Selasa, 02 Juli 2024

Wayang Golek: Media dan Penguatan Pendidikan Karakter Kepada Anak

Ada yang seru dan tidak biasa pada perpisahan dan kenaikan kelas di SMPN 1 Pagelaran tahun 2024. Acara puncak hiburannya menggelar kesenian Wayang Golek, dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya (Putra dari maestro wayang golek di Indonesia, Asep Sunandar Sunarya alm).

Pagelaran kesenian wayang golek dari Padepokan Giri Harja 3 Bandung yang digelar Jumat malam 28 Juni 2024 di Lapangan Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran Cianjur Selatan pun jadi bahan perbincangan yang cukup hangat.

Bagaimana tidak, pagelaran wayang golek saat ini sudah jarang ditemukan di jaman sekarang. Selain biaya untuk menggelar seni khas Sunda ini cukup besar hingga mencapai seratus juta rupiah, pun yang menyukai hanya sebagian besar para orang tua jadul alias angkatan orang tua yang lahir sebelum kemunculan telepon dan internet.

Wayang golek media penguatan pendidikan karakter
Pecinta Wayang Golek mayoritas masyarakat senior?

Anak Sunda jaman now mungkin tidak tertarik dengan seni budaya wayang golek. Padahal jika ditelaah lebih dalam, dalam pagelaran wayang golek banyak sekali pelajaran hidup dan pepatah serta petuah yang begitu penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyaknya manfaat yang bisa diserap dari pagelaran seni wayang golek, tidak salah jika jajaran pengurus SMPN 1 Pagelaran beserta komite sekolah dan rengrengannya menjadikan wayang golek sebagai media hiburan acara akhir tahun sekolah sekaligus penguatan pendidikan karakter yang sangat dibutuhkan oleh setiap anak.

Wayang merupakan salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Dalam seni wayang di dalamnya terdapat berbagai macam perpaduan seni, mulai seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang yang kesemuanya berkolaborasi menghasilkan pagelaran wayang yang spektakuler.

Wayang golek banyak memberikan pelajaran hidup dan pendidikan karakter
Ternyata anak jaman now juga banyak yang mancho, nonton wayang golek meski cuaca hujan deras

Wayang Golek Media Pendidikan Karakter di Tatar Sunda

Wayang golek adalah suatu seni pertunjukan tradisional yang telah menjadi bagian dari jati diri orang Sunda.

Meski anak mudanya sudah banyak yang meninggalkan seni wayang golek ini, namun tidak sedikit yang mengakui kehebatan pagelaran wayang golek secara antusias.

Wajar kalau anak muda mulai berpaling dari seni tradisional wayang golek, secara perkembangan dunia hiburan yang kini lebih didominasi oleh jenis-jenis kesenian modern, telah mengakibatkan semakin langkanya pertunjukan kesenian wayang golek dipergelarkan. Hal itu tentu saja jadi semacam pembatas bagi anak muda untuk mengetahui lebih banyak akan seni wayang ini.

Padahal dengan pendidikan karakter yang sistematis dan terencana dalam mendidik dan mengembangkan bakat serta minat peserta didik untuk membangun karakter pribadi yang lebih baik sehingga tumbuh menjadi individu yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, bagi keluarga maupun bangsa dan negara media pendidikan karakter seperti wayang golek ini sangat diperlukan.

Menurut Samani dan Hariyanto (2013:45) dalam bukunya yang berjudul Konsep dan Model Pendidikan Karakter, menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, rasa dan karsa

Dengan demikian jelas jika pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang. Maka guru dan orang tua sudah seharusnya menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak didiknya sejak dini.

Strategi Implementasi Pendidikan Karakter

Beberapa strategi yang dapat di implementasikan kepada anak mengenai penanaman pendidikan karakter ialah -di antaranya- dengan:

Memberikan teladan

Mengajarkan sopan santun

Menanamkan jiwa kepemimpinan

Bisa menceritakan pengalaman yang inspiratif

Kegiatan literasi

Pengenalan Seni Budaya

Media pendidikan karakter seni budaya tradisional lokal wayang golek
Mengajak anak nonton wayang golek, menerapkan pendidikan karakter sejak dini melalui seni budaya tradisional

Meneladani Pendidikan Karakter dari Seni Budaya Wayang Golek

Di jaman modern perlu adanya strategi untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter supaya pertumbuhan anak sesuai dengan perkembangannya. Salah satunya dengan strategi kebudayaan, yaitu kesenian wayang golek.

Wayang golek sebagai pembaharuan dari wayang kulit, adalah boneka yang terbuat dari kayu yang ditatah, diukir, dicat diberi busana dan karakter sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan agar bisa disaksikan siang maupun malam hari.

Yang lebih menarik dari wayang golek ialah bentuknya yang hampir menyerupai bentuk (boneka) manusia.

Menurut Santosa (2011) dalam konteks kebudayaan, tujuan utama dari pertunjukan wayang adalah memberikan petunjuk kepada manusia untuk berlaku yang baik dan benar dan memacu cipta, rasa dan karsa ikut membangun berbayang agung, serta memayu hayuning bawana.

Pertunjukan wayang memiliki budi pekerti luhur yang diharapkan membuat kehidupan masyarakat berada dalam kerangka tata tentrem kertaraharja.

Pun dalam pagelaran wayang golek pada puncak acara perpisahan dan kenaikan kelas SMPN 1 Pagelaran dengan judul Sanghyang Wirayuda, terdapat banyak petuah, nasihat dan keteladanan hidup yang bisa kita jadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dicontoh tidak hanya oleh orang dewasa tapi juga oleh anak-anak.

Wayang golek mengambil sumber kisah dari cerita keseharian masyarakat. Oleh karena itu, tidak bisa hanya mengandalkan satu pakem alur cerita saja.

Logikanya wayang golek menceritakan cerita sehari-hari yang dinamis, yang berubah, jadi memang harus bisa menyesuaikan. Dari pembawaan cerita, sampai berbagai alat pendukungnya juga pasti berubah.

Contoh pada lighting ketika pagelaran wayang golek tengah berlangsung, mulai dari penerangan pakai obor, beralih ke lampu patromax, terus pakai lampu pijar, terus berganti lampu neon, hingga sekarang ada LED.

Wayang golek media pendidikan karakter seni budaya
wayang golek media pendidikan karakter seni budaya

Wayang Golek sebagai Media Pendidikan Karakter

Apa pun perubahan yang mengiringinya wayang merupakan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dirawat dengan baik.

Selain anak-anak kita bisa menjadi generasi penerus, dengan menonton pertunjukan wayang sekaligus mengangkat seni budaya negara sendiri.

Tanpa budaya maka tidak akan ada ciri khas dalam diri masyarakat. Hal ini sangat bagus diterapkan terhadap anak, selain memiliki pesan moral, wayang juga bisa meningkatkan imajinasi anak, sosial emosional, kognitif dan seni pada anak.

Pemanfaatan wayang golek sebagai media pendidikan karakter dapat memberikan gambaran mengenai sifat- sifat, karakter dan tingkah laku sosial di dalam kehidupan bahwa ada sifat yang baik dan ada sifat yang buruk.

Dalam pendidikan, pemanfaatan wayang golek sebagai media pendidikan karakter dapat memasukkan unsur-unsur yang ada dalam cerita-cerita pewayangan.

Sebagai contoh tokoh wayang Yudistira yang dapat diteladani dalam pembelajaran budi pekerti, karena Yudistira mempunyai sifat dan watak bijaksana, penuh rasa percaya diri, hampir tak pernah berbohong semasa hidupnya.

Begitu pula tokoh lain dalam pewayangan, ada yang bersifat adil, jujur, sabar, taat terhadap ajaran agama, ada juga yang suka memfitnah, bikin onar dan mengganggu ketertiban.

Wayang golek menguatkan pendidikan karakter anak
Banyak pelajaran hidup ketika nonton pagelaran wayang golek. Apalagi saat cuaca buruk

Dari pembelajaran berbagai karakter tokoh wayang tersebut, sehingga perlu dibangun kebudayaan wayang sejak anak usia dini dan menjadikan wayang itu menjadi media pendidikan karakter

Berbagai permasalahan kemerosotan nilai pendidikan karakter semakin muncul ke permukaan, terutama pada anak yang masih perlu diperhatikan. Nantinya selain mempunyai karakter yang baik, anak juga diharapkan dapat menumbuh kembangkan kecintaan pada budaya masyarakatnya dan akhirnya akan mempertebal rasa nasionalisme yang cinta pada kebudayaan bangsanya.

Apalagi, wayang golek adalah warisan budaya yang sangat berharga, jadi gak berlebihan kalau guru dan orang tua mewajibkan anak-anak sebagai calon generasi masa depan bangsa mengetahui seni budaya wayang golek dengan segala karakternya.

Begitu kuatnya pendidikan karakter dalam menentukan jalan hidup seseorang, bisa dibuktikan dengan membaca artikel selanjutnya tentang Rahasia Pendidikan Karakter Cegah Perundungan alias Bullying. Yuk dibaca sampai tuntas ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar