanpa harus jauh ke kota demi bisa mengunjungi bank. Soalnya buka tabungan Jenius kan bisa registrasi dari aplikasi dan aktivasinya bisa lewat video call.
Belum lagi kelebihan lain dari tabungan Jenius yang bikin ngiler, seperti mudah ngambil karena Jenius terkoneksi dengan jaringan ATM nasional dan jaringan Visa di seluruh dunia. Tabungan Jenius yang praktis bisa digunakan melalui mobile dan juga mendapatkan bunga yang bagus. Dalam tabungan Jenius, kita hanya perlu satu akun untuk melakukan berbagai aktivitas perbankan. Mau kirim uang, bayar tagihan, cicilan, buat deposito berjangka semua bisa kita lakukan cuma dari smartphone. Gak perlu ke bank, gak perlu banyak membuang waktu. Mudah ya? Pindah kerja ke Hong Kong, saat itu di negara beton ini belum ada cabang BNI. Akhirnya saya membuka nomor rekening sendiri di bank swasta yang sudah ada lebih dulu di sana. Saat kembali pindah kerja ke Taiwan ternyata bank swasta tempat saya menabung saat masih di Hong Kong itu di Taiwan tidak ada, justru BNI malah sudah ada di negara formosa ini. Akhirnya selama 6 tahun kerja di Taiwan uang untuk keluarga terkirim melalui jasa pengiriman uang BNI Remittance di Taipei.Setelah pulang kampung ke Pagelaran Cianjur, rekening bank swasta yang saya punya jarang dipergunakan karena kantor maupun ATM-nya hanya ada di kota kabupaten dengan jarak tempuh 2 jam kendaraan dari rumah. Maka saya memindahkan tabungan ke nomor rekening BNI milik ibu. Kebetulan ATM dan kantor BNI berada dekat di tetangga kecamatan, yaitu di Tanggeung, dengan jarak tempuh sekitar 20 menit kendaraan dari rumah di Pagelaran.
Kurang lebih setahun menggunakan nomor rekening ibu. Selama itu saya selalu berpikir sebaiknya saya punya rekening sendiri di BNI supaya lebih praktis. Seringnya melakukan transaksi Online dan kebutuhan mengecek keluar masuk uang membuat saya harus punya akses sendiri. Maka diantar suami saya pun mendatangi kantor BNI terdekat di Tanggeung dan tidak membutuhkan waktu lama, dengan persyaratan KTP saya berhasil memiliki nomor rekening sendiri.
[caption id="attachment_2790" align="aligncenter" width="1024"]- Dekat.
- Terpercaya
- ATM-nya sampai di kampung.
- Keamanan Super.
Setelah diaktifkan, tidak lewat satu bulan, saya mendapat telepon lagi dari BNI Pusat menginformasikan hal yang sama kalau ATM saya kembali diblokir demi keamanan. Kali ini petugas menyarankan saya ke kantor BNI terdekat untuk meminta pergantian ATM.
Atas saran petugas BNI Pusat tersebut saya pun datang lagi ke kantor BNI dan menjelaskan semuanya. Tanpa banyak makan waktu, saya berhasil mengganti ATM dengan kartu baru. Selidik punya selidik, pihak BNI menemukan adanya indikasi penyalahgunaan ATM saya beberapa bulan terakhir ini, makanya dilakukan pemblokiran demi keamanan. Mungkin masalah berawal dari ATM pertama saya yang hilang. Kemungkinan ATM itu ditemukan orang dan disalahgunakan. Kini setelah menggunakan ATM terbaru, alhamdulillah transaksi aman. Semoga tidak bermasalah lagi.
Seandainya sistem keamanan BNI tidak canggih dan tidak super ketat, saya tidak bisa membayangkan tabungan saya yang tidak seberapa itu bagaimana nasibnya.
[caption id="attachment_2792" align="aligncenter" width="1024"]- Fasilitas Kekinian.
- Bahagia Bersama.
Begitu juga saat saya pertama kali membuka rekening di BNI, petugasnya menyapa dengan ramah dan senyum. Semua pertanyaan saya dijawabnya dengan sabar dan detail. Keluar dari kantor bank perasaan saya senang dan lega. Senang karena perlakuan petugas bank membahagiakan hati, dan lega karena hasil usaha meski sedikit bisa aman dan mudah dikendalikan.
---
Jaman sudah serba canggih, segala sesuatu ada dan cukup dikendalikan dengan ujung jari. Menabung kekinian di BNI bukan hanya menjadi gaya hidup tapi sudah jadi kebutuhan. Kini warga desa berhak memilih bukan saat ada pemilihan calon kepala desa saja, tetapi juga saat harus menentukan bank dimana uang bisa aman dan nyaman disimpan. Pilihan ada di tangan. (ol)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar