Kira-kira begitu isi dari sebuah tulisan dalam bahasa Inggris yang sempat saya lihat dan baca di sebuah foto yang tersebar di jejaring social media. Saya berpendapat keren juga nih yang punya tempat dan menginformasikan hal itu. Mengingat jaman sekarang satu-sama lain sepertinya sudah tidak lagi saling peduli.
Adanya banyak WIFI, alias koneksi ke internet secara gratisan menyebabkan orang jadi acuh dan tidak peduli dengan kondisi sekitar. Masing-masing asyik dengan gadgetnya dan sibuk dengan urusannya sendiri. Padahal hal itu tentu saja tidak terjadi pada tahun Sembilan puluhan, dimana internet belum menjadi kebutuhan primer seperti saat ini.
Saya sendiri mengalami masa tahun sembilan puluh limaan itu. Dimana ketika masuk ke sebuah tempat, masih saling sapa-menyapa, ngobrol ngalor ngidul dan berinteraksi satu sama lain. Tidak ada gadget, tidak ada sambungan internet apalagi WIFI. Telepon rumah saja masih menjadi sebuah barang langka yang masih terbilang mahal.
Tetapi sekarang, tidak di rumah, tidak di tempat umum, bahkan di hutan sekalipun masing-masing tidak terlepas dari gadget canggih yang menghubungkan si empunya dengan dunia luar. Konekting dengan dunia luar, tetapi acuh dengan kondisi sekitar. Tidak ada lagi masa-masa saling sapa, ngobrol ngalor ngidul antara satu sama lainnya.
Mungkin hal itu yang dirindukan si pemilik tempat yang menyatakan kondisi “Tidak Menyediakan WIFI: Berbicaralah Satu Sama Lain Seperti Tahun Sembilaan Limaan”. Pertanyaannya mampukah kita kini hidup dengan kondisi tanpa gadget dan koneksi WIFI alias internet?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar