Masa remaja masa yang paling indah, tapi sayang karena tuntutan ekonomi masa remaja saya harus dilalui dengan kucuran keringat menjadi gōngrén (pekerja asing) jauh di perantauan. Sebagai tulang punggung keluarga pengganti bapak, saya harus kerja banting tulang demi bisa mendulang dolar untuk melanjutkan kehidupan Ibu dan adik di kampung.
Lulus sekolah tak bisa melanjutkan kuliah, saya memilih jadi kuli-lah sebagai buruh migran ke luar negeri demi bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan.
Sejujurnya saat melewati masa peralihan dari remaja menuju dewasa ini muncul perasaan tidak nyaman dan kurang percaya diri, secara saya memiliki masalah bau badan dan ketiak.
Nasib jadi chòu gōngrén pekerja bau badan
Sebenarnya, saya gak tahu apa penyebabnya. Tahu-tahu ketika datang ke rumah majikan, disambut mereka di depan pintu, cuping hidung Tàitài (majikan perempuan) langsung bergerak-gerak. Mengendus-endus...
Lalu dengan bahasa seadanya Xiānshēng (majikan laki-laki) menyuruh saya untuk segera membuka alas kaki, dan langsung menggiring saya ke kamar mandi.
Melalui bahasa isyarat, saya paham majikan perempuan menyuruh saya cuci kaki, mandi dan mengganti baju.
“Ni you tǐchòu, ma?” Ups! Keluar dari kamar mandi majikan perempuan bertanya apakah saya ada bau badan? Malunya...
Sekuat itukah bau badan saya hingga bos perempuan langsung mengenalinya di pertemuan pertama kami?
Bau badan yang saya alami mungkin muncul karena hormon dan beberapa hal lain. Tahu sendiri kerja sebagai buruh di luar negeri gak bisa main-main. Totalitas dalam pekerjaan itu harga mati.
Bisa saja kelenjar apokrin penghasil keringat dalam diri saya bekerja lebih aktif sesuai dengan tuntutan pekerjaan sehingga jumlah keringat di badan saya lebih banyak daripada biasanya.
Apalagi kandungan keringat dalam tubuh itu bukan terdiri dari air dan garam saja, melainkan ada juga minyak.
Akibatnya, keringat berlemak yang bercampur dengan kotoran dan bakteri bisa menyebabkan bau tak sedap pada ketiak dan badan. Mungkin karena itu pula dengan tidak berperasaan nya anak majikan sempat mengatakan saya sebagai chòu gōngrén alias pembantu bau... wadidaw!
Bau badan dan ketiak bisa disebabkan karena malas mandi atau proses mandi kurang bersih.
Apakah saya termasuk yang malas mandi? Tentu saja tidak. Tapi memang sejak bekerja di luar negeri, kebiasaan mandi saya mengalami perubahan.
Biasanya saya minimal mandi dua kali sehari. Tapi di rumah majikan, saya harus mengikuti kebiasaan mereka, mandi hanya sehari sekali itu pun pada malam hari sebelum tidur.
Padahal mandi akan menghilangkan keringat, sebum, sel-sel kulit mati, kotoran, dan bakteri penyebab bau tak sedap.
Bisa jadi karena pagi atau siang saya tidak mandi, bau badan dan ketiak semakin menjadi.
Karena mandi sehari sekali saat malam, otomatis ganti baju juga sekali saat setelah mandi.
Menyedihkan sekali bau ketiak dan badan akibat keringat berlebih ini justru bisa jadi malah semakin menyengat karena saya jarang ganti pakaian.
Apalagi kondisi pakaian yang sudah basah karena keringat, itu akan semakin mendukung perkembangbiakan bakteri penyebab bau badan.

Pekerjaan saya merawat Akong (Kakek) yang lumpuh dan makan menggunakan selang tentu saja sangat menguras aktivitas fisik. Setiap dua jam saya harus mengangkat Akong, membolak-balik badannya supaya kulitnya tidak kemerahan atau luka.
Yang terberat itu setiap pagi memindahkan Akong dari tempat tidur ke kursi roda untuk dibawa jalan-jalan dan berjemur matahari. Demikian pulangnya jelang tea break, Akong kembali saya rebahkan di kasur lalu beberapa saat setelah makan membantunya terapi.
Belum lagi saya juga harus beli sayuran bersepeda ke pasar, pulang pergi ke rumah sakit, sampai antar jemput anak majikan dari olahraga, ekstrakurikuler, bimbingan belajar, dan kegiatan lainnya yang cukup menguras tenaga dan lelah.
Aktivitas fisik seorang buruh migran dengan intensitas tinggi seperti keseharian saya pastinya akan memicu tubuh mengeluarkan banyak keringat sehingga masuk akal kalau saya lebih rentan bermasalah dengan bau badan.
Tips agar bebas masalah bau badan
Karena tidak bisa menipu diri akhirnya saya melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesegaran aroma tubuh.
Saya tidak sakit hati ketika majikan menemukan fakta kalau saya memiliki bau badan. Yang ada justru mau mengobatinya mumpung di luar negeri yang terkenal pelayanan kesehatannya sangat bagus.
Apalagi majikan perempuan justru mengajarkan saya supaya bisa mengatasi masalah bau badan tersebut sampai tuntas dengan melakukan beberapa hal penting berikut ini:
Mengusahakan mandi minimal dua kali sehari
Karena bau badan saya bisa mengganggu majikan, akhirnya saya diberi kebebasan mandi pagi atau siang yang tidak boleh dilewatkan karena fungsinya sangat penting untuk menjaga kebersihan tubuh.
Saat mandi pun saya pastikan semua bagian tubuh sudah dibersihkan dengan benar, terutama ketiak, area kelamin, dan lipatan kulit leher, belakang paha, dan siku.
Senang sekali waktu Ama (Nenek) yang terbilang masih sehat memberikan saya sabun antiseptik untuk menghambat kemunculan bakteri penyebab bau badan.
Berganti pakaian lebih sering
Karena ada kesempatan mandi, saya juga bisa berganti pakaian. Terlebih ketika selesai mengurus Akong, dimana seluruh badan biasanya sudah banjir keringat.
Selain pakaian luar, saya juga mengganti pakaian dalam serta kaus kaki saat musim dingin supaya tidak terasa lembap.
Jika musim panas, saya memilih bahan pakaian yang menyerap keringat dan tidak gampang menimbulkan rasa gerah, misalnya bahan katun.
Menghindari makanan pemicu bau badan
Dengan adanya bau badan, saya membatasi konsumsi makanan seperti daging merah, bawang-bawangan, dan keju. Kalau di kampung pasti menghindari pete dan jengkol juga dong!
Menggunakan parfum pilihan secara tepat
Banyak yang merekomendasikan berbagai obat bau badan. Baik sesuai resep dokter maupun herbal tradisional. Di samping itu saya juga menggunakan parfum yang wanginya bikin adem dan nyaman.
Majikan dan keluarganya kerap menghadiahkan saya parfum. Namun pada akhirnya parfum pilihan saya sekarang ini jatuh pada Hint.

HINT ZENCHA Eau de Parfum
Ya, varian ZENCHA dari HINT saat ini jadi parfum favorit saya. Wanginya khas dedaunan teh mengingatkan akan masa kecil saya di kampung Cibeureum Sukanagara Kabupaten Cianjur.
Saat perkebunan teh Nusantara (PTPN VIII) sedang jaya-jayanya, hampir seluruh warga kampung bekerja di perkebunan teh. Biasanya kaum wanita menjadi pemetik daun, dan para pria menjadi kuli panggul, pekerja serabutan di perkebunan atau jadi mandor.
Saya dan teman sebaya lainnya, sering ikut ke perkebunan baik untuk membantu bapak dan ibu atau sekadar bermain-main saja.
Karena itu wangi khas daun teh sangat akrab di diri saya. Tidak pernah bosan untuk menyesapnya yang ada justru bikin tambah semangat seakan semilir angin yang membawa keharuman teh adalah aroma terapi yang menenangkan jiwa.
HINT saat ini mengeluarkan #TeaSeries yang terdiri dari ZENCHA dan MINTEA. Hasil kolaborasi dengan Shinichiro Oba, perfumier asal Jepang. Beliau keturunan langsung Tea Grandmaster dari Shizuoka. Yang bertujuan melahirkan wangi green tea terbaik, yang cocok as an escape from city hustle life.

Setiap hari 4-5 kali saya semprotkan HINT pilihan saya, ZENCHA Eau de Parfum di bagian tubuh yang diinginkan. Biasanya saya semprotkan di belakang telinga, pergelangan tangan, dan badan.
Sebenarnya HINT menyediakan banyak varian wangi parfum berkualitas tinggi yang bisa kita pilih sesuai dengan keinginan. Sebelumnya saya juga sudah mereview Parfum HINT Topper Ultimate aroma Bold sentuhan Woody.
Perlu diketahui kalau parfum HINT itu didukung dengan berbagai teknologi aroma unik dari Ease Scent Technology dan bahan utama yang bersumber langsung dari Eropa.

Manteman bisa temukan HINT of you melalui wewangiannya yang abstrak namun imersif. Bagaimana diri dan aktualisasi kamu, bisa langsung dipersonalisasikan sehingga bisa dicirikan paling menggambarkan sosok diri kita sendiri.
Bagaimana cara mendapatkan produk HINT manteman tinggal berkunjung langsung ke websitenya saja di hintofyou.com
Ada banyak penawaran menarik dari HINT mulai dari freebies hingga voucher belanja. Tidak ribet deh proses transaksinya karena pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai metode yang kita bisa.
Jadi HINT varian mana yang manteman pilih? Kalau saya jelas HINT ZENCHA Eau de Parfum sangat saya sukai karena selain wanginya sudah akrab dalam perjalanan hidup saya semasa kecil juga sangat membantu menyamarkan terhadap keringat dan bau badan.

Qualitea Time berkat HINT ZENCHA Eau de Parfum
Pekerjaan saya merawat orang lanjut usia tidak terganggu lagi perasaan minder atau tidak nyaman karena bau badan.
Antar jemput anak majikan juga semakin senang dan anak-anak bilang kalau Jiějiě (kakak) sekarang tidak chòuchòu lagi.
Setiap hari qualitea time dengan lansia yang saya rawat dan anak-anak yang saya jaga makin maksimal. Betul sekali jika yang saya butuHINT ya HINT ZENCHA Eau de Parfum.
Menggunakan HINT ZENCHA Eau de Parfum ini tentu tak hanya mengatasi bau badan tetapi juga membantu saya bisa beraktivitas dengan percaya diri.
Sebuah penelitian yang dilakukan UCL (University College London) melaporkan jika teh (Camellia sinensis) bisa mengusir hormone stress. Selain itu, aroma teh juga dipercaya bermanfaat untuk menenangkan diri.
Menikmati wangi teh dari parfum HINT ZENCHA Eau de Parfum yang saya semprotkan di badan telah mempengaruhi komunikasi saya dengan orang lain. Saya jadi merasa lebih percaya diri dan bawaannya lebih tenang.
Demi rasa percaya diri yang harus dipulihkan ini, saya tidak hanya ingin berbagi pengalaman terkait bau badan saja, tapi juga ingin memberikan nasihat sederhana supaya siapa saja bisa konsisten membantu siapa pun untuk mengatasi masalah bau badan.
Sekarang, saatnya kita mengucapkan selamat tinggal pada masalah bau badan dan ketiak yang menurunkan rasa percaya diri. Yuk, gunakan HINT ZENCHA Eau de Parfum sehingga tubuh terbebas dari bau tidak sedap karena keringat berlebih dan menjadi lebih percaya diri karena tetap wangi sepanjang hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar