Selasa, 15 September 2026

Cara Menggunakan Gadget (Ponsel dan Laptop) agar Baterai Lebih Awet

Cara Menggunakan Gadget (Ponsel dan Laptop) agar Baterai Lebih Awet



Saat ini ponsel dan laptop sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, berjualan, sampai mencari informasi, semuanya bisa dilakukan dengan gadget.

Namun, ada satu masalah yang sering muncul: baterai semakin cepat habis atau kapasitasnya menurun setelah beberapa lama digunakan. Betul demikian? Saya sih iya. Sampai gak kehitung itu punya baterai ponsel yang hamil (menggelembung) padahal tidak pernah saya kawinkan... (Hihihi...)

Sebenarnya, baterai memang akan mengalami penurunan kemampuan seiring waktu. Sebagian besar ponsel dan laptop modern menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion). Jenis baterai ini memiliki keunggulan berupa kepadatan energi yang tinggi, tetapi tetap mengalami penuaan akibat penggunaan, siklus pengisian, suhu tinggi, dan kondisi pengisian tertentu.

Kabar baiknya, ada kebiasaan sehari-hari yang dipercaya dapat membantu memperlambat penurunan kesehatan baterai.

Berikut beberapa cara sederhana menggunakan ponsel dan laptop agar baterainya lebih awet.

Cara Gunakan Gadget agar Baterai Awet

1. Jangan terlalu sering membiarkan baterai sampai 0%

Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dikurangi adalah terus menggunakan gadget sampai baterainya benar-benar habis. Digeder teuing... Kalau kata teman saya yang jadi working mom mah.

Baterai lithium-ion tidak harus dikosongkan sampai 0% sebelum diisi kembali. Pengisian sebagian justru diperbolehkan dan dapat membantu mengurangi tekanan pada baterai.

Untuk penggunaan sehari-hari, usahakan jangan menunggu baterai benar-benar habis baru mencari charger. Saya lebih baik mematikan ponsel dan nyari listrik untuk nge-charge daripada terus menggunakan nya sampai baterai 0% alias benar-benar habis.

Pada laptop Windows, Microsoft bahkan menyarankan menjaga baterai sekitar 20–80% beberapa kali dalam seminggu untuk membantu memperlambat penuaan baterai.


Cara Menggunakan Gadget (Ponsel dan Laptop) agar Baterai Lebih Awet



2. Tidak harus selalu mengisi sampai 100%

Banyak orang menganggap baterai harus selalu diisi sampai 100%. Padahal, untuk penggunaan sehari-hari, hal tersebut tidak selalu diperlukan.

Beberapa perangkat modern bahkan menyediakan fitur pembatasan pengisian daya, misalnya hingga 80%.

Google Pixel menyediakan pilihan "Batasi hingga 80%" untuk pengguna yang ingin memprioritaskan kesehatan baterai dalam jangka panjang. Microsoft juga menyediakan fitur pengisian daya cerdas pada perangkat tertentu yang dapat membatasi pengisian hingga 80%.

Namun, bukan berarti mengisi sampai 100% itu berbahaya.

Jika manteman akan bepergian jauh atau membutuhkan gadget digunakan seharian tanpa charger, mengisi hingga 100% tentu masih wajar.

Intinya, jangan merasa harus selalu mempertahankan baterai di angka 100%.


3. Hindari panas berlebihan

Kalau ada satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam merawat baterai, jawabannya adalah panas.

Suhu tinggi dapat mempercepat proses penuaan baterai lithium-ion dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan penurunan kapasitas secara permanen.

Contohnya:

- Jangan meninggalkan ponsel di dalam mobil yang panas.

- Hindari menggunakan laptop di atas kasur atau bantal dalam waktu lama.

- Jangan menutup ventilasi laptop ketika digunakan.

- Hindari mengisi daya gadget di tempat yang sangat panas.

- Jika gadget terasa sangat panas, beri waktu untuk dingin dulu.

Apple, misalnya, menyarankan menghindari penggunaan atau pengisian daya iPhone pada suhu lingkungan di atas 35°C karena dapat mengurangi masa pakai baterai secara permanen.


4. Kurangi aktivitas berat ketika sedang mengisi daya

Bermain game berat, melakukan editing video, atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak tenaga saat mengisi daya dapat membuat perangkat bekerja lebih keras dan menghasilkan panas.

Nah! Panas seperti itulah yang perlu diwaspadai.

Jika tidak diperlukan, walaupun kita lagi seru-serunya me time atau self healing sebaiknya gunakan gadget secara ringan ketika sedang mengisi daya. Untuk laptop, pastikan lubang ventilasi tidak tertutup agar panas dapat keluar dengan baik.


5. Manfaatkan fitur penghemat baterai

Ponsel dan laptop modern biasanya memiliki fitur untuk menghemat penggunaan daya.

Pada ponsel, fitur tersebut dapat berupa:

- Battery Saver atau Penghemat Baterai

- Dark Mode pada layar tertentu

- Pengaturan kecerahan otomatis

- Pembatasan aktivitas aplikasi di latar belakang

- Pengaturan waktu layar mati

Pada laptop, kita bisa menggunakan mode penghemat baterai atau mengatur perangkat agar masuk ke mode tidur ketika tidak digunakan.

Cara itu tidak secara langsung "memperbaiki" baterai, tetapi dapat membuat satu kali pengisian bertahan lebih lama sehingga kita tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian.


6. Atur kecerahan layar

Layar merupakan salah satu bagian gadget yang membutuhkan energi cukup besar.

Jika kecerahan layar terlalu tinggi padahal tidak diperlukan, baterai akan lebih cepat terkuras.

Cobalah menggunakan kecerahan secukupnya. Saat berada di dalam ruangan, biasanya tidak perlu menggunakan tingkat kecerahan maksimal.

Kita juga dapat menggunakan fitur kecerahan otomatis jika tersedia.

Selain menghemat baterai, pengaturan kecerahan yang nyaman juga dapat membuat mata lebih nyaman ketika menggunakan gadget dalam waktu lama.


7. Matikan fitur yang tidak sedang digunakan

Wi-Fi, Bluetooth, GPS, hotspot, dan beberapa fitur lainnya dapat menggunakan daya ketika aktif, terutama jika terus bekerja mencari jaringan atau perangkat.

Tapi, gak berarti semua fitur tersebut harus selalu dimatikan.

Apple menjelaskan bahwa Wi-Fi dan Bluetooth pada iPhone memang dirancang menggunakan daya yang relatif rendah ketika tidak terhubung.

Jadi, lebih baik fokus pada fitur yang memang sedang tidak diperlukan.

Misalnya, jika sedang bepergian dan tidak membutuhkan hotspot, matikan hotspot. Jika GPS tidak diperlukan oleh aplikasi tertentu, batasi akses lokasinya.


Cara Menggunakan Gadget (Ponsel dan Laptop) agar Baterai Lebih Awet


8. Jangan biarkan laptop terus-menerus dalam kondisi penuh jika tidak diperlukan

Laptop yang sering digunakan di meja dan selalu terhubung dengan charger memiliki kebiasaan penggunaan yang berbeda dengan laptop yang sering dibawa bepergian.

Microsoft menjelaskan bahwa mempertahankan baterai pada tingkat pengisian tinggi dalam waktu lama dapat mempercepat penuaan baterai. Karena itu, perangkat yang memiliki fitur Smart Charging atau Battery Limit dapat memanfaatkannya.

Jika laptop kita memiliki fitur pembatasan pengisian, aktifkan sesuai kebutuhan.

Untuk laptop yang hampir selalu digunakan sambil terhubung ke listrik, fitur tersebut bisa sangat berguna.


9. Gunakan charger dan kabel yang sesuai

Jangan asal menggunakan charger hanya karena konektornya cocok.

Gunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi perangkat dan, jika memungkinkan, gunakan charger resmi atau charger dari produsen terpercaya.

Pengisian daya modern memiliki berbagai teknologi dan standar. Perangkat biasanya memiliki sistem pengaturan untuk mengendalikan proses pengisian, tetapi penggunaan aksesori yang tidak sesuai tetap sebaiknya dihindari.


10. Jangan terlalu khawatir dengan kebiasaan "colok sebentar, cabut sebentar"

Ada anggapan bahwa baterai harus menunggu sampai hampir habis sebelum boleh diisi kembali.

Untuk baterai lithium-ion modern, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pengisian sebagian diperbolehkan. Battery University menjelaskan bahwa baterai lithium-ion tidak memiliki "memory effect" seperti yang sering dikhawatirkan pada baterai generasi lama, sehingga tidak perlu dikosongkan sampai habis secara rutin.

Jadi, jika baterai ponsel sudah cukup rendah dan kebetulan ada charger, tidak masalah mengisinya kembali. Tidak harus nunggu baterai habis dulu.


11. Aktifkan fitur kesehatan baterai jika tersedia

Produsen gadget saat ini sudah menyediakan berbagai fitur untuk membantu menjaga kesehatan baterai.

Contohnya

iPhone: Optimized Battery Charging atau pengaturan batas pengisian pada model yang mendukung.

Google Pixel: Adaptive Charging dan pilihan membatasi pengisian hingga 80%.

Microsoft Surface: Smart Charging yang dapat membatasi pengisian hingga 80% dalam kondisi tertentu.


Nama dan cara kerja fitur dapat berbeda tergantung merek dan model gadget.

Karena itu, coba periksa menu Baterai atau Battery pada perangkatmu. Jangan malas ngecek ya...


Cara Menggunakan Gadget (Ponsel dan Laptop) agar Baterai Lebih Awet


12. Perbarui sistem dan software

Jangan mengabaikan pembaruan sistem operasi. Selain membawa fitur keamanan dan perbaikan bug, pembaruan tertentu juga dapat membantu meningkatkan pengelolaan daya dan baterai.

Microsoft menyebutkan bahwa menjaga driver dan firmware Surface tetap terbaru merupakan salah satu cara membantu mempertahankan keandalan dan umur panjang baterai.

Namun, tentu saja kita harus pastikan pembaruan itu dilakukan melalui sumber resmi, ya.


---


Fakta penting tentang baterai gadget

Perlu dipahami bahwa baterai adalah komponen yang memang akan menua.

Seberapa baik pun kita merawatnya, kapasitas baterai pada akhirnya akan berkurang.

Apple menjelaskan bahwa kapasitas baterai lithium-ion berkurang setelah sejumlah siklus pengisian. Satu siklus tidak selalu berarti sekali mencolokkan charger. Siklus dihitung ketika total penggunaan baterai mencapai 100% dari kapasitasnya.

Misalnya, hari ini saya menggunakan 50% baterai dan mengisinya kembali. Besok saya menggunakan 50% lagi. Secara sederhana, total penggunaan tersebut setara dengan satu siklus. 50+50=100. Itu dihitung satu kali siklus pengisian.

Jadi, jangan terlalu khawatir jika manteman sering melakukan pengisian sebagian.

Yang lebih penting adalah menghindari panas berlebihan, penggunaan ekstrem, dan kebiasaan yang membuat baterai terus berada dalam kondisi yang membebani.


Cara Menggunakan Gadget (Ponsel dan Laptop) agar Baterai Lebih Awet


Kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari

Jika ingin cara yang mudah diingat, gunakan aturan sederhana berikut:

Jangan panas. Jangan sering sampai 0%. Jangan selalu harus 100%.

Kemudian:

1. Isi daya ketika baterai mulai rendah.

2. Gunakan charger yang sesuai.

3. Hindari meninggalkan gadget di tempat panas.

4. Jangan menutup ventilasi laptop.

5. Kurangi kecerahan layar jika tidak diperlukan.

6. Gunakan mode hemat baterai ketika diperlukan.

7. Aktifkan fitur pengisian daya pintar jika tersedia.

8. Perbarui sistem dan software secara berkala.


Mau Baterai Gadget Awet, kan?

Merawat baterai ponsel dan laptop sebenarnya tidak sulit. Kita tidak perlu mengikuti aturan yang terlalu rumit.

Yang paling penting adalah memahami bahwa baterai lithium-ion akan menua secara alami. Ga ada susuk yang bisa terus membuatnya awet muda... (apasih?) tetapi kebiasaan penggunaan yang baik dapat membantu memperlambat proses penuaan tersebut.

Mulailah dari hal sederhana: jaga gadget agar tidak terlalu panas, jangan terlalu sering membiarkan baterai sampai 0%, manfaatkan fitur pengisian pintar, dan gunakan perangkat sesuai kebutuhan.

Dengan kebiasaan tersebut, insyaallah baterai mungkin tidak akan selamanya seperti baru, tetapi kita dapat membantu menjaga performanya agar tetap baik selama mungkin.

21 komentar:

  1. Bener banget. Merawat baterai handphone dan laptop sebenernya mudah. Perlu konsistensi dan kesadaran aja. Kayak pake hp atau laptop jangan sampe beneran lowbat. Kalau kepanasan, kasih jeda buat rehat. Kalau laptop bisa pake alat pendingin tambahan, aku ada sih kebetulan di rumah.

    Perlu pengetahuan yang tepat dan aksi yang konsisten buat merawat baterai handphone ataupun laptop. Kalau keduanya bisa awet kita yang untung juga, lebih hemat budget.

    BalasHapus
  2. Diantara berbagai part yang ada di smartphone dan gawai lainnya, jujur emang batre itu yang paling cepet degradasi si. Entah karena pemakaian yang acakadut, atau memang secara lifetime pun sudah mulai berumur. setahun dua tahun, pasti batre tuh bakal berkurang kapasitas aslinya.

    Makasih tips-tipsnya ya mbak. Tapi yang paling aku notice tuh nomor 4 malahan. Sekiranya kalo kerja dan hal apapun, usahain gadget kita itu jangan sampe kepanasan. Sebab, kalau sampe panasnya berlebih, itu emang bisa langsung ngaruh ke umur baterai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya bener sih mas. Jangan biarkan hp sering kepanasan. Tapi jujur aja sebagai yang sering dokumentasi di outdoor rawan hp overhit dan demam. Kadang langsung off data, habis itu rehatin sejenak, lalu ambil footage lagi. Kasian emang handphone paling capek kerjanya.

      Paling di porsir, makanya ada pengingat terkait cara merawat baterai ini amatlah membantu yaaa.

      Hapus
  3. dAku dulu sering banget main HP sambil dicharge, ujung-ujungnya baterai kembung juga gara-gara kepanasan. Cuma jujur aja, patokan 20-80% itu kadang bikin serba salah pas mau keluar rumah seharian.
    Kalau ngecharge cuma sampai 80%, rasanya waswas bakal kehabisan di jalan.
    Tapi baca cerita teh okti disini ini jadi makin paham kalau yang penting jangan dipaksa sampai nol atau terlalu sering dibiarkan kepanasan. Tipsnya kepakai banget buat sehari-hari

    BalasHapus
  4. Aku baru tau loo kalo ternyata pengisian sampai 80% direkomendasikan selama ini taunya kalo ngisi wajib 100% biar batere awet tapi ternyata gak masalah juga kalo kita isinya juga gak sampai full yaa daripada dicolokin terus yang ada malah mengurangi umur batere..
    Informasinya bener2 bermanfaat banget ini buat aku karena aku biasanya juga sering nyolokin tu laptop tapi bawahnya dikasih bantal soalnya sambal duduk santai di sofa hehehe ,,,kasih mbaa semua tips nya berguna banget buat aku ;)

    BalasHapus
  5. Saya kadang suka lupa kalau sedang menggunakan laptop sambil di charger, lupa dicabut ketika batre sudah penuh. Efeknya memang jadi boros banget batrenya.

    Lebih parah lagi HP pernah sampai ngembung batrenya. Ini sih sepertinya efek kepanasan dipake anak-anak main game.

    Jadi pelajaran banget buat tidak ngulangin hal-hal receh yang membuat batre cepet ruksak dengan baca tulisan bermanfaat ini. Hatur nuhun pisan Teh

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, sejak beli baru, aku sering banget ngechas HP sambil dimatikan. Biasanya setelah subuh, atau waktu ditinggal sholat. Jadi, pas sudah selesai, baterai sudah cukup banyak isinya.

    BalasHapus
  7. Saya pernah dengar dari para technical produk HP, kalau mau ngecas HP itu jangan pas daya sudah di bawah 10% supaya batre gak cepet rusak. Kalau sedang dicas, sebisa mungkin kalau ga penting2 amat jangan dipake dulu. Apalagi dibiarkan menggunakan aplikasi2 berat. Pake kepala charger bawaan HP, jangan sembarang pakai yang lain. Kalau HP jadi panas, segera matiin koneksi HP ke internet dan tutup semua aplikasi.

    BalasHapus
  8. Rata² pada banyak yang terkejut pas saya bilang jangan cas hape sampai 100%. 90-an juga masih gapapa. Cuma ya gitu, mungkin karena pada kebiasaannya sampai harus full dan kalau batre belum merah banget belim pada mau ngecas heuheu..
    Padahal kan rata² hape udah pada jenis smartphone ya, maka ngecas ga sampai full malah lebih oke

    BalasHapus
  9. Iyaa berarti selama ini pemahaman saya tentang pengisian daya baterai keliru yaa. Ternyata tidak harus sampai 100% kalau mengisi daya. Kalau mengisi baterai iyaa beyul saya tidak pernah nunggu sampai 0%. Makasih teh jadi paham sekarang bagaimana cara memelihara handphone agar awet.

    BalasHapus
  10. Jaman masih pakai Nokia dulu, baterainya sering banget mengembung. Setelah jamannya smartphone ini belum pernah sih.

    Nah, jeleknya saya, sering sampai kehabisan baterai sampai mati. Ternyata itu ngggak bagus ya buat daya tahan baterai.

    Kalau laptop, yang lama dulu juga pernah sampai harus sambil dicharge kalau mau dipakai. Kalau nggak langsung mati hehhee...

    Makasih tips dan informasinya. Sangat berguna.

    BalasHapus
  11. Nah penting ini cara merawat baterai laptop supaya awet karena kadang-kadang suka pusing kalau laptop harus dicolokin terus ke listrik jadi nggak bisa kemana-mana nggak mau bayar gitu Kalau misalnya dirawat dengan baik kan baterainya awet dan bisa dipakai terus

    BalasHapus
  12. Memang sangat penting menjaga gadget agar awet ya teh. Aku juga melakukan beberapa langkah yang disebut di atas. Alhamdulillah, awet awet gawaiku sampai sekarang

    BalasHapus
  13. Tipsnya sepakat banget nih teh Okti. Aku juga selalu terapin hal di atas ke semua gadgetku. Kalo masih ada charger ori, ya pake cas ori. Tp kalo udh rusak dan mampu beli, ya beli yang ori lagi. Atau minimal setara dgn yg ori.

    Ngecasnya jg aku batasin sampe 95℅ krn ini akan nyangkut ke battery health. Biasanya itungan 1 cycle itu dihitung per 100℅ itu. Nah perlu berapa kali ngecas penuh gt bs ngurangin battery health kita.

    Tp aku sih cuek aja. Beli ya dipake sewajarnya. Asal ga berlebihan sampe panas atau ngedrop. Lha kita beli kan emang dipake sesuai fiturnya.

    BalasHapus
  14. Masya Allah, terima aksih tipsnya. Jujur baru ngeh kalau kecerahan layar juga ngaruh ke daya. Selama ini tahunya aplikasi yang berjalan di belakang layar saja. Dan charge pun saya lakukan ketika abteri memang benar-benar 0% setalah 100% baru stop. Banyak kebiasaan lama yang harus saya ubah ini, supaya baterai HP dan Laptop lebih awet.

    BalasHapus
  15. PR banget sama hp anak yang sering mbelendung.. bener nih ngecharge sebenernya ga perlu sampe 100 ya Teh. Lah ini perbocilan malah bisa sehari semalem nyolok terus.. akhirnya sekarang lagi distop dulu HP HP an biar ga keulang terus

    BalasHapus
  16. Nah, ya, bener jangan sampai 0 baru ngisi. Trus kalau soal mengisi sampai 100% biasanya kalau mau keluar rumah aja sih, kalau di rumah biasanya nggak sampai 100% juga nggak masalah.
    Sama kalau bisa diawasin pas ngecharge jadi misalnya udah mau penuh/ udah full segera cabut jangan dibiarkan tercolok begitu saja.
    Nah itu kecerahan layar juga ngaruh, makanya aku selalu pakai mode dark sekarang biar lumayan hemat baterei juga.

    BalasHapus
  17. saya juga mau baterau gadget awet Teh, susah lo kalau baterai mulai rewel begitu apalagi kalau pas bepergian, ga enak banget kan bolak balik cari tempat untuk ngecharge. Kadang pakai power bank itu juga cepat panas.
    Terima kasih remindernya, kebiasaan buruk saya kadang baterai sampai habis bis padahal ini kan bikin cepat rusak kan ya.

    BalasHapus
  18. Banyak pemahamanku yang salah mengenai baterai lithium-ion.
    Haturnuhun teh Okti..
    Yang kerasa banget memang kekurang puasan ketika nge-charge dan mentok di 80% . Pernah pake mode yang battery saver gini... jadi aku lepas karena kupikir 100 % itu harga mutlak supaya gadget lebih bertahan lama dan ga bolak-balik nge-charge.

    Aku juga tipe orang yang anti ngecharge nunggu 0%
    Karena gadget kalo uda mati, lama lagi buat nyalain ulang. Huhuhu..

    BalasHapus
  19. Penting nih diketahui
    Apalagi kalau harus menggunakannya dalam waktu lama
    Makanya perlu tips dan trik agar baterainya tahan lama
    Sometimes saya lupa kalau pake hape tapi sementara di charge

    BalasHapus
  20. Tipsnya sederhana, tapi justru hal-hal kecil seperti cara mengisi daya, mengatur kecerahan layar, dan menghindari penggunaan gadget secara berlebihan sering kali kita abaikan. Setelah membaca artikel ini jadi lebih ingat untuk memperhatikan kebiasaan saat menggunakan gadget supaya baterai tetap awet dan perangkat juga bisa dipakai lebih lama.

    BalasHapus