Rabu, 26 Februari 2014

Bicara Mengenai Jasa Transportasi Umum Marita dan Pelayananya

Lega rasanya, saat kita mengadukan permasalahan lalu mendapat respon positif. Apalagi berkaitan dengan pelayanan umum, seperti jasa angkutan PO. Marita, bus dengan trayek Cianjur-Jakarta.

Awalnya saya yang sering bolak-balik Cianjur-Jakarta untuk urusan pekerjaan merasa tidak nyaman dengan ulah oknum para kondektur yang menaikkan sendiri tarif dari Rp.23.000 menjadi Rp.25.000. Padahal, jasa transportasi bus dengan jurusan yang sama Parung Indah, bertarif Rp.22.000 saja.

Saking seringnya cek cok soal ongkos, saat melihat stiker bertuliskan SMS Pengaduan beserta alamat surel PO. Marita, saya langsung mengirimkan SMS pengaduan sekaligus email pengaduannya. Tanggal 18 Februari 2014 jam 10:32 saya mengirimkannya.

‪saya copy seperti ini permasalahannya:

‬:

Yth. Pengelola Marita

Langsung saja. Saya sering cekcok dengan kondektur Marita masalah ongkos yang sepele, namun karena kebiasaan, jadi dibiasakan.

Saya pernah baca pemberitahuan kalau tarif Marita Kp. Rambutan - Cianjur itu Rp. 23.000. Tapi di lapangan, nyatanya kondektur suka menaikan tarif menjadi Rp.25.000.

Tolong ditertibkan, supaya para kondektur Marita yang suka iseng begitu jadi disiplin. Konsumen akan lebih nyaman kalau tarif dan pelayanan sesuai standar dan maksimal.

Saya sudah sms ke sms pengaduan Marita. Saya juga terpaksa membuat email ini, karena kejadian cekcok dengan kondektur Marita sudah berkali-kali saya alami.

Tentu saja ini tidak nyaman, beda dengan menggunakan jasa transportasi lain dengan jurusan yang sama, yang tarif sesuai dengan ketentuan perusahaannya Rp.22.000.

Meski penumpang menyodorkan uang seratus ribu atau lima puluh ribu, tarif tetap Rp.22.000. Jelas beda sekali dengan Marita...

Penumpang lain mungkin menganggap hal tarif ini masalah sepele, hanya beda seribu dua ribu, dan juga mungkin karena mereka naik Marita tidak sesering saya yang hamipr tiap hari pulang pergi Jakarta-Cianjur.

Tapi bagi saya, selain tidak nyaman, sekali lagi demi ketertiban penumpang pada umumnya. Jadi mohon pengertian kepada pengelola Marita, tolong tertibkan tarif umum dan disiplinkan para kondekturnya.

Terimakasih _________________________________________

Begitu isi pengaduan yang saya sampaikan. Saya tidak berharap akan mendapat respon apalagi balasan. Saya pikir sampai pun belum tentu. Entah dibaca pihak managementnya atau tidak.

Setelah sekian hari lupa dengan masalah pengaduan itu, baru saja saat saya buka ponsel, mata saya tertuju pada sebuah email dengan subjek: Re: Tarif Marita

Wah! Ada balasan rupanya? Gak sabar langsung saya buka. Isinya: ‪

assalamu'alaikum Wr,wb,

trimakasih ibu okti yang terhormat, sebelumnya kami atas nama management dan crew mohon maaf atas kelakuan oknum crew marita yang membuat ibu tidak nyaman, apalagi masalah tarif, mulai tanggal 24 februari 2014, tarif kami menjadi Rp 22.000,- , supaya ibu tau crew yang melanggar sudah kami tindak lanjuti dan diberika  sanksi, terimakasih kepada ibu yang selalu menggunakan jasa kami. hormat kami

management po marita ‬ ___________________________________________

Demikian isi email balasan dari PO. Marita. Tidak mengira juga email pengaduan akan direspon begitu cepat dan dapat apresiasi penuh. Benar tidaknya, besok pagi saat akan ke Jakarta saja kita lihat bagaimana nyatanya di lapangan.

Tak lupa saya balas kembali email tersebut:

Waalaikumsalam. Wr. Wb.

Saya ucapkan terimakasih kepada management Marita yang sudah menindaklanjuti permasalahan tarif.

Terimakasih juga untuk menstandarkan tarif sehingga sama dengan jasa transportasi lainnya dengan trayek yang sama Jakarta-Cianjur menjadi Rp.22.000..

Memang saya sudah baca kertas pemberitahuan di berbagai tempat umum bertuliskan tarif Marita Rp.22.000. Dan hari kemarin itu juga saat saya naik Marita dari Jakarta ke Cianjur menyodorkan uang seratus ribu, kondektur memberikan uang kembali sebesar Rp.75.000.

"Dua ribu lagi nanti ya, Teh. Belum ada receh." Demikian ucap si Kondektur.

Saya tunggu sampai daerah Panembong si Kondektur belum juga memberikan sisa kembalian. Malahan seolah melupakan dan menganggap uang receh dua ribu itu kecil nilainya. Padahal dia berkali-kali bolak-balik ke pintu depan dimana saya duduk, dan saya juga tahu dia memegang uang termasuk lembaran receh dua ribuan.

Mungkin si kondektur pikir saya tidak akan menagih? Sekali lagi bukan saya keterlaluan jika uang segitu saja masih dipermasalahkan. Tetapi kembali kepada komitmen, kejujuran dan tanggung jawab dia sendiri. Maka saya menagih uang kembaliannya Rp.2.000. (Padahal kalau sesuai peraturan tanggal 24 Februari seharusnya kembalianya Rp.3.000 lagi dong ya? :) )

Saya pikir kami akan cekcok lagi. Tapi ternyata tidak. Si kondektur tanpa bicara apa-apa dia menyodorkan uang dua ribu sebagaimana ucapannya.

Saya pikir sejauh itu sudah ada perubahan yang signifikan dan positif. Semoga bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

Semoga peningkatan pelayanan ini membuat konsumen pengguna jasa angkutan umum Marita pada khususnya merasa lebih nyaman.

Maaf jika dengan adanya email pengaduan saya ini membuat management Marita terganggu dan direpotkan.

Sekali lagi saya sangat salut dan benar-benar mengapresiasinya.

Terimakasih...

___________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar