Ada kalanya kita menunggu sebuah momen selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Sayangnya, momen yang seharusnya menjadi kenangan indah bisa terganggu oleh hal yang sering dianggap sepele, yaitu gangguan pada mata.
Saya baru saja mengalami situasi seperti itu. Setelah sekian lama kami warga masyarakat Kecamatan Pagelaran mempersiapkan diri menjadi tuan rumah acara pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) tingkat Kabupaten Cianjur, hingga akhirnya hari yang ditunggu itu tiba. Namun, jelang hari H mata saya terasa sedikit gatal, berair, dan tampak kemerahan. Awalnya suami yang pertama kali mengalami itu menganggapnya hanya akibat terlalu lama menatap layar ponsel atau kurang tidur. Pas kondisi itu menular ke saya, saya pun mengabaikannya. Siapa sangka dampaknya justru sangat bikin kecewa…
Momen langka dan bersejarah MTQH yang kami nantikan sekian lama (bahkan sejak negara kita merdeka, otomatis saya juga belum lahir…) tingkat kabupaten untuk pertama kalinya diadakan di dekat rumah, harus dilewatkan begitu saja. Sedih banget kan…
![]() |
| Ketika Mata Merah Berkuasa dari Jadwal Panitia MTQH |
Acara MTQH tingkat Kabupaten Cianjur diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Penyelenggaraan agenda rutin tahunan ini dikelola secara bergiliran oleh kecamatan yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Selama 48 kali acara MTQH di Cianjur digelar, kecamatan Pagelaran baru kali ini pertama kali terpilih menjadi tuan rumah.
Frekuensi penyelenggaraan MTQH infonya saja digelar setiap tahun. Namun pelaksanaannya tetap melihat kondisi juga. Seperti sebelum diselenggarakan di Kecamatan Pagelaran, ajang perhelatan sebelumnya (MTQ ke-47) Tingkat Kabupaten Cianjur diselenggarakan di Kecamatan Pacet, pada tahun 2023.
Dari tahun itu ke pelaksanaan MTQH terbaru ke-48 Tahun 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 25–30 Juli 2026 di Kecamatan Pagelaran, berjarak 3 tahun.
Jadi momen ini sangat penting dan berharga bagi masyarakat Pagelaran khususnya mengingat entah kapan lagi tempat kami ini akan kembali menjadi tuan rumah. Ya kalau ada umur panjang, kalau keburu tutup usia?
![]() |
| Saat masyarakat tumpah ruah ke jalan mengikuti Pawai Ta'aruf MTQH saya dan suami justru mengisolasi diri |
Sementara acara MTQH ini bagi masyarakat Pagelaran yang kehidupannya terbilang agamis dan berbasic pondok pesantren, sangatlah sakral dan agung. Tidak hanya berharap akan pahala bagi pembaca atau penghafal Al-Quran saja melainkan juga akan manfaat dan berkah yang didapatkan dari kemuliaan bacaan kitab suci tersebut. Terlebih di tengah kondisi negara yang sudah banyak melenceng dari aturan dan tatanan hidup religius. Berharap sekali keberkahan dari acara akbar ini melimpah kepada masyarakat Pagelaran khususnya dan untuk kita semua umumnya.
Intinya masyarakat Pagelaran sangat menantikan kesempatan baik jadi tuan rumah penyelenggaraan MTQH sekabupaten ini. Termasuk saya dan suami selaku relawan guru ngaji di kampung.
Tapi siapa kira, jelang hari yang dinantikan itu ujian datang menimpa kami. Suami kena sakit mata yang juga malah menular ke saya.
Sebenarnya sakit mata ini bukan datang begitu saja. Saat libur kenaikan kelas dan tahun ajaran baru sekolah, sekitar minggu pertama dan kedua bulan Juli 2026 saya dan suami memanfaatkan waktu libur itu untuk babat alas di kebun yang sudah lama tidak diurus.
Begitulah karena kesibukan dan aktivitas lainnya lahan yang kami tanami kayu-kayuan itu makin terbengkalai. Mentang-mentang nanam kayu tidak perlu dicek setiap hari sebagaimana nanam palawija. Akhirnya karena bablas kelamaan tidak disiangi belukar dan ilalang tumbuh tinggi, subur melebihi pepohonan kayu yang kami tanam.
Maka saat libur sekolah itulah kesempatan itu kami gunakan untuk fokus ke kebun.
![]() |
| Asap pembakaran, keringat, debu dan panas matahari menyebabkan mata sepet, perih dan lelah |
Kebetulan pas musim kemarau, cuaca mendukung ranting basah menjadi lebih cepat kering. Supaya mengolah kebun cepat selesai kami membakar belukar dan alang-alang di kebun itu sampai habis. Hal itu kami lakukan hampir setiap hari.
Tanpa kami sadari, asap dan keringat yang bercampur dan tidak sengaja masuk ke mata menyebabkan mata kami perih, merah dan kadang gatal.
Gejala Mata Kering
- Mata terasa sepet, saya dan suami merasa seolah di ujung bagian dalam mata ada pasir. Saat mata berkedip rasanya kering, tidak nyaman
- Mata perih, jangankan lihat monitor atau nonton, pas keluar rumah saja, langsung merasa silau. Terpapar sinar matahari mata langsung reflek terpejam. Terasa perih, walau kondisi mata tampak sehat, seperti yang dialami paksu tapi yang saya alami justru mata sering berair
- Mata lelah, karena silau dan merasa kering itulah rasanya pengen tiduran aja. Sering-sering memejamkan mata rasanya jauh lebih baik
Salahnya lagi kami anggap mata sepet, perih, lelah dan memerah itu adalah hal biasa aja. Cuci muka dan dibawa tidur kami anggap besoknya mata sudah akan normal lagi.
Dua Minggu jelang MTQH ke 48 digelar suami mulai masuk sekolah, berangkat mengajar seperti biasa mengendarai sepeda motor. Matanya masih terasa sepet, perih dan lelah. Mungkin ditambah debu jalanan yang terbawa angin musim kemarau, juga paparan sinar radiasi dari layar monitor dan ponsel, membuat daya tahan matanya semakin lemah.
Penyebab Mata Kering
Dampak Mata Kering
- Selain mata terasa sepet, warnanya memerah, panas dan berair dampak dari mata kering juga bisa menyebabkan penglihatan buram
- Terasa silau melihat cahaya
- Susah fokus
- Jika dibiarkan mata bisa mengalami iritasi kronis
- Kornea mata bisa mengalami peradangan
- Jika mata terlalu lelah, bisa terluka hingga hidup jadi tak lagi indah karena penglihatan terganggu
Pas jelang pembukaan MTQH digelar inilah, kadarullah mata suami memerah dan menular ke saya. Kepercayaan di kampung, kalau ada orang yang matanya merah harus dijauhkan. Mungkin maksudnya biar tidak menular. Kalau sudah begitu tahu sendiri dong, semua rencana yang akan dijalankan oleh panitia lokal terkait pelaksanaan MTQH tingkat kabupaten ini terpaksa dicancel dan dialihkan kepada orang lain sebagai pengganti. Hua… Sedih banget pokoknya… hikz! Harapan bisa jumpa dokter Wahyu selaku Bupati Cianjur dan wakil Ramzi Geys Thebe si presenter acara audisi musik di televisi swasta nasional itu musnah sudah. Lebay ya...
Iya bukannya tidak sayang melepaskan tugas yang begitu mulia itu. Walaupun hanya jadi tim wara wiri alias panitia yang sok sibuk tapi masa iya dengan kondisi mata merah dan berair kami memaksakan diri berinteraksi dengan tamu-tamu yang berjumlah sekian banyak itu?
Akhirnya bukannya maju menjadi garda terdepan, saat acar MTQH dimulai, kami justru menutup pintu, mengisolasi diri demi menghindari interaksi dengan orang lain. Kasihan kan mereka kalau justru tertular dengan sakit mata yang kami alami.
Sebagai ikhtiar mengupayakan penyembuhan #BebasMataKering ini saya membeli obat tetes mata #InstoDryEyes di Indomaret terdekat. Tapi sayang sekali dari semua minimarket yang ada di Pagelaran, stok Insto Dry Eyes sedang kosong.
Pegawai Indomaret depan SPBU Pagelaran dan Indomaret depan RSUD Pagelaran bilang Insto Dry Eyes sudah habis terjual. Aduh, laku juga ya itu Insto Dry Eyes. Giliran saya dan suami kepepet butuh banget malah gak bisa ditemukan.
Iseng -- saat di tanah lapang desa masyarakat Pagelaran meriah menyambut para delegasi peserta MTQH dari 32 kecamatan, sementara saya menutup diri di rumah-- saya ngobrol di whatsApp group blogger tentang kondisi mata saya dan suami yang jadi penyebab pengunduran diri kami jadi kepengurusan acara MTQH. Banyak yang menyayangkan dan menyarankan untuk segera berobat supaya Mata Sepet, Perih, Lelah ini segera membaik.
“Siapa tahu keburu sehat, Teh. Kan bisa untuk balik berkontribusi di acara MTQH. Secara pakai #InstoDryEyes Mata Sepet, Perih, Lelah cepat sembuhnya…”
Saya pun menceritakan kalau kami sudah berusaha untuk mengobati dengan obat tetes mata tapi kebetulan stok Insto Dry Eyes nya sedang kosong.
“Di Indomaret dekat sini aku tanya ada kok Insto Dry Eyes. Aku belikan ya, Teh? Hari ini dikirim, besok sampai kok.” Teh Eka blogger Bandung menawarkan diri membantu membelikan Insto Dry Eyes. Tentu saja saya dan suami senang sekali. Karena fokus kami #MataSePeLeJanganSepelein justru ingin segera sembuh secepatnya.
Betul saja, Sabtu itu Teh Eka beli Insto Dry Eyes dan dikirim dari Bandung, hari Minggu keesokan harinya Insto Dry Eyes sudah sampai di tangan saya di Cianjur Selatan. Langsung saya kasih satu ke suami dan satunya lagi saya pakai sendiri.
![]() |
| Insto Dry Eyes dari Bandung. Semoga kebaikan Teh Eka atas ikhtiar kesembuhan mata kami mendapatkan ganjaran yang lebih... |
Selama acara MTQH berlangsung, saya dan suami tidak bisa menyaksikan acara dengan nyaman. Bahkan beberapa kali harus pulang untuk mengistirahatkan mata. Saat itu kami menyadari bahwa gejala kecil sekalipun tidak boleh dianggap remeh. Semakin kami anggap sepele, gejalanya semakin mengganggu. Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, terasa perih, dan penglihatan sedikit buram.
Solusi Mengatasi Mata Kering
- Istirahatkan mata. Hindari lama-lama menatap monitor
- Gunakan pelindung mata untuk menghindari debu, asap, angin dan kotoran-kotoran lain
- Perbanyak asupan mengandung vitamin A dan Omega 3 untuk menunjang kesehatan mata
- Gunakan obat tetes mata seperti Insto
Insto Dry Eyes
![]() |
| Insto Dry Eyes new packaging |
Pengalaman saya sempat menyepelekan mata sepet perih dan lelah ini mengajarkan bahwa kesehatan mata memiliki peran penting dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mata bukan hanya membantu kita melihat, tetapi juga menentukan kenyamanan saat bekerja, belajar, berkendara, hingga menikmati waktu bersama orang-orang tercinta. Termasuk saat menyambut momen special seperti saat ada MTQH yang bisa jadi sekali dalam seumur hidup saya ini. |
Dalam beberapa kasus, keluhan gejala mata yang sering dianggap sepele seperti mata merah, gatal, berair, terasa kering, mudah lelah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan yang sesekali tampak kabur, semua itu bisa disebabkan oleh kelelahan mata, alergi, iritasi, atau infeksi.
Gejala-gejala tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mata yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
![]() |
| Orang mah antusias mencari merchandise MTQH saya mah sibuk berjuang mencari obat tetes mata |
Karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan sekecil apa pun pada kondisi mata. Jika keluhan tidak kunjung membaik, semakin parah, disertai nyeri hebat, atau penglihatan menurun, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Menjaga kesehatan mata sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Coba batasi waktu menatap layar, terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik), menggunakan pencahayaan yang cukup saat bekerja atau membaca, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata. Teteskan obat mata Insto bila diperlukan.
Momen berharga sering kali tidak datang dua kali. Jangan sampai hal penting yang sudah lama dinantikan terganggu hanya karena kita mengabaikan gejala yang terlihat sepele. Mendengarkan sinyal dari tubuh, termasuk dari mata, merupakan langkah sederhana untuk menjaga kualitas hidup dan memastikan setiap momen istimewa dapat dinikmati dengan nyaman.
Akan saya ingat, gejala mata yang tampak sepele belum tentu benar-benar sepele. Mengenali gejalanya lebih awal dan mengambil tindakan yang tepat adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.
Walaupun kecewa tidak bisa maksimal berkontribusi di acara MTQH ke 48 tingkat Kabupaten Cianjur gara-gara sakit mata tapi sedikit lega karena kecamatan kami berhasil keluar sebagai juara umum. Alhamdulillah...
![]() |
| Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum. Perjuangan berbulan-bulan menyukseskan acara ini terbayar sudah... |
Selamat buat semua Kafilah Kecamatan Pagelaran atas keberhasilannya meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XLVIII Tahun 2026. Selamat juga untuk semua masyarakat Pagelaran dan siapapun yang sudah berkontribusi. Kerja keras kita selama berbulan-bulan akhirnya terbayar.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat mencintai Al-Qur’an, ketekunan dalam belajar, serta kerja sama seluruh kafilah, pembina, pelatih, dan dukungan masyarakat telah membuahkan hasil yang membanggakan.
Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Saya pribadi pasti ikut senang dengan pencapaian yang luar biasa ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan mengantarkan prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang. Diberikan umur panjang sehingga masih bisa mengantarkan kafilah dari Pagelaran yang mewakili kontingen kabupaten Cianjur menuju MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat yang insyaallah sesuai informasi dari Kang Dedi bapak aing Gubernur Jawa Barat akan dilaksanakan di Bandung tahun 2027 nanti.
Jera dengan kehilangan momen terbaik MTQH tingkat kabupaten gara-gara menyepelekan mata sepet, perih dan lelah, janji nanti kalau diberikan waktu dan kesempatan bisa mengikuti jalannya MTQH tingkat Provinsi akan saya perhatikan sekali kesehatan mata ini.










Kalau sudah sibuk jadi panitia memang sering lupa sama kondisi sendiri, apalagi kalau jadwalnya padat dan kurang istirahat. Mata merah dan lelah akhirnya jadi alarm kalau tubuh juga punya batas. Relate banget buat yang suka memaksakan diri demi acara berjalan lancar.
BalasHapusWah kebayang banget kalau jadwal sebagai panitia sudah padat dari berbagai kegiatan sampai waktu istirahat ikut berantakan. Mata merah akhirnya jadi “oleh-oleh” dari kesibukan yang nggak ada habisnya. Kadang memang kalau sedang punya tanggung jawab tertentu kita lebih memilih tahan capek daripada meninggalkan tugas. Semoga setelah rangkaian acaranya selesai, mata dan badannya bisa benar-benar dapat waktu buat istirahat, dan gak lupa selalu sedia insto utk menjaga kesehatan mata
BalasHapusYa ampun mba pasti sedih bgt ya, udah acara ditunggu² malah ada kendala. Kadang gejala mata merah itu sering sekali kita abaikan, ah nanti sembuh sendiri. Tapi kenyataannya tetep perlu obat minimal tetes mata ya mba. Giliran butuh malah stok abis. Tau banget rasanya. Untunglah ada yang membantu mencarikan. Jadi bisa segera diobati
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenarik teh melihat bagaimana “mata merah” bisa jadi gambaran ketika kepentingan mulai ikut bermain. Dari jadwal panitia saja ternyata bisa muncul cerita yang lebih besar.
BalasHapusObat tetes mata insto kayaknya udah jadi top of mind klo ada masalah mata. Apalagi kalau kena asap dan debu, harus segera ditetesin insto. Karena kalau dikucek2 atau dibasahi pakai air biasa itu malah bahaya.
BalasHapusSaya baru ngeh, kalo faktor usia juga ternyata bisa bikin mata mudah kering ya. pantesan akhir2 ini mata saya kadang suka agak2 buram dikit, mungkin karena mata saya kering, terlalu banyak di depan layar hape dsb.
BalasHapussaya juga setuju kalo si Insto ini bisa diandalkan, sedari dulu saya selalu pake merek Insto ini.
btw selamat ya teh Okti, kecamatan tempat tinggalnya terpilih jadi pemenang MTQH
Akhir yang bahagia pastinya ya teh, walau gak maksimal gegara sakit mata, tapi surprise jadi juara umum. Emang harus sedia insto dry eyes nih, antisipasi biar mata gak perih dan sepet.
BalasHapusGejala mata kering memang sangat tidak nyaman apalagi menyerang di saat momentum yg begitu di nanti. Selamat ya Teh, kecamatan domisilinya terpilih sebagai pemenang MTQH
BalasHapusAku juga punya pengalaman tidak menyenangkan saat mengalaminya itu sebabnya selalu sedia Insto Dry Eyes
Ikut sedih bacanya, Teh. Sayang banget ya pas momen MTQH yang sudah dinanti-nanti malah terhalang sama masalah mata. Tapi alhamdulillah banget, meski harus mengisolasi diri, Pagelaran akhirnya bisa keluar jadi juara umum! Selamat ya buat prestasinya. Benar banget, pesan di tulisannya sangat relate, kadang gejala sepele seperti mata sepet memang nggak boleh disepelekan.
BalasHapusTernyata menyepelekan gejala mata tidak nyaman bisa berakibat fatal juga ya Teh. Sayang ya tidak bisa mengikuti acara MTQH yang dinanti-nanti gegara gangguan mata ini. Sedia tetes mata Insto efektif ya mengatasi gangguan mata ini. Saya pun juga sedia Insto Dry Eyes ini secara aktivitas mondar mandir di jalan Sidoarjo Surabaya lumayan jaraknya
BalasHapussayang banget ya di acara pentingm mata malah sakit, untungnya ada Insto Dry Eyes yg bisa mengatasi
BalasHapusMata merah pas lagi jadi panitia acara gak enak banget sumpah. Belum lagi dinyinyirin karena hal lai matanya. Insto dry eyes ditempat kakaknya habis? Masyallah gercepa amat warga cianjur. Sampek kakaknya beli dipaketin insto dry eyesnya
BalasHapusTernyata mata teh Okti sampai merah efek kena asap bakar belukar pas beres-beres kebun pas kemarau.
BalasHapusUntung ada Teh Eka yang gercep kirim Insto dari Bandung ya, dan endingnya sweet banget, walau nggak maksimal jadi panitia, Pagelaran malah juara umum. Selamat semuanya!
Entah lagi menghadiri MTQH, apalagi kalau jadi pesertanya, wuuah jangan sampai deh kacau kegiatannya karena malah mikirin mata kering yang mengusik ketenangan. Padahal kan itu momen yang ga tiap hari atau bulan ada, melainkan setiap setahun sekali. Sedia insto bisa jadi langkah solusinya
BalasHapuskebayang banget sedihnya sudah menunggu momen MTQH selama bertahun-tahun, bahkan ikut mempersiapkan sebagai panitia, tapi akhirnya harus melewatkannya gara-gara mata merah. Kadang memang kita suka menganggap mata sepet, perih, atau berair itu cuma efek capek dan bakal sembuh sendiri. Padahal kalau terus dipaksa, justru bisa makin mengganggu aktivitas. Cerita ini jadi pengingat buat aku supaya nggak menyepelekan kondisi mata, apalagi kalau banyak terpapar layar, debu, asap, dan panas. Salut juga karena akhirnya memilih mengisolasi diri demi nggak menularkan ke orang lain. Semoga nanti bisa ikut menikmati MTQH berikutnya dengan kondisi sehat dan lebih nyaman bersama keluarga dan warga.
BalasHapusMembaca ceritanya ikut nyesek sekaligus paham banget rasanya, Teh. Menunggu momen bersejarah yang belum tentu terulang seumur hidup, apalagi Pagelaran perdana jadi tuan rumah MTQH, eh pas harinya tiba malah harus menepi dan ngumpet di rumah gara-gara mata merah dan perih. Pasti ada rasa kecewa berat ya, apalagi niat awalnya sudah siap banget mau ikut wara-wiri menyukseskan acara.
BalasHapusTapi langkah Teteh dan suami untuk isolasi mandiri itu patut diacungi jempol lho, bentuk kepedulian yang luar biasa biar nggak nularin warga atau kafilah lain. Urusan mata sepet, perih, dan lelah (apalagi habis kena asap dan debu kebun) seringnya kita anggap enteng cuma butuh tidur sebentar, padahal kalau sudah drop sampai kering dan iritasi, efeknya bisa buyar semua rencana besar. Untung ada Teh Eka yang gercep banget kirim Insto Dry Eyes dari Bandung.
MashaAllah..
BalasHapusAlhamdulillah ada bantuan untuk mendapatkan Insto Dry Eyes. Karena sudah ditunggu-tunggu banget acaranya namun qodarullah wa masya fa'ala kondisi gak memungkinkan.
Beneran kalo uda kondisi kesehatan ada yang menurun, kudu istirahat dulu yaa, teh..
Syafakumullahu teteh dan suami..
alhamdulillah paket nya nyampe dengan selamat dan cepet ternyata ya, hahaha. saya pake logistik biasa padahal, kayaknya babang kuris tau kalau urgent, wkwkwkwk. untungnya waktu itu di deket rumah lagi ada stoknya.
BalasHapushobi berkebun sih ya jadi kemungkinan kena mata perih pasti ada apalagi kena debu yaaa. sayang banget gak bisa jadi panitia nih semoga lekas sembuh mata keringnya yaaa, pastinya Insto dry eyes udah jadi p3k-nya mata kering deh.