Rabu, 31 Desember 2025

Isra Ibu Rumah Tangga Bermirajkan ASUS V400 AiO Series

Beberapa minggu terakhir ini, kepala sering cenat-cenut. Ujian hidup datang mengguncang bak galodo yang menerjang tanpa permisi. Diri ini terjepit, terbelah hingga bercabang demi bisa menuntaskan semua urusan. Kalau punya ASUS All-in-One PC V400 Series, niscaya permasalahan pekerjaan segera terselesaikan. Karena "ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja".

Tetap Produktif walau Terjepit, Andai dibarengi All-in-One PC Tipis dan Estetik...

Dimulai dari ibu saya yang sakit hingga meninggal dunia pada tanggal 9 Desember lalu di Sukanagara, satu jam perjalanan dari Pagelaran tempat saya tinggal.

Eh, tak berapa lama pak suami juga kena musibah jatuh saat mengendarai sepeda motor sepulang kerja karena kondisi jalan yang becek dan licin akibat hujan yang nyaris tanpa henti kala itu.

Kakinya keseleo, belum bisa bergerak leluasa padahal di sekolahnya sedang ujian dan kegiatan penting lainnya.

Hampir setiap malam saya berinisiatif membantu mengetikkan soal dan mengecek hasil ujian siswa karena kalau siang hari saya berada di Sukanagara, membantu adik mempersiapkan tahlil dan segala macam urusan untuk almarhumah ibu hingga nanti tutup 40 harinya sesuai kebiasaan dan tradisi setempat.

Sebagai seksi sarana dan prasarana di sekolahnya, suami juga harus mempersiapkan banyak data dan laporan mengingat sekolah sedang mengajukan bantuan dan dalam masa peninjauan.

Tragisnya belum juga sakit kakinya sembuh, harus ketiban luka baru lagi yang lebih besar dan bahkan mengeluarkan banyak darah karena kembali terjatuh di tangga mesjid dekat rumah.

Pembuatan soal, setor nilai mata pelajaran, pengisian raport, laporan pajak, dan yang terbaru membuat naskah pidato untuk anak-anak mengaji dalam rangka memperingati Isra Mi’raj yang akan diselenggarakan di awal tahun baru nanti jadi pekerjaan yang saya sambil setiap malam.

Sepintas terlihat biasa saja. Tapi karena suami tidak bisa berjalan karena kaki masih sakit, oleh sebab itu tidak bisa datang ke sekolah, akhirnya hampir setengah dari pekerjaannya yang bisa saya bantu mengerjakan ya saya lakukan di rumah.

Dan yang bikin pekerjaan ini menjadi luar biasa “beratnya” karena kami tidak memiliki alat yang mumpuni untuk mempermudah melakukan semua pekerjaan itu dengan lebih cepat dan efisien.

Sudah lama kami tidak menggunakan komputer jinjing karena rusak. Selama ini suami membereskan semua pekerjaannya di sekolah dengan menggunakan fasilitas di sana. Kalau di rumah sebisa-bisa ya harus bisa cukup bermodalkan ponsel saja.

Namun saat suami tidak bisa ke sekolah karena sakit sementara nilai ujian mata pelajaran yang diampu harus segera disetorkan kepada setiap wali kelas mau tidak mau kami harus bergerilya demi bisa menyelesaikan target. Termasuk pengisian raport karena suami juga menjabat sebagai wali kelas.

Tidak ada rotan akar pun jadi. Tidak ada komputer canggih, komputer jadul pun selama bisa dipergunakan --walau harus dibarengi dengan kesabaran tingkat tinggi karena sering ngadat-- kami jalani.

Memori terbatas, kecepatan kembar identik dengan siput, tampilan layar yang membosankan jadi jamuan depan mata yang harus ditaklukkan. Sabar, hati... sabar, okti... orang sabar rezekinya lebar.

Namun kesabaran dan konsentrasi saya harus terpecah lagi karena tiba-tiba ada kabar anak semata wayang di pondok sakit kena wabah yang diakibatkan dampak bencana dan harus dirujuk ke RSUD Solok.

Kemungkinan anak kena malaria atau demam berdarah. Puluhan santri harus berobat sekaligus bahkan ustad nya juga ikut sakit entah karena tertular dan mungkin sekaligus kecapaian juga.

Walaupun ustad di sana selalu memberikan informasi yang menenangkan tapi bagi seorang ibu mendengar anaknya sakit, apalagi kondisinya di rantau dengan fasilitas belum seratus persen pulih akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera membuat rasa khawatir itu otomatis muncul.

Tidur tak nyenyak, nafsu makan hilang hingga pekerjaan depan mata pun sulit sekali diselesaikan. Udahlah komputernya sering ngadat, tambah hati dan pikiran terus melayang tidak bisa dikondisikan. Bikin semuanya serba kacau. Tapi karena tuntutan pekerjaan, terpaksa dan dipaksa harus bisa profesional.

Personal komputer jaman dulu yang ala kadarnya dengan berbagai kendala pun kami pakai untuk bisa akses internet dan mengirim data. Selesai itu semua, pekerjaan rumah kami saat ini tinggal menyelesaikan naskah pidato puluhan santri untuk peringatan Isra Mi’raj Januari nanti.

Suami yang merancang tema dan isi pidato, saya ya seperti biasa sebagai asisten pribadinya bantu mengedit dan mengetik untuk segera dicetak dan dibagikan kepada santri.

Begadang lagi, bergerilya lagi tiap malam kami lakukan karena mengejar waktu, semakin cepat selesai semakin baik. Semakin banyak waktu untuk anak-anak menghafalkan naskah hingga bisa pentas semaksimal mungkin nanti pada saatnya tiba.

Dipikir-pikir, walau kondisi terjepit dan harus banyak membagi waktu dan pikiran ternyata kalau kepepet saya tuh bisa jadi wonder woman juga. Hihi... Tapi tentu saja memiliki alat yang canggih di jaman modern dan digitalisasi seperti sekarang, keberadaan alat yang praktis dan efisien adalah keharusan.

Jika Isra Miraj artinya peristiwa perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (itu peristiwa Isra), lalu dilanjutkan naik ke langit tujuh lapis hingga Sidratul Muntaha (peristiwa Mi’raj), di mana Nabi menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT, maka secara harfiah, “Isra” berarti perjalanan malam, dan “Mi’raj” berarti tangga atau kendaraan untuk naik.

Persamaan itu jika diterapkan kepada kondisi saya maka bisa dikiaskan peristiwa isra saya selama ini adalah perjuangan siang malam (bukan malam saja) jiwa dan raga demi bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus dan yang menjadi mi’raj nya adalah komputer jadul yang dipaksa bekerja supaya mencapai target.

Tetap Produktif walau Terjepit dengan All-in-One PC Tipis dan Estetik

Ada begitu banyak makna penting dari isra dan mi’raj nya saya (secara bahasa). Bahwasanya untuk mencapai sebuah keberhasilan itu memang harus ditunjang dengan peralatan yang mumpuni.

Isra dan mi’raj nya versi saya memberikan pelajaran dan filosofis akan perlunya alat penunjang kerja yang mumpuni bahkan tidak terbatas supaya kecepatan dan ketepatan dalam profesionalisme pekerjaan dapat tercapai.

Isra Ibu Rumah Tangga Bermirajkan ASUS All-in-One PC V400 Series: Tetap Produktif walau Terjepit dengan All-in-One PC Tipis dan Estetik.

Komputer jadul di rumah memang sudah jauh dari kata layak pakai. Sudah layarnya kecil, desktop towernya juga sering ngadat. Kecepatan lola alias loading lama pake banget. Tentu saja jika menggunakan All in one PC, desktop ringkas praktis dan estetik yang sudah tergabung dalam satu layar saja dengan ukuran layar yang besar hal itu akan mempermudah pekerjaan.

Tetap Produktif walau Terjepit dengan All-in-One PC Tipis dan Estetik
Tetap produktif walau kondisi serba terjepit. Menafakuri peristiwa isra dan mi'raj Rasulullah, semangat tetap tumbuh dengan All-in-One PC yang tipis dan estetik

Saya terpukau ketika mengetahui ASUS menciptakan All-in-One PC berupa ASUS All-in-One PC V400 Series yang terdiri dari V440 dan V470. Tuhan, andai mi'raj saya sekelas ASUS All-in-One PC V400 Series ini, pasti semua pekerjaan bisa segera terselesaikan, tak harus setiap malam begadang.

Seri terbaru dari lini All-in-One PC ini sungguh jadi bikin saya ngiri (sambil melirik PC di rumah yang sering matot) karena dibuat dari beberapa keunggulan teknologi mutakhir, performa tinggi, dan estetika minimalis menunjang produktivitas dan hiburan bagi ibu rumah tangga, pekerja, keluarga moden, maupun pengusaha.

ASUS All-in-One PC V400 Series dibuat dua model V440 dengan ukuran layar 24 inci dan V470 dengan ukuran layar 27 inci. Keduanya tersedia dalam opsi touch dan non touch screen. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan layar NanoEdge, prosesor Intel® Core™ i7, memori besar 64GB DDR5, dan penyimpanan sampai SSD 2TB, ASUS All-in-One PC V400 Series ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman komputasi siapapun supaya bisa lebih lancar dan responsif dalam tampilan yang ringkas dan estetik.

Desain Layar

ASUS All-in-One PC V400 Series memiliki layar tipis dengan ketebalan 36.5mm dan tinggi bezel 15.6mm saja.

Layar nya sudah Full HD. Ukuran 24 inci pada V440 dan 27 inci pada V470. Menawarkan sudut pandang 178°, 100%sRGB, sertifikasi TÜV Rheinland yang kesemua itu diciptakan untuk kenyamanan mata.

Belum lagi dibekali teknologi ASUS Splendid yang berfungsi untuk menghadirkan warna yang lebih hidup dan realistis. Bikin mata sehat dan tidak mudah lelah.

Performa untuk Segala Kebutuhan

ASUS All-in-One PC V400 Series ditenagai prosesor Intel® Core™ i7-13620H dengan dukungan RAM DDR5 hingga 64GB.

ASUS All-in-One PC V400 Series dipastikan bisa menangani berbagai kebutuhan, mulai dari multitasking harian, pekerjaan kreatif, hingga hiburan multimedia.

Dukungan penyimpanan SSD sampai 2TB bikin kecepatan baca-tulis nya juga cukup tinggi. Hal itu tentu saja memungkinkan siapapun tetap bisa produktif dan bisa berkreasi tanpa hambatan.

Perangkat ASUS All-in-One PC V400 Series dilengkapi berbagai port modern seperti HDMI-in/out, USB 3.2, USB-C, juga slot SD/microSD.

Dukungan WiFi 6E bikin koneksi nirkabel lebih cepat dan stabil. Say goodbye pokoknya mah pada kecepatan siput di mejaku itu ya...

Fitur Hiburan dan AI Cerdas

ASUS All-in-One PC V400 Series dibuat supaya bisa memberikan pengalaman hiburan yang lebih imersif bagi siapapun.

Dibekali speaker stereo hi-fi dengan desain bass-reflex menghasilkan suara lebih dalam dan bertenaga. Dukungan Dolby® Atmos memperkaya kualitas audio. Menghadirkan detail suara yang jernih sekaligus efek surround yang realistis.

Kombinasi itu menjadikan ASUS All-in-One PC V400 Series patut dijadikan pilihan ideal untuk menikmati musik, film, maupun konten hiburan lain dengan kualitas suara premium.

ASUS All-in-One PC V400 Series juga unggul dalam teknologi AI ya... Kameranya saja dilengkapi berbagai fitur pintar seperti koreksi pencahayaan otomatis, pengaburan latar belakang, pelacakan tatapan mata, dan ada juga filter penampilan.

Fitur-fitur itu memastikan yang pake komputer ini selalu tampil profesional dan nyaman dalam setiap panggilan video.

ASUS All-in-One PC V400 Series dibekali teknologi AI Noise Cancellation. Teknologi canggih yang mampu meredam kebisingan, sehingga suara pengguna tetap terdengar jelas tanpa gangguan.

Dengan kombinasi hiburan imersif dan fitur AI cerdas, ASUS All-in-One PC V400 Series muncul sebagai perangkat serbaguna yang tidak hanya memperkaya pengalaman multimedia, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta kualitas komunikasi sehari-hari.

Jaminan Keamanan

ASUS All-in-One PC V400 Series tidak hanya unggul dalam hal hiburan dan fitur AI, tetapi juga menghadirkan lapisan keamanan yang komprehensif.

Privasi jadi prioritas dengan adanya kamera retractable yang bisa ditutup secara manual kapan saja.

Dari sisi perlindungan data, ASUS All-in-One PC V400 Series sudah dilengkapi chip TPM 2.0 yang berfungsi untuk menjaga keamanan otentikasi dan mengenkripsi data sensitif.

Dengan perlindungan itu, risiko akses ilegal dapat diminimalisasi sehingga saat menggunakan komputer ini kita bakal lebih tenang dalam menyimpan maupun mengolah informasi penting.

Tak ketinggalan, ASUS juga membekali V400 All-in-One dengan slot kunci Kensington Nano. Fitur yang memberikan lapisan keamanan fisik tambahan yang melindungi perangkat dari potensi pencurian. Keren banget ya...

Kombinasi keamanan digital dan fisik menjadikan ASUS All-in-One PC V400 Series jadi solusi handal untuk kebutuhan kerja maupun keperluan santai yang mengutamakan privasi serta perlindungan data.

Layanan Purna Jual

Cukup iri dengan keberadaan ASUS All-in-One V400 yang tersedia di ASUS Exclusive Store. Seandainya dimampukan, membeli ASUS All-in-One PC V400 Series melalui ASUS Online Store resmi adalah keharusan.

Siapa saja yang beli ASUS V400 di Indonesia dilengkapi dengan layanan ASUS 2 Years Warranty On-Site, sekaligus mendapatkan Accidental Damage Protection (ADP) yang memberikan perlindungan optimal jika ada kerusakan perangkat.

Untuk perbaikan kerusakan ini, sifatnya fleksibel, mau dikunjungi teknisi langsung ke lokasi penempatan perangkat, atau membawa komputer kita ke ASUS Service Centre terdekat. Mana saja yang termudah.

Tahun baru 2026 bertepatan dengan bulan Rajab bulan dimana peristiwa Isra Miraj Rasulullah terjadi. Semoga membawa keajaiban sehingga saya bisa mi’raj juga sebagaimana mestinya. Mampu mengerjakan berbagai hal kebaikan dengan lebih cepat dan berkualitas. Syukur-syukur bisa dibarengi Asus V400 AiO Series, all in one PC terbaik untuk saya.

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog "Asus AiO V400, the most Aesthetic Workstation!" yang diadakan oleh Travelerien

Read more ...

Senin, 29 Desember 2025

Festival Film Santri

Santri itu sebenarnya “multitasking human”. Belajar agama hayu, belajar ilmu pengetahuan umum juga bisa. Apalagi santri yang belajar di pondok pesantren modern seperti Gontor (PMDG). Mereka bukan hanya identik dengan kitab kuning dan kehidupan pesantren, melainkan memiliki beragam kemampuan yang menjadikan santri relevan di masa kini.

Termasuk menguasai ilmu agama seperti Al-Qur’an, tafsir, hadis, fiqih, akhlak, dlsb. Serta belajar ilmu umum, seperti matematika, sains, bahasa asing, sampai keterampilan digital dan skill kehidupan lainnya.

Santri jaman sekarang, selain dituntut untuk belajar agama, mengasah keterampilan hidup, sekaligus menyiapkan diri jadi pemimpin di masyarakat juga dituntut untuk mempelajari kecanggihan teknologi.

Jadi ingat pembicaraan salah seorang guru, jadi santri jaman sekarang, harus bisa mengimbangi jaman. (Ilmu) Dunia akhirat harus dipelajari. Karena saat terjun ke masyarakat nanti, yang akan jadi jemaah para kiyai atau ustadz itu, bukan hanya sekelompok masyarakat saja, melainkan berbagai kelompok masyarakat, mulai tingkat pendidikan terendah sampai tertinggi, mulai dari yang awam sampai yang ahli.

Hal itu memang sejalan dengan kondisi pada saat sekarang, bukan?

Festival Film Santri Gontor

Awalnya saya merasa terkaget-kaget dengan sistem belajar anak di pondok pesantren yang tidak hanya disiplin tingkat tinggi mengedepankan ilmu agama, tapi juga ilmu dunia. Kadang saya begitu mengkhawatirkan bagaimana kondisi anak dengan sistem pembelajaran yang super disiplin tersebut. Apa anak saya bakalan mampu?

Tapi jika melihat begitu banyak lulusan dari PMDG yang “jadi orang” dalam arti bisa jadi pengayom masyarakat, hal itu memang bukan sebuah ketidakmungkinan, tapi justru memang sebuah proses. Penempaan yang penuh perjuangan dan pengorbanan untuk jadi pribadi yang tangguh dengan segala keunggulannya.

Tidak heran santri Gontor saat ini bukan hanya memiliki kelebihan mempelajari ilmu umum seperti matematika, sains, bahasa asing, keterampilan digital, melainkan juga sudah merambah ke dunia artifisial intelegensi.

Sebagai contoh nyata, kita bisa menyaksikan dalam momentum peringatan 100 tahun berdirinya PMDG yang digelar beberapa waktu ke belakang.

Sekilas Tentang Seabad Darussalam Gontor

Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), puncak peringatannya akan berlangsung pada tahun 2026 nanti. Tapi sudah diramaikan dengan berbagai rangkaian acara yang mencakup aspek Legacy, Syiar, dan Khidmat kepada umat.

Perlu diketahui Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berdiri pada 20 September 1926 di Ponorogo, Jawa Timur oleh Trimurti: KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi. Maka setiap tanggal 20 September diperingati sebagai hari ulang tahun pesantren ini.

PMDG didirikan dengan filosofi yang begitu kukuh dalam memadukan pendidikan agama dengan ilmu umum, menjadikan santri berwawasan luas dan siap menghadapi zaman. Menegaskan peran Gontor sebagai pesantren modern yang berkontribusi besar bagi pendidikan dan peradaban bangsa.

Menyambut usia satu abad pesantren ini, berbagai kegiatan berskala nasional dan internal bahkan internasional telah serta akan diselenggarakan di berbagai kampus Gontor dan lokasi lain, seperti Monas, Bumi Perkemahan Cibubur, dsb.

Festival Film Santri Gontor
Partisipasi Gontor Kampus 9, PMDG tempat putra saya mengenyam pendidikan saat ini

Rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun Gontor

meliputi:

Kegiatan Keagamaan dan Sosial:

⭕ Sujud Syukur Berjamaah dan khataman Al-Qur’an serentak oleh puluhan ribu santri dan alumni.

⭕ Tabligh Akbar dengan mengundang berbagai ulama dan tokoh nasional.

⭕ Bakti Sosial dan Khitanan Massal.

⭕ Word Scout Muslim Jambore

⭕ Peresmian Klinik Pratama Darussyifa dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.

⭕ Konferensi Wakaf Internasional.

⭕ Kegiatan Olimpiade Seni, Olahraga, dan Keilmuan:

Olimpiade 100 Tahun Gontor atau Liga Santri mempertandingkan cabang olahraga, seni, dan bahasa terdiri dari berbagai cabang lomba dengan tujuan mempererat persaudaraan santri, alumni, dan masyarakat.

1. Olimpiade Olahraga

- Sepak bola - Bola voli - Atletik - Bulu tangkis - Futsal - Cabang olahraga lain yang melibatkan santri dan alumni

2. Seni & Kreativitas

- Lomba musik (paduan suara, band santri) - Lomba seni (lukis, kaligrafi, teater) - Lomba film pendek bertema santri

3. Bahasa & Akademik

- Lomba pidato bahasa Arab dan Inggris - Lomba debat bahasa asing - Lomba karya tulis ilmiah

4. Kompetisi Bela Diri Internasional

IMPSC 2025 (International Martial Arts and Pencak Silat Competition) diikuti oleh 3.500 pesilat dari 11 negara Muslim di Asia

⭕ Gontor Championship

⭕ Seminar Santri Nasional

⭕ Festival Musik dan Film Santri

⭕ Lomba Cipta Lagu bertema “100 Tahun Gontor Berkiprah Untuk Ummat”

⭕ Penampilan Spesial dari grup musik seperti WALI Band dalam Festival Musik Santri

⭕ Darul Qiyam Fair, pesta kompetisi dan ukhuwah di Gontor Kampus 5.

Kegiatan acara umum

meliputi:

❤️ Acara “Tajammuk” (berkumpul bersama) dan Jalan Sehat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, yang melibatkan ribuan alumni, santri, dan wali santri

❤️ Sidang Badan Wakaf PMDG yang akan dilaksanakan nanti menjelang puncak peringatan.

Festival Film Santri Gontor

Nah, jika sebelumnya saya sudah mengulas tentang acara Word Scout Jambore 2025, yaitu Jambore Pramuka Muslim sedunia yang diselenggarakan PMDG dalam rangka peringatan seratus tahun pesantren Gontor, maka kini saya akan sedikit mengulas tentang Festival Film Santri Gontor.

Festival Film Santri Gontor juga adalah bagian dari perayaan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang resmi dibuka pada 24 September 2025.

Acara ini menjadi wadah kreativitas santri sekaligus media dakwah dan pendidikan melalui seni film dan musik.

Begitu takjub ketika bisa menonton berbagai genre film pendek buatan para santri dengan tema dan jalan ceritanya yang luar biasa.

Mereka itu santri lho, kaum yang (sudah jadi rahasia umum) identik dengan kegaptekan karena mayoritas pondok melarang santrinya menggunakan alat elektronik termasuk gadget saat berada di lingkaran pondok.

Tapi ini, mereka kok jago juga buat film animasi, bahkan mereka itu multitalenta banget karena mulai dari posisi penulis script, sutradara, sampai produser sekaligus pemeran itu sendiri mereka sendiri yang melakoni.

Kapan mereka itu belajar nya?

Festival Film Santri Gontor
Akankah santri ini jadi aktor terkenal kelak? Secara ia sudah menjadi pemeran utama terbaik versi Festival Film Santri Gontor

Kembali ke tentang Festival Film Santri Gontor, Festival Film Santri Gontor adalah acara perfilman tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor, dalam rangka memeriahkan momen penting seperti HUT Gontor ke-100 sebagai wadah kreasi santri di bidang sinematografi.

Mengangkat tema keislaman, menampilkan karya film dari berbagai pesantren di Indonesia, serta mengundang tokoh perfilman untuk seminar, menjadi sarana dakwah, pendidikan, dan silaturahmi antar santri.

Festival ini memperlombakan berbagai kategori seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penata Musik Terbaik, serta menjadi panggung bagi santri untuk berkarya di media modern.

Bagi pesantren salafiyah, mungkin musik dan film adalah hal terlarang untuk dinikmati. Tapi coba kita lihat sisi baiknya dulu. Bagaimana tujuan Festival Musik dan Film santri ini diadakan.Yang mana tujuan dari diadakannya ajang ini bukan semata sebagai ajang Spoiler Ending tapi juga untuk menggali potensi santri dalam perfilman, memanfaatkan medium film sebagai media dakwah dan pendidikan, serta mempererat silaturahmi.

Kita lihat temanya saja mayoritas bernafaskan keislaman, seperti “Indahnya Kehidupan di Pesantren” dll. Jadi kita bisa bernafas sejenak dari tontonan drama dan hiruk-pikuk Ulasan Film Korea yang mana selama ini sudah mendominasi keseharian kita di rumah. Hehe, betul apa betul?

Festival Film Santri Gontor

Festival Film Santri Gontor

Festival Film Santri Gontor

Kegiatan yang diikuti oleh santri dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan pondok pesantren alumni se-Indonesia ini terdiri dari kompetisi film, seminar perfilman Islami, workshop, pemutaran film, dan bazaar.

Tidak kaleng-kaleng ya, dalam acara seminar dan workshop nya saja sampai menghadirkan tokoh perfilman nasional seperti Vino G. Bastian, Yudi Datau, dan Archie Hekagery.

Terlepas dari pro dan kontra, kita lihat juga dari sisi relevansi dan dampak yang ditimbulkannya. Festival Musik dan Film Santri menunjukkan bahwa santri mampu berkarya di era modern dengan tetap berpegang pada nilai Islam.

Hal itu bisa jadi alternatif tontonan mendidik di tengah dominasi hiburan instan. Selama santri dan kita penonton nya bijak, bisa banget kita memanfaatkan film sebagai wahana ekspresi keislaman yang artikulatif dan sesuai zaman.

Saatnya berkesempatan menjadikan film dan musik bukan sekadar hiburan, tetapi media pendidikan, dakwah, dan perjuangan.

Festival Film Santri Gontor bukan hanya ajang seni, tetapi simbol 100 tahun perjalanan Gontor dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan kreativitas santri.

Dengan film dan musik, santri bisa belajar menyampaikan pesan ke masyarakat luas secara indah dan bermakna.

Apalagi santri itu sebenarnya punya banyak kemampuan dan peran yang sering kali lebih luas daripada sekadar belajar agama di pesantren.

Kalau dipikir, santri itu seperti “multitasking human” — belajar agama siap, mengasah keterampilan hidup oke, sekaligus menyiapkan diri jadi pemimpin di masyarakat juga siapa takut.

Jadi di era modern seperti sekarang jangan tanya kamu santri? Bisa apa? Karena terbukti santri bukan hanya identik dengan kitab kuning dan kehidupan pesantren. Mereka memiliki beragam kemampuan yang menjadikan santri relevan di masa kini.

Read more ...

Kamis, 25 Desember 2025

Fakta Menarik Umeda Sky Building

Ini 8 Fakta Menarik Umeda Sky Building yang Harus Kamu Tahu Sebelum Berkunjung!

Umeda Sky Building adalah salah satu landmark terkenal di Osaka yang sering kali menjadi tujuan wisata wajib bagi banyak orang yang berkunjung ke kota ini.

Dengan desain arsitektur yang unik dan pemandangan menakjubkan, tidak heran kalau Umeda Sky Building sering jadi objek foto favorit, baik bagi turis maupun penduduk lokal.

Nah, bagi manteman yang belum tahu banyak tentang bangunan ini, saya akan mengulas berbagai fakta menarik mengenai Umeda Sky Building yang pastinya bakal bikin kita makin penasaran untuk mengunjunginya!

Fakta Umeda Sky Building di Osaka

Jika manteman sudah riset soal harga tiket pesawat Jakarta Osaka dan tertarik mengunjungi bangunan ini nanti, sebaiknya simak fakta-faktanya berikut ini dulu, ya!

1. Desain Arsitektur yang Unik

Salah satu hal pertama yang pasti menarik perhatian saat melihat Umeda Sky Building adalah desainnya yang sangat berbeda dari bangunan-bangunan lainnya.

Dibangun dengan konsep "dual towers," gedung ini terdiri dari dua menara bertingkat yang saling terhubung di bagian puncaknya.

Pada bagian atas menara, terdapat sebuah jembatan besar yang menghubungkan keduanya yang disebut sebagai "Floating Garden Observatory.”

Desain yang futuristik ini membuat Umeda Sky Building terlihat seperti sebuah kapal luar angkasa yang siap meluncur ke luar angkasa dan memang bangunan ini telah menjadi simbol modernitas kota Osaka.

Dibangun pada tahun 1993, Umeda Sky Building memiliki ketinggian sekitar 173 meter, dengan 40 lantai yang menawarkan berbagai fasilitas dan atraksi.

Desain arsitektur yang inovatif ini menggabungkan elemen modern dengan ruang terbuka, menjadikannya salah satu contoh desain kontemporer terbaik di Jepang.

Umeda Sky Building
Sumber gambar istockphoto.com

2. Floating Garden Observatory: Pemandangan Osaka dari Ketinggian

Puncak dari Umeda Sky Building adalah Floating Garden Observatory, sebuah dek observasi yang terletak di lantai 39 dan 40 yang menyuguhkan pemandangan 360 derajat kota Osaka.

Kita bisa melihat seluruh kota Osaka, termasuk kawasan pelabuhan, distrik perbelanjaan, serta pegunungan yang mengelilingi kota.

Tak hanya itu, kalau cuaca cerah, kita juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah hingga ke kota Kobe yang terletak di seberang Teluk Osaka.

Yang lebih menarik lagi, Floating Garden Observatory ini tidak hanya terbuka untuk pengunjung, tetapi juga memiliki sebuah jembatan melengkung yang menghubungkan dua menara di bagian atas, memberi kesan seolah-olah kamu sedang berjalan di langit.

Jembatan ini juga terkenal karena keindahannya, terutama saat matahari terbenam atau malam hari ketika lampu kota mulai menyala, menciptakan suasana yang magis dan romantis.

3. Koleksi Seni yang Menarik di Dalam Gedung

Selain pemandangan yang menakjubkan, Umeda Sky Building juga memiliki berbagai koleksi seni yang menarik di dalamnya. Salah satu yang paling terkenal adalah instalasi seni yang terletak di lantai dasar yang sering berganti sesuai dengan pameran yang sedang berlangsung.

Gedung ini juga memiliki berbagai galeri seni dan ruang pameran yang menampilkan karya seniman lokal maupun internasional.

Bagi siapapun yang suka seni dan desain, berkeliling di dalam Umeda Sky Building bisa menjadi pengalaman yang tak kalah menarik. Setiap sudut di dalam gedung ini menawarkan detail arsitektur yang artistik dan memperlihatkan bagaimana seni dan desain bisa berbaur dengan kehidupan urban modern.

4. Taman Mengambang yang Dikenal Romantis

Floating Garden Observatory ini sering dijadikan tempat untuk pasangan yang ingin menikmati pemandangan malam kota Osaka.

Suasana yang romantis dengan latar belakang lampu kota yang berkilauan membuat tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berkencan atau bahkan melamar seseorang.

Banyak pengunjung yang datang ke sini untuk menikmati waktu berkualitas dengan orang yang mereka cintai sambil menikmati keindahan Osaka dari ketinggian.

Selain itu, banyak turis yang mengatakan bahwa Umeda Sky Building adalah salah satu tempat terbaik di Osaka untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Dengan atmosfer yang tenang dan pemandangan yang menawan, pengalaman ini pasti akan membuat kita sangat terkesan.

Jika berencana datang ke Osaka dengan orang terkasih, pastikan untuk mampir ke gedung ikonik, ini ya. Jadi, siapkan diri dan cek harga tiket pesawat Jakarta Osaka biar kamu bisa merencanakan kedatangan dari jauh hari.

Umeda Sky Building
Sumber gambar istockphoto.com

5. Umeda Sky Building sebagai Pusat Perbelanjaan dan Hiburan

Selain menjadi tempat wisata, Umeda Sky Building juga memiliki beberapa fasilitas hiburan dan perbelanjaan yang menarik. Di lantai dasar dan beberapa lantai lainnya, terdapat berbagai restoran, kafe, dan toko yang menawarkan makanan, minuman, serta oleh-oleh khas Osaka.

Mulai dari restoran yang menyajikan hidangan lokal Jepang hingga pilihan internasional, manteman pasti bisa menemukan tempat makan yang sesuai dengan selera.

Tak hanya itu, di bagian bawah Umeda Sky Building juga terdapat taman yang asri, cocok untuk berjalan-jalan santai atau sekadar duduk menikmati suasana.

Jadi, jika kita berkunjung ke sini, pastikan untuk meluangkan waktu sejenak untuk menikmati tempat-tempat seru di sekitar gedung.

6. Akses Mudah dan Lokasi Strategis

Salah satu keuntungan berkunjung ke Umeda Sky Building adalah lokasinya yang sangat strategis di pusat kota Osaka.

Gedung ini terletak tidak jauh dari Stasiun Osaka yang merupakan salah satu pusat transportasi utama di kota. Jadi, kita bisa dengan mudah mengaksesnya menggunakan kereta, bus, atau taksi dari berbagai penjuru kota.

Bahkan jika kita hanya memiliki waktu terbatas di Osaka, mengunjungi Umeda Sky Building bisa menjadi pilihan yang tepat karena mudah dijangkau dan menawarkan banyak hal menarik yang bisa dilihat dalam waktu singkat.

Di sekitar gedung juga terdapat banyak tempat wisata lain yang bisa kita kunjungi, seperti Grand Front Osaka dan banyak pusat perbelanjaan lainnya.

7. Tips Mengunjungi Umeda Sky Building

Waktu Terbaik untuk Berkunjung:

Sebaiknya mengunjungi Umeda Sky Building saat cuaca cerah agar bisa menikmati pemandangan yang maksimal. Selain itu, datanglah pada hari kerja untuk menghindari keramaian yang biasanya terjadi pada akhir pekan atau liburan nasional Jepang.

Harga Tiket Masuk:

Tiket masuk untuk mengakses Floating Garden Observatory sekitar 1.500 yen per orang (sekitar Rp200.000). Harga ini bisa bervariasi tergantung pada musim atau acara khusus yang diadakan di sana

Bawa Kamera:

Jangan lupa untuk membawa kamera karena banyak spot di dalam dan sekitar Umeda Sky Building yang sangat Instagramable.

Pemandangan dari Floating Garden Observatory juga sangat memukau, jadi pastikan memori sepenuhnya siap untuk mengambil foto-foto kenangan.

Bawa Jaket:

Walaupun Osaka terkenal dengan cuaca hangat, bagian atas Umeda Sky Building bisa terasa lebih dingin, terutama saat angin kencang berhembus. Jadi, pastikan juga membawa jaket atau sweater untuk kenyamanan saat berkunjung.

Umeda Sky Building
Sumber gambar istockphoto.com

8. Menikmati Keindahan Osaka di Malam Hari

Jika berencana untuk mengunjungi Umeda Sky Building pada malam hari, kita akan disuguhi pemandangan kota yang benar-benar spektakuler.

Lampu-lampu kota Osaka yang bersinar terang dari ketinggian menciptakan suasana yang sangat memukau dan romantis.

Pemandangan ini sangat cocok untuk manteman yang ingin menikmati keindahan kota Osaka dari sudut pandang yang berbeda.

Umeda Sky Building di Osaka adalah salah satu destinasi wisata yang sangat menarik dengan desain arsitektur yang unik, pemandangan yang memukau, dan banyak fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung.

Baik untuk berfoto, menikmati suasana, atau sekadar berjalan-jalan, tempat ini menawarkan pengalaman yang tidak bisa dilewatkan.

Jadi, pastikan Umeda Sky Building ada di daftar perjalananmu saat berkunjung ke Osaka, ya!

Pastikan kamu sudah cek harga tiket pesawat Jakarta Osaka dan melakukan pembelian agar bisa segera mendapatkan pengalaman mengeksplorasi Umeda Sky Building! Bye-bye...

Read more ...

Selasa, 09 Desember 2025

Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga yang Sibuk

Menjadi ibu rumah tangga bukanlah tugas yang mudah. Di balik perannya yang sering kali dianggap sepele, banyak ibu yang harus membagi energi untuk mengurus anak, suami, pekerjaan rumah, hingga terkadang juga pekerjaan sampingan.

Kondisi ini bisa memicu stress jika tidak diimbangi dengan perhatian pada kesehatan mental. Berikut ini lima cara yang dapat membantu ibu rumah tangga yang sibuk untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga yang Sibuk

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Self-care bukanlah bentuk egoisme, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan emosi. Meski waktu terasa sempit, cobalah untuk meluangkan waktu setidaknya 10-15 menit per hari untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Hal-hal yang disukai ini tidak mesti selalu besar, mungkin kegiatan kecil seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau sekadar duduk sambil minum teh tanpa gangguan.

Aktivitas sederhana ini dapat membantu meredakan stres dan memberi ruang untuk bernafas di tengah rutinitas yang padat.

Bangun Komunikasi yang Sehat dengan Pasangan dan Keluarga

Menjaga Mental Ibu Rumah Tangga

Keterbukaan dalam berkomunikasi sangat penting untuk menghindari beban mental yang dipendam sendiri. Sampaikan dengan jujur jika merasa lelah atau butuh bantuan.

Saling memahami perasaan dan kebutuhan masing-masing akan membantu ibu rumah tangga tidak akan merasa sendirian menghadapi tantangan harian. Bila perlu video explainer sebagai media komunikasi yang menyenangkan saat berdiskusi tentang tugas rumah tangga bersama keluarga.

Jaga Pola Tidur dan Makan yang Seimbang

Kurangnya istirahat dan pola makan yang tidak teratur dapat mempengaruhi suasana hari dan energi secara signifikan. Usahakan untuk tetap menjaga waktu tidur yang cukup setiap makan dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Nutrisi yang baik dapat mendukung kerja otak dan menjaga stabilitas emosi, sementara tidur cukup membantu tubuh dan pikiran untuk pulih dari kelelahan.

Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial sering kali membuat kita merasa kurang dengan melihat kehidupan “sempurna” orang lain. Padahal, setiap ibu memiliki tantangan dan prosesnya masing-masing.

Jujur saya tuh kadang suka penasaran bagaimana bisa teman-teman selalu bahagia. Seperti Dian Restu Agustina yang menurut saya beliau tuh beneran perfect, baik sebagai pribadi, sebagai sosok istri, maupun sosok ibu bagi kedua putranya.

Ternyata daripada "memandang" orang lain, lebih baik kita itu fokus pada kemajuan pribadi dan memberikan apresiasi atas setiap pencapaian kita sekecil apapun itu. Karena banyak penelitian yang membuktikan mengurangi kebiasaan membandingkan diri bisa membuat hati lebih tenang dan percaya diri.

Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional

Jika merasa kewalahan dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya ikut kajian atau berkonsultasi dengan psikolog atau konselor. Bantuan profesional bisa memberikan sudut pandang yang objektif dan strategi yang tepat untuk mengatasi tekanan mental.

Banyak layanan konseling online saat ini yang terjangkau dan mudah diakses dari rumah, menjadikannya solusi praktis bagi ibu rumah tangga yang sibuk.

Menjaga Mental Ibu Rumah Tangga

Menjaga kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan ibu rumah tangga. Menerapkan langkah-langkah sederhana seperti menyisihkan waktu untuk diri sendiri, menjaga komunikasi yang sehat, hingga tidak segan mencari bantuan, dapat membantu ibu tetap kuat dan bahagia menjalani peran yang mulia ini.

Yuk, mulai peduli karena kesehatan mental hari ini! Bagikan artikel ini atau simpan untuk jadi pengingat — karena ibu yang bahagia akan menciptakan keluarga yang bahagia dan berkualitas.

Read more ...

Sabtu, 06 Desember 2025

Obrolan di Dapur Tenda Tentang Pacaran di Usia Tua

Pacaran di Usia Tua: Modal Kecil Cinta Besar

Euleuh euleuh… geuning sadayana?” (Wah, ternyata semua ikut?) Sambutan Bu Neng begitu akrab dan hangat. Beliau rekan kerja suami di sekolah dan sesama pembina Pramuka. Hanya Bu Neng juga aktif di Kwartir Cabang Kabupaten Cianjur.

“Enggak semua sih, Bu. Ada yang tertinggal…” jawab saya asal.

“Lho, Saha?” Tanyanya heran? “Oh! Si Aa Fahmi ya. Bagaimana kabarnya di pondok? Semoga sehat selalu ya.” tuh, saking tanpa jaim nya, begitulah beliau selalu akrab bersama kami. Nanya sendiri, dijawab sendiri, untung saya masih bisa nahan tawa.

“Jadi ceritanya ini teh duaan terus aja ya kemanapun. Pacaran lagi di usia tua ini mah ya?” Bu Neng kembali bercanda.

“Betul Bu. Sekarang, kami pacaran lagi, lebih banyak berdua karena santu anggota lainnya sedang dikarantina.” Canda saya tak kalah absurd nya. Kami semua pun tertawa.

“Saya tinggal dulu, ya. Silakan atur aja semua baik putra maupun putri. Pengalaman kemping kalian lebih banyak daripada saya. Kalau ada kendala, segera hubungi buat kita cari solusinya bersama.” Pamit Bu Neng meninggalkan kami di area perkemahan, menuju sekretariat panitia Jambore Pramuka Kab Cianjur tengah November kemarin.

Kami berpisah dari area perkemahan tenda putri menuju tenda putra di sebelah bawah bagian dari Bumi Perkemahan Cibodas. Berhubung saya ikut suami, mau gak mau saya mendapatkan tempat untuk tenda di sana. Beruntungnya dekat aliran sungai dan kamar mandi umum.

Jamcab Cianjur

Sampai di lokasi perkemahan regu putra, ternyata tenda belum dipasang. Karena tanah becek dan banyak air menggenang, anak-anak yang meskipun sudah terlatih mendirikan tenda malah berdiam diri dengan alasan menunggu suami, sebagai pendamping regu.

Takut keburu hujan turun lagi, suami segera memerintahkan beberapa anak untuk pasang kayu sebagai alas tenda yang memang sudah disediakan panitia. Sementara saya, walaupun sebagian anak ada yang belum kenal langsung membantu mereka apa saja yang saya bisa, seperti cek perlengkapan tenda, cek persiapan dapur dan cek perlengkapan seragam.

Benar saja, hujan yang turun terus menerus membuat mereka malas gerak sehingga banyak diam dan akhirnya semua persiapan masih belum dilengkapi. Termasuk regu putri (walaupun sudah ada pendamping sendiri) tapi sepertinya persiapan belum sesuai rencana.

Hingga malam, perlengkapan pakaian khusus regu putra masih saya persiapkan (termasuk pakaian untuk pentas seni malam keesokannya).

Banyak berinteraksi dengan anak, mereka akhirnya semakin kenal dan akrab.

“Terimakasih Bu. Untung ada si ibu… kita jadi dibantuin. Pak Iwan belum tentu bisa bantuin soal pakaian ini,” kata sang ketua regu saat menerima kostum Joko Tingkir nya yang siap pakai.

“Ya iya. Bapak mana bisa bikin begituan, selama latihan kan juga bukan bapak yang pegang masalah kostum dan urusan dapur mah.” Suami berkilah. Karena saya tahu, sebenarnya dia bisa kok menjahit dan memasak. Malah lebih lihai dari saya.

Jamcab Cianjur
Pentas seni pertama masuk 5 besar

“Ibu suka ikut kemping jambore juga ya?” Faisal, anak kelas satu bertanya.

Saya jelaskan kalau ikut jambore Pramuka baru dua kali ini. Itu pun karena menemani suami. Tapi kalau kemping di alam bebas ya sering, malah udah mau pensiun sepertinya.

"Ibu ga ada siapa-siapa di rumah?” tanyanya lagi.

“Enggak ada. Makanya ikut ke tempat kemping jambore selain bisa bantu kalian, juga karena di rumah ga ada siapa-siapa. Putra ibu sedang mondok. Jadi kalau gak ikut kesini, di rumah sendirian.”

Kedelapan orang anggota tegu putra pilihan dari sekolah tempat suami ngajar itu pun mengerti. Setelah semua beres dan siap, mereka tinggal mengikuti upacara pembukaan.

Padahal saya bawa tenda sendiri. Tapi Bu Neng sudah menyiapkan tenda yang cukup untuk saya. Alhamdulillah walau hujan terus mengguyur, tapi bisa tidur lumayan nyenyak.

Senangnya lagi suasana di Bumi Perkemahan Cibodas ini sangat mendukung untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan. Akhirnya sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui. Ikut suami, bisa membantu anak-anak sekaligus menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Saat sarapan pagi, pendamping putri merasa takjub ketika menyaksikan saya menyiapkan sarapan untuk suami. Walaupun sederhana tapi penuh cinta dan kebersamaan. Anak-anak regu putra juga tak ketinggalan, sehingga menimbulkan keriuhan yang acapkali bikin tetangga Kwartir lain melirik ke tenda kami karena mungkin merasa terganggu atau penasaran, melihat kami makan bersama sambil bercanda.

Saat hujan deras, kami duduk bersama di bawah naungan terpal di depan tenda. Menikmati suara hujan sambil berbagi cerita mimpi masa depan. Eaa…

Ketika perwakilan regu telah selesai mengikuti kegiatan dan sesekali mereka mengeluh, ada kekhawatiran kemungkinan kalah, saya justru tetap menyemangati mereka.

“Apapun hasilnya kita terima saja. Bersyukur hari ini kita masih sehat dan bisa mewakili kecamatan berada di sini. Percaya kalau kegagalan itu sukses yang tertunda asal kita bisa memperbaikinya.”

Dukungan itu semoga membuat mereka bangkit. Bahagia melihatnya ketika di tengah hujan badai sekalipun mereka tetap saling menggenggam tangan, semangat untuk mempersembahkan hasil terbaik untuk mengharumkan nama Kwartir.

Jamcab Cianjur
Akhirnya perjuangan membuahkan hasil. Kwartir kami juara dua pentas seni.

Kesuksesan itu bukan tentang apa yang kita raih, tapi tentang bagaimana kita menjalankan dan mendapatkan pelajaran hidup yang bermanfaat dari semua proses yang dilewati.

Hasilnya, pentas seni yang dikhawatirkan gagal Alhamdulillah berhasil masuk lima besar. Itu tandanya malam api unggun nanti harus tampil lagi untuk memperebutkan juara sebenarnya.

"Pasangan romantis kita ini berjasa banget nih bisa membawa semangat buat anak-anak masuk babak final.” Kata Bu Neng seperti biasa sambil bercanda.

“Nah anak-anak contoh bagus ini sebenarnya. Jangan pacaran dulu kalau masih sekolah. Pacaran nya ntar aja seperti Pak Iwan dan istrinya kalau sudah tua…” lanjut Bu Neng dan semua pun tertawa.

“Tapi betul lho, barudak… nanti setelah kalian dewasa dan jadi orang tua, akan terasa kalau kesetiaan dan dukungan pasangan itu lebih berharga daripada harta. Betul kan Bu?”

Loh, Bu Neng kok malah meminta pendapat saya, sih? Kena todong nih. Akhirnya saya tersenyum dan mengangguk.

Jamcab Cianjur
Istirahat di Kebun Raya Cibodas dijadikan sesi curhat anak-anak

Sebagaimana yang saya share kepada mereka, kalau kebahagiaan lahir itu muncul bisa dari hal sederhana, seperti makan bersama, saling mendengar, dan saling percaya.

Saya dan suami dianggap mereka pasangan ideal dan harmonis, padahal kami juga sering banget bertengkar.Justru perjalanan bahagia itu ketika bisa menikmati prosesi secara bersama, dan kebahagiaan bagi seseorang bisa jadi bukan tujuan akhir.

Ketika anak-anak kembali mengikuti kegiatan di hari terakhir jambore, di dapur tenda tinggal saya dan suami, Bu Neng dan Kak Ryan dari Kwarcab dan Bu Zahra pendamping putri serta Kak Fikri dan temannya dari Pasirkuda yang baru datang. Kami pun melanjutkan obrolan.

Absurd nya Bu Zahra yang masih lajang, malah minta motivasi bagaimana tips pernikahan bahagia. Katanya melihat saya dan suami kok kompak banget.

Sepertinya Bu Zahra ini dapat informasi beracun dari Bu Neng. Mengingat saya aja baru mengenal Bu Zahra itu ya kali ini karena Bu Zahra memang baru masuk jadi tenaga kependidikan di sekolah tempat suami dan Bu Neng ngajar semester ini.

“Tepat sekali, Bu Zahra bertanya pada ahlinya, “ konyolnya Bu Neng malah ngomporin begitu. Katanya sebagai sesepuh di situ (usia saya dan suami memang paling tua bahkan dibanding Bu Neng sekalipun) sudah seharusnya saya dan suami menurunkan ilmunya kepada anak muda (pada akhirnya kami mengetahui kalau teman Kak Fikri yang diajak dari Pasirkuda, ternyata itu calon nya Bu Zahra).

Mau gak mau cerita saya pun mengalir begitu saja. Kalau pernikahan bahagia bukanlah dongeng yang hanya ada di buku cerita. Pernikahan bahagia itu bisa nyata, asal tumbuh dari komitmen, kesabaran, dan cinta yang terus dipupuk setiap hari.

Banyak pasangan bermimpi memiliki pernikahan yang langgeng, rumah tangga harmonis namun sering lupa bahwa kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya—melainkan harus diciptakan.

Kunci pernikahan bahagia menurut pengalaman saya sih harus dilandasi dengan komunikasi yang jujur. Jangan biarkan masalah kecil menumpuk. Bicara dengan hati, dengarkan dengan telinga, dan pahami dengan jiwa.

Walaupun saya dan suami dulunya teman sekolah dan usia tidak banyak jauhnya namun kami jelas memiliki banyak perbedaan. Saling menghargai perbedaan adalah kunci selanjutnya.

Jamcab Cianjur

Pasangan bukanlah cermin diri kita. Justru perbedaanlah yang membuat hubungan kaya dan penuh warna.

Saya dan suami memulai semua dari nol. Diawali dengan kebersamaan sederhana (bahkan sampai sekarang pun kami tetap hidup sederhana) karena kami meyakini kebahagiaan tidak selalu berarti serba mewah.

Ikut acara suami kegiatan kemping dari sekolah dan membantu sebisanya bisa jadi momen paling berharga dan jadi kenangan indah. Sebaliknya kalau saya ada acara blogger atau terkait pekerjaan lainnya suami berusaha mengantar dan jika bisa ikut berpartisipasi.

Saya dan suami saling mendukung. Dukungan tanpa syarat itu yang menjadikan saat pasangan jatuh, pasangan lainnya segera genggam tangannya. Saat pasangan berhasil, rayakan bersama. Dukungan adalah energi yang menjaga cinta tetap hidup.

Saya dan suami semakin lengket bukan karena bucin. Tapi karena memiliki tujuan yang sama. Merencanakan masa depan termasuk bagaimana membesarkan anak.

“Buat Bu Zahra, Kak Rian dan Kak Fikri serta Kak yang satu ini (sampai saat itu saya belum tahu siapa nama calon nya Bu Zahra ) cukup tentukan saja dulu dengan pasangan nya kelak, apakah ada tujuan bersama.

Rencanakan dari hal kecil seperti menabung hingga mimpi besar seperti membangun rumah. Tujuan bersama akan membuat perjalanan kita nantinya jadi lebih bermakna dan terarah.

”Huhuy!..."

Tepuk tangan dan seruan tiba-tiba dari Bu Neng membuyarkan suasana di dapur tenda yang awalnya hening jadi riuh lagi.

Jamcab Cianjur

Mungkin ini hikmah dari keberangkatan anak semata wayang kami ke pondok pesantren. Jadinya setiap hari saya dan suami bisa fokus mengisi waktu.

Ibarat membuat buku, setiap hari kami mengisi halaman baru dalam buku dengan cinta dan kebersamaan.

Dalam buku itu ada bab penuh tawa, ada bab penuh air mata, tapi semuanya membentuk kisah indah.

Pernikahan bahagia bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan siapa yang paling setia untuk tetap ada.

Pesan motivasi saya dan suami tidak muluk-muluk, “Bahagia itu bukan tentang memiliki segalanya, tetapi tentang selalu merasa cukup dengan kehadiran pasangan di sisi kita.”

"Ehem! Ehem! Gak salah nih aku ajak kamu jauh jauh biar bisa nemanin ayang bebeb,” ujar Kak Fikri sambil melirik temannya yang hanya mesem-mesem menahan tawa. Dan saya baru merasa curiga ketika Bu Zahra pun secara bersamaan terlihat grogi. Oalah, malu-malu kucing rupanya.

Untung apa yang saya sampaikan hanya berdasarkan pengalaman sendiri saja. Pas tahu dari Bu Neng kalau teman Kak Fikri itu memang calon nya Bu Zahra. Jadi walaupun malu-maluin ga apalah toh itu memang pengalaman saya dan suami.

Andai waktu istirahat masih lama, mungkin kami akan terus bertukar cerita. Obrolan saat itu bubar dengan sendirinya ketika hujan kembali turun dan semua kembali ke tenda masing-masing. Persiapan makan malam harus segera disiapkan.

Read more ...

Kamis, 04 Desember 2025

Bencana Sumatera: Air Membawa Luka Manusia Membawa Cahaya

Sepertinya ayam di belakang rumah --yang ributnya gak ketulungan, petak-petok sangat berisik sambil gak mau diam, naik turun padahal jelas kalau hendak bertelur ya tinggal ngeram di tempat yang sudah disediakan jerami saja --kalah tersaingi dengan mondar-mandirnya saya karena sangat khawatir begitu mendapat kabar kalau di Padang Sumatera Barat dan sekitarnya telah terjadi bencana banjir serta longsor.

Pikiran saya langsung melesat ke anak semata wayang yang sedang menuntut ilmu di pelosok kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bagaimana kondisinya sekarang? Apakah terkena dampak banjir dan longsor? Apakah baik-baik saja? Dan ribuan pertanyaan lainnya yang muncul silih berganti berjejal di kepala bikin saya tak kalah riweuh dibandingkan ayam yang mau bertelur di belakang rumah itu tadi.

Hujan deras yang mengguyur Sumatera sejak akhir November 2025 membawa banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan banyak wilayah di Pulau Andalas.

Di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat ada ribuan rumah hanyut, sekian banyak jalan terputus, dan ratusan ribu orang harus mengungsi.

Bagaimana tidak khawatir, kalau anak merantau di sana sendirian, pun belum bisa dibilang mandiri. Jangankan kondisi serba darurat, keadaan normal saja masih harus sering banyak diingatkan dibantu dan dinasehati.

Yang paling membuat khawatir itu nomor ponsel ustadz biasa kami komunikasi tidak aktif! Ya Allah bagaimana tidak tenang, coba? Bagaimana seorang ibu tidak akan gelisah (sampai ayam bertelur saja kalah) kalau anak berada di dekat daerah bencana sementara tidak dapat dihubungi.

Group wali santri kelas 1 angkatan anak saya, yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat dan Banten pun makin berisik. Saling tanya saling info. Benar-benar mendebarkan hingga akhirnya didapat info dari Wali Pengasuhan Pondok kalau Ustad yang biasa berkomunikasi dengan kami sudah berangkat ke Mesir untuk melanjutkan pendidikannya. Oalah, pantesan ponselnya tidak aktif.

Sebagai penggantinya Wali Pengasuhan Pondok memberikan informasi kalau semua anak PMDG di Kampus 9 Alhamdulillah baik-baik saja. Nah, baru deh kekacauan sedikit mulai mereda.

Paling tidak kekhawatiran akan kondisi anak sudah tidak sebesar sebelumnya. Apalagi keesokan harinya anak juga menelepon. Memberi kabar kalau ia sehat dan baik-baik saja.

Hanya tidak bisa nelepon lama-lama karena gantian katanya. Secara saat itu sinyal timbul tenggelam dan listrik sering mati.

“Walau disini gak kena bencana tapi sepertinya ikut darurat, Bu…” kata Fahmi, anak saya dengan suaranya yang terputus-putus.

“Gak apa darurat juga ya, Mi. Yang penting bersyukur Ami sehat, selamat, dan tidak lupa terus berdoa supaya semuanya lebih baik dan dimudahkan.”

“Iya, Bu. Aamiin…” katanya kembali terputus-putus.

Saya yakinkan kepada anak kalau di tengah serba kekacauan itu, percaya akan selalu ada hikmah. Akan terlahir kisah-kisah ketangguhan yang menghangatkan hati. Cerita bahagia dan inspiratif walaupun tetap dalam bencana mah bisa dipastikan 99% nya adalah tentang luka dan duka.

Bencana Sumatera

Saat akhirnya komunikasi di wag kembali tersambung setelah salah satu ustadz bagian pengasuhan menjadi pengganti ustadz sebelumnya, akhirnya didapatkan kabar yang lebih detail kalau anak pondok semuanya sehat dan selamat.

Solok tidak terkena dampak bencana, hanya ada kebagian hujan dan angin dengan intensitas cukup kerap saja. Alhamdulillah…

Tapi meski demikian, kabar buruk muncul dari wali santri yang berdomisili di Padang dan sekitarnya (sudah pasti juga di Aceh mengingat di sana ada PMDG Kampus 8 yang mana santrinya 60% berasal dari Aceh dan sekitarnya).

Hingga saat tulisan ini dibuat, ada belasan wali santri di PMDG Kampus 9 tempat anak saya menuntut ilmu yang terdampak. Rumah kena banjir, kendaraan terbawa arus, kehilangan harta benda hingga ternak dan lahan pertanian.

Tak kuat menahan tangis mendengar cerita dan kesaksian wali santri lainnya di wag kalau salah satu santri ada yang rumahnya di kampung hilang terseret habis oleh arus banjir. Kabar orang tua dan keluarga lainnya juga belum ditemukan. Semoga saja hanya karena saluran telepon yang mati, sehingga belum bisa berkomunikasi, bukan karena hal lain. Hikz! Pokoknya sedih sekali rasanya.

Salah satu wali santri yang tinggal di Cipondoh sampai ada yang berseloroh jika saja ia bisa jual tanah di Tangerang, akan diboyong santri itu menjadi keluarga supaya anaknya ada temannya.

Karena terbayang bagaimana nanti ia pulang. Semua telah menghilang... Rumah dan tanah yang hilang bisa diganti dengan membeli di situs jual beli tanah terpercaya seperti Properti1.com lah kalau hilang orang tua dan saudara, bagaimana?

Refleks aksi gotong royong di tengah penderitaan itu pun bermunculan untuk saling menguatkan.

Kita bisa melihat di berita, warga di Aceh bahu-membahu membangun dapur umum dari bahan seadanya. Mereka memasak nasi dan lauk sederhana untuk dibagikan ke pengungsi tanpa memandang suku atau agama.

Para pemuda di Tapanuli Utara Sumatera Utara menjadikan masjid dan gereja sebagai posko bersama. Mereka menyalakan lilin, menyiapkan tikar, dan menjaga anak-anak agar tetap merasa aman.

Tak kalah heroik aksi ibu-ibu di Padang yang merajut solidaritas dengan membuat pakaian darurat dari kain sumbangan, memastikan setiap anak punya selimut untuk tidur di posko.

Di group wali santri keluarga besar PMDG Kampus 9 pun tak ketinggalan, para pengurus gercep menggalang dana untuk berbagai keperluan para korban bencana tersebut.

Meski banyak kehilangan, semangat warga tidak padam. Anak-anak diusahakan supaya tetap bisa belajar walaupun berada di tenda darurat, dengan papan tulis seadanya.

Relawan lokal menyalakan obor harapan dengan mengajarkan lagu-lagu penyemangat, agar trauma tidak menguasai jiwa.

Para petani yang sawahnya rusak bertekad menanam kembali, percaya dan semangat bahwa tanah Sumatera akan bangkit bersama kegigihan mereka.

Bencana ini bukan hanya tentang kerugian, tetapi juga tentang ketangguhan manusia. Warga Sumatera menunjukkan bahwa solidaritas adalah kekuatan yang lebih besar daripada banjir dan longsor.

Dari dapur umum hingga posko darurat, dari doa hingga kerja nyata, mereka membuktikan bahwa kemanusiaan tidak pernah tenggelam.

Gelombang boleh jadi mengakibatkan bencana, tapi sekaligus membawa gelombang solidaritas.

Bencana Sumatera

Air bisa saja membawa luka. Air—dalam bentuk hujan deras, banjir bandang, atau gelombang laut—bisa berubah dari sumber kehidupan menjadi kekuatan yang melukai.

Dalam konteks bencana di Sumatera, air melambangkan alam yang mengingatkan manusia bahwa ia tidak bisa sepenuhnya dikendalikan.

Luka yang dibawa air mengakibatkan kerusakan rumah dan tanah yang selama ini menopang kehidupan. Mengakibatkan hilangnya rasa aman, dan duka mendalam bagi mereka yang kehilangan orang tercinta.

Secara filosofis, luka dari air mengajarkan bahwa dunia ini adalah ruang yang terus bergerak dan berubah, dan manusia hidup di tengah ketidakpastian yang tak pernah sepenuhnya bisa ia kuasai.

Namun dibalik itu ketika alam membawa luka, justru ada manusia yang mampu membawa cahaya.

Cahaya yang dimaksud bukanlah sesuatu yang bisa menghapus bencana, tetapi yang memberi harapan setelahnya.

Ada uluran tangan-tangan yang saling membantu, masyarakat yang bahu-membahu mengevakuasi dan merawat, hingga melahirkan kehangatan solidaritas yang muncul secara tulus justru ketika segalanya remuk.

Cahaya manusia ini adalah simbol dari nilai tertinggi kemanusiaan: kemampuan untuk merespons kegelapan dengan kebaikan, untuk menyalakan harapan ketika dunia memadamkannya.

Fenomena alam ini mungkin jadi pengingat bahwa bencana bukan hanya tentang keruntuhan alam, tetapi tentang kebangkitan moral manusia.

Di tengah alam yang tak dapat dicegah, manusia tetap mampu memilih untuk menjadi penerang.

Ini bukan sekadar kalimat, tetapi sebuah refleksi bahwa kekuatan terbesar manusia bukan pada kemampuannya menahan bencana, tetapi pada kemampuannya merawat satu sama lain setelah bencana itu datang.

Mengutip tagline salah satu stasiun televisi, bahwa duka Sumatera adalah duka kita bersama. Yuk kita bantu semampunya... Biar air membawa luka tapi kita bisa menjadi cahaya pengobatnya...

Read more ...