Minggu, 08 Juni 2025

DDHK Menyulap PMI Pahlawan Devisa, Jadi Pahlawan Ilmu

Bersama Dompet Dhuafa Hong Kong Pekerja Migran si pahlawan devisa disulap jadi Pahlawan Ilmu

Sebagai mantan buruh migran alias TKW (tenaga kerja wanita) yang sekarang istilahnya disebut PMI (Pekerja Migran Indonesia) saya memiliki kenangan tersendiri bersama DDHK (Dompet Dhuafa Hong Kong) baik itu sebagai lembaga zakat Indonesia yang kiprahnya sampai di tingkat global maupun sebagai guru kehidupan yang telah memberikan banyak ilmu, petuah, wejangan dan persaudaraan.

Dompet Dhuafa adalah sebuah lembaga filantropi Islam yang berfokus pada pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk memberdayakan kaum dhuafa (orang-orang yang kurang mampu atau miskin). Lembaga ini didirikan di Indonesia sejak tahun 1993.

Program Unggulan Dompet Dhuafa

🌀Pendidikan – Beasiswa, sekolah gratis, pelatihan guru, dll.

🌀Kesehatan – Klinik gratis, rumah sakit gratis untuk dhuafa, layanan kesehatan keliling.

🌀Ekonomi – Pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro, koperasi.

🌀Sosial dan Kemanusiaan – Bantuan bencana, distribusi makanan, program kemanusiaan global.

🌀Wakaf Produktif – Pengelolaan aset wakaf untuk program jangka panjang yang berkelanjutan.

Sumber dana Dompet Dhuafa

Dana yang dikelola oleh Dompet Dhuafa berasal dari:

🛑 Zakat (zakat maal dan zakat fitrah)

🛑 Infak dan sedekah masyarakat

🛑 Dana wakaf

🛑 Donasi dari perorangan, perusahaan, dan lembaga

Legalitas

Dompet Dhuafa terdaftar resmi sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional di Indonesia dan memiliki izin dari Kementerian Agama.

Yang membuat Dompet Dhuafa unik dibandingkan dengan banyak lembaga filantropi lainnya adalah kombinasi antara pendekatan keislaman, profesionalisme, inovasi, dan fokus pada pemberdayaan jangka panjang.

Semua kegiatan juga dikelola dengan sistem manajemen modern dan transparan, dilengkapi audit keuangan rutin dan laporan publik.

Dompet Dhuafa juga menggunakan teknologi dan media digital untuk edukasi zakat, transparansi donasi, dan pelaporan real-time.

DDHK
Para pekerja migran, sang pahlawan devisa yang disulap DDHK jadi pahlawan ilmu

Dompet Dhuafa Dimata Jie-jie HK

Mungkin orang hanya mengenal Dompet Dhuafa sebagai lembaga zakat besutan asli anak bangsa. Tapi bagi jie-jie di Hong Kong DD tidak hanya tempat untuk bersedekah atau wakaf, tapi lebih dari itu.

Apalagi saat organisasi Migrant Institute yang berdiri di bawah naungan DD masih ada, kami para pekerja asing di HK seolah memiliki tempat untuk berlindung bilamana mendapatkan permasalahan baik terkait kontrak kerja, penyalahgunaan job kerja sampai berbagai kasus ketenagakerjaan.

Dulu, sebelum mengenal DDHK hari libur kerja banyak diisi dengan keluyuran. Foya-foya menghabiskan gaji demi memenuhi gaya hidup dan keinginan yang tidak bermanfaat.

Tapi setelah mengenal DDHK, libur banyak diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan banyak memberikan ilmu dan keterampilan yang kesemuanya sangat bermanfaat ketika terjun ke masyarakat sekembalinya ke kampung halaman.

Apalagi jangkauan Migrant Institute bagian dari DD tidak hanya memberdayakan pekerja migran yang masih berada di negara penempatan, tapi juga purna pekerja migran alias mantan TKW seperti saya hingga keluarga besar para migran di kampung halaman.

Sayang sekali beberapa tahun lalu Migrant Institute ditiadakan, dilebur ke dalam divisi lain. Namun keberadaan program-program DDHK juga di negara lainnya tetap berdiri bahkan lebih kokoh.

Meski Migrant Institute sudah tiada tapi program-program untuk PMI yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa tetap berjalan bahkan lebih fokus pada pendidikan, keagamaan, advokasi, hingga pemberdayaan. Sehingga saat PMI pulang ke Indonesia bisa lebih proaktif dan berdaya.

Tahukah kalau DD juga menyelenggarakan kuliah online untuk pekerja migran baik beasiswa maupun biaya sendiri?

Tujuan diadakannya kegiatan itu tentu saja supaya bisa memberikan akses pendidikan tinggi kepada PMI di Hong Kong dan Makau.

Bekerja sama dengan ITB Ahmad Dahlan Jakarta, sistem kuliah daring untuk PMI ini sangat fleksibel. PMI bisa kuliah sambil tetap bekerja.

Bahkan PMI yang berprestasi menerima beasiswa dari DDHK. Sesuai dengan komitmen DDHK bahwasanya DDHK ingin PMI tak hanya jadi pahlawan devisa, tapi juga pahlawan ilmu.

Dari segi pendidikan rohani, DDHK juga mengagendakan rutin Majelis Taklim dan TPQ untuk PMI.

Pengajian tematik DDHK
Kegiatan DDHK yang diikuti TKW jika ada libur

Sebuah kebanggaan tersendiri manakala sejak itu para PMI mengisi hari libur dengan pembinaan rohani dan ilmu agama. Melalui kegiatan pengajian rutin di berbagai Majelis Taklim PMI yang diselenggarakan tiap hari Minggu di lokasi strategis seperti Victoria Park, Chater Garden, dan Causeway Bay.

Saat buka Ramadan para relawan (khususnya PMI) membagikan takjil di Victoria Park, Causeway Bay. Kegiatan ini dihadiri alim ulama lokal, komunitas perburuhan serta pihak KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) dengan sajian tausiyah, tarawih, dan shalawat bersama.

Tidak hanya itu, DD juga memfasilitasi kelas kelas TPQ untuk anak-anak PMI. Termasuk mendatangkan Dai Ambassador dari Indonesia untuk mengisi pengajian tematik di Hong Kong.

Benar-benar mengimplikasikan meskipun para TKW berada di negara orang yang minoritas muslim, tapi iman dan ilmu harus terus tumbuh.

Bantuan Sosial dan Advokasi PMI dari DD pun sudah tidak diragukan lagi. Keunggulan pendampingan hukum PMI bermasalah (izin, kontrak, kekerasan) sampai bantuan darurat saat sakit, kecelakaan, atau deportasi semua sudah dipersiapkan.

Saya pernah ikut mendampingi Erwiana (kasus TKW Jatim yang disiksa majikan dan dipulangkan secara sepihak) yang saat itu sangat heboh dan menjadi pemberitaan nasional bahkan internasional.

Saat itu bersama Pak Nursalim dibawah komando Pak Adi Candra kami ikut mendampingi Erwiana bersama organisasi perburuhan di tanah air hingga Erwiana berhasil memenangkan tuntutan di pengadilan.

Permasalahan literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi para PMI juga jadi prioritas DDHK. Apalagi banyak dirasakan kalau akhir-akhir ini perekonomian masyarakat Indonesia memang mulai menurun.

Secara sigap DD segera merangkul para buruh ini untuk mengikuti kelas literasi keuangan syariah. Mulai dari cara menabung yang benar, investasi halal, menghindari rentenir dan sebagainya. DDHK ingin menjadikan PMI cerdas finansial, karena dengan demikian masa depan keluarga PMI bisa jadi lebih baik.

Saking pedulinya DD terhadap para pekerja migran, dibuat Program Reintegrasi Pasca-Kepulangan PMI yang dikelola langsung oleh DD pusat di Indonesia.

DDHK selalu mengupayakan dalam menghubungkan eks PMI dengan:

🔵Program UMKM Dompet Dhuafa Wirausaha.

🔵Layanan Klinik Curhat & Konseling pasca kembali

🔵Kelas lanjutan (life skill, parenting, bisnis rumahan, dll)

DDHK Dimata TKW

Dompet Dhuafa menjadikan PMI bukan hanya pekerja, tapi pembelajar, pejuang iman, dan pelopor perubahan.

Bagi para pekerja migran yang tergabung DD sudah menjadi sosok ibu yang selalu siap membimbing, ibarat sekolah untuk menyuapi ilmu pengetahuan, madrasah sebagai penguat kokohnya akidah dan akhlak, sekaligus jadi rumah sebagai tempat ternyaman untuk pulang.

Dari kegiatan pendampingan spiritual, pelatihan akademis, bimbingan ibadah, hingga bantuan sosial keseharian, Dompet Dhuafa di Hong Kong menunjukkan komitmennya untuk:

📌Mendampingi pekerja migran dalam menguatkan ilmu agama, pendidikan, dan kemandirian.

📌Membangun komunitas Islami di tempat mayoritas non‑muslim.

📌Menjadi penyambung tangan antara warga Indonesia perantauan dan tanah air.

Kalau manteman seorang PMI atau punya keluarga di luar negeri, program yang diselenggarakan Dompet Dhuafa ini terbuka untuk semua WNI yang ingin berkembang.

Jadi jika manteman ingin bertemu lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan tetapi juga memberdayakan dan memiliki dampak jangka panjang, maka Dompet Dhuafa adalah contoh yang sangat kuat.

Di momen bulan Dzulhijjah ini sudahkah manteman menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi dengan mereka yang berhak membutuhkan?

Tenang, kita juga bisa kurban di Dompet Dhuafa kok. Atau jika keuangan belum cukup bisa pilih sedekah daging saja. Insyaallah berkah dan pahalanya tidak akan pernah berkurang.

Kurban di Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa tidak hanya fokus pada penyaluran materi. Tapi juga berperan aktif dalam mendidik, membimbing, dan membentuk komunitas melalui berbagai program (pendidikan, sosial, dakwah, advokasi).

Sesuai dengan tujuan didirikannya Dompet Dhuafa: yakni mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar