Sabtu, 22 Februari 2014

Yuk! Ikut Program Sepuluh Ribu Halamannya BNN

Beruntung Sabtu, 22 Februari 2014 aku bisa ikut acara Focus Discussion Group (FGD) tentang narkotika yang difasilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) berkat usaha Bapak Thamrin Dahlan, seorang pensiunan BNN bagian rehabilitasi yang dengan kerja kerasnya bisa merealisasikan acara sosialisasi sekaligus ajang kopdar para blogger. Selain dapat banyak wawasan seputar permasalahan narkoba, aku juga bisa silaturahmi dengan rekan-rekan blogger dari berbagai tempat. Itu yang rasanya sesuatu banget...

Seperti biasa, maklum dari pelosok dengan akses transportasi serta kondisi jalan yang teramat susah, maka jam tiga dini hari aku sudah meninggalkan Fahmi, bayiku yang tanggal 3 Maret nanti berusia 1 tahun bersama ibuku. Nenek Fahmi sekaligus berperan sebagai pengasuhnya jika aku tidak ada. Naik colt 300 nya Kang Eyen yang seharusnya sudah dimuseumkan sambil terkantuk-kantuk tapi hati full semangat aku menuju kota kabupaten yang berjarak sekitar 2 jam kendaraan. Seperti biasa, di Cianjur kota aku menunaikan sholat subuh untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Ibu Kota Jakarta.

[caption id="attachment_303" align="alignnone" width="300"] Blogger Reporter ID berperan aktif dalam kampanye Indonesia Bebas Narkoba 2015[/caption]

Memasuki kawasan Puncak, perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor hujan tiba-tiba datang mengguyur dengan lebatnya. Dalam hati aku deg-degan juga takutnya menjadi kendala dalam perjalanan dan terlambat sampai di lokasi acara. Jari tak henti mengutak-atik ponsel, sekadar membuat pesan singkat memastikan apakah Mbak Prima Sagita bisa berangkat bareng.

Alhamdulillah perjalanan sampai kampung Rambutan lancar. Meski gerimis masih mengguyur namun dengan tetap semangat aku dan Mbak Prima mengendarai sepeda motornya melaju menuju Jalan Raya Pondok Gede, Restaurant Mie Ceker Bandung sebagai lokasi FGD. Tidak terlalu susah mencari lokasi yang dimaksud, padahal banner sebagai tanda ada acara bagi para Blogger Reporter ID (BRID) belum terpasang karena Super Admin BRID, Mas Hasmi Srondol juga belum datang.

Pukul 09.20.WIB kami sampai di lokasi. Lega hati saat memasuki ruangan, daftar isi peserta baru sampai di nomor lima. Dibawahnya Pak Thamrin Dahlan aku mengisikan namaku beserta data lainnya. Jujur kalau saja tidak bareng sama Mba Prima dari Kampung Rambutan, belum tahu kapan aku bisa sampai di lokasi. Yang pasti bakal kesiangan.

[caption id="attachment_304" align="alignnone" width="300"] Lokasi Acara: Mie Ceker Bandung Cabang Jalan Raya Pondok Gede[/caption]

Satu persatu peserta datang dan kami saling sapa, saling bersalaman. Lupa kapan terakhir kali jumpa teman-teman blogger ini. Oh ya, saat Kompasianival di Grand Indonesia! Saat itu juga hari sabtu dan aku batal mengisi acara talk show juga gara-gara kejebak macet di Puncak. Bersyukur banget kali ini aku gak kesiangan lagi.

Dibuka oleh Bu Retno dari BNN, acara FGD pun dimulai. Semangat untuk setor tulisan reportase tampak kuat manakala sekian banyak pertanyaan seputar pengiriman serta persyaratan menulis dilontarkan oleh peserta kepada Ibu Retno.

Acara inti diskusi itu sendiri disampaikan oleh Pak Gun Gun Siswadi selaku Direktur Diseminasi Informasi BNN . Aku merasa semakin bertambah wawasan mengenai permasalahan narkotika dan semakin kuat untuk ikut kampanye menyerukan Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015. Aku tidak mau bangsaku ini akan kehilangan generasi mudanya hanya karena mengkonsumsi narkoba.

[caption id="attachment_305" align="alignnone" width="300"] Bapak Gun Gun, Bapak Thamrin Dahlan dan Ibu Retno[/caption]

Pada saat diskusi itu juga dijelaskan bahwa dalam rangka mendukung program BNN menulis 10.000 halaman terkait narkotika, BNN mengundang rekan-rekan Blogger Reporter untuk membuat tulisan tentang narkotika. Hasil karya yang masuk akan menjadi sebuah persembahan para blogger sebagai bentuk kepedulian dalam aksi memberantas narkoba di bumi Indonesia.

Pukul satu siang acara diskusi selesai. Setelah foto bareng, dilanjutkan makan siang sambil berdiskusi santai antar sesama blogger terdekat. Hujan masih turun dengan derasnya, membuat suasana dingin semakin kuat. Sepertinya enggan pulang, dalam keadaan perut kenyang bawaannya malah pengen tidur. Selain dijamu makan siang, peserta pun mendapatkan uang sekadar pengganti transport.

Namun yang lebih berharga dari semuanya menurutku adalah informasi baru yang aku dapat mengenai masih ada paradigma yang salah, mengenai pengguna narkoba yang takut ditangkap. Padahal baik pelapor maupun yang dilaporkan akan dilindungi oleh Undang-undang. Orang tua yang menyembunyikan (tidak melaporkan) anaknya ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) jika memakai narkoba ternyata akan kena sangsi berupa tahanan selama 6 bulan! (0l)

Galeri Foto:

[caption id="attachment_306" align="alignnone" width="300"] Super Admin BRID dan Mbak Prima[/caption]

[caption id="attachment_308" align="alignnone" width="300"] Mengisi tes sebelum acaradimulai.[/caption]

[caption id="attachment_318" align="alignnone" width="300"] Indonesia Bebas Narkoba 2015! Kami siap berkontribusi lewat tulisan...[/caption]

[caption id="attachment_319" align="alignnone" width="300"] Menu makan siang plus bakso[/caption]

[caption id="attachment_320" align="alignnone" width="300"] Biar hujan deras, minum es campur sesuatu banget :)[/caption]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar