![]() |
| Hanya ketika belanja di pasar tradisional dengan penjual yang telah sepuh aku tak pernah menawar, apalagi cari diskonan... |
Pernahkah manteman membeli barang karena melihat tulisan diskon besar, lalu merasa senang karena berhasil menghemat uang? Eeeh... Tapi beberapa hari kemudian, manteman justru menyesal karena barang tersebut ternyata kurang bagus, cepat rusak, atau bahkan tidak terlalu dibutuhkan.
Situasi seperti ini tentu sering dialami konsumen. Saya sendiri pernah mengalaminya.
Ketika harga kebutuhan sehari-hari perlu diatur dengan cermat. Mendapatkan barang murah memang menyenangkan, tetapi akan lebih menguntungkan jika barang tersebut juga berkualitas dan bisa digunakan dalam waktu lama.
Lalu, bagaimana cara memilih antara barang yang sedang diskon dan barang berkualitas dengan harga normal? Apakah barang mahal selalu lebih bagus? Apakah barang murah pasti cepat rusak?
Kuncinya bukan sekadar mencari harga paling rendah, melainkan mendapatkan manfaat terbaik dari uang yang kita keluarkan.
Jangan Terpaku pada Besarnya Diskon
Diskon sering menjadi daya tarik utama ketika kita berbelanja. Potongan harga 50%, 70%, bahkan lebih besar bisa membuat sebuah produk terlihat sangat murah.
Namun, apakah diskon besar selalu berarti kita mendapatkan harga terbaik?
Belum tentu,ya...!
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan bahwa konsumen perlu membandingkan harga barang diskon dengan harga produk sejenis di tempat lain. Sebab, label promo tidak selalu menjamin harga yang paling murah. YLKI juga mengingatkan konsumen agar waspada terhadap kemungkinan harga yang dinaikkan terlebih dahulu sebelum diberi potongan harga.
Misalnya, sebuah tas memiliki harga awal Rp200.000 dan mendapat diskon 50%. Harganya menjadi Rp100.000. Sementara itu, toko lain menjual tas sejenis dengan kualitas yang sama seharga Rp90.000 tanpa diskon.
Dalam contoh tersebut, tas yang tidak memiliki label diskon justru lebih murah. Sebagai pembeli, jangan mau ditipu penjual. Seolah diskon besar, yg ada justru tetap lebih mahal dibanding di tempat lain yg justru tidak ada embel-embel diskon sama sekali.
Karena itu, jangan langsung mengambil barang hanya karena tulisan promonya terlihat menggiurkan. Periksa harga sebenarnya dan bandingkan dengan produk lain yang memiliki fungsi serta kualitas serupa.
Utamakan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Sebelum membeli barang, tanyakan kepada diri sendiri: apakah barang ini memang dibutuhkan atau hanya menarik karena sedang diskon?
Pertanyaan sederhana ini bisa membantu kita menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Contohnya, kita sudah memiliki dua pasang sepatu yang masih layak digunakan. Ketika melihat sepatu ketiga dengan diskon 60%, muncul keinginan untuk membelinya. Padahal, uang tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan dapur atau membayar tagihan listrik.
Meskipun harga sepatu sedang murah, pembelian itu belum tentu membuat keuangan lebih hemat.
Dalam artikel edukasinya tentang belanja saat diskon, YLKI menyarankan konsumen membuat anggaran dan daftar belanja, serta tetap berpegang pada kebutuhan yang sudah direncanakan.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Buat daftar barang yang benar-benar dibutuhkan.
- Tentukan batas maksimal uang belanja.
- Dahulukan kebutuhan pokok dan barang yang sudah habis atau rusak.
- Hindari membeli barang tambahan hanya karena takut kehilangan kesempatan diskon.
Ingat, barang yang tidak dibutuhkan tetap menjadi pengeluaran, meskipun harganya sedang murah.
Bandingkan Harga dengan Kualitas Barang
Harga murah memang penting, tetapi kualitas juga perlu diperhatikan. Barang yang harganya sedikit lebih mahal bisa jadi lebih menguntungkan apabila lebih awet, nyaman digunakan, dan tidak membutuhkan banyak biaya perbaikan.
Dalam dunia belanja, ada istilah value for money. Artinya, nilai atau manfaat yang kita dapatkan sebanding dengan uang yang dikeluarkan.
Konsep ini juga dijelaskan dalam panduan Kementerian Keuangan mengenai value for money. Contohnya, ketika membeli alat elektronik, konsumen perlu mempertimbangkan bukan hanya harga, tetapi juga daya listrik, ketahanan barang, garansi, dan kemudahan mendapatkan layanan perbaikan.
Agar lebih mudah, perhatikan beberapa hal berikut sebelum membeli.
- Apakah bahannya kuat dan sesuai kebutuhan?Apakah barang bekerja dengan baik?
- Apakah barang diperkirakan bisa digunakan dalam waktu lama?Apakah ada jaminan jika barang rusak?
- Apakah perlu biaya servis, aksesori, atau perawatan?
Sebagai contoh, saat membeli panci, jangan hanya melihat harganya. Periksa ketebalan bahan, pegangan, kondisi lapisan, dan kesesuaiannya dengan kompor yang digunakan.
Panci yang murah tetapi mudah rusak bisa membuat kita harus membeli pengganti dalam waktu singkat. Sebaliknya, panci dengan harga sedikit lebih tinggi mungkin lebih hemat jika dapat digunakan lebih lama.
Tentu saja, harga mahal bukan jaminan kualitas. Kita tetap perlu memeriksa spesifikasi dan kondisi barang.
Hitung Biaya Pemakaian, Bukan Hanya Harga Beli
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah sebuah barang benar-benar hemat adalah menghitung biaya pemakaiannya.
Rumus belanja cerdas
Biaya per pemakaian = Harga barang ÷ Jumlah pemakaian
Semakin rendah biaya per pemakaian, semakin kecil biaya yang dikeluarkan untuk setiap kali barang digunakan. Perbandingan ini berlaku jika fungsi dan manfaat barang memang sesuai.
Sekarang kita lihat contoh pembelian sepatu. Angka hanya simulasi, bukan hasil survei atau data masa pakai rata-rata produk, ya.
Sepatu A—sedang diskon
Lebih murah di awal
Harga Rp200.000 • Dipakai 100 kali
Rp200.000 ÷ 100 kali
Rp2.000/pemakaian
Sepatu B—kualitas lebih baik
Harga Rp400.000 • Dipakai 300 kali
Rp400.000 ÷ 300 kali
Rp1.333/pemakaian
Dari simulasi tersebut, Sepatu A memang lebih murah saat dibeli. Namun, jika perkiraan jumlah pemakaian tersebut benar, Sepatu B memiliki biaya per pemakaian yang lebih rendah.
Artinya, kita tidak cukup hanya membandingkan harga awal. Kita juga perlu memperkirakan seberapa lama barang dapat memberikan manfaat.
Cara itu paling berguna untuk barang yang sering digunakan, seperti sepatu, tas kerja, peralatan dapur, dan perlengkapan rumah tangga. Untuk barang yang jarang digunakan, pertimbangkan pula apakah kita benar-benar perlu memilikinya.
Periksa Kondisi Barang Diskon Sebelum Membeli
Barang diskon tidak selalu memiliki kualitas rendah. Banyak produk yang didiskon karena pergantian koleksi, promo akhir tahun, atau program penjualan tertentu.
Namun, konsumen tetap perlu memeriksa kondisi barang, terutama jika diskonnya sangat besar.
YLKI menyarankan kepada konsumen untuk memeriksa kemungkinan adanya cacat produk, memastikan fungsi barang, serta memperhatikan ketentuan garansi dan program diskon.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
Untuk pakaian dan sepatu
- Periksa jahitan, resleting, kancing, dan sol.
- Pastikan ukuran nyaman dan sesuai.
- Periksa apakah ada noda, lubang, atau bagian yang rusak.
Untuk barang elektronik
- Pastikan produk dapat dinyalakan dan berfungsi normal.
- Periksa kelengkapan aksesori.
- Tanyakan masa garansi dan tempat servis.
- Periksa apakah produk merupakan barang baru, bekas, atau barang dengan kondisi khusus.
Untuk peralatan rumah tangga
- Pastikan tidak ada bagian yang retak, bengkok, atau longgar.
- Periksa bahan dan keamanan penggunaannya.
- Pastikan barang sesuai dengan kebutuhan di rumah.
Jika barang memiliki cacat, pertimbangkan apakah cacat tersebut memengaruhi fungsi, keamanan, atau ketahanannya. Jangan sampai potongan harga membuat kita mengabaikan risiko yang sebenarnya penting. Kalau saya sih pas tahu ada kecacatan, mending langsung tinggalkan saja.
Jangan Lupa Membandingkan Harga di Toko Lain
Belanja cerdas tidak harus dilakukan dengan berkeliling ke banyak toko. Kita bisa membandingkan harga melalui katalog, brosur, atau toko daring.
Namun, pastikan barang yang dibandingkan benar-benar sejenis. Jangan membandingkan dua produk hanya berdasarkan tampilan atau nama merek.
Perhatikan juga harga akhir setelah ditambah ongkos kirim, biaya layanan, atau biaya lain yang mungkin muncul.
Misalnya, toko A menjual barang seharga Rp150.000 dengan ongkos kirim Rp20.000. Sementara toko B menjual barang yang sama seharga Rp160.000 dengan ongkos kirim gratis.
Dalam contoh itu, Toko B lebih hemat Rp10.000 meskipun harga barangnya lebih tinggi.
Jadi, yang perlu dibandingkan adalah total biaya yang benar-benar dibayar, bukan hanya harga yang terpampang di etalase.
Manfaatkan Diskon untuk Barang yang Memang Dibutuhkan
Diskon bisa menjadi kesempatan untuk menghemat pengeluaran, terutama jika digunakan untuk membeli barang yang sudah direncanakan.
Contohnya, sabun, deterjen, beras, atau kebutuhan rumah tangga lainnya yang memang akan digunakan. Jika harga promonya lebih murah, kualitasnya sesuai, dan jumlah pembeliannya masih dalam batas anggaran, kita bisa memanfaatkannya.
Tapi perhatikan juga tanggal kedaluwarsa, kapasitas penyimpanan, dan kemungkinan barang rusak sebelum digunakan.
Promo beli dua gratis satu, misalnya, belum tentu menguntungkan jika kita hanya membutuhkan satu barang dan sisanya tidak akan terpakai.
Jangan sampai mudah terjebak penawaran paket seperti itu jika pembelian tersebut justru membuat pengeluaran membengkak.
Prinsipnya sederhana: manfaatkan diskon untuk memenuhi kebutuhan, bukan menciptakan kebutuhan baru.
Sesuaikan Pilihan dengan Kemampuan Keuangan
Setiap orang memiliki kondisi keuangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tidak semua orang harus memilih produk yang paling mahal atau memiliki fitur paling lengkap.
Jika anggaran terbatas, pilih produk dengan kualitas yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan utama. Tidak perlu membayar lebih untuk fitur tambahan yang jarang digunakan.
Sebaliknya, jika barang akan digunakan setiap hari dan berhubungan dengan keamanan atau kenyamanan, kita bisa mempertimbangkan produk dengan kualitas lebih baik selama harganya masih terjangkau.
Bagi rumah tangga, langkah praktisnya adalah memantau pengeluaran sendiri. Catat kebutuhan rutin, tentukan anggaran, dan sisihkan uang untuk kebutuhan mendesak sebelum berbelanja barang tambahan.
Checklist Sebelum Membeli Barang Diskon
Agar lebih mudah diterapkan, gunakan daftar periksa setiap kali akan membeli barang, baik di pasar, toko, maupun melalui aplikasi belanja.
Cek sebelum checkout, apakah:
- Barang ini memang saya butuhkan.
- Harga akhirnya lebih murah dibandingkan produk sejenis.
- Kualitas dan fungsi barang sudah saya periksa.
- Saya sudah menghitung biaya tambahan.
- Garansi dan ketentuan pengembalian sudah jelas.
- Pembelian ini tidak mengganggu anggaran kebutuhan utama.
Ulangi pemeriksaan, sebelum benar-benar membelinya.
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut belum bisa dijawab, sebaiknya tunda pembelian sampai kita memperoleh informasi yang cukup.
Belanja Hemat Bukan Berarti Harus Membeli yang Termurah
Belanja cerdas adalah kemampuan memilih barang yang sesuai kebutuhan, berkualitas, dan sepadan dengan uang yang dikeluarkan.
Diskon bisa membantu menghemat pengeluaran, tetapi tidak selalu menjadi tanda bahwa suatu produk merupakan pilihan paling menguntungkan. Kita perlu membandingkan harga, memeriksa kualitas, menghitung biaya pemakaian, dan mempertimbangkan manfaat barang dalam jangka panjang.
Tidak ada salahnya membeli barang murah selama kualitasnya sesuai kebutuhan. Begitu pula, tidak ada salahnya membayar sedikit lebih mahal jika manfaat yang diperoleh memang sebanding.
Pada akhirnya, konsumen yang cerdas bukanlah orang yang paling banyak membawa pulang barang saat pesta diskon. Konsumen yang cerdas adalah mereka yang mampu mendapatkan barang yang dibutuhkan, dengan kualitas yang sesuai, tanpa mengorbankan kebutuhan penting lainnya.
Sebab, tujuan belanja bukan sekadar mendapatkan harga murah, melainkan membuat setiap rupiah yang kita keluarkan benar-benar bermanfaat.
Sumber dan referensi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)--Menghitung Belanja Saat Diskon — panduan membandingkan harga, memeriksa kualitas, dan mengatur anggaran.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)-- Agar Tidak Kalap Belanja — tips mengendalikan belanja saat promosi.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)-- Waspadai Diskon Palsu Menjelang Tutup Tahun — catatan mengenai harga promo dan penawaran paket.
Kementerian Keuangan — Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur mengenal Value for Money — penjelasan tentang manfaat, biaya, daya tahan, dan layanan purnajual dalam menilai nilai suatu produk.



Betul banget! jangan sampai kegocek sama promosi diskon jor-joran atau harga yang jauh dibawah standar. apalagi soal pakaian yaa. Kecuali emang brand tertentu lagi ada promo, itupun tetep kudu di cek and ricek dulu sih, kadang ada yang warnanya pudar sampai jahitannya udah gak oke.
BalasHapusSepakat banget. Jangan tergiur dan kegocek tanpa cek ricek harga awalnya. Kemudian krusialnya apakah barang yang diskon itu sesuai kebutuhan? Kalau nggak, mestinya nggak usah dibeli juga.
HapusMemang butuh pengendalian diri terkait ketemu sama barang-barang diskon.
Bener banget. Diskon ini kadang cuma gimmick yang seringnya malah membuat orang jadi kalap belanja. Padahal, kalau diskon di telaah dan sesuai sama kebutuhan utama, bisa lebih efektif dan berasa impact-nya buat menghemat pengeluaran. Balik lagi ke individu dan kebijaksanaan dalam mengatur pengeluaran saat berbelanja. Tidak kalap sama diskon adalah pengendalian diri juga kan.
BalasHapusSepakat Kak Lala. Jadi konsumen itu harus bijak banget ya sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk biar anggaran keuangan keluarga bisa dibelanjakan sesuai dengan pos yang sesuai.
HapusDiskon tak apa, asal yakin produknya memang mempunyai kualitas yang tetap terjaga dan memang benar kita butuhkan saat memutuskan untuk dibeli
Nah ini aku banget sih, siapa yang nggak senang lihat barang diskon? 😂 Tapi memang harus hati-hati, jangan sampai karena tergiur harga murah malah beli barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan. Hatur nuhun teh udah kasih tips belanja cerdasnya, terutama soal cek kualitas dan bandingkan harga dulu. Ada perhitungannya juga ih keren amat hehehe. Jadi diskon boleh, tapi tetap harus pakai rem biar nggak ujung-ujungnya nyesel 😆
BalasHapusDiskon memang gampang bikin tergoda, tapi aku setuju bahwa harga murah belum tentu berarti belanja dengan cerdas. Mengecek kualitas, kebutuhan sebenarnya, harga normal, dan reputasi penjual sebelum membeli bisa membantu supaya nggak berakhir membeli barang yang sebenarnya nggak diperlukan. Apalagi kalau sedang melihat promo besar, justru saat itulah kita perlu lebih bisa menahan diri
BalasHapusJadi pembeli itu memang harus pintar, ya. Biar tidak dibodoh-bodohi pancingan marketing produk yang tak logis, termasuk diskon besar-besaran, yang menggiurkan di permukaan, namun menyesal kemudian.
BalasHapusBiarlah produk yang kita pilih harganya lebih tinggi, asal berbanding lurus dengan kualitas yang sesuai ekspektasi. Kan senang, ya kalau punya barang yang awet efek dari bijaknya kita memilah dan memilih sebelum membelinya.
Satu lagi poin yang saya sangat setuju dengan tulisan Teh Okti ini: Kalau mau membeli sesuatu itu yakinkan bahwa kita memang membutuhkannya, bukan hanya karena tergoda diskon besar atau promo sejenisnya
Sesuaikan dengan budget masing masing. Biasanya ada kualitas ada harga. Dan harga tidak bisa bohong. Apalagi kalau value nya tinggi bisa buat investasi kedepannya.
BalasHapusBetul sekali, jangan mudah tergiur diskon. Saya jarang sekali kegoda diskon, kecuali untuk barang rumah tangga seperti sabun odol shampo dll itu beneran menguntungkan karena barangnya dipakai sehari-hari. Nice sharing kak
BalasHapusDi satu sisi, diskon memang jadi langkah ciamik untuk berhemat.
BalasHapusNamun, bukan jadi alasan buat memborong banyak pakaian karena potongan harga.
Tetap harus dipikirkan yang akan dibeli itu beneran untuk kebutuhan atau sekadar alasan visual yang dilihat.
Cerdas finansial di sini lebih utama, biar tidak menyesal karena sudah membeli yang tidak diperlukan
Setuju, jangan sampai karena melihat kata diskon kita malah membeli sesuatu yang sebenarnya enggak dibutuhkan. Mesti tetap cerdas saat belanja, mulai dari mengecek kualitas, membandingkan harga, sampai mempertimbangkan kebutuhan sebelum memasukkan barang ke keranjang. Harga murah itu menyenangkan, tapi kalau barangnya berkualitas dan memang bermanfaat, tentu jadi jauh lebih worth it
BalasHapusMemang harus cerdas memilih kalau mau beli-beli sesuatu. Hati-hati juga pakai kata-kata bundling. Atau kalau di minimarket, mau tebus murahnya Bu? Tadinya engga perlu-perlu amat, jadi beli...haha...
BalasHapusSetuju, harus cek kualitas dan bandingkan harga.
Iyaaa bener banget mbaa,,jangan langsung tergiur sama harga murah tapi pastika barang tersebut asli dan memang kita butuhkan...
BalasHapusKlo semacam skincare dll gt aku selalu pilih beli di toko yang memang sudah kita kenal dan biasanya aku juga bandingkan di beberapa toko kan lumayan juga ya klo ada selisih harga 5rb ato 10rb hehehe
Dulu ya mba, aku tuh diskon hunter bangetttt. Pas masih awal kerja, uang masih ngepas 😂. Jadi yang namanya diskon pasti jadi godaan. Sampe2 pas masih pacaran, seriiiing banget ke midnight sale nya plaza semanggi 🤣🤣. Deket Ama kos juga.
BalasHapusTapi makin kesini, aku pikir, ga selamanya diskonan itu value for money. Apalagi kalau mikirin kualitasnya, durasi pakai dan penentu yang lain. Kadang bahkan lebih mahal. Belj baju murah, tp kepake cuma 3x, karena ternyata bahan panaaas, ga nyerep keringet. Yg ada rugi
Sementara kalau beli dari brand yang aku udh tahu kualitasnya kayak apa, bahan nya juga katun atau linen, mungkin harga terlihat mahal, tp baju begini bisa tahan lamaaaaa banget. Dan itu bikin harganya jadi lebih murah kalau mau hitung2an.
Makanya akupun ngajarin anak2, jangan cuma lihat diskon. Cek dulu ttg kualitas barang tersebut.
Asyik sekali baca artikel ini, panduannya lengkap banget bagi yang selama ini tertarik dengan barang yang harganya murah, maupun diskon. Rupanya, jangan asal sembarang membeli barang murah dan diskon tersebut, karena banyak fakta yang harus kita temukan di baliknya. Cocok bagi kalangan rumah tangga agar lebih bijak dalam berbelanja.
BalasHapusSaya sering tergoda barang diskon. Padahal saya paham, barang diskon itu, harganya dinaikkan dulu. Atau barang diskon karena stok lama. bisa juga mau kadaluarsa. Jadi haris jeli memang. makanya saya beli barang diskon pas offline. jadi bisa dicek langsung. Tapi saya pernah beli sepatu. mereknya incaran saya. diskon 70 %. eh tidak lama, solnya kok rapuh. fix barang sudah sesuai harga hehehe
BalasHapusKadang aku juga sering gampang khilaf kalau lihat tulisan diskon gede di mal. Pas udah dibeli, eh malah jarang dipakai karena sebenarnya emang nggak butuh-butuh banget. Nyesel belakangan kan jadinya.
BalasHapusSharing ini ngebantu banget buat ngerem jari biar nggak gampang checkout barang cuma karena tergiur promo. Paling kena di bagian ngitung biaya pemakaian itu, baru sadar kalau barang agak mahal tapi awet ternyata jauh lebih hemat dibanding beli murah tapi gampang rusak.
Sepakat banget nih teh Okti. Diskon emang sering jadi jebakan paling halus dalam belanja.
BalasHapusAwalnya merasa hemat, tahu-tahu pulang membawa barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan 😄
Menurutku, justru kemampuan membedakan “murah” dengan “worth it” ini yang penting.
Harga boleh diskon, tapi kualitas dan kebutuhan tetap harus jadi pertimbangan utama. Hehe.
Promo diskon memang biasanya sangat menggiurkan ya, Teh. Tapi kadang ini malah bisa jadi jebakan kita untuk berbelanja lebih konsumtif. Dulu aku pernah juga beli produk diskon dengan syarat minimal pembelian. Trus belakangan aku sadar kalau barang tambahan yang kubeli ternyata nggak kupakai. Akhirnya aku nggak lagi deh belanja dengan mengikuti syarat itu
BalasHapusSetuju banget kalau belanja itu harus cerdas dan juga cermat karena harus diperhatikan kualitas produk dan kebutuhan kita sebagai konsumen yang kalau bisa ada promo-promo digunakan pakai saja supaya bisa maksimal keuangan kita
BalasHapusAku bukan tipe orang yang beli barang karena melihat diskon trus langsung beli, soalnya udah paham diskon tu sebenarnya karena barangnya udah stok lawas dan toko ngabisin stok aja.
BalasHapusTapi kalau butuh emang lagi perlu gitu misalnya, ya nyari yang diskonan, tetep haha. Apalagi in this corrupt government kudu pinter2 lha, beli barang karena butuh bukan karena ingin doank, kudu pinter2 nabung, inves, jangan boros T.T.
Udah usaha hemat gini aja kita nggak kaya2, yang makin kaya mah sirkel penguasa dan kroni2nya huks.
Kalau beli barang online aku biasanya juga banding2in trus mencari yang free ongkir. Lumayan lha ya hemat2 juga :D .
Sebagai pecinta belanja online, dan mudah tekan tombol check out di aplikasi kuning, rupanya benar yg disampaikan di aertikel ini, karena belanja memang jangan mudah tergiur diskon, dan sesuaikan dengan kebutuhan. Kadang memang belanja barang yang hanya sesuai keinginan dan ujung2nya gak kepake.
BalasHapusBetul sekali, diskon itu kadang-kadang seperti jebakan batman. Karena customer cenderung terpaku pada kata diskon, jadi tidak cek dan ricek lagi. Tapi memang lebih bijak kalau kita mencari harga pembanding produk serupa di toko lain, jadi lebih bisa medapatkan gambaran harga riil. Pastinya tetap utamakan belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan apalgi berburu diskon.
BalasHapusIn this economy.... Perlu banget bijak dalam berbelanja. Saya juga melakukan hampir semua tips di atas. Harga diskon belum tentu lebih murah. Perlu membandingkan dari beberapa toko agar mendapatkan deal terbaik. Membeli barang berkualitas yang awet meskipun mahal sedikit biasanya juga lebih worth it. Karana harga dibanding masa pemakaian biasanya tetap lebuh murah. Nah yang paling penting adalah belanja sesuai kebutuhan. Bukan sekedar keinginan.
BalasHapusAku di tahap belanja cuma kalau butuh aja sih Teh. Dan rata rata sudah hafal di luar kepala harga harga kebutuhan tersebut. Jadi kalau memang harganya lebih murah ya Alhamdulillah. Kalau lebih mahal kami turunkan kuantitas. Yang penting budget jajan tahu gejrotku ga terganggu.. >.<
BalasHapusWah, mantap juga tipsnya teh. In this economy, emang butuh banget tips seperti ini ya. Kalau belanja, emang kudu bener bener cermat dihitung
BalasHapusBener banget, kadang kita jutsru jadi boros cuma karena tergiur potongan harga padahal barangnya gak begitu penting. Sering kejadian beli barang murah tapi akhirnya malah cepet rusak dan ujung ujungnya keluar duit lagi buat benerin atau ganti baru. Jadi mikir dua kali sebelum checkout itu emang wajib banget biar dompet aman dan barangnya beneran kepake lama.
BalasHapuskadang masyarakat masih melihat kata-kata diskon, sale, buy 1 get 1, memang secara nggak langsung bikin orang "kalap".
BalasHapuskita kudu pinter-pinter mengatur pengeluaran keuangan dan merencakan keuangan sebaik mungkin apalagi soal pembelanjaan seperti ini.
dan aku setuju sekali, kalaupun misal membeli barang diskonan, kudu diperhatikan kualitas barangnya.
aku malahan lebih sering nggak ikutan promo-promoan, karena barang yang aku taksir nggak pernah masuk list promo
Kata "diskon" memang sering kali jadi jebakan kalau kita tidak punya kontrol diri dan prinsip smart shopping. Poin yang paling saya sepakati adalah menekankan kualitas ketimbang sekadar harga murah. Membeli barang berkualitas saat diskon jauh lebih hemat untuk jangka panjang daripada tergiur harga sangat murah tapi barangnya cepat rusak. Membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum checkout juga jadi kuncinya agar dompet tetap aman.
BalasHapusJebakan kata diskon ini memang bahaya dan betul-betul bisa menjebak kita kalau gak hati-hati hahahha ... kalok aku, pernah terjebak diskon akbat kurang cermat.
BalasHapusKata diskon ini emang sering bikin orang menelan mentah-mentah dan berujung belanja secara kalap. Tetapi, aku sejak lulus dan mulai kerja, pernah di retail 4 tahun. Jadi, sebenernya rumusan diskonnya tuh nggak segamblang dan beneran cuan buat pembeli. Makanya sejak saat itu lu tiap belanja cermat sih dan selalu mengutamakan listing belanja yang utama, supaya tidak berlebih-lebihan mengeluarkan uang juga.
BalasHapusTipsnya dapet banget! Sering kali kita keburu tergiur diskon gede tanpa mikirin kualitasnya, eh malah rugi belakangan.
BalasHapuskalau soal cari barang diskonan sepertinya saya langsung menyerahkan sepenuhnya sama istri, apalagi kemarin pas tanggal cantik. tanggal 10 10. hem.. langsung cari yang barang diskonan dan yang pesti berkualitas tentunya. tapi memang harus benar-benar selektif biar tidak kobong hasinya.
BalasHapusSuka banget tipsnya. Bener Teh, penjual memberikan diskon itu kan pasti ada alasannya. Entah barang cacat, menghabiskan stok atau lainnya.
BalasHapusNah sebagai pembeli harus cerdas dong ga hanya lihat itu murah, langsung beli. Dihitung lagi umur pakai nya, sebanding ga
Cek juga apakah dengan kondisi barang yang ditawarkan masih layak dipakai atau ga. Pokonya harus teliti lah sebelum beli
Jujur, aku tuh salah satu yang sering kegocek ssama barang-barang murah tuuuh. Kadang suka beli barang harga murah karena nafsu, padahal baru dipake sekali dua kali.. udah jebol.
BalasHapusMakanya kalo sekarang, aku pribadi lebih milih nahan dulu si. Sesuai tips dari teh Okti, kalo mau beli sesuatu tuh aku pikirin dulu pelan-pelan.. dipastikan lagi, apakah bener-bener butuh, atau cuma sekedar ngilangin penasaran. Baru deh setelahnya aku checkout.